Mengaji Kitab Riyadhus Shalihin

Mengaji Kitab Riyadhus Shalihin Creator: Hamid Aminudin

Kitab Riyadhus Shalihin merupakan kitab yang berisi kump**an hadis-hadis shahih tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW serta kabar gembira dan peringatan kepada orang-orang yang berjalan di jalan Allah.

https://youtu.be/hJDmKGK6xK0
27/04/2021

https://youtu.be/hJDmKGK6xK0

Presentasi hasil pembelajaran Cara Cepat bisa Baca Kitab di Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul dengan menggunakan buku panduan Belajar Baca K...

Mohon Ma'af Lahir Dan Bathin Kepada Semuanyaمن الغانمين والعائدين والفائزين ان شاء الله...أمين--------------------------...
19/08/2012

Mohon Ma'af Lahir Dan Bathin Kepada Semuanya
من الغانمين والعائدين والفائزين ان شاء الله...أمين
--------------------------------------------------------
عيدكم مبارك
========
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
------------------------------------------------------------------
تقبل الله منا ومنكم تقبل ياكريم ....كل عام وانتم بالف الف الف الف الف الف الف الف الف خير وتقبل الله سبحانه وتعالى صيامكم وقيامكم وطاعتكم لله الواحد الاحد وجعلكم من الغانمين والعائدين والفائزين ان شاء الله ...واعاده عليكم وانتم ترفلون بثوب الصحة والعافية ....و عيدكم مبارك ........عليكم وعلى جميع المسلمين.....أمين

23/05/2012

Buraidah RA berkata: “Nabi SAW mengajarkan sahabatnya jika pergi ke kuburan supaya membaca: ‘Selamat sejahtera bagimu penduduk kaum mukminin dan muslimin, dan kami insya Alloh akan mengikuti kalian. Aku memohon pengampunan kepada Alloh untuk kami dan kalian’.” (HR. Muslim

23/05/2012

Ibnu Abbas RA berkata:

مرَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – بِقُبورٍ بالمدِينَةِ فَأقْبَلَ عَلَيْهِمْ بِوَجْهِهِ ، فَقَالَ : السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أهْلَ القُبُورِ ، يَغْفِرُ اللهُ لَنَا وَلَكُمْ ، أنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحنُ بالأثَرِ )) رواه الترمذي ، وقال : حديث حسن )) .

“Nabi SAW berjalan di kuburan Madinah, lalu beliau menghadap ke kuburan tersebut sambil berdoa, ‘Selamat sejahtera kepada kalian hai ahli kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian telah mendahului kami dan kami berikutnya’.” (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan”).

23/05/2012

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

بادِرُوا بِالأَعْمَالِ سَبْعاً ، هَلْ تَنْتَظِرُونَ إلاَّ فَقراً مُنسياً ، أَوْ غِنىً مُطغِياً ، أَوْ مَرَضاً مُفسِداً ، أَوْ هَرَماً مُفْنداً ، أَوْ مَوتاً مُجْهزاً ، أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ ، أَوْ السَّاعَةَ فالسَّاعَةُ أدهَى وَأَمَرُّ

Segeralah beramal sebelum datangnya tujuh macam keadaan: apakah yang kamu nantikan selain kemiskinan yang dapat melalaikan, atau kekayaan yang dapat membuat orang sombong, atau suatu penyakit yang dapat merusak badan, atau masa tua yang melelahkan, atau datangnya kematian dengan cepat, atau kedatangan dajjal sejahat-jahat yang dinantikan, atau hari kiamat padahal hari kiamat itu sangat pedih dan dahsyat“. (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan”)

23/05/2012

Asma’ binti Yazid RA berkata:

كَانَ كُمُّ قَمِيصِ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إِلَى الرُّصْغِ . رواه أَبو داود والترمذي ، وقال : حديث حسن

“Lengan baju Rasulullah SAW panjangnya sampai pergelangan tangan”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan)

23/05/2012

Abdulah bin Mughaffal RA berkata:

قَالَ رجل للنبي – صلى الله عليه وسلم – :
يَا رسولَ الله ، وَاللهِ إنِّي لأُحِبُّكَ ، فَقَالَ : (( انْظُرْ مَاذَا تَقُولُ ؟ )) قَالَ : وَاللهِ إنِّي لأُحِبُّكَ ، ثَلاَثَ مَرَّات ، فَقَالَ : (( إنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَأَعِدَّ لِلْفَقْرِ تِجْفَافاً ، فإنَّ الفَقْرَ أسْرَعُ إِلَى مَنْ يُحِبُّني مِنَ السَّيْلِ إِلَى مُنْتَهَاهُ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن ))

“Seorang berkata kepada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah, aku cinta kepadamu’. Nabi menjawab, ‘Perhatikan, apa yang kamu katakan itu” Orang tersebut berkata lagi, ‘Demi Allah, aku cinta kepadamu, ya Rasulullah. Kata-kata tersebut diulanginya sampai tiga kali. Lalu Nabi SAW bersabda, “Jika engkau memang benar-benar cinta kepadaku, maka bersiap-siaplah engkau menghadapi kemiskinan sebagai perisai kehidupan, karena kemiskinan lebih cepat datangnya kepada orang yang cinta kepadaku, melebihi kecepatan banjir yang mengalir ke dalam jurang”.‘ (Riwayat At-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan gharib”).

23/05/2012

Abu Amru (Utsman) bin Affan RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda:

لَيْسَ لاِبْنِ آدَمَ حَقٌّ في سِوَى هذِهِ الخِصَالِ : بَيْتٌ يَسْكُنُهُ ، وَثَوْبٌ يُوارِي عَوْرَتَهُ ، وَجِلْفُ الخُبز وَالماء )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث صحيح ))

”Tiada hak bagi seorang manusia (anak turun Adam) dalam semua hal kehidupan ini, selain rumah (tempat tinggal), pakaian yang menutup auratnya, roti kering serta air“. (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini shahih’).

23/05/2012

قَالَ : قرأ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – : { يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا } [ الزلزلة : 4 ] ثُمَّ قَالَ : (( أتَدْرونَ مَا أخْبَارهَا )) ؟ قالوا : الله وَرَسُولُهُ أعْلَمُ . قَالَ : (( فإنَّ أخْبَارَهَا أنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلّ عَبْدٍ أَوْ أمَةٍ بما عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا تَقُولُ : عَملْتَ كَذَا وكَذَا في يَومِ كَذَا وكَذَا فَهذِهِ أخْبَارُهَا )) رواه الترمذي ، وَقالَ : (( حديث حسن صحيح ))

“Ketika RasuluHah SAW membaca (ayat) ‘Pada hari itu bumi menceritakan beritanya‘, beliau bersabda, ”Tahukah kalian apakah kabar bumi itu? Sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Nabi SAW bersabda, ”Kabar bumi itu ialah, bumi akan menjadi saksi atas setiap perbuatan manusia, baik laki atau perempuan, sebagaimana yang dikerjakan di atasnya‘. Bumi berkata, “Engkau telah berbuat ini dan itupada hari ini dan hari ini“. Itulah kabar beritanya’.” (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan”)

Biografi Singkat Al-Imam An-Nawawi Rohimahulloh Penyusun  Kitab رياض الصالحين/Riyadlus Sholihin-------------------------...
23/05/2012

Biografi Singkat Al-Imam An-Nawawi Rohimahulloh Penyusun Kitab رياض الصالحين/Riyadlus Sholihin
----------------------------------------------------------------------
Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan keshalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh.

Ketika berumur 10 tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliaupun menjadi semakin besar.

An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilminya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah–halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah didekat Al-Jami’ Al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Iapun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata : “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya,baik penjelasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata-kata. Dan Allah telah memberikan barakah dalam waktuku.”

Diantara syaikh beliau: Abul Baqa’ An-Nablusiy, Abdul Aziz bin Muhammad Al-Ausiy, Abu Ishaq Al-Muradiy, Abul F***j Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al-Maghribiy dan Ibnul Firkah. Dan diantara murid beliau: Ibnul ‘Aththar Asy-Syafi’iy, Abul Hajjaj Al-Mizziy, Ibnun Naqib Asy-Syafi’iy,Abul ‘Abbas Al-Isybiliy dan Ibnu ‘Abdil Hadi.

Pada tahun 651 H ia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian ia pergi ke Madinah dan menetap disana selama satu setengah bulan lalu kembali ke Dimasyq. Pada tahun 665 H ia mengajar di Darul Hadits Al-Asyrafiyyah (Dimasyq) dan menolak untuk mengambil gaji.

Imam An-Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara’ dan bertaqwa. Beliau sederhana, qana’ah dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak tidur malam untuk ibadah atau menulis. Beliau juga menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk kepada para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis surat berisi nasehat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali.

Suatu ketika beliau dipanggil oleh raja Azh-Zhahir Bebris untuk menandatangani sebuah fatwa. Datanglah beliau yang bertubuh kurus dan berpakaian sangat sederhana. Raja pun meremehkannya dan berkata: ”Tandatanganilah fatwa ini!!” Beliau membacanya dan menolak untuk membubuhkan tanda tangan. Raja marah dan berkata: ”Kenapa !?” Beliau menjawab: ”Karena berisi kedzaliman yang nyata”. Raja semakin marah dan berkata: ”Pecat ia dari semua jabatannya”. Para pembantu raja berkata: ”Ia tidak punya jabatan sama sekali. Raja ingin membunuhnya tapi Allah menghalanginya". Raja ditanya: ”Kenapa tidak engkau bunuh dia padahal sudah bersikap demikian kepada Tuan?” Rajapun menjawab: ”Demi Alloh, aku sangat segan padanya”

Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal. Jumlahnya sekitar 40 kitab, diantaranya:

Dalam bidang hadits : Arba’in, Riyadhush Shalihin, Al- Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At-Taqrib wat Taysir fi Ma’rifat Sunan Al-Basyirin Nadzir.
Dalam bidang fiqih : Minhajuth Thalibin, Raudhatuth Thalibin, Al-Majmu’.
Dalam bidang bahasa : Tahdzibul Asma’ wal Lughat.
Dalam bidang akhlak : At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, Bustanul Arifin, Al-Adzkar.

Kitab-kitab ini dikenal secara luas termasuk oleh orang awam dan memberikan manfaat yang besar sekali untuk umat. Ini semua tidak lain karena taufik dari Allah Ta’ala, kemudian keikhlasan dan kesungguhan beliau dalam berjuang.

Imam Nawawi p**ang ke rohmatulloh pada tanggal:24 Rajab Tahun 676 H -Rohimahulloh wa Ghofaro Lahu Wa Adkholahu Al-Jannah, amiin.

Salah satu karya Ilmiah beliau adalah Kitabرياض الصالحين /Riyadlus Sholihin adalah sebuah kitab yang sangat masyhur dalam dunia Islam. Kitab ini telah dijadikan pegangan selama ratusan tahun bagi para 'ulama', pelajar dan penuntut ilmu agama di belahan dunia. Di Indonesia sendiri kitab Riyadlus Sholihin ini seolah-olah menjadi salah satu ‘kitab wajib’ bagi seluruh pesantren.

رياض الصالحين/Riyad/us Sholihin yang diartikan sebagai pelatihan orang-orang shalih, dibahas menjadi 19 kitab yang terbagi atas 372 Bab dan menyertakan sebanyak 1900 hadis. Dalam metode penulisannya, Imam Nawawi mengemukakan ayat-ayat Qur’an sebagai dalil utama untuk menguatkan dalil penyokong atas kitab yang akan dibahas, kemudian baru menyertakan dalil-dalil hadis sebagai penjabaran atas bab-bab yang dibahas tersebut.

Pembahasan Isi Kitab

Diawali dengan ‘kitab Ikhlas’, beliau membuka dengan manis kitab Riyadlus Sholihin itu dengan menyertakan ayat-ayat al-Qur’an yang mendukung pembahasan kitab ikhlas tersebut. Hampir seluruh isi kitab ini mengandung ruh akan dorongan menghambakan diri kepada Allah serta ‘memupuk’ amal shalih. Mayoritas isi pada kitab-kitab awal adalah mengenai masalah hati dan kebersihan jiwa. Seperti masalah ikhlas niat, taubat, sabar, shiddiq, murraqabah, yaqin, tawakal, istiqamah, mujahadah, hemat, rajin, zuhud, qana’ah, dermawan, tolong-menolong, nasehat, amar ma’ruf-nahi mungkar, amanat, dan menghindari kezaliman.

Pada bagian berikutnya beliau menekankan kepada masalah muamalat mu’asyarah, yakni masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan manusia bermasyarakat sebagai makhluk sosial, seperti: mendamaikan manusia, berbelas kasih pada anak yatim, orang miskin, menjaga hak wanita, hak suami dan istri, belanja keluarga, hak-hak tetangga, orang tua, anak dan keluarga, menghormati ulama, kaum kerabat, orang-orang sholeh dan lain-lain.

Pada pembahasan masalah moral dan adab, beliau menekankan juga tentang perihal keadilan, hubungan antara rakyat dan pemimpin, menjaga adab kesopanan terhadap orang hidup maupun orang mati, sampai adab-adab pribadi untuk diamalkan sehari-hari, tidak luput dari pembahasan beliau. Sedemikian lengkapnya, sehingga urusan pribadi umat dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, secara ‘manis’ dan rapi beliau bahas satu persatu.

Dalam masalah syariat, secara panjang lebar beliau membahas p**a hukum-hukum dalam berbagai masalah; mulai dari masalah berpakaian, wudhu, sholat-sholat wajib, sholat-sholat sunat, puasa sunat, ziarah kubur, sumpah, jual-beli, dan lain-lain dengan menyertakan adab-adab dan kesempurnaan amal, lengkap dengan fadhilah amal, sehingga tidak monoton membahas masalah pokok fiqihnya saja. Pembahasan kitab ini diakhiri dengan indah pada Bab Istighfar, mulai dari dalil perintah beristighfar sampai kelebihan orang-orang yang beristighfar dab beberapa Fadlo'ilul 'A'mal lainnya.

Al-Marhum Romo KH. Ali Makshum Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta s**a mengajarkan Kitab رياض الصالحين ini kepada para santrinya, yang kemudian dilanjutkan oleh putra beliau KH. Atabik 'Ali hingga sekarang.

Semoga kita semua dapat barokah para 'Ulama' Salafina Al-Sholeh yang mereka mendapat ilmu dengan sanad yang bersambung dari Guru-gurunya hingga ke Rosululloh SAW, Amiin.

23/05/2012

الإخلاص وإحضار النية في جميع الأعمال والأقوال والأحوال البارزة والخفية
==========================================
قال الله تعالى " وما أمروا إلا ليعبدوا ا لله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة " البينة
قال تعالى " لن ينال الله لحومها ولا دماؤها ولكن يناله التقوى منكم " الحج
قال تعالى " قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله " آل عمران
وعن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن عبد الله بن قرط بن رزاح بن عدي بن كعب بن لؤي بن غالب القرشي العدوي رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه متفق على صحته رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه الجعفي البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري رضي الله عنهما في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة
وعن أم المؤمنين أم عبد الله عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يغزو جيش الكعبة فإذا كانوا ببيداء من الأرض يخسف بأولهم وآخرهم قالت قلت يا رسول الله كيف يخسف بأولهم وآخرهم وفيهم أسواقهم ومن ليس منهم قال يخسف بأولهم وآخرهم ثم يبعثون على نياتهم متفق عليه هذا لفظ البخاري
وعن عائشة رضي الله عنها قالت قال النبي صلى الله عليه وسلم لا هجرة بعد الفتح ولكن جهاد ونية وإذا استنفرتم فانفروا متفق عليه ومعناه لا هجرة من مكة لأنها صارت دار إسلام
وعن أبي عبد الله جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما قال كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم في غزاة فقال إن بالمدينة لرجالا ما سرتم مسيرا ولا قطعتم واديا إلا كانوا معكم حبسهم المرض وفي رواية إلا شركوكم في الأجر رواه مسلم ورواه البخاري عن أنس رضي الله عنه قال رجعنا من غزوة تبوك مع النبي صلى الله عليه وسلم فقال إن أقواما خلفنا بالمدينة ما سلكنا شعبا ولا واديا إلا وهم معنا حبسهم العذر
وعن أبي يزيد معن بن يزيد بن الأخنس رضي الله عنهم وهو وأبوه وجده صحابيون قال كان أبي يزيد أخرج دنانير يتصدق بها فوضعها عند رجل في المسجد فجئت فأخذتها فأتيته بها فقال والله ما إياك أردت فخاصمته إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال لك ما نويت يا يزيد ولك ما أخذت يا معن رواه البخاري
وعن أبي إسحاق سعد بن أبي وقاص مالك بن أهيب بن عبد مناف بن زهرة بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤى القرشي الزهري رضي الله عنه أحد العشرة المشهود لهم بالجنة رضي الله عنهم قال جاءني رسول الله صلى الله عليه وسلم يعودني عام حجة الوداع من وجع اشتد بي فقلت يا رسول الله إني قد بلغ بي من الوجع ما ترى وأنا ذو مال ولا يرثني إلا ابنة لي أفأتصدق بثلثى مالي قال لا قلت فالشطر يارسول الله فقال لا قلت فالثلث يا رسول الله قال الثلث والثلث كثير أو كبير إنك إن تذر ورثتك أغنياء خير من أن تذرهم عالة يتكففون الناس وإنك لن تنفق نفقة تبتغي بها وجه الله إلا أجرت عليها حتى ما تجعل في في امرأتك قال فقلت يا رسول الله أخلف بعد أصحابي قال إنك لن تخلف فتعمل عملا تبتغي به وجه الله إلا ازددت به درجة ورفعة ولعلك أن تخلف حتى ينتفع بك أقوام ويضر بك آخرون اللهم أمض لأصحابي هجرتهم ولا تردهم على أعقابهم لكن البائس سعد بن خولة يرثى له رسول الله صلى الله عليه وسلم أن مات بمكة متفق عليه
وعن أبي هريرة عبد الرحمن بن صخر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم رواه مسلم
وعن أبي موسى عبد الله بن قيس الأشعري رضي الله عنه قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء أي ذلك في سبيل الله فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله متفق عليه
وعن أبي بكرة نفيع بن الحارث الثقفي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال إذا التقى المسلمان بسيفيهما فالقاتل والمقتول في النار قلت يا رسول الله هذا القاتل فما بال المقتول قال إنه كان حريصا على قتل صاحبه متفق عليه
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاة الرجل في جماعة تزيد على صلاته في سوقه وبيته بضعا وعشرين درجة وذلك أن أحدهم إذا توضأ فأحسن الوضوء ثم أتى المسجد لا يريد إلا الصلاة لا ينهزه إلا الصلاة لم يخط خطوة إلا رفع له بها درجة وحط عنه بها خطيئة حتى يدخل المسجد فإذا دخل المسجد كان في الصلاة ما كانت الصلاة هي التي تحبسه والملائكة يصلون على أحدكم ما دام في مجلسه الذي صلى فيه يقولون اللهم ارحمه اللهم اغفر له اللهم تب عليه مالم يؤذ فيه ما لم يحدث فيه متفق عليه وهذا لفظ مسلم وقوله صلى الله عليه وسلم ينهزه هو بفتح الياء والهاء وبالزاي أي يخرجه وينهضه
وعن أبي العباس عبد الله بن عباس بن عبد المطلب رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يروى عن ربه تبارك وتعالى قال إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده تبارك وتعالى عنده حسنة كاملة وإن هم بها فعملها كتبها الله عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة متفق عليه
وعن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول انطلق ثلاثة نفر ممن كان قبلكم حتى آواهم المبيت إلى غار فدخلوه فانحدرت صخرة من الجبل فسدت عليهم الغار فقالوا إنه لا ينجيكم من الصخرة إلا أن تدعوا الله تعالى بصالح أعمالكم قال رجل منهم اللهم كان لي أبوان شيخان كبيران وكنت لا أغبق قبلهما أهلا ولا مالا فنأى بي طلب الشجر يوما فلم أرح عليهما حتى ناما فحلبت لهما غبوقهما فوجدتهما نائمين فكرهت أن أوقظهما وأن أغبق قبلهما أهلا أو مالا فلبثت والقدح على يدى أنتظر استيقاظهما حتى برق الفجر والصبية يتضاغون عند قدمى فاستيقظا فشربا غبوقهما اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك ففرج عنا ما نحن فيه من هذه الصخرة فانفرجت شيئا لا يستطيعون الخروج منه قال الآخر اللهم إنه كانت لي ابنة عم كانت أحب الناس إلي وفي رواية كنت أحبها كأشد ما يحب الرجال النساء فأردتها على نفسها فامتنعت منى حتى ألمت بها سنة من السنين فجاءتنى فأعطيتها عشرين ومائة دينار على أن تخلى بينى وبين نفسها ففعلت حتى إذا قدرت عليها وفي رواية فلما قعدت بين رجليها قالت اتق الله ولا تفض الخاتم إلا بحقه فانصرفت عنها وهى أحب الناس إلي وتركت الذهب الذي أعطيتها اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا ما نحن فيه فانفرجت الصخرة غير أنهم لا يستطيعون الخروج منها وقال الثالث اللهم إني استأجرت أجراء وأعطيتهم أجرهم غير رجل واحد ترك الذي له وذهب فثمرت أجره حتى كثرت منه الأموال فجائنى بعد حين فقال يا عبد الله أد إلي أجري فقلت كل ما ترى من أجرك من الإبل والبقر والغنم والرقيق فقال يا عبد الله لا تستهزي بي فقلت لا أستهزي بك فأخذه كله فاستاقه فلم يترك منه شيئا اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا ما نحن فيه فانفرجت الصخرة فخرجوا يمشون متفق عليه

====================
رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين-للإمام أبو زكريا يحيى بن شرف النووي

23/05/2012

بَيْنَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – إذ جَاءهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ ،
فَقَالَ : يَا رسولَ اللهِ ، هَلْ بَقِيَ مِنْ برِّ أَبَوَيَّ شَيء أبرُّهُما بِهِ بَعْدَ مَوتِهمَا ؟ فَقَالَ : نَعَمْ ، الصَّلاةُ عَلَيْهِمَا ، والاسْتغْفَارُ لَهُمَا ، وَإنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِما ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتي لا تُوصَلُ إلاَّ بِهِمَا ، وَإكرامُ صَدِيقهمَا

Ketika kami duduk di sisi Rasululloh SAW, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah, ia bertanya, ‘Ya Rasulalloh, apakah masih ada jalan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku sesudah mereka meninggal?’ Nabi bersabda: ‘Ya, dengan jalan mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji (wasiat) keduanya, menjalin silaturrohim yang hanya dapat dilakukan dengan keduanya, dan menghormati teman-teman keduanya. (HR. Abu Daud

Address

Kendal

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mengaji Kitab Riyadhus Shalihin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share