Pon Pes Manbaul Ulum Sukorejo Kendal

Pon Pes Manbaul Ulum Sukorejo Kendal Pon Pes Manbaul Ulum.

Alhamdulillah. Acara santunan anak yatim di P.P. Manbaul Ulum berjalan dengan lancar dan  penuh khidmat. Terima kasih ke...
05/07/2025

Alhamdulillah. Acara santunan anak yatim di P.P. Manbaul Ulum berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.

Terima kasih kepada para dermawan yang sudah mendermakan sebagian hartanya, dan juga kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini. Semoga dihitung oleh Allah SWT sebagai amal baik njenengan sedoyo.

Lemah teles, Gusti Allah sing mbales

Membaca Surat Al-fath Pada Malam Pertama Bulan Romadlon._Sebagai tadzkiroh untuk diri sendiri juga untuk teman-teman sek...
11/03/2024

Membaca Surat Al-fath Pada Malam Pertama Bulan Romadlon.

_

Sebagai tadzkiroh untuk diri sendiri juga untuk teman-teman sekalian, mengingat kesempatan ini hanya terjadi sekali dalam satu tahun. Semoga tulisan ringan ini benar-benar bisa bermanfaat untuk kita semua.

_

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan surat al-fath, namun di sini saya tidak konsentrasi untuk hal itu.

_

Pada postingan kali ini bersumber bukan langsung dari hadits, melainkan dari Ulama, dari orang-orang ma'rifat yang sudah pasti mereka telah membuktikan kebenarannya, yaitu keutamaan membaca surat Al-fath pada malam pertama bulan puasa.

_

Langsung saja sebagai berikut:

قال الإمام اليافعي- رحمه الله تعالى-: قال لي بعض العارفين من قرأ سورة (الفتح) ثلاث مرات عند رؤية هلال شهر رمضان في أول ليلة، وسع الله عليه في رزقه، في ذلك العام إلى آخره. - المكتبة الشاملة
_

Az-ziyadah wal ihsan fii ulumil quran, halaman 402:
Imam Al-yafi'i rohimahullohu Ta'ala berkata, ba'dlul Arifin (Orang yang telah sampai pada makom ma'rifatulloh) berkata kepadaku, "Barang siapa yang membaca surat Al-fath sebanyak tiga kali ketika melihat hilal bulan Romadlon pada malam pertamanya, maka Allah pasti akan melapangkan rizqinya pada tahun tersebut sampai akhir tahun.

ص402 - الزيادة والإحسان في علوم القرآن

_

Penjelasan serupa juga termaktub dalam kitab lain, yaitu dalam kitab karya Syaikh Muhammad Haqqi An-nazili, Khozinatul Asror, halaman 190 sampai 191:

وقال بعض العارفين: من قرأ سورة الفتح عند رؤية هلال رمضان في أول ليلة وسع الله رزقه في ذلك العام إلى آخره.

Yang artinya:

Sebagian Arifin (Orang yang telah sampai pada makom ma'rifatulloh) berkata, "Barang siapa yang membaca surat Al-fath ketika melihat hilal bulan Romadlon pada malam pertamanya, maka Allah pasti akan meluaskan rizqinya pada tahun tersebut sampai akhir tahun."

[خزينة الأسرار، صحفة ١٩٠_١٩١]

_

Wallohu A'lamu Bishhowaab.

Sedang berlangsung tahlil massal dalam rangka "Haul Simbah Yai Syaiban yang ke-34".
16/02/2024

Sedang berlangsung tahlil massal dalam rangka "Haul Simbah Yai Syaiban yang ke-34".

KAROMAH MBAH SYAIBANTidak Bisa DifotoDikatakan bahwa Mbah Syaiban juga memiliki karomah seperti Mbah Mangli, yaitu tidak...
06/02/2024

KAROMAH MBAH SYAIBAN

Tidak Bisa Difoto

Dikatakan bahwa Mbah Syaiban juga memiliki karomah seperti Mbah Mangli, yaitu tidak bisa difoto. Sudah berulang kali kamera analog menangkap potret beliau baik di kala beliau duduk bersama jemaatnya atau saat melakukan hal lainnya. Namun, ketika klise hasil foto tersebut dicuci, gambarnya tidak pernah jadi, selalu saja terbakar.

Suatu hari, Mbah Syaiban menyambangi salah satu jemaatnya di Klaten yang bernama Pak Supar. Mengetahui bahwa Mbah Syaiban tidak bisa difoto, Pak Supar menyusun siasat dengan mengajak Mbah Syaiban untuk pergi ke pasar. Namun, di tengah perjalan, Pak Supar malah berbelok. Mengajak Mbah Syaiban ke studio foto terlebih dahulu. Mengetahui semua berjalan tidak sesuai rencana, Mbah Syaiban pun lantas bertanya, "Lah, niki, kok malah teng studio foto, sanes teng peken? (lho, ini kok malah ke studio foto, bukan ke pasar?)".

"Enggih, Mbah Yai, nyuwun ngapunten. Panjenengan mboten saget difoto lan kulo kepengen kenang-kenangan, pramilo kulo nyuwun izin foto sareng panjenengan (iya, Mbah Yai, mohon maaf. Anda tidak bisa difoto sedangkan saya ingin punya kenang-kenangan bersama, maka dari itu, saya minta izin foto bersama Anda)," jawab Pak Supar penuh ta'dzim.

Mbah Syaiban pun berkenan untuk diajak berfoto dan karena mendapat izin dari Mbah Syaiban, akhirnya klise hasil foto pun bisa dicuci tanpa terbakar. Hasil foto tersebut kini dipajang di kediaman Mbah Syaiban di Dusun Wonorojo,Tamanrejo, Sukorejo, Kendal.

والله أعلم بالصواب

*Foto(Kiri: Pak Supar Klaten & kanan; Mbah Syaiban).

03/02/2024

Awal Kedatangan Mbah Syaiban


Berpuluh tahun jauh sebelum Mbah Syaiban mukim di Wonorojo. Seorang perempuan yang arif, zuhud, dan wira'i terkenal dengan sapaan 'Mbah Wali Martinah' yang mempunyai nama asli 'Buthuk Marjan' (Desa Sigedong, Tretep, Temanggung, Jawa Tengah) telah meramalkan akan kedatangan sosok Mbah Syaiban. Beliau mengatakan, "Mbesok rondo Wonorojo nduweni anak wadon loro, anak wadon lorone arep dinikahi Waline Gusti Allah. (Nanti seorang janda di Wonorojo yang mempunyai dua anak perempuan, kedua putrinya akan dinikahi oleh seorang Waliyulloh).".

Meski Mbah Wali Martinah tidak menyebutkan nama 'Mbah Syaiban', tetapi tanda-tanda dari ramalan tersebut tertuju pada Mbah Syaiban dan ramalan berpuluh tahun tadi nyata terbukti. Janda Wonorojo beranak dua itu adalah Ibu Sukariyah dan dua anak gadisnya adalah Ibu Su'anniyah dan Ibu Sri'ah, yang di kemudian hari kedua-duanya menjadi bidadari Mbah Syaiban.

Ibu Su'aniyah adalah putri pertama dari Ibu Sukariyah yang lebih dahulu dinikahi oleh Mbah Syaiban, setelah kurang lebih enam tahun menikah, ibu Su'aniyah berp**ang ke haribaan Sang Maha Pencipta dalam usia yang masih sangat muda, akhirnya Mbah Syaiban memutuskan untuk turun ranjang. Iya, beliau menikahi mantan adik iparnya sendiri, yaitu Ibu Sri'ah.

Meski Mbah Syaiban mempunyai alasan yang kuat untuk turun ranjang. Namun, hal itu tak bisa lepas dari sebuah takdir Allah yang sudah ditetapkan di Lauhil Mahfudz yang telah diramalkan oleh Mbah Wali Martinah, sebelumnya.

Sebenarnya kedatangan Mbah Syaiban di Wonorojo sudah didahului oleh seorang Kiai Alim, beliau tunanetra, tetapi punya hati yang sangat bersih dan sangat dalam ilmunya. Beliau bernama Kiai Ilyas (wafat dan dimakamkan di Tegaron, Bandar, Batang, Jawa Tengah).

Kiai Ilyas yang sudah lebih dahulu datang dan menikahi salah satu gadis Wonorojo bernama 'Fatimah' (Mbah Timah) mengatakan dengan penuh keyakinan, "Mangkih ono Kiai sing sak duwure aku arep rene (nanti ada Kiai yang lebih tinggi ilmunya dariku akan datang ke sini)".

Kiai yang keilmuannya lebih tinggi yang dimaksud oleh Kiai Ilyas itu adalah Mbah Syaiban.

Beberapa hari kemudian Kiai Ilyas pergi ke arah utara dan datang kembali bersama Mbah Syaiban. Menurut penuturan warga, pertama kali Mbah Syaiban datang ke Wonorojo rambutnya panjang dan badannya berlumut.

"Mbah Sriban pertama dugi nganggo tudung mriki rambute dowo karo awake lumuten (Mbah Syaiban pertama datang kesini memakai topi bambu rambutnya panjang dan badannya berlumut)," ujar Mbah Timah yang menjadi tuan rumah sekaligus menyaksikan kedatangan Mbah Syaiban untuk pertama kalinya. (Beberapa warga setempat lebih akrab memanggil Mbah Syaiban dengan sapaan 'Mbah Sriban').

Lantaran yang membawa datang ke Wonorojo adalah Kiai Ilyas, maka Mbah Syaiban pun singgah pertama kali untuk sementara di rumah Kiai Ilyas. Setelahnya tiba di Wonorojo, keseharian Mbah Syaiban kerap kali berdiri mematung mengamati mata air dan batu besar yang ada di sebelah barat Masjid al-Muttaqin Wonorojo. Di permukaan batu besar tersebut terdapat tapak kaki seorang wali sekaligus raja agung.

"Simbahmu mbiyen sak gurunge nikah karo mbok tuomu sedino-dino senenge ngadek ndelengi tuk karo watu gede sing ono tapak sikil karo betek lungguhe Wali Subaqir (Kakekmu dulu sebelum menikah dengan nenekmu keseharinya s**a melihat sumber air dan batu besar yang terdapat bekas telapak kaki dan bekas duduk Wali Subaqir)," tutur ibuku suatu hari.


Sebenarnya (menurut satu riwayat) tapak tersebut adalah bekas jejak telapak kaki Waliyulloh besar yang bernama 'Sultan Khut Bani Isroil'. Bahkan tapak itulah yang menjadi alasan Nyai Endang Sukati datang ke Wonorojo. Wallahu 'A'lamu.


Saat Mbah Syaiban tengah menjalani kesehariannya itu, diam-diam ada seseorang yang mengamati beliau dari belakang. Seseorang tersebut adalah gadis muda cantik berusia enam belas tahun, putri seorang janda yang rumahnya sangat dekat dengan lokasi Mbah Syaiban saat itu berada dan nama gadis muda itu adalah 'Su'aniyah'.


Merasa diamati diam-diam oleh seorang gadis, Mbah Syaiban lantas mendekat dan berbisik pada gadis tersebut. "Sesuk tak ajak lungan (Besok kuajak jalan-jalan).". Keesokan harinya Mbah Syaiban bukan mengajak jalan-jalan gadis tadi, melainkan malah melamarnya. Lamaran Mbah Syaiban diterima dengan s**a ria oleh Ibu Su'aniyah dan keluarganya. Dikatakan, setelah menikah mereka berdua tidak pernah makan, kecuali satu piring berdua. Sungguh romantis.


Dari penuturan beberapa anaknya, Mbah Syaiban jarang berada di rumah, beliau lebih sering keluar untuk syi'ar, seperti di Indramayu (salah satunya di Desa Lemah Ayu), Cirebon, Pemalang, Batang, dan Temanggung. Biasanya beliau akan membangun masjid di tempat yang beliau datangi.


Mbah Syaiban meninggal bertepatan malam Selasa wage, 4 Sya'ban 1408 Hijriyah. Dikatakan, setelah jenazah beliau usai dimandikan dan tetangga membaca surat yasin, Mbah Syaiban malah didapati sedang membuat api unggun (genen) bersama salah seorang warga di desa sebelah, yaitu Desa Tambakroto, Sukorejo, Kendal.

POTONG KUKU DAN RAMBUT SAAT JUNUB/HAID.34. Pertanyaan:Benarkah bahwa memotong rambut dan kuku saat dalam keadaan junub h...
12/01/2024

POTONG KUKU DAN RAMBUT SAAT JUNUB/HAID.

34. Pertanyaan:

Benarkah bahwa memotong rambut dan kuku saat dalam keadaan junub hukumnya adalah haram?

Jawaban:

Tidak benar, memotong kuku atau rambut atau anggota tubuh lainnya saat dalam keadaan berhadats besar (junubjunub dan haid dll) adalah makruh, tidak sampai ke taraf haram. dikarenakan pada hari kiamat anggota tubuh tersebut akan kembali dalam keadaankeadaan junub.


Referensi:

('i'anah attholibin:maktabah syamilah)


وينبغي أن لا يزيلوا قبل الغسل شعرا أو ظفرا، وكذا دما، لان ذلك يرد في الآخرة جنبا.

"Seyogyanya orang yang junub, haid , dan nifas tidak memotong rambut, kuku, dan juga (tidak mengeluarkan darah) sebelum mandi. Karena semua itu akan kembali di akhirat dalam keadaan junub."


(Ihya' ulumuddin: maktabah syamilah)


وَلَا يَنْبَغِي أَنْ يَحْلِقَ أَوْ يُقَلِّمَ أَوْ يَسْتَحِدَّ أَوْ يُخْرِج دَمًا أَوْ يُبِيْنَ مِنْ نَفْسِهِ جُزْءًا وَهُوَ جُنُبٌ إِذْ تُرَدُّ إِلَيْهِ سَائِرُ أَجْزَائِهِ فِي اْلآخِرَةِ فَيَعُوْدُ جُنُباً وَيُقاَلُ إِنَّ كُلَّ شَعْرَةٍ تُطَالِبُهُ بِجِناَبَتِهَا


"Tidak semestinya (makruh) seseorang mencukur rambut, memotong kuku, mencukur bulu kemaluannya, mengeluarkan darah (bekam dsb.) atau membuang sesuatu dari badannya disaat dia sedang berjunub karena seluruh bagian tubuhnya akan dikembalikan kepadanya di akhirat kelak, lalu dia akan kembali berjunub. Dikatakan bahwa setiap rambut akan menuntutnya dengan sebab junub yang ada pada rambut tersebut."


(Nihayatuzzain:Maktabah syamilah)


وَمَنْ لَزِمَهُ غُسْلٌ يُسَنُّ لَهُ أَلَّا يُزِيْلَ شَيْئاً مِنْ بَدَنِهِ وَلَوْ دَمًا أَوْ شَعَرًا أَوْ ظُفْرًا حَتَّى يَغْتَسِلَ لِأَنَّ كُلَّ جُزْءٍ يَعُوْدُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ فَلَوْ أَزَالَهُ قَبْلَ الْغُسْلِ عَادَ عَلَيْهِ الْحَدَثُ الْأَكْبَرُ تَبْكِيْتًا لِلشَّخْصِ


"Barang siapa yang wajib mandi (punyai hadats) agar tidak menghilangkan satu pun dari anggota badannya, walaupun berupa darah atau kuku sehingga mandi, karena semua anggota badan akan kembali kepadanya di akhirat. Jika dia menghilangkannya sebelum mandi maka hadats besar akan kembali kepadanya sebagia teguran kepadanya."

Syarwani (Juz 1, hlm: 284) :

(قَوْلُهُ تَعُودُ إلَيْهِ فِي الْآخِرَةِ) هَذَا مَبْنِيٌّ عَلَى أَنَّ الْعَوْدَ لَيْسَ خَاصًّا بِالْأَجْزَاءِ الْأَصْلِيَّةِ وَفِيهِ خِلَافٌ، وَقَالَ السَّعْدُ فِي شَرْحِ الْعَقَائِدِ النَّسَفِيَّةِ الْمُعَادُ إنَّمَا هُوَ الْأَجْزَاءُ الْأَصْلِيَّةُ الْبَاقِيَةُ مِنْ أَوَّلِ الْعُمُرِ إلَى آخِرِهِ ع ش عِبَارَةُ الْبُجَيْرِمِيِّ فِيهِ نَظَرٌ؛ لِأَنَّ الَّذِي يُرَدُّ إلَيْهِ مَا مَاتَ عَلَيْهِ لَا جَمِيعُ أَظْفَارِهِ الَّتِي قَلَّمَهَا فِي عُمُرِهِ وَلَا شَعْرِهِ كَذَلِكَ فَرَاجِعْهُ قَلْيُوبِيٌّ وَعِبَارَةُ الْمَدَابِغِيِّ قَوْلُهُ لِأَنَّ أَجْزَاءَهُ إلَخْ أَيْ الْأَصْلِيَّةَ فَقَطْ كَالْيَدِ الْمَقْطُوعَةِ بِخِلَافِ نَحْوِ الشَّعْرِ وَالظُّفْرِ فَإِنَّهُ يَعُودُ إلَيْهِ مُنْفَصِلًا عَنْ بَدَنِهِ لِتَبْكِيتِهِ أَيْ تَوْبِيخِهِ حَيْثُ أُمِرَ بِأَنْ لَا يُزِيلَهُ حَالَةَ الْجَنَابَةِ أَوْ نَحْوِهَا انْتَهَتْ اهـ.

Asnal Matholib :

(فَرْعٌ: مَا حَرُمَ نَظَرُهُ مُتَّصِلًا حَرُمَ) نَظَرُهُ (مُنْفَصِلًا كَشَعْرِ عَانَةٍ) وَلَوْ لِرَجُلٍ (وَقُلَامَةِ ظُفْرِ قَدَمِ حُرَّةٍ) إبْقَاءً لِحُكْمِهِ قَبْلَ انْفِصَالِهِ


Roudlotut Tolibin sebagai berikut:
فَرْعٌ
مَا لَا يَجُوزُ النَّظَرُ إِلَيْهِ مُتَّصِلًا كَالذَّكَرِ وَسَاعِدِ الْحُرَّةِ وَشَعْرِ رَأْسِهَا وَشَعْرِ عَانَةِ الرَّجُلِ وَمَا أَشْبَهَهَا، يَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهِ بَعْدَ الِانْفِصَالِ عَلَى الْأَصَحِّ. وَقِيلَ: لَا، وَقَالَ الْإِمَامُ احْتِمَالًا لِنَفْسِهِ: إِنْ لَمْ يَتَمَيَّزِ الْمُبَانُ مِنَ الْمَرْأَةِ بِصُورَتِهِ وَشَكْلِهِ عَمَّا لِلرَّجُلِ: كَالْقُلَامَةِ، وَالشَّعْرِ، وَالْجِلْدَةِ، لَمْ يَحْرُمْ. وَإِنْ تَمَيَّزَ، حَرُمَ

[النووي ,روضة الطالبين وعمدة المفتين ,7/26]

Sejarah Terciptanya Kucing.Siapa yang tak kenal dengan hewan berbulu yang lucu dan manja ini, kucing. Kucing adalah hewa...
09/01/2024

Sejarah Terciptanya Kucing.


Siapa yang tak kenal dengan hewan berbulu yang lucu dan manja ini, kucing.

Kucing adalah hewan rumahan yang ditakdirkan bermusuhan dengan tikus.

Awal mula kisah ini terjadi pada zaman Nabi Nuh AS. yaitu, tatkala banjir besar melanda dunia. Mamalia pemilik wajah imut ini diciptakan atas dasar sebuah permohonan dari manusia untuk menghalau hewan perusak, yaitu tikus.

Maka, tak ayal jika pada akhirnya kucing lulut dan hidup bersanding dengan Manusia, bahkan kucing termasuk binatang kesayangan Nabi dan sahabatnya, sehingga ada salah satu dari sahabat besar yang sangat menyayangi kucing kecil dan dijukuli 'Bapak kucing kecil', ialah Sahabat Abdur Rohman atau lebih dikenal dengan Abu Hurairoh RA. -Abu artinya: Bapak dan Hurairoh artinya: Kucing kecil- (bentuk isim tashghir dari lafadz 'Hirrotun').


Bentuk Kucing juga sangat mirip dengan singa, bahkan singa sendiri dikatakan sebagai 'kucing besar'. Hal itu semata-mata karena kucing tercipta daripada diri singa.

Dalam kitab _qoshosul anbiya'_ dikutib sebuah hadits mursal. Yaitu:

وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بن صَالح، حَدَّثَنى لليث، حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

Abi Hatim menceritkan dari Ayahnya dari Abdulloh bin Sholih dari Al-laits dari Hisyam bin Sa'ad dari Zaid bin Aslam dari Ayahnya. Rosululloh Shollallohu Alaihi Wa Sallama bersabda:

" لَمَّا حَمَلَ نُوحٌ فِي السَّفِينَةِ مِنْ كلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ، قَالَ أَصْحَابُهُ: وَكَيْفَ نُطَمْئِنُ؟ أَوْ كَيْفَ تَطْمَئِنُّ الْمَوَاشِي وَمَعَنَا الْأَسَدُ؟ فَسَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْحُمَّى، فَكَانَتْ أَوَّلَ حُمَّى نَزَلَتْ فِي الْأَرْضِ.

Ketika Nabi Nuh AS membawa setiap pasangan hewan di atas perahunya. Suatu ketika Sahabat-sahabat Nabi Nuh AS berkata: Bagaimana kami dan hewan-hewan kami bisa tenang sedangkan di antara kami ada singa?.

Kemudian Alloh menimpakan singa, penyakit demam. Maka, jadilah singa sebagai hewan yang pertamakali sakit demam di muka bumi.


ثُمَّ شَكَوُا الْفَأْرَةَ، فَقَالُوا: الْفُوَيْسِقَةُ تُفْسِدُ عَلَيْنَا طَعَامَنَا وَمَتَاعَنَا.فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَى الْأَسَدِ فَعَطَسَ، فَخَرَجَتِ الْهِرَّةُ مِنْهُ فَتَخَبَّأَتِ الْفَأْرَةُ مِنْهَا.

Kemudian sahabat Nabi Nuh mengadukan perihal tikus. Mereka berkata, "Keberadaan tikus-tikus telah merusak perkakas dan persedian makanan kami."

Kemudian Alloh SWT menyuruh singa untuk bersin. Maka keluarlah kucing, kemudian si tikus lari bersembunyi dari kucing.

[ابن كثير ,قصص الأنبياء ,1/99]

والله أعلم بالصواب

AURAT.Kasyifatussaja, Halaman 203:(عورة الرجل) أي الذكر المحقق ولو كافراً أو عبداً أو صبياً ولو غير مميز (مطلقاً ) سواء ...
08/01/2024

AURAT.

Kasyifatussaja, Halaman 203:

(عورة الرجل) أي الذكر المحقق ولو كافراً أو عبداً أو صبياً ولو غير مميز (مطلقاً ) سواء في الصلاة أو خارجها ما بين السرة والركبة

Aurat laki-laki yang tulen, meskipun kafir, budak, atau anak kecil yang belum tamyiz, baik auratnya saat di dalam sholat atau di luarnya, adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut

لكن بالنسبة لنظر محارمه ومماثله أما نفس السرة والركبة فليسا بعورة لكن يجب ستر بعضهما من باب ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب


Tetapi jika yang melihatnya adalah orang-orang semahramnya atau setunggal jenis kelamin. Adapun pusar dan lutut sendiri bukan termasuk aurat, tetapi sebagian mereka wajib ditutupi agar menjadi sempurna dalam.penutupan auratnya, karena masuk dalam bab;


ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب


Sesuatu yang menjadi penyempurna perkara wajib maka sesuatu itu juga wajib.


أما عورته بالنسبة لنظر الأجنبية إليه فجميع بدنه حتى الوجه والكفين ولو عند أمن الفتنة ولو رقيقاً فيحرم عليها أن تنظر إلى شيء من ذلك

Adapun aurat laki-laki adalah seluruh tubuhnya jika orang yang melihatnya adalah Perempuan ajnabiah, bahkan wajah dan kedua telapak tangan, meskipun aman dari fitnah, dan meskipun laki- laki tersebut adalah seorang budak. Oleh karena itu, diharamkan bagi perempuan ajnabiah melihat bagian tubuh manapun dari laki-laki.


وبالنسبة للخلوة السوأتان فقط على المعتمد فتحصل أن له ثلاث عورات

Menurut pendapat mu’tamad, aurat laki-laki adalah qubul dan dubur saja ketika ia berada di tempat sepi dan sendirian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aurat laki-laki dibagi menjadi tiga bagian tergantung dari pen*sbatannya, artinya, tergantung dari siapa yang melihatnya.

(كاشفة السجا، صحفة ٢٠٣)


Namun ada pendapat bahwa boleh melihat wajah Wanita non mahrom dengan syarat tidak adanya syahwat, begitu pun sebaliknya.

Al-bujairomi Alal Khotib

وَقَالَ الرَّافِعِيُّ. يَجُوزُ النَّظَرُ مِنْ الْأَجْنَبِيَّةِ لِوَجْهِهَا وَكَفَّيْهَا مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ وَكَذَا مَذْهَبُ الْمَالِكِيَّةِ


Imam Ar-rofi'i berkata, "Diperbolehkan melihat wajah dan telapak tangan Wanita ajnaby tanpa adanya syahwat, demikian p**a menurut madzhab Malikiyyah.

[البجيرمي ,حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب ,1/449]

Address

Wonorojo Tamanrejo Sukorejo Kendal
Kendal
51363

Telephone

+6285821130417

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pon Pes Manbaul Ulum Sukorejo Kendal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pon Pes Manbaul Ulum Sukorejo Kendal:

Shortcuts

Share

Category