Suara Al-Azhar

Directions Contact the school

Suara Al-Azhar Halaman tidak resmi dari Lembaga Pendidikan Al-Azhar Al-Syarif, Mesir. Dikelola oleh mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Al-Azhar
(526)

14/07/2026

Rajin salat, tapi apakah pasti diterima oleh-Nya? 🥀

Sering kali kita merasa aman setelah menunaikan kewajiban di atas sajadah. Namun, Allah ﷻ menyampaikan sebuah pesan pengingat yang sangat tajam melalui sebuah Hadis Qudsi. Standar diterimanya salat kita ternyata tidak hanya diukur dari gerakan rukuk dan sujud, tapi dari bagaimana salat itu memantul menjadi kebaikan bagi manusia lainnya.

Allah berfirman bahwa Dia hanya menerima salat dari hamba yang:
✨ Merendahkan hati di hadapan keagungan-Nya.
✨ Tidak menyombongkan diri terhadap sesama makhluk.
✨ Tidak terus-menerus larut dalam maksiat.
✨ Menghabiskan waktunya untuk mengingat Allah.
✨ Penuh kasih pada orang miskin, musafir, janda, dan mereka yang terluka.

Bagi mereka yang salatnya hidup dalam keseharian, Allah menjanjikan penjagaan sekuat cahaya matahari, menitipkannya pada para malaikat, memberikan cahaya di tengah kegelapan, dan menganugerahkan kebijaksanaan. Perumpamaan mereka di bumi bak surga Firdaus milik Allah.

Mari cek kembali, sudahkah salat kita melembutkan hati kita terhadap sesama?

05/07/2026

Apakah Shalat Kita Benar-Benar Berdampak? 🤔✨

Sebuah tamparan keras sekaligus muhasabah bagi kita semua dari nasihat Syekh Usamah Al-Azhari. Beliau mengingatkan kita untuk bertanya pada diri sendiri: “Apakah shalatmu memiliki pengaruh dalam hidupmu?”

Nyatanya, Allah Ta’ala telah memperingatkan bahwa bisa jadi ada orang yang rajin mendirikan shalat, namun perilakunya justru berubah menjadi sumber kerugian dan bahaya bagi orang lain. Akibatnya? Allah menolak amalnya, mencabut cahaya keberkahannya, dan shalat itu sama sekali tidak terangkat (diterima) di atas kepalanya.

Hal ini selaras dengan isyarat Allah dalam Surah Al-Ma’un:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.”

Ketika ibadah ritual tidak melahirkan kebaikan, manusia bisa berubah menjadi sosok yang gemar menyakiti, bersikap kasar, bahkan menaruh sentimen personal (tahâmul) dan ketidakadilan kepada sesamanya.

Ibadah yang sejati adalah ibadah yang membuahkan akhlak mulia. Jangan sampai shalat kita rajin, tapi lisan dan sikap kita menjadi racun bagi orang sekitar. 😭 coret yang tidak perlu, mari perbaiki diri.

Mulia HikmahIslam

Agar tidak ketinggalan nutrisi untuk hati, jangan lupa follow akun IG kami di link berikut. Semoga bermanfaat 😊https://w...
05/07/2026

Agar tidak ketinggalan nutrisi untuk hati, jangan lupa follow akun IG kami di link berikut. Semoga bermanfaat 😊

https://www.instagram.com/suaraalazhar

1,327 Followers, 20 Following, 74 Posts - See Instagram photos and videos from Suara Al Azhar ()

05/07/2026

Allah Sesuai Prasangkamu ✨

Pernahkah kita merasa hidup kita begini-begini saja? Jangan-jangan, bukan Allah yang membatasi pemberian-Nya, melainkan kita sendiri yang membatasi doa dan prasangka kita kepada-Nya.

Al-Habib Ali Al-Jufri mengingatkan kita tentang hakikat Hadits Qudsi yang sangat indah: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”

Jika saat ini kau yakin Allah mengampunimu, Dia pasti mengampunimu.

Jika kau yakin Allah akan mengangkat derajatmu, Dia pasti mengangkatmu.

Jika kau yakin Allah akan menyelimutimu dengan keridaan-Nya, Dia akan melimpahkanmu keridaan.

“Tidak ada yang membatasi potensi seorang manusia, melainkan keterbatasan prasangka baiknya sendiri kepada Tuhannya.” — Al-Habib Ali Al-Jufri.

Mari luaskan prasangka kita. Allah Maha Kaya, Maha Pengasih, dan tidak pernah kehabisan cara untuk membahagiakan hamba-Nya yang berharap pada-Nya.

SelfReminder

05/07/2026

Apa yang Benar-Benar Abadi dari Amal Kita?

Dalam sebuah untaian hikmah, Syekh Usamah Al-Azhari mengingatkan kita tentang hakikat keberkahan sebuah amal. Al-Qur’an telah menegaskan bahwa hal yang akan tetap eksis dan diabadikan oleh Allah di muka bumi bukanlah sekadar formalitas ibadah ritual kita, melainkan seberapa besar manfaat yang kita bawa untuk sesama manusia.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d: 17:
“Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi apa yang bermanfaat bagi manusia, maka ia akan tetap di bumi.”

Ibadah ritual seperti shalat dan puasa barulah mencapai kesempurnaan sejati ketika ia bertransformasi menjadi kebaikan nyata bagi publik. Sebaliknya, sekecil apa pun tindakan yang merugikan orang lain hanya akan berakhir menjadi “buih”—sirna, lenyap, dan tak berbekas di sisi-Nya.

Mari refleksikan kembali: Sudahkah kehadiran dan karya kita hari ini memberi manfaat bagi sekitar?

25/06/2026

Bagaimana Cara Dia Memandang Orang yang Bermaksiat? ✨

Kalau kamu lagi dengerin ceramah atau video seorang tokoh yang bicaranya memikat, coba bedah isi omongannya.

Salah satu tolok ukur terbesar untuk tahu apakah seseorang benar-benar paham agama atau justru terpapar pemikiran ekstrem adalah: bagaimana pandangannya terhadap orang yang berbuat dosa.

1. Ulama yang Faham Syariat
Memandang pendosa dengan rasa kasih sayang, merangkul, melembutkan hati, dan membukakan pintu tobat yang baru antara si hamba dengan Allah.

2. Orang yang Terpapar Pemikiran Ekstrem
Memandang dengan penuh kehinaan, sombong, merasa dirinya paling suci, dan menganggap rendah orang lain hanya karena merasa dirinya rajin beribadah.

Memandang pendosa dengan rasa sombong itu adalah warisan sifat Iblis (“Aku lebih baik dari dia”).
🔹🔹🔹

Kisah Inspiratif dari Syekh Asy-Sya’rawi:
Suatu ketika, beliau berdialog dengan seorang pemuda ekstrem yang berniat meledakkan sebuah kelab malam.

🗣️ Syekh Sya’rawi: “Kalau kamu bom mereka saat mereka sedang bermaksiat, mereka mati masuk mana?”
🗣️ Pemuda: “Masuk neraka!”
🗣️ Syekh Sya’rawi: “Kalau begitu, apa bedanya kamu dengan Iblis? Target utama Iblis adalah memasukkan manusia ke neraka, dan kamu justru membantunya mempercepat tugas itu.”
🔹🔹🔹

Nabi Muhammad ﷺ diutus sebagai Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam), termasuk bagi mereka yang sedang terjatuh dalam dosa. Yuk, kita koreksi lagi cara pandang kita. 🤍

22/06/2026

“Allah menciptakan kita berbeda-beda, bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk melihat siapa yang paling baik akhlaknya

Yang menghancurkan banyak hubungan bukan perbedaan pendapat, tapi buruknya akhlak saat berbeda pendapat”

21/06/2026

Peradaban Islam adalah peradaban yang terhubung langsung dengan wahyu Ilahi. Oleh sebab itu, Islam sangat menjunjung tinggi eksistensi sanad keilmuan sebagai penjaga keautentikan sejarah dan ilmu. Hal ini berbeda dengan peradaban Barat sekuler yang memutus jalurnya dari langit

19/06/2026

Inilah alasan kenapa kita harus punya guru

17/06/2026

Syekh Yusri Gabr:

Pura-pura Baik di Depan Manusia, Lalu Bagaimana di Hadapan-Nya? >
Hati-hati saat kita sendirian. Ketika pintu tertutup dan tak ada mata manusia yang melihat, di sanalah ujian keimanan yang sesungguhnya dimulai. Kita begitu sibuk memperbaiki citra lahiriah di hadapan orang lain, namun membiarkan hati keropos penuh penyakit: kedengkian, kebencian, iri hati, dan dendam.

Jangan biarkan diri kita lalai dan serakah. Yuk, ambil langkah besar hari ini: berhijrahlah dari sifat-sifat keji ini. Mari senantiasa mengikuti petunjuk Nabi Muhammad ﷺ, menaiki tangga kesempurnaan iman setiap saat. ✨

Address

Cairo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suara Al-Azhar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Suara Al-Azhar:

Shortcuts

Share

Category