18/09/2025
Ada empat hal yang Allah jadikan sebab kuat dalam terkabulnya doa, yaitu: tempat mustajab, waktu mustajab, keadaan mustajab dan orang mustajab.
Berikut detailnya:
(A). Tempat Mustajab Berdoa :
1. Pintu Multazam yang terletak di ka'bah.
Dinamakan multazam karena doa yang dipanjatkan darinya langsung Allah kabulakan
2. Hijir Ismail (di depan ka'bah)
3. Di bawah mīzab (saluran yang mengalirkan air dari atap ka'bah)
4. Di sisi makam Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
5. Masjid al-Aqsha, Palestina (semoga Allah mengembalikannya kepada umat Islam dengan sempurna)
6. Di tempat-tempat suci, seperti masjid.
(B). Waktu Mustajab Berdoa :
1. Pada sepertiga terakhir malam hari
2. Waktu mustajab pada hari jumat
3. Malam lailatul qadar.
(C). Keadaan Mustajab Berdoa :
1. Ketika turun hujan
2. Ketika teraniaya atau dizalimi
3. Ketika tentara bergerak untuk berperang membela tanah airnya
4. Ketika berbuka puasa
5. Ketika dalam perjalanan jauh.
(D). Orang yang Mustajab Doanya :
1. Doa kedua orang tua
2. Doa seorang untuk saudaranya (orang lain) di saat saudaranya tidak mengetahuinya
3. Doa orang yang berpuasa
4. Meminta doa kepada orang-orang saleh.
• Maulana Syaikh Ali Jum'ah
09/07/2025
Tutupi Cahaya Anakmu, Jangan Diumbar ke Publik
Ada seseorang pernah bertanya:
"Dulu aku termasuk anak yang rajin dan berprestasi. Tapi ayahku sering memamerkan kelebihanku kepada keluarga besar. Sejak itu, semangat belajarku menurun drastis. Apakah ini karena terkena 'ain? Lalu bagaimana cara melindungi diri darinya?"
Jawaban Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani al-Husaini hafizhahullah:
Tidak semua anugerah dan kelebihan perlu diumbar. Terutama jika itu menyangkut anak-anak kita.
Sebagian orang salah paham terhadap firman Allah:
> "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyebut-nyebutnya."
(QS. Adh-Dhuhaa: 11)
Ayat ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pamer atau membanggakan diri. Tapi lebih kepada bersyukur dengan cara yang bijak. Misalnya, jika ditanya kabar anak, cukup katakan, "Alhamdulillah, Allah banyak memberi kebaikan." Tidak perlu merinci prestasinya satu per satu.
Banyak contoh anak-anak yang dahulu cemerlang, bahkan tampil di TV atau media, tapi kemudian kehilangan kecemerlangannya. Seorang teman saya—pernah menjadi juara nasional hafalan Al-Qur'an—ketika masuk fakultas kedokteran, hafalannya hilang perlahan. Bahkan membaca pun harus kembali dari mushaf.
Ada p**a qari muda tunanetra yang sempat viral dan diwawancarai di berbagai saluran televisi. Saya khawatir ia belum siap mental menghadapi sorotan dan pujian itu.
Pelajaran yang Bisa Diambil:
1. Jangan membanggakan kelebihan anak di depan umum.
2. Jauhkan anak dari jebakan rasa takjub terhadap dirinya sendiri, karena jiwa mereka masih rapuh.
3. Lindungi “cahaya” mereka agar tak redup, seperti menutup nyala lilin agar tak padam ditiup angin.
Cara Menjaga Diri dari 'Ain (Pandangan Hasad):
Setiap pagi dan sore, baca:
Surah al-Ikhlas 3x, tiup ke tangan lalu usapkan ke wajah dan tubuh.
Surah al-Falaq 3x, lakukan hal yang sama.
Surah an-Nas 3x, lakukan hal yang sama.
Doa berikut 3x:
> بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Doa berikut 3x:
> أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Setelah shalat, jangan lupa membaca ayat Kursi.
Jika rutin mengamalkan itu, insya Allah tidak ada yang dapat membahayakanmu. Kalaupun terkena, efeknya ringan saja: bersin, pusing ringan, atau sedikit lemas—yang hilang dengan istirahat atau segelas teh.
Saya ingat, dulu ada mahasiswi cemerlang, usianya tiga tahun di atasku. Namanya Syiam. Ia sangat pintar, peraih nilai sempurna, dan juga atlet nasional. Tapi suatu hari ia mengalami kecelakaan kecil—dan wafat sebagai syahidah. Masjid kampus kami bahkan dinamai dengan namanya, karena semua merasa kehilangan.
Contoh lain, seorang profesor membanggakan anaknya yang luar biasa pintar. Tapi karena terlalu terekspos dan bergaul dengan teman yang salah, anak itu terjerumus ke dalam kecanduan, lalu meninggal karena bunuh diri. Na’udzubillah.
Penutup
Jangan terlalu mengekspose nikmat agar nikmat itu tidak mengundang hasad. Umat Nabi Muhammad ﷺ memang istimewa, tapi juga paling sering dihasad oleh musuh-musuhnya. Bahkan Nabi ﷺ sendiri diperdaya lewat sihir dan pandangan hasad.
Syekh Yusri hafizhahullah juga menambahkan:
> "Kalau kamu rutin membaca hizib pagi-sore al-Zaruqiyah dalam Thariqah ash-Shiddiqiyah, maka tidak ada satu pun makhluk hasad atau jin yang bisa menyentuhmu."
—
📝 Faedah Dars Jumat, 25 April 2025 M bersama Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani al-Husaini di Masjid al-Asyraf.
📚 Disarikan dan disusun ulang dari sumber: Facebook Posting Syekh Yusri
21/02/2025
Menyatu dengan ilmu.
Oleh: Ust. Ade Rizal Kuncoro
"Maulana, antum kenapa bisa sekokoh dan sekekeh ini untuk mengajar?." Tanya saya kepada guru saya, Syeikh Abdul Aziz Syahawi suatu ketika. Waktu itu cuaca Kairo sedang panas2nya, suhu 41° beliau tetap mengajar di tiap majelis. Saking panasnya, dalam perjalanan kaki dari Masjid Al Azhar menuju majelis lain beliau membasahi jubah bawahnya untuk sedikit mengurangi panas.
Beliau menjawab dg jawaban yang cukup singkat, : "Aku berharap agar hidupku ditutup dengan menyebarkan ilmu."
Itu juga artinya beliau sudah menjadikan kesehariannnya dg menyebarkan ilmu.
Saat ini beliau sudah tidak boleh membaca dikarenakan larangan dari dokter setelah menjalankan operasi mata lima tahun yang lalu. Jadi jika melihat beliau mengajar di al azhar dan majelis lain maka ketahuilah bahwa beliau tidak pernah sama sekali mempersiapkan materi pelajaran. Bagi yang sering hadir di majelis beliau pasti bisa merasakan, bahwa banyak yang beliau sampaikan itu ada di kitab dan juga hasiyah dengan tambahan penjelasan dan pemahaman yang beliau paparkan. Sebut saja contoh di pengajian tafsir jalalain, sebelum dibacakan matan kitabnya, beliau sendiri yang terlebih dulu menjelaskan ayat yang akan dibaca, seringkali penyampaian itu sama persis dengan apa yang di kitab huruf per huruf.
Apabila datang pembahasan Qiraat pasti beliau sampaikan macam macamnya dan cara membacanya dengan praktek lengkap dengan nama-nama qiraat beserta imamnya dan juga istisyhad syatibi dan durroh. Ketika pembahasan fiqih, nahwu, sejarah dan materi lainnya pun juga seperti itu.
Ajaib memang.. Perlu diketahui juga, bahwa semua kitab-kitab beliau untuk mengajar di Kairo dititipkan di rumah saya. Kapan beliau murojaah? Saat ini saya tidak pernah melihat beliau murojaah kecuali hanya al qur'an sebagai wirid harian. Bahkan kitab kitab beliau yang di dibawa ke majelis itu bukan untuk beliau, tapi disiapkan untuk qori'nya, jadi beliau sendiri tidak melihat kitab yang dibaca saat majelis.
Pernah suatu ketika ada salah satu ulama dari iraq bertanya kepada beliau, apa rahasia kecerdasan dan kekuatannya hingga saat ini? Beliau menjawab : Semua ini karena karunia Allah, dan buah dari pahitnya mencari ilmu di waktu muda.
Kemudian ulama iraq itu berkata :
علمكم في قلبكم
Juga Syaikh Aiman al Hajjar pernah bertanya kepada beliau : Maulana Apa rahasiamu sehingga di kondisi apapun siap dengan ilmumu? Lalu beliau menjawab dengan perkataan Imam Syafii :
عِـلْـمِـي مَـعِـي حَـيْـثُـمَـا يَـمَّـمْـتُ يَـنْفَعُنِي
قَــلْــبِــي وِعَــاءٌ لَــهُ، لَا بَــطْــنُ صُـنْـدُوقِ
إِنْ كُـنْـتُ فِـي الْـبَيْتِ كَانَ الْعِلْمُ فِيهِ مَعِي
أَوْ كُنْتُ فِي السُّوقِ كَانَ الْعِلْمُ فِي السُّوقِ.
فسح الله في مدته ونفعنا به دنيا وأخرى
16/02/2025
DAHSYATNYA DZIKRULLAH
Ada beberapa orang yang tidak bisa memaafkan orang lain yang menzaliminya, lalu bagaimana kita menasehatinya?
Nasehati dengan dzikrullah (mengingat Allah Swt). Pada hakikatnya hati manusia itu lemah. Maka jika manusia menggantungkan hatinya kepada Allah Swt, ia tidak akan bisa tidak memaafkan orang-orang yang menzaliminya.
Syekh Ali Jum'ah
08/02/2025
"Syekh Yusri dan Wirid Al Qur'an"
Oleh: Gus Sahal Al-Hafied
Selama bermulazamah dengan Syekh Yusri, kami melihat, saat beliau Shalat, beliau selalu menjadikan hafalan al Quran sebagai wirid rutin yang dibaca dan dikhatamkan, baik dalam Shalat Maktubah maupun Shalat Sunnah. Ini adalah foto Syekh Yusri, saat menjalankan Shalat Sunnah di sela-sela Khataman Shahih Bukhori di bagian pojok panggung pengaosan. Beliau betul-betul mempraktikkan apa yang pernah dinasehatkan kepada para santri al Qur'an. Semoga kita semua bisa meniru laku beliau. Semoga Gusti Allah selalu menganugerahi beliau kesehatan dan panjang umur.
Suatu ketika, ada seseorang bertanya kepada Syekh Yusri tentang seseorang yang hafal al Qur'an tetapi sibuk menjalankan wirid selain al Qur'an sehingga wirid ini menyebabkan ia melupakan al Qur'an. Syekh Yusri kemudian menjawab:
كَانَ هُنَاكَ حَافِظُ الْقُرْآنِ، اِشْتَغَلَ بِالْأَوْرَادِ عَنْ مُرَاجَعَةِ الْقُرْآنِ، فَنَسِيَ الْقُرْآنَ. وَهَذَا مَفْتُوْنٌ فِتْنَةً شَدِيْدَةً. لِأَنَّ خَيْرَ الذِّكْرِ الْقُرْآنُ، وَخَيْرَ الْوِرْدِ الْقُرْآنُ. فَاسْتَبْدَلَ الْأَدْنَى وَهُوَ مُطْلَقُ الذِّكْرِ عَلَى الْأَعْلَى وَهُوَ الْقُرْآنُ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَالْقُرْآنُ هُوَ ذِكْرُ اللهِ. وَبِالتَّالِي، دَائِمًا أَقُوْلُ لِحُفَّاظِ الْقُرْآنِ: وِرْدُكَ الْقُرْآنُ أَوَّلًا! فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقُرْآنِ، فَاجْتَهِدْ بِالْأَحْزَابِ وَالْأَوْرَادِ. فَإِنْ لَّمْ تَجِدْ إِلَّا وَقْتًا وَاحِدًا، فَاجْعَلْهُ فِي الْقُرْآنِ. اَلْأَوْرَادُ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ قُدْرَةٌ عَلَى حِفْظِ الْقُرْآنِ. لَكِنَّ الَّذِي يَسَّرَ اللهُ حِفْظَ الْقُرْآنِ لَهُ، فَلْيَجْعَلْ وِرْدَهُ الْقُرْآنَ فِي الصَّلَاةِ. لَيْسَ الْقُرْآنَ وَهُوَ جَالِسٌ مُتَرَبِّعًا، وَيَقْرَأُ هَكَذَ، وَيَهُزُّ نَفْسَهُ. لَيْسَتْ هِيَ طَرِيْقَةً لِأَهْلِ الْقُرْآنِ. طَرِيْقَةُ أَهْلِ الْقُرْآنِ أَنْ يَّقُوْمَ وَيُصَلِّى بِالْقُرْآنِ، فَيَجْعَلَ قُرْآنَهُ فِي النَّوَافِلِ، قُرْآنُهُ فِي نَوَافِلِهِ. فَيَسْتَطِيْعُ أَنْ يَّأْتِيَ عَلَى الْأَقَلِّ بِثَلَاثَةِ أَجْزَاءٍ دُوْنَ أَنْ يَّشْعُرَ بِتَعْبٍ. فِي سُنَنِهِ مُقَسَّمَةٌ طُوْلَ الْيَوْمِ. وَهَكَذَا، كَانَتْ عِبَادَةُ النَّبِي الْقُرْآنَ فيِ الصَّلَاةِ. غَالِبُ عِبَادَةِ النَّبِي كَانَ يَقُوْمُ وَيُصَلِّي، وَيَقْرَأُ قُرْآنَهُ فِي صَلَاتِهِ، وَكَذَا وَرَثَ مِنْهُ الصَّحَابَةُ. فَهُنَاكَ أَوْلَوِيَّاتٌ. إِيَّاكَ أَنْ تَشْتَغِلَ بِالنَّافِلَةِ عَنِ الْفَرِيْضَةِ، كَمَنْ يَقُوْمْ يُصَلِّي طُوْلَ اللَّيْلِ وَقَبْلَ الْفَجْرِ بِسَاعَةٍ يَنَامُ، فَتَضِيْعُ عَلَيْهِ صَلَاةُ الْفَجْرِ. اَلَّذِيْ نَامَ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَقَامَ لِصَلاَةِ الْفَجْرِ أَفْضَلُ مِنْهُ. لِأَنَّ مَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ إِلَيَّ أَفْضَلَ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ.
"Ada seorang penghafal al Qur'an, ia menyibukkan diri dengan wirid, melalaikan Muraja'ah, lalu ia melupakan al Qur'an. Ini merupakan orang yang tertipu dengan fitnah yang sangat besar. Karena sesungguhnya sebaik-baik dzikir adalah al Qur'an, dan sebaik-baik wirid adalah al Qur'an. Lalu ia hendak mengganti yang lebih rendah yaitu dzikir secara mutlak dengan yang jauh lebih tinggi yaitu al Qur'an. Sungguh, dzikir/mengingat Allah itu amat besar, dan Al Qur'an merupakan bentuk dzikir kepada Allah. Oleh karenanya, sering kali saya katakan kepada para penghafal al Qur'an: Wiridmu yang pertama yang harus kamu dahulukan adalah al Qur'an! Ketika kamu sudah selesai dari wirid al Qur'an, maka bersungguh-sungguhlah dalam membaca hizib-hizib dan wirid-wirid. Jika kamu tidak punya waktu kecuali satu waktu saja, maka gunakan waktumu itu untuk al Qur'an. Wirid-wirid itu diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu menghafal al Qur'an. Tetapi bagi orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menghafal al Qur'an, maka hendaknya ia menjadikan al Qur'an sebagai wiridnya di dalam shalat. Tidak pantas baginya, mewiridkan al Qur'an hanya dengan membacanya secara duduk bersila, lalu menggoyang-goyangkan badannya. Cara yang demikian bukanlah Thariqat seorang Ahlul Qur'an. Thariqah seorang Ahlul Qur'an adalah dengan berdiri, shalat dan membaca hafalan al Qur'annya di dalam shalat-shalatnya. Maka hendaknya seorang Ahlul Qur'an menjadikan al Qur'annya dijadikan wirid di shalat-shalat sunnahnya. Al Qur'an dijadikan wirid di shalat sunnahnya. Maka orang yang terbiasa demikian akan mampu membaca minimal tiga juz di dalam shalatnya dengan tanpa merasa lelah. Hafalan Al Qur'annya dibagi-bagi di shalat-shalat sunnahnya sepanjang hari. Dan beginilah, ibadah Nabi Muhammad SAW dalam membaca al Qur'an, bahwa beliau membacanya di dalam shalat. Kebanyakan ibadah Nabi Muhammad SAW beliau jalankan dengan cara berdiri dan shalat, dan membaca al Qur'annya di dalam shalat-shalatnya. Thariqah yang demikian ini kemudian diwarisi oleh para sahabat. Atas dasar inilah, maka dalam persoalan ini, ada yang harus diprioritaskan, yaitu wirid al Qur'an daripada wirid secara mutlak. Berhati-hatilah engkau, jangan sampai sibuk menjalankan ibadah sunnah tetapi malah melalaikan ibadah yang wajib. Seperti halnya orang yang beribadah shalat malam sepanjang malam, tetapi satu jam menjelang subuh ia malah tidur, sehingga shalat subuhnya pun kesiangan. Orang yang tidur setelah shalat Isyak dan bisa bangun untuk menjalankan shalat Subuh itu jauh lebih baik dari yang beribadah semalaman tetapi tidak menunaikan shalat Subuh. Karena sesungguhnya ibadah yang dijalankan seorang hamba tidak ada yang lebih utama melebihi ibadah-ibadah yang diwajibkan oleh Allah atas seorang hamba."
31/01/2025
Tidak Ada Orang Yang Merebut Rizkimu .
______________________
Syekh Yusri hafidzahullah Ta'ala wa ra'ah menjelaskan dalam pengajian kitab shahih Bukharinya, bahwa janganlah sekali-kali kita berprasangka bahwa ada orang lain yang merebut rizki darimu. Semua makhluk Allah telah dijamin akan mendapatkan rizki yang telah ditentukan jauh sebelum ia terlahir, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
" وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ "
yang artinya: " Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua dijamin Allah rezkinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) "(QS. Hud: 6).
Maka dari itulah, hendaknya seorang mukmin tidak usah ragu untuk mengajarkan keahliannya kepada orang lain, karena khawatir ia akan merebut rizki darinya. " aku melihat sendiri beberapa orang dokter yang menyembunyikan kemahirannya dalam hal tertentu, sehingga ketika melakukan sebuah oprasi kepada pasiennya, maka ia hanya membiarkan suster saja yang berada di dalam, tidak boleh ada dokter lain, khawatir dokter itu akan mengambil sir mihnah (rahasia profesi) darinya ", jelas syekh Yusri.
Kebakhilan dalam mengajarkan kebaikan ataupun keahlian yang dianggap bisa mengurangi jatah rizki dari seseorang adalah merupakan salah satu tanda-tanda hari kiamat yang telah disebutkan oleh baginda rasulullah SAW. Imam Bukhari RA meriwayatkan, bahwa baginda bersabda: " Zaman itu semakin singkat, amal ibadah semakin berkurang, kebakhilan semakin merata, nampaklah fitnah dan cobaan, dan banyak sekali kematian " (HR. Bukhari).
Syekh Yusri mengomentari hadits ini, bahwa kebakhilan yang meraja lela di akhir zaman ini tidaklah hanya dalam masalah materi dan harta, akan tetapi juga dalam masalah ilmu, keahlian profesi, pengalaman dan hal-hal yang lain. Banyak dari mereka yang enggan untuk mengajarkan keahliannya kepada orang lain, hanya karena khawatir hal ini akan mengurangi jatah rizkinya. Akan tetapi perlu mereka tahu, bahwa usaha boleh ditiru, akan tetapi rizki tidak ada yang bisa ditiru. Wallahu A'lam.
27/01/2025
لحظة 🕥 🤌
إحذف نفسك من قائمة البخلاء وصل على خاتم الأنبياء وحبيب الرحمن سيدنا םבםב ﷺ ✍️
25/01/2025
Membaur dengan masyarakat awam.
Syaikhuna Syahawi merupakan sosok yang sangat terbuka kepada siapapun. Kedekatan beliau tidak terbatas untuk golongan ulama saja, namun juga kepada siapapun yang mengenalnya.
Di desanya setiap lima waktu sholat beliau selalu menjadi imam untuk orang-orang desa di mushola yang ada di depan rumahnya. Setiap selesai shalat jika tak ada kesibukan beliau menyempatkan untuk duduk sebentar bersama jama'ah mengajar mereka ilmu-ilmu dasar yang wajib diketahui, dari aqidah, fiqih juga tasawwuf yang benar secara ringkas. Dari hal ini efeknya sangat besar dan terasa. Masyarakat desa menjadi mengetahui hal-hal dasar contoh dalam bersuci dan shalat. Di desa itu tak ada orang yang shalatnya duduk (kecuali karena uzur), tak ada yang wudhu mengusap kaos kaki yang mana mulai marak terlihat di masyarakat Mesir saat ini. Walaupun masyarakat desa mungkin tidak tahu ibarot kitabnya serta dalilnya akan tetapi mereka mengetahui prakteknya yang hampir setiap hari mereka dapatkan dan mereka lihat dari Syaikh Syahawi.
Syaikh Syahawi juga mempunyai sahabat yang baru beliau kenal beberapa tahun, sebut saja namanya paman Ahmad. Paman Ahmad ini merupakan penjual tongkat sekitar al azhar yang hampir seumuran dengan Syaikh Syahawi, beliau memanggil Syaikh Syahawi dengan panggilan "Sodiqi" begitu dekat persahabatan keduanya.
Sering kali saat Syaikh Syahawi selesai mengajar di al Azhar lalu melewati depan toko paman ahmad selalu berteriak sumringah dengan berkata "sodiqi" mari duduk sebentar. Lalu mereka berdua asyik mengobrol perkara ilmu dengan ditemani dua cangkir teh. Paman Ahmad ini sangat baik dan antusias ketika mendengarkan penjelasan demi penjelasan dari Syaikh Syahawi. Sampai suatu ketika saya bertemu dengannya dan dibuat kaget karenanya ketika beliau bertanya masalah-masalah dalam ilmu.
Semua ini mengingatkanku pada kisah Syaikh Muhammad al Fadholi dalam kedekatannya dengan orang-orang awam, khususnya kusir keledai di sekitaran Masjid Al Azhar kala itu. Beliau merupakan gurunya Imam al Bajuri. Imam al Bajuri sendiri mengabadikan di hasiyahnya dalam fiqih, apabila beliau berkata (Syaikhuna) maka yang dimaksud adalah Syaikh al Fadholi.
Syaikh al Fadholi merupakan salah satu ulama besar al azhar yang mengajar di Masjid Al Azhar dari pagi hingga malam hari. Beliau yang kala itu tinggal di daerah Giza mengharuskanya menaiki kendaraan umum setiap hari p**ang dan pergi, saat itu kendaraan umumnya adalah keledai.
Para kusir keledai tak mau menyia-nyiakan kesempatannya bersama syaikh al Fadholi, mereka menanyakan setiap harinya masalah demi masalah khususnya dalam ilmu kalam. Lalu Syaikh al Fadholi menjawab pertanyaan itu satu persatu, dengan menyederhanakannya sesuai kapasitas mereka.
Efeknya sangat besar, para kusir keledai itu mulai mengetahui ilmu-ilmu yang disampaikan oleh Syaikh al Fadholi khsusunya ilmu kalam. Bahkan kata ulama : Setelah wafatnya Syaikh al Fadholi para kusir keledai di sekitaran masjid al Azhar menguasai ilmu kalam. Begitulah ilmu menyebar, mengajar tak harus di sekolahan akan tetapi sekolahan merupakan salah satu sarana dalam penyebaran ilmu.
Ade Rizal Kuncoro
23/01/2025
Sistem Ngaji Ma'ahad Qirat Al- Azhar
Batas minimum untuk memulai studi pada usia 9 tahun dan tidak ada batas usia maksimum. Masa belajar 8 tahun dalam 3 tahap studi. Diantara syarat masuk adalah menyelesaikan 30 juz hafalan al-Quran.
Secara umum, ada 3 tingkatan belajar:
1. Marhalah tajwid (Panggung Al-Tajweed) atau tawawid I'dadi (Persiapan)
👉2 tahun masa belajar
👉Jauh ke dalam sejarah Hafs (حفص)
👉Menghafal dan mempelajari Matan Tuhfatul Atfal (تحفة الطفة) dan Matan al-jazariah (الجثرة).
👉Setelah selesai kajian akan mendapatkan Syahadah at-Tajwid (شهادة وتجوبد)
2. Marhalah 'Aliah al-Qirat (tahap bacaan tinggi) atau disebut Thanawi (sekunder)
👉3 tahun masa belajar
👉Mendalami Qirat al-'Asyr as-Sughra (sepuluh bungsu)
👉Menghafal dan belajar Matan as-Syatibiah (الشاذبية) & ad-Durrah (الدرة)
👉Setelah selesai kajian akan mendapatkan Syahadah 'Aliah al-Qirat (شهادة عالة القرا ءت)
3. Marhalah di-Takhassus
👉3 tahun masa belajar
👉Mendalami Qirat al-'Asyr al-Kubra (sepuluh besar)
👉Menghafal dan belajar Matan Toyyibah an-Nasyr (غيبة النثر)
👉Setelah selesai pengajian akan mendapatkan Syahadah at-Takhassus (شهادة وتغصص)
👉Siswa Malaysia biasanya akan melanjutkan studi di Ma'ahad Qirat Al- Azhar Cabang Shoubra mulai tahap ini. Setelah lulus, Syahadah Khusus yang didapatkan akan dinilai sebagai Sarjana di Malaysia.
M. Firdaus Mohd Harun
21/01/2025
* أسماء مشايخ الأزهر الشريف علي مر السنين
رضي الله عنهم ونفعنا بهم وبعلومهم آمين
١ - الشيخ محمد عبد الله الخرشي المالكي، 1690م
٢ - الشيخ إبراهيم بن محمد بن شهاب ، (1690 - 1694).
٣- الشيخ محمد النشرتي المالكي (1694 - 1708).
٤ - الشيخ عبد الباقي القليني المالكي، (1708).
٥ - الشيخ محمد شنن المالكي (1133 هـ / 1721م).
٦ - الشيخ إبراهيم موسى الفيومي المالكي(1721 - 1725).
٧ - الشيخ عبد الله الشبراوي الشافعي، (1725 - 1757).
٨ - الشيخ محمد سالم الحفني الشافعي ( 1757م - 1767).
٩ - الشيخ عبد الرؤوف السجيني الشافعي 1767م - 1768م
١٠ - الشيخ أحمد الدمنهوري الشافعي / 1767م - 1776م)
١١ - الشيخ أحمد بن موسى بن داود / 1778م - 1793م.
١٢ - الشيخ عبد الله الشرقاوي الشافعي / 1793م - 1812.
١٣ - الشيخ محمد الشنواني الشافعي 1812م - 1818.
١٤ - الشيخ محمد بن أحمد العروسي 1818م - 1829.
١٥ - الشيخ أحمد بن علي الدمهوجي 1829م - 1830).
١٦ - الشيخ حسن بن محمد العطار 1830م - 1834م).
١٧ - الشيخ حسن القويسني الشافعي / 1834م - 1838م).
١٨ - الشيخ أحمد عبد الجواد الشافعي / 1838م - 1847م).
١٩ - الشيخ إبراهيم الباجوري الشافعي ـ / 1847 - 1860م)
٢٠ - الشيخ مصطفى العروسي / 1864م - 1870م).
٢١ - الشيخ محمد المهدي العباسي 1870م - 1882م).
٢٢ - الشيخ شمس الدين الأنبابي 1882م - 1896م).
٢٣ - الشيخ حسونة النواوي الحنفي 1896م - 1900م).
٢٤ - الشيخ عبد الرحمن القطب الحنفي النواوي /1900م).
٢٥ - الشيخ سليم البشري المالكي 1900م - 1904م).
٢٦ - السيد علي بن محمد الببلاوي ـ / 1905م).
٢٧ - الشيخ عبد الرحمن الشربيني 1909م).
٢٨ - الشيخ حسونة بن عبد الله النواوي ـ- 1909م).
٢٩ - الشيخ سليم البشري إلى سنة 1335 هـ/ 1916م.
٣٠ - الشيخ محمد أبو الفضل الجيزاوي 1907م - 1928م).
٣١ - الشيخ محمد مصطفى المراغي الحنفي 1930م).
٣٢ - الشيخ محمد الأحمدي الظواهري (1930م - 1935م).
٣٣ - الشيخ محمد مصطفى المراغي ( - 1945م).
٣٤ - الشيخ مصطفى عبد الرازق (1945م - 1947م).
٣٥ - الشيخ محمد مأمون الشناوي (1948م - 1950م).
٣٦ - الشيخ عبد المجيد سليم البشري (1950م - 1951م).
٣٧ - الشيخ إبراهيم حمروش (1951م - 1952م).
٣٨ - الشيخ عبد المجيد سليم البشري (1952م - 1952م).
٣٩ - الشيخ محمد الخضر حسين (1952م - 1954م).
٤٠ - الشيخ عبد الرحمن تاج (1954م - 1958م).
٤١ - الشيخ محمود شلتوت (1958م - 1963م).
٤٢ - الشيخ حسن مأمون (1963م - 1969م).
٤٣ - الشيخ محمد الفحام (1969م - 1973م).
٤٤ - الشيخ عبد الحليم محمود (1973م - 1978م).
٤٥ - الشيخ محمد عبد الرحمن بيصار (1979م - 1982م).
٤٦ - الشيخ جاد الحق علي جاد الحق (1982م - 1996م).
٤٧ - الشيخ محمد سيد طنطاوي (1996 م - 2010م
٤٨ - الشيخ أحمد الطيب حتي الآن بارك الله فيه ومتعه بالصحة والعافية.
17/01/2025
Kalam Masyaikh:
“Semua hati berubah oleh waktu, kecuali hati seorang ibu dan guru. Sesungguhnya mereka adalah dua surga selamanya”. [Al-Imamul Akbar Syekh Ahmad Ath-Thayyib]
14/01/2025
Biografi FadhilatusSyekh Maulana Dr. Yusri Rusydi Jabr Al-Hasani.
Dari Syekh Al-Muhaddits Abdullah bin Shiddiq Al-Ghumari beliau mengambil Thoriqoh Shiddiqiyyah syadziliyyah.
Beliau adalah Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani (Syeikh Thoriqoh Yusriyyah Shiddiqiyyah Syadziliyyah Mesir). Nasabnya berakhir di Sayyidina Hasan bin Ali, cucu Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam. Beliau berakidah Sunni madzhab Asy`ari dan dalam fikih bermazhab Syafi`i.
Lahir di Kota Kairo pada tanggal 23 September 1954. Kemudian masuk ke sekolah negeri hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo dan menjadi sarjana pada tahun 1978 dengan peringkat sangat baik. Kemudian mendapatkan gelar Magister dalam bidang Bedah Umum dan Bedah Vaskular dari universitas yang sama pada tahun 1983. Beliau kemudian mendapatkan gelar Doktor dalam bidang Bedah Umum pada tahun 1991 dan menjadi anggota Persatuan Dokter Bedah Internasional pada tahun 1992.
Beliau pun kemudian kembali menjadi mahasiswa, di Universitas al-Azhar fakultas Syariah wa al-Qanun pada tahun 1992 dan mendapatkan gelar Lisence (strata satu) di jurusan Syariah Islamiah pada tahun 1997 dengan peringkat Jayyid Jiddan.
Belajar al-Quran
Beliau memulai menghafal al-Quran dengan riwayat Hafs ketika menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Univ. Kairo, kepada Syekh Abdul Hakim bin Abdussalam Khatir (saat ini menjadi tim pentashih al-Quran di Madinah Munawwarah).
Kemudian beliau berhasil merampungkan hafalannya pada tahun 1985, kepada Syekh Muhammad Adam. Beliau juga menghafalkan kepada Syekh Muhammad Badawi al-Sayyid dengan sanad yang menyambung hingga ke Rasulullah.
Guru-guru Beliau
- Beliau menghadiri majlis kitab al-Muwattha karya Imam Malik yang dibimbing oleh Syekh al-Hafiz al-Tijani pada tahun 1976 hingga 1978.
- Beliau juga menghadiri majlis Syekh Muhammad Najib al-Muthi`i, Penulis yang melengkapi kitab al-Majmu` Syarh al-Muhazzab. Beliau menghadiri majlis Syekh Muhammad Najib al-Muthi`I pada tahun 1978 hingga 1981, mempelajari kitab Shahih Bukhari, Hasyiyah Qalyubi wa al-Umairah, Ihya Ulumuddin, dan mendapatkan ijazah darinya dalam bidang fikih dan hadis.
- Beliau juga menghadiri majlis kitab Syamail Muhammadiyah milik Imam Tirmizi yang dibimbing oleh Syekh Al-Hafidz As-Sayyid Abdullah bin Siddiq al-Ghumari al-Hasani pada tahun 1980 di masjid Rusydi di kota Dokki. Dan beliau mendapatkan sanad dalam kitab hadis ini yang menyambung kepada Imam Tirmizi. Beliau juga menghadiri majlis Muwattha, dan kitab al-Luma` yang dibacakan oleh Syeikh Ali Jum`ah dihadapan Syekh Al-Hafidz Abdullah bin Shiddiq Al-Ghumari. Beliau terus menghadiri majlis Syekh Abdullah al-Ghumari hingga wafat pada tahun 1993. Dan dari Syekh Al-Muhaddits Abdullah bin Shiddiq Al-Ghumari inilah beliau mengambil Thoriqoh Shiddiqiyyah syadziliyyah.
- Beliau juga menghadiri majlis yang dibimbing oleh Syeikh Ali Jum`ah di masjid al-Azhar. Mengkaji kitab Waraqat dan Jam`ul Jawami`, dan juga mengikuti pengajian Shahih Bukhari, Sahih Muslim dengan sanad yang bersambung kepada mereka. Beliau juga sempat mengikuti sebagian pengajian kitab Sunan Abi Dawud, Muqaddimah Ibnu Shalah, Mughni al-Muhtaj, al-Asybah wa al-Nazair, Kharidah Bahiyah, Fathul Qarib dan beberapa kitab lain.
Di antara guru-guru beliau yang lain adalah:
- Syekh Ahmad al-Mursi.
- Syekh Ismail Shadiq al-Adawi.
- Syekh Kamal al-Annani.
- Dr. Nasr Farid Washil mantan M***i Negara Mesir.
- Syekh Zaki Ibrahim al-Hasani.
- Syekh Muhammad bin Alawi al-Maliki.
- Syekh Muhammad bin Abdul Baits al-Kattani.
- Syekh Muhammad Hasan Utsman.
- Syekh Habib Ali al-Jufri al-Husaini.
- Dr. Muhamamad Rabi` al-Jauhari.
- Dan para guru lain selama belajar di al-Azhar.
Kitab-kitab yang diajar oleh Syeikh Yusri
1. Al-Syifa’ bi Ta’rif Huquq al-Mustafa karya Qadhi ‘Iyyad.
2. Asy-Syamail al-Muhammadiyyah karya Imam at-Termizi.
3. Al-Hikam al-‘Athaiyyah karya Imam Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari.
4. Ar-Risalah al-Qusyairiyyah karya Imam al-Qusyairi di Masjid al-Azhar.
5. Sahih al-Bukhari di Masjid al-Asyraf.
6. Sahih Muslim bi Syarhi an-Nawawi di Masjid al-Asyraf.
7. Hasyiyyah al-Baijuri ‘ala Ibnu Qasim al-Ghazi di Masjid al-Asyraf.
8. Al-Tibyan fi Adab Hamalatul Qur’an karya Imam an-Nawawi.
9. Riyadh as-Salihin karya Imam an-Nawawi di Masjid al-Husri.
10. Manazilus Sairin karya Imam Al-Harowi
Aktifitas Beliau: di Rumah Sakit sebagai Dokter Spesialis Bedah, juga di Klinik Beliau. Dan Beliau mengajar di Masjid Al-Azhar, Masjid di rumah Beliau dan Masjid-Masjid lain di Kairo serta aktif berdakwah menyampaikan pesan-pesan Rosulullah SAW dengan cara yang baik dan santun.