03/01/2021
Hello Eduverse! Sorry nih yak, gw jarang Update. Bersama dengan Christopher Kali ini gw lagi gak bahas artikel
Tapi gw mau bahas sebuah Bisnis Penipuan dengan iming iming Nonton Iklan dibayar Dollar! WOW
Nah siapa lagi kalo bukan Vtube.
Vtube merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh PT Future Tech Indonesia. Aplikasi ini menjanjikan Keuntungan bagi siapa saja yang menonton iklan di aplikasi. Akan tetapi bayaran yang diterima oleh para member merupakan VP (View Poin atau apalah itu) dan bukan uang tunai. VP sendiri diklaim Vtube memiliki nilai setara dengan 1 dollar (buset).
Legalitas Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan
sudah dihapus. Karena mengacu kepada surat edaran Satgas Waspada Investasi (SWI) pada bulan Juni 2020, yang memasukan Vtube sebagai entitas investasi ilegal.
Nah bagaimana cara untuk mendaftar di aplikasi ini?
Pada awalnya untuk mendaftar Vtube diharuskan untuk mengupload foto KTP dan foto selfie bersama KTP. Akan tetapi pada saat ini yang saya tahu hanya sebatas nomor handphone. Karena mungkin banyak member yang mengeluh dan banyak juga masyarakat umum yang ganjil dengan persyaratan KTP maka dihilangkan. Akan tetapi pada bagian verifikasi nanti diminta untuk mengisi nomor KTP, jelas ini sangat meresahkan, apalagi untuk disalah gunakan.
Vtube Merupakan Skema Ponzi
Sedikit informasi tentang Skema Ponzi
Skema Ponzi merupakan salah satu cara penipuan. Dimana pelaku menawarkan keuntungan dan bonus kepada korban dengan tidak wajar (Contoh: Qnet) dan semua yang didapatkan oleh korban merupakan uangnya sendiri atau korban baru dari ponzi.
Walau pun memiliki pendaftaran gratis, secara jelas vtube merupakan skema ponzi. Skema ponzi vtube ditutupi dengan perpindahan uang antara member setelah pendaftaran yaitu jual-beli VP. Dalam jual beli VP ini vtube memiliki keuntungan antara lain, harus ada VP yang ditahan dan komisi/pajak yang diterapkan Vtube untuk setiap kali pencairan. VP yang ditahan sendiri atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau sekitar Rp. 150.000. Sedangkan untuk komisi atau pajak potongan diambil dan diatur oleh vtube berbeda-beda sesuai dengan level member itu sendiri.
Ponzi yang ada di vtube lainnya adalah ketika member membeli aktivasi level misi. Contoh untuk level bintang 6 dengan 1 paket total biaya aktivasinya adalah 10 ribu VP atau 150 juta rupiah, itu duit loh bukan daun. Dijanjikan setiap member dalam 40 hari akan mendapatkan imbal balik sebesar 3.500 VP atau setara 52,5 juta rupiah. Disini terlihat jelas sekali ponzinya, bahwa member ketika ingin mendapatkan hasil yang lebih maka harus membeli atau upgrade level yang lebih tinggi.
Liciknya vtube mereka membuka pendaftaran memang gratis akan tetapi member gratis tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena dalam 40 hari menyelasaikan misi hanya bisa maksimal mendapatkan 2 VP yang bisa ditarik oleh member atau 30 ribu rupiah. Hal ini akan mendorong member untuk melakukan pembelian paket misi atau upgrade level member dan culik member.
Apa lagi keganjilan Vtube lainnya?
Yaitu VP Tidak Bisa dicairkan, tetapi bisa diperjual-belikan sesama member
Apabila melihat member mempromosikan tentang vtube maka mereka akan menyebut bahwa Anda akan dibayar karena menonton iklan. Akan tetapi pada kenyataan yang sesungguhnya VP tidak bisa langsung dicairkan atau diuangkan masuk ke rekening anda, harus melalui jual-beli di exchange.
Seperti yang kita ketahui.. Perusahaan beriklan bukan untuk iklannya dilihat saja, tetapi menginginkan konversi menjadi sebuah action contohnya pembelian produk atau jasa. Member vtube jelas bukan target market yang baik karena mindsetnya bukan mengeluarkan uang untuk membeli produk yang dijual, tetapi mendapatkan uang dari menonton iklan.
Mereka tidak sadar bahwa sedang digiring untuk membeli paket yang telah disediakan oleh vtube. Mereka rela membayar untuk Fast Track dengan uang tunai (rupiah) dan ditukarkan dengan VP yang belum jelas laku atau tidak.
Keanehan yang paling lucu menurut gw disini nih. Di Vtube itu, kita nonton iklan karena Kemauan, bukan iklannya yang muncul. Dimana mana kita tahu kan yak kalo iklan dimana pun berada bukanlah sesuatu yang kita cari baik di sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter serta Youtube (ya kali lu scroll FB demi nyari iklan). Iklan akan muncul secara Random, dan yang dimainkan pun merupakan iklan acak. Kita merasa bahwa hal itu acak, tetapi itu merupakan sesuatu yang sudah dirancang agar iklan muncul pada orang yang tepat, kita ambil Contoh sederhana aja. Pada suatu hari lu download anime he**ai di N3kopoi, pasti ada link buat ke website tempat download videonya kan yak? Nah disitu kadang muncul iklan, yang paling ajaibnya lagi lu tiba tiba nyasar ke Lazzada.
Berbeda dengan yang dijalankan oleh Vtube, iklan yang ada di vtube dicari oleh member lalu diplay untuk dimainkan. Vtube bukanlah target yang sesuai dengan keinginan pemasang iklan. Dan member vtube bukan merupakan target iklan yang tepat, karena niat mereka menonton iklan untuk mendapatkan uang bukan karena tertarik dengan produk yang dijual dan jasa.
Perusahaan membayar jasa penyedia iklan bukan hanya untuk ditonton dan didengar saja. Akan tetapi perusahaan menginginkan adanya penjualan dari iklan yang dipasang. Apakah perusahaan akan senang dengan massa bayaran?(penonton bayaran) Sudah pasti tidak. Karena jelas yang menonton atau mendengar iklan di vtube hanya ingin mendapatkan uang, bukan mengeluarkan uang untuk berbelanja.
Logikanya apabila ada iklan di youtube ketika kita sedang menonton Video, sudah pasti di skip oleh kita, bahkan youtube sudah menyediakan fitur premium yang tidak ada iklannya. Platform yang lain pun melakukan hal yang sama seperti spotify dan lainnya. Contoh yang lainnya adalah iklan di TV, apakah kita menunggu film yang ditayangkan atau menunggu iklan favorit? Adakah yang menonton TV menunggu iklan favoritnya muncul, bukan acara TV favoritnya, kayaknya sih ada tapi cuma sedikit.
Gw ingetin ke kalian semua dah..
"ANDA MAU KAYA? PUNYA BANYAK UANG? DAN TANPA KERJA KERAS?"
gw sarankan jangan percaya sama kata kata diatas. Mana bisa dapet uang tanpa usaha? Kecuali kalau lu pesugihan nah itu baru tanpa usaha.
Like halaman ini jika kalian menyukainya, jangan lupa untuk share ke teman teman kalian ataupun grup edukasi lainnya. Terimakasih telah membaca and see you next time
-Christopher
=================================
Bacaan lanjutan:
https://www.infoperbankan.com/umum/vtube.html
https://www.kompasiana.com/asinnuriach/5fba21cb8ede482cc6599462/vtube-praktik-bisnis-illegal-haram-dan-investasi-bodong
https://bahasbisnis.com/2020/04/14/vtube-penipuan-bisnis-iklan-lagi/