29/04/2015
(Surat An-Nisa’: ayat 60-64)
SEBAB TURUNNYA AYAT
Terjadi sengketa antara seorang laki bernama Bisyr menghadapi seorang laki Yahudi. Bisyr ini secara zahirnya mengaku diri beriman, tapi sejatinya dia termasuk golongan munafik.
Untuk menyelesaikan pertikaian yang alot itu, keduanya sepakat membawa perkara mereka ke meja hijau. Si Bisyr malah ingin yang menjadi hakim bagi mereka Ka’ab bin Asyraf, si Thagut Yahudi yang menjadi mafia peradilan. Ia berniat akan memberi uang suap kepada Ka’ab agar memenangkannya dalam peradilan tersebut. Kubu Yahudi yang mencium niat licik itu tidak menyetujui Ka’ab sebagai Hakim. Menurutnya, hakim yang paling adil dan bersih adalah Nabi Muhammad SAW.
Dalam peradilan Rasullullah SAW, dengan penuh keadilan beliau memberi putusan kemenangan kepada Pihak Yahudi. Namun si Munafik tidak terima dengan hasil putusan Rasulullah itu. Dia ingin menggugatnya kepada Umar bin Khattab RA.
Alih-alih mendapat pembelaan dari Umar, si Munafik malah mendapat bencana besar atas keras kepalanya itu. Umar bertanya maksud kedatangan kedua pihak yang bertengkar itu. Setelah tahu bahwa lelaki munafik itu sebelumnya telah mengingkari putusan Nabi SAW, beliau berkata “Tunggu aku sebentar disini.” Beliau masuk rumah dan keluar membawa pedang. Tanpa basa-basi, kepala si Munafik dipenggal. “Inilah keputusan yang paling tepat buat orang yang tidak terima atas keputusan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya”.
Mengenai peristiwa di atas, maka turunlah Malaikat Jibril menyampaikan ayat ini. Jibril berkata tentang Umar, “Sungguh Umar benar-benar yang membedakan antara yang benar dan bathil”. Sejak itulah Umar mendapat titel resmi “Al-Faruq”, sematan yang pas untuk sosok yang memiliki keberanian dan ketegasan yang tak bisa dikompromi dalam menegakkan kebenaran dan membasmi kebatilan. Sehingga beliau disegani oleh siapapun, Nabi SAW bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَفْرَقُ مِنْ عُمَرَ
“Sesungguhnya setan pun lari karena takut pada Umar.”
PELAJARAN
Ada seabrek pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini,
1) Dalam memilih hakim, pilihlah hakim yang tepat yaitu yang bersih dan jujur. Bukan hakim yang curang, menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Dalam hal ini, tidak ada yang lebih baik di antara manusia dalam menetapkan hukum dari Rasulullah SAW. Atau secara umum, dalam menentukan keputusan jangan sangkutkan kepercayaan-kepercayaan kepada Takhayyul.
2) Memberi keputusan benar walaupun itu pahit, berat atau sulit. Dalam hal ini, Rasul SAW memenangkan Yahudi ketimbang orang yang mengaku sahabat beliau, karena memang Yahudi lah yang benar dalam kasus tersebut. Walaupun itu keluarga atau teman dekat, jika memang dia salah, harus dihukum dengan sebenarnya tanpa pandang bulu.
3) Harus rela menerima kekalahan jika memang salah, apalagi yang memberi keputusan itu Rasul. Bagi yang tidak rela menerima putusan Rasul, tidak diragukan lagi ia adalah orang yang sesat atau kafir walau lisannya mengatakan beriman. Karenanyalah, Umar tidak ragu memenggal leher orang semacam itu.
4) Dalam ayat ini, Allah membongkar borok orang-orang Munafik dimana keimanan hanya sebatas ujung lidah mereka, namun tidak membekas ke dalam hati, perbuatan mereka selalu mencerminkan kebencian kepada Allah dan Rasul-Nya serta menentang hukumnya. Dalam ayat berikutnya diceritakan pasca kematian munafik itu, sejumlah keluarga datang kepada Rasulullah SAW menuntut Umar dengan berbagai alasan yang diperhalus-halus dan bersumpah atas nama Allah bahwa tujuan munafik itu baik, ia menghendaki perdamaian. Padahal jelas-jelas dia tidak mau menerima kebenaran. Maka terhadap mereka itu, Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk tidak terpengaruh dengan ucapan manis mereka, mengajak mereka bertaubat dan memperingati mereka dengan kata-kata yang dapat menimbulkan efek jera.
5) Setelah menguak kejahatan munafiqin, dalam ayat 64 Allah menjelaskan sezhalim apapun mereka terhadap dirinya sendiri, pintu taubat dari Allah senantiasa terbuka lebar. Jiwa penyayang yang dimiliki Rasulullah SAW pun juga akan ikut memohon ampunan untuk mereka kepada Allah. Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.
29/04/2015
Segala amal baik yang diperbuat perlu disertakan dengan niat yang baik p**a serta secara sadar agar memperoleh ganjaran pahala. Ada tiga amal yang mendapat pahala sekalipun dilakukan secara spontan tanpa niat,
1) Membaca Al-Qur'an, misalnya mulut tiba-tiba bergerak memurojaah hafalan Al-Qur'an atau membaca petikan ayat suci yang terpampang di papan, sekalipun pikiran melayang kemana-mana tetap mendapat balasan satu pahala perhuruf.
2) Membaca Shalawat kepada Baginda Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam beserta keluarga dan sahabat. Bagi orang yang terbiasa mendengar atau mengikuti majlis shalawat, terlebih pencinta dan perindu Rasul, kerap kali lidahnya secara otomatis melantunkan shalawat. Maka satu kali shalawat yang dia bacakan untuk Rasulillah, dibalas dengan 10 curahan rahmat oleh Allah kepadanya.
3) Membaca "Hasbunallah wa ni'mal wakil" (Cukuplah Allah bagiku sebagai yang mengurusi). Ini adalah bentuk ucapan yang menggambarkan optimisme dan i'tiqad bahwa tiada tempat bersandar yang lebih pantas selain kepada Tuhan Pencipta alam. Bagi yang sering mengamalkannya, selain diberikan pahala yang masih bersifat abstrak, Allah akan memberikan kelancaran hidup serta mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.
((ثـلاثة مقبـولة من العمل ** إن حضر القلب لديها أو غفَل))
((قـراءةُ القـرآنِ والصلاة ** على النبـي كامـل الصفاتِ))
((وحسبنــا الله إلى آخرِها ** فاحفظْ وكنْ يا صاحبي منتبها))
*Pengajian Ma'had Ali, Selasa 9 Rajab 1436/28 April 2015
28/04/2015
بسم الله الرحمن الرحيم
عِبَادَ الله رِجَالَ الله ۰۞۰ أغِيْثُونَا لِأَجْلِ الله
وَکونوا عوننا لله ۰۞۰ عسی نحظی بفضل الله
وياأقطاب وياأنجاب ۰۞۰ وياسادات وياأحباب
وأنتم ياأولی الألباب ۰۞۰ تعالوا وانصروا لله
سألناکم سألناکم ۰۞۰ وللزلفی رجوناکم
وفی أمرقصدناکم ۰۞۰ فشدوا عزمکم لله
فيا ربی بساداتی ۰۞۰ تحقق لی إشارتی
عسی تأتی بشارتی ۰۞۰ ويصفو وقتنا لله
بگشف الحجب عن عينی ۰۞۰ ورفع البين من بينى
وطمس الگيف والأين ۰۞۰ بنور الوجه ياألله
صلاة الله مولانا ۰۞۰ علی من بالهدی جانا
ومن بالحق أولانا ۰۞۰ شفيع الخلق عند الله
علی الگافی صلاة الله ؛ علی الشافی سلام الله
بمحي الدين خلصنا ؛ من البلوآء ياألله
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
بسم الله الرحمن الرحيم
بِسْمِ اللهِ بَدَأْناَ ۞ وَاْلحَمْدُ لِرَبِّنَا
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَم ۞ لِلنَّبِى حَبِيْبِنَا
يَا اَلله يَارَبّنَا ۞ اَنْتَ مَقْصُوْدُنَا
رِضَاكَ مَطْلُوْبُنَا ۞ دُنْيَانَا وَأُخْرَانَا
يَارَحْمَنُ يَارَحِيْمُ ۞ يَامَالِكُ يَا قُدُّوْسُ
يَا سَلاَمُ يَامُؤْمِنُ ۞ يامُهَيْمِنُ يَاعَزِيْزُ
يَاجَبَّارُ يَا مُتَكَبِّرُ ۞ يَاخَالِقُ يَابَارِئُ
يَامُصَوِّرُ يَا غَفَّارُ ۞ يَاقَهَّارُ يَا وَهَّابُ
يَا رَزَّاقُ يَافَتّاَحُ ۞ يَا عَلِيْمُ يَا قَابِضُ
يَابَاسِطُ يَا خَافِضُ ۞ يَارَافِعُ يَا مُعِزُّ
يَا مُذِلُّ يَا سَمِيْعُ ۞ يَا بَصِيْرُ يَا حَكَمُ
يَاعَدْلُ يَالَطِيْفُ ۞ يَاخَبِيْرُ يَاحَلِيْمُ
يَاعَظِيْمُ يَاغَفُوْرُ ۞ يَا شَكُوْرُ يَاعَلِيُّ
يَا كَبِيْرُ يَاخَفِيْظُ ۞ يَا مُقِيْتُ يَا حَسِيْبُ
يَا جَلِيْلُ يَا كَرِيْمُ ۞ يَارَقِيْبُ ياَ مُجِيْبُ
يَاوَاسِعُ يَا حَكِيْمُ ۞ يَاوَدُوْدُ يَامَجِيْدُ
يَابَاعِثُ يَا شَهِيْدٌ ۞ يَا حَقُّ يَا وَكِيْلُ
ياَ قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ ۞ يَاوَلِيُّ يَاحَمِيْدُ
يَامُحْصِيْ يَامُبْدِئُ ۞ ياَ مُعِيْدُ يَامُحْيِىْ
يَامُمِيْتُ يَا حَيُّ ۞ يَاقَيوُّمُ يَاوَاجِدُ
يَا مَجِدُ يَا وَاحِدُ ۞ يَا اَحَدُ يَا صَمَدُ
يَا قَادِرُ يَا مُقْتَدِرُ ۞ يَا مُقَدِّمُ يَا مُؤَخِّرُ
يَا اَوَّلُ يَا اَخِرُ ۞ يَا ظَاهِرُ يَا بَاطِنُ
يَا وَالِى يَا مُتَعَالِى ۞ يَا بَرُّ يَا تَوَّبُ
يَا مُنْتُقِمُ يَا عَفُوُّ ۞ يَا رَؤُفُ يَا مَالِكُ
مَالِكُ اْلمُلْكِ ۞ ذاَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
يَا مُقْسِطُ يَاجَاِمعُ ۞ يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِيْ
يَامَانِعُ يَا ضَارُّ ۞ يَانَافِعُ يَا نُوْرُ
يَا هَادِيْ يَا بَدِيْعُ ۞ يَا بَاقِىْ يَاوَارِثُ
يَارَشِيْدُ يَا صَبُوْرُ ۞ عَزَّ جَلَّ ذِكْرُهُ
الدّعَاء
بِأَسْمَائِكَ اْلحُسْنَى ۞ إِغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا
وَلِوَلِدِيْنَا ۞ وَذُرِّيَاتِنَا
كَفِّرْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا ۞ وَاسْتُرْ عَلَى عُيُوْيِنَا
وَاجْبُرْعَلَى نُقْصَانِنَا ۞ وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا
وَزِدْنَا عِلْمًا نَافِعًا ۞ وَرِزْقاً وَاسِعًا
حَلاَلاً طَيِّبًا ۞ وَعَمَلاً صَالِحًا
وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا ۞ وَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا
وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا ۞ دَائِمً حَيَاتِنَا
إِلَى اْلخَيْرِ قَرِّبْنَا ۞ عَنِ الشَّرِّ بَاعِدْنَا
وَالْقُرْبىَ رَجَاؤُنَا ۞ أَخِيرًا نِلْناَ الْمُنىَ
بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا ۞ وَاقْضِ حَوَائِجَنَا
وَالْحَمْدُ لإِلَهِنَا ۞ الَّذِي هَدَانَا
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى ۞ طَهَ خَلِيْلِ الرَّحْمَنِ
وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ ۞ إِلَى أَخِرِ الزَّمَان
28/04/2015
(Surat An-Nisa’: ayat 58)
SEBAB TURUNNYA AYAT
Ayat ini turun berkenaan dengan suatu episode yang terjadi dalam peristiwa Fathu Makkah, Ramadhan tahun 8 Hijrah.
Ketika Rasulullah SAW tiba di Makkah beliau ingin masuk ke dalam Ka’bah yang selama ini beliau rindukan untuk menunaikan Shalat. Namun sang juru kunci Ka’bah saat itu yang bernama Utsman bin Thalhah Al-Hujbi selaku musyrik tak sudi mengijinkan, ia pun mengunci Ka’bah lalu bersembunyi memanjat ke atas Suthuh Ka’bah.
Ali bin Abi Thalib RA menemui Utsman dan meminta kunci secara halus, Utsman malah dengan lancang menjawab “Kalau memang Muhammad itu Rasul, saya akan dengan senang hati menyerahkan kunci ini, tapi dia bukan Rasul”. Mendengar ucapan Utsman tersebut, Ali jadi naik pitam. Dipelintirnya tangan Utsman sampai menjerit kesakitan, dan jatuhlah kunci itu ke tangannya.
Ali membukakan pintu Ka’bah. Rasulullah SAW kemudian masuk dan menunaikan Shalat 2 rakaat di dalam. Ketika Rasulullah SAW keluar, paman beliau Sayyidina Abbas meminta sepaket kunci itu tadi (termasuk kunci sumur Zam-Zam), beliau menawarkan jasa untuk mengkonsumsi dan melayani para tamu Allah yang ikut serta bersama Rasul SAW menaklukkan Kota Makkah. Maka Allah menurunkan ayat ini (baca di gambar).
Itu artinya, Allah memerintahkan agar kunci itu segera dikembalikan kepada yang punya amanah yaitu Utsman bin Thalhah. Rasulullah SAW meminta Ali untuk mengembalikannya. Ali pun datang kepada Utsman dengan memohon maaf. Melihat perubahan sikap Ali, Utsman berkata “Tadi kau mengambil dengan paksaan bahkan menyakitiku, kini kau datang dengan cara halus.”
“Sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an berkaitan tentangmu..” Jawab Ali sembari membacakan ayatnya. Melihat kelemah-lembutan Sayyidina Ali kepadanya walau ia seorang yang tidak beriman apalagi setelah mendengar ayat tersebut, Utsman pun seketika luluh untuk masuk Islam. Dan Rasulullah memberikan kehormatan yang tinggi kepadanya sebagai pemegang kunci Ka’bah sampai turun-temurun hingga hari kiamat.
Setelah Utsman meninggal, kunci itu diserahkan kepada saudaranya yang bernama Syaibah. Hingga kini, kunci itu menjadi tradisi berpindah dari tangan ke tangan secara turun-temurun pada Bani Syaibah. Saat ini Juru Kunci Ka’bah (sadin) adalah Saleh bin Thaha As-Shaibi.
(Asbabun Nuzul versi Al-Baghawi).
SARI AYAT
Dari segi sababunnuzul, ayat ini memang memiliki sasaran khusus. Tapi melihat lafazhnya, menginterpretasikan ayat ini berlaku kaidah “Al-‘Ibratu bi ‘umumillafzhi, La bikhususissabab” (melihat keumuman teksnya, bukan kekhususan sebab).
Melalui ayat ini, Allah menekankan kepada kita betapa pentingnya menunaikan amanah walau sepele apapun kelihatannya. Amanah adalah pelajaran terbaik yang Allah ajarkan kepada kita “Ni’imma ya’izhukum bihi” (Fi’il Madhi lil madhi).
Syaikh Muhammad Amin bin Abdillah Al-Harari dalam Kitab Tafsir Hadaiq ar-Ruh wa ar-Raihan menguraikan ada tiga bagian amanah:
1. Amanah seorang hamba kepada Tuhannya. Harus ditunaikan dengan menjunjung tinggi segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Serta menjaga dengan baik fasilitas (nikmat) yang telah Allah amanahkan berupa pendengaran, penglihatan, kesehatan, dlsb; nikmat itu semestinya dimanfaatkan untuk hal-hal kebaikan serta yang mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub). Jangan sampai diselewengkan fungsinya dengan melakukan hal-hal yang mengundang murka Allah. Dalam atsar disebutkan:
إن المعاصي كله خيانة لله عز وجلّ
“Sesungguhnya maksiat merupakan bentuk pengkhianatan kepada Allah.”
2. Amanah seorang hamba kepada sesamanya. Misalnya amanah untuk menyampaikan barang titipan kepada pemiliknya dalam keadaan utuh, tidak berlaku culas, menjaga rahasia, dan lain sebagainya yang wajib ditunaikan kepada keluarga, sahabat dan orang lain secara universal. Termasuk kewajiban berlaku adil bagi pemerintah kepada rakyatnya. Amanah ilmiah bagi ulama’ terhadap orang awam untuk mengarahkan kepada i’tiqad dan perbuatan yang akan bermanfaat dunia dan akhirat, mencegah dari dosa dan kriminalitas, mendorong pada kebaikan. Juga amanah yang wajib ditunaikan suami kepada istri, atau sebaliknya. Amanah orang tua kepada anak, dan sebaliknya.
3. Amanah seorang terhadap dirinya sendiri. Yaitu dengan berikhtiar menentukan pilihan mana yang terbaik dan maslahat bagi dirinya dari sisi agama dan duniawi, bukan yang membawa mudharat. Menjaga kesehatan tubuh, membentengi diri dari penyakit, dalam hal ini perlu mengetahui ilmu-ilmu kesehatan lebih-lebih ketika saat tersebar atau menularnya penyakit.
SEKILAS TENTANG AL-‘IBRATU BI ‘UMUMILLAFZHI LA BIKHUSUSISSABAB DALAM AYAT INI
Ayat ini dipandang Umum karena tidak ada qarinah yang mengkhususkan. Beda halnya dengan larangan membunuh wanita. Faktor larangan itu muncul saat Rasulullah iba melihat wanita dibunuh dalam peperangan. Maka larangan itu berarti wanita tidak dibunuh dalam perang termasuk juga anak-anak. Sedangkan diluar konteks itu, misalnya wanita yang melanggar hukum seperti murtaddah dan wanita yang berzina, maka boleh dipidana hukum mati.
14/02/2015
Tahukah anda kenapa emas dan perak sampai kini begitu mahal dan berharga?
Konon, ketika Nabi Adam 'Alaihissalam dan Siti Hawa diusir dari surga pasca memakan buah Khuldi, semua makhluk Allah menangis ikut bersedih atas kejadian yang menimpa kedua nenek moyang manusia itu. Yang tampak biasa-biasa saja, tidak menangis, malah senyam-senyum hanya emas dan perak.
Allah yang Maha Mengetahui bertanya, "Kenapa di tengah makhluk lain yang menangis, kalian berdua malah senyum?"
Kedua benda itu menjawab, "Ya Allah, buat apa kami menangisi mereka atas pelanggaran terhadap perintah-Mu?
Allah SWT berfirman, "Karena itu kalian akan mahal dan berharga selama-lamanya!"
Begitulah bagi orang yang membenci perbuatan maksiat, Allah pasti akan membuatnya menjadi orang yang terhormat.
30/01/2015
HYMNE MA’HAD ALY
Cipt: Abu Khaeri
Link Download: http://www.4shared.com/mp3/FbvQ2m09ba/4_Mahad_Aliy.html
*Wahai saudara wahai saudari
Mari bersyukur kepada ilahi
Berkat ridho-Nya lahirlah Ma’had Aly
Kebun surgawi seperti sabda Nabi
Ma’had Aly niatnya suci
Mendidik santri berjiwa Qur’ani
Berbaju putih itu tanda suci
Bersinar terang seperti matahari
Ma’had Aly harapan umat
Menuntut ilmu dengan penuh hikmat
Ilmu-ilmunya sangat bermanfaat
Menjadi bekal kelak di akhirat
Back to *
Mah’had Aly tempat mengaji
Setiap hari dan tiada henti
Dari Ulama alumni tanah suci
Yang ilmunya tak diragukan lagi
Ma’had Aly harapan kita
Membina insan agar jadi berguna
Bagi agama serta nusa dan bangsa
Di Indonesia tanah air kita
Back to *
Ma’had Aly tak pernah henti
Mensyiarkan panji-panji Islami
Dengan aqidah Imamul As’ary
Serta fiqihnya Imamusy Syafi’i
Ma’had Aly penyejuk hati
Bagaikan embun di pagi hari
..ia hidup sampai mati
Tanda syukur kita pada Ilahi
Back to *
4. Ma'had Aliy
Download at 4shared
30/01/2015
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيم}[فُصِّلَت:34]
Jika kita diberikan suatu kebaikan, maka balaslah dengan kebaikan yang lebih baik
Jika kita diberikan suatu kejahatan balas saja dengan kebaikan
Dengan begitu permusuhan akan berubah menjadi suatu pertemanan yang akrab
29/01/2015
Special Thanks buat para guru pondok serta para santri atas partisipasinya menyumbangkan tenaga dalam proses pengecoran pondasi selama 4 malam berturut-turut (hingga malam suntuk). Alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat, kini 24 lubang sudah rampung dibeton.
Semoga simbah keringat, bahkan tetesan darah, urat yang keseleo, tulang yang pegal, kulit yang 'betor', pakaian yang bersilewer kotoran luluh, molan dan isinya (1 sak/50 kg semen + 5 gerobak pasir + 4 gerobak kerikil + air secukupnya) semua akan menjadi saksi bagi jihad kita kelak di Yaumul Hisab.
Begitu p**a kami haturkan jazahumullah ahsanal jaza untuk masyarakat Kembang Kerang, dibantu dengan jamaah dari dusun-dusun di Kalijaga, Banjarsari, Dasan Lian, dll atas kesediaannya meluangkan waktu setiap hari datang ke lokasi gotong royong untuk membantu jalannya pembangunan.
24/01/2015
Seorang santri mendatangi Al-'Allamah Syaikh Isma'il bin Utsman Zain Al-Yamani di Majlis 'Ilmu, ia bertanya, "Ya Syaikh, jika seorang pelajar merasa motivasinya untuk belajar berkurang dan semangatnya mulai redup, sehingga dia tidak bergairah menghadiri pengajian, malas membaca kitab, dan tertarik dengan hal lain yang sia-sia. Apa yang harus dia perbuat sebagai obat dari rasa malasnya itu?"
Syaikh Ismail menjawab, "Perbanyaklah membaca biografi-biografi (tarajum) para ulama' shalihin!"
*cerita Fadhilatussyaikh Dr. Muhammad bin Ismail saat seminar di Pendopo Gubernur NTB, 23 Desember 2015
22/01/2015
Alhamdulillah, baru saja DR. Syaikh Muhammad bin Ismail Zain Al-Makki tiba di Bandara Internasional Lombok. Kini dalam perjalanan kunjungan ke Ponpes-ponpes di Loteng. Insyaallah acara inti, yakni Daurah Ilmiyyah akan dibuka besok dan berlangsung selama dua hari di Pendopo Gubernur Mataram.
Kalau tidak ada halangan, Insyaallah beliau berziarah ke Ponpes Darul Kamal Kembang Kerang hari Ahad, 25 Desember 2015.
Nas'alullah Al-Barakah..
21/01/2015
Amatlah buruk untuk mengarahkan orang lain menuju petunjuk, namun lupa menunjuki diri sendiri. Syaikh Ibnu Ruslan dalam Matan Az-Zubad mengatakan "Seorang 'Alim yang tidak mengamalkan ilmunya, kelak ia akan disiksa sebelum disiksanya penyembah berhala (paganis)". -Na'udzubillah-
Para Ulama' berpesan..
"Janganlah menjadi seperti lilin yang menerangi orang lain, namun membakar dirinya."
"Janganlah menjadi seperti batu asah, menajamkan pisau namun dirinya tetap tumpul."
*Uraian ayat 79 QS. Ali Imran dalam Hasyiah Ash-Shawi 'ala Tafsir Al-Jalalain