Larangan Bersenggama Berdiri dan Efek sampingnya
Madrasah Diniyah Al Falah Karongan Tanggumong Sampang
(HR. Turmudzi)
Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi hingga semut yang ada di dalam liangnya sampai kepada jenis ikan, semuanya mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.
Jangan berhenti mengajar
Musibah rumah tangga
Aisyatunnafisah
Belajar wirid
16/01/2025
Nemu kata-kata:
Dawuhe Ibuku :
Mas, sholat itu hadiah dari Allah untuk kita istirahat sebentar dari urusan duniawi. Jadi kalau kamu ninggal sholat atau sholatmu buru-buru, tanyakan ke dirimu, seberapa penting duniamu sampai dipersilahkan istirahat sebentar aja kok sampai gak mau.
BETAPA MULIANYA ORANG YANG HADIR DI MAJELIS ILMU
Alangkah mulianya orang-orang yang mendatangi majlis ilmu untuk belajar. Bagaimana tidak?, baru berniat, mereka sudah mendapatkan pahala, dan ketika mereka melangkahkan kaki, maka setiap langkahnya akan dicatat satu kebaikan.
Lalu para malaikat yang berada di atasnya memayungi mereka dengan sayapnya dan mengantarkan menuju ke majelis ilmu seraya menaburkan rahmat dan keberkahan untuknya.
Saking mulianya para pencari ilmu, di samping ada taburan berkah dan rahmat, maka ketika ada yang mati dalam perjalanan menuju ke majelis ilmu atau mati ketika sedang mengangsu ilmu, kematiannya akan mengantarkan ke derajat yang tinggi.
Disebutkan dalam sebuah riwayat :
من جَاءَهُ أَجَلُهُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمِ لَقِىَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّيْنَ إِلَّا دَرَجَةُ النُّبُوَّةِ
Artinya:
Barang siapa yang kedatangan ajal dan dia sedang menuntut ilmu, maka dia akan bertemu Allah (dengan derajat tinggi) di mana tidak ada lagi jarak antara dia dan para nabi melainkan satu derajat kenabian.
Banyak sekali perintah untuk menuntut ilmu dan hadir ke majelis ilmu,
Salah satunya adalah sabda Nabi Muhammad ﷺ, “Tuntutlah ilmu kemudian ajarkanlah kepada manusia” (HR al-Darimi, al-Nasai, al-Baihaqi dan lainnya).
Dalam hadits yang lain, Nabi bersabda, “Jika kalian melihat taman indah surga maka membaurlah di sana.” Nabi Muhammad ﷺ pun ditanya, “Apa itu taman surga?” Beliau menjawab, “Halaqah/majelis dzikir (mengingat kepada Allah),” (HR Ahmad dan al-Tirmidzi).
Imam Atha’, salah satu pembesar Tabi’in memberikan keterangan lebih lanjut mengenai halaqah itu. Beliau menegaskan halaqah yang dimaksud oleh Nabi adalah perkump**an yang membahas tentang halal/haram, membahas bagaimana tata cara jual beli, tata cara shalat, zakat, haji, nikah, menceraikan istri, dan lain sebagainya.
Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan agar ilmu diamalkan, beliau bersabda “tuntutlah ilmu lalu amalkanlah apa yang telah kau pelajari.” (HR Ahmad dan al-Darimi). Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda “tuntutlah ilmu dan jadilah salah satu dari para ahlinya” (HR Ahmad dan al-Darimi).
KH Hasyim Asy’ari pernah menjelaskan perihal tercelanya kebodohan, di antaranya dengan mengutip sabda Sahabat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu sebagai berikut:
كفى بالعلم شرفا أن يدعيه من لا يحسنه وكفى بالجهل ذما أن يتبرأ منه من هو فيه
“Cukuplah menjadi bukti kemuliaan ilmu betapa orang yang tidak berilmu mengaku-ngaku berilmu, dan cukuplah menjadi bukti tercelanya kebodohan betapa orang yang berada dalam kebodohan merasa lepas darinya.”
Dalam tema yang senada tentang rendahnya kebodohan, menantu Nabi tersebut menyenandungkan sebuah syair:
كفى شرفا بالعلم دعواه جاهل * ويفرح أن أمسى إلى العلم ينسب
“Cukuplah menjadi bukti kemuliaan ilmu betapa orang bodoh mengaku-ngaku berilmu, ia senang dinisbatkan kepada ilmu.”
ويكفي خمولا بالجهالة أنني * أراع متى أنسب إليه وأغضب
“Cukuplah menjadi bukti hinanya kebodohan betapa aku takut dan marah ketika ia dinisbatkan kepadaku.”
Dalam keterangan lain yang dikutip al-Imam al-Ghazali, Sahabat Ali menyenandungkan syair yang sangat indah:
ما الفخر إلا لأهل العلم إنهم ... على الهدى لمن استهدى أدلاء
“Tiada kebanggan kecuali bagi orang yang berilmu, sesungguhnya mereka berada pada petunjuk (Allah), mereka menjadi petunjuk bagi orang-orang yang meminta petunjuk.”
وقدر كل امرىء ما كان يحسنه ... والجاهلون لأهل العلم أعداء
“Derajat setiap orang berada pada kepakarannya dalam sebuah hal. Orang-orang bodoh adalah musuh bagi para ahli ilmu.”
ففز بعلم تعش حيا به أبدا ... الناس موتى وأهل العلم أحياء
“Gapailah ilmu, maka engkau selamanya akan hidup. Para manusia mati sementara ahli ilmu hidup” (Syekh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali mengutip Sahabat Ali, Ihya’ Ulum al-Din, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, juz 2 hal. 18-19 ).
KH. Hasyim Asy’ari juga menambahkan riwayat dari sahabat Ibnu Zubair beliau berkata bahwa sahabat Abu bakr pernah mengirimkan surat kepadaku saat aku berada di Irak “wahai anakku kau harus selalu dalam naungan ilmu karena jika engkau dalam keadaan fakir maka ilmu akan menjadi harta bagimu dan jika engkau dalam keadaan kaya maka ilmu akan menjadi penghias bagimu.”
Sebagai keterangan tambahan, al-Habib Zain menegaskan bahwa hendaknya setiap muslim mengambil bagian dari warisan para Nabi. Sesungguhnya mereka tidak mewariskan harta atau tahta, namun mewariskan ilmu. Ulama besar dari Madinah tersebut menegaskan bahwa agama Islam dibangun atas dasar ilmu. Beliau mengatakan:
اعلم أن الدين الإسلامي قائم على أساس العلم والمعرفة فلا ينبغي للمسلم أن يكون بعيدا عن نور العلم بل لابد أن يقتبس من الميراث النبوي فإن العلماء ورثة الأنبياء
“Ketahuilah bahwa agama Islam berdiri atas dasar ilmu dan pengetahuan, maka tidak sepantasnya bagi seorang muslim jauh dari cahaya ilmu. Bahkan wajib baginya mengambil warisan para Nabi, sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi.” (al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, al-Manhaj al-Sawi, hal.83).
Semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan hidayah dan taufiq-Nya hingga kita selalu istiqomah meraih ridhp-Nya
10/05/2023
MEMBAHAGIAKAN ANAK KECIL
SEBAGAI PENGHAPUS DOSA
( ﺣﻜﺎﻳﺔ ) ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻲ ﺟﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :
Ada sebuah Hikayah
Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah
berkata: Ada seseorang Sowan kepada
Nabi Muhammad ﷺ
ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺼﻴﺖ ﻓﻄﻬﺮﻧﻲ
Dia mengeluh : Wahai Rasulullah... Aku
telah bermaksiat, sucikanlah
dosa²ku......!!!
ﻗﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﻋﺼﻴﺎﻧﻚ
Beliau bertanya : dosa apa yg tlah kau
perbuat...?
ﻗﺎﻝ ﺃﺳﺘﺤﻲ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻝ
Orang itu menjawab : saya malu untuk
mengatakannya ya Rasulallah....
ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺃﺗﺴﺘﺤﻲ
ﻣﻨﻲ ﺃﻥ ﺗﺨﺒﺮﻧﻲ ﻋﻦ ﺫﻧﺒﻚ ﻭﻟﻢ ﻟﻢ ﺗﺴﺘﺤﻲ ﻣﻦ
ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻫﻮ ﻳﺮﺍﻙ ﻗﻢ ﻓﺎﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻱ ﺣﺘﻰ
ﻻ ﺗﻨﺰﻝ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻋﻠﻴﻨﺎ
Rasulullah ﷺ bertanya
Apakah engkau malu untuk mengatakan
dosamu kpdaku, tapi engkau sama
sekali tidak malu kpd Allah yg selalu
melihatmu...? Bangunlah dan keluarlah
dari hadapanku, jangan sampai siksa
neraka menimpa pada kami.
ﻓﺨﺮﺝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺧﺎﺋﺒﺎ ﻭﺁﻳﺴﺎ ﻭﺑﺎﻛﻴﺎ ﻣﻦ ﻋﻨﺪ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Lalu orang itu pun keluar dari hadapan
Nabi dengan keadaan gagal, pupus
harapannya dan menangis
ﻓﺠﺎﺀ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻭﻗﺎﻝ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻟﻢ ﺁﻳﺴﺖ ﺍﻟﻌﺎﺻﻲ
ﻭﻟﻪ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻟﺬﻧﻮﺑﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻛﺜﻴﺮﺓ
Kemudian Malaikat Jibril mendatangi
Nabi dan berkata : Wahai Muhammad....
Mengapa engkau memutus harapannya
dia yg berbuat maksiat...??? padahal dia
punya amalan pelebur bagi dosa2nya
walaupun dosanya itu banyak.
ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻭﻣﺎ
ﻛﻔﺎﺭﺗﻪ
Rasulullah ﷺ bertanya
apa pelebur dosanya Wahai Jibril....?
ﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺻﺒﻲ ﺻﻐﻴﺮ ﻓﺈﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ
ﻭﺍﻟﺼﺒﻲ ﻳﺴﺘﻘﺒﻠﻪ ﻓﻴﺪﻓﻊ ﺇﻟﻴﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺄﻛﻮﻻﺕ
ﺃﻭ ﻣﺎ ﻳﻔﺮﺡ ﺑﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﺡ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﻔﺎﺭﺓ
ﻟﺬﻧﺒﻪ .
Malaikat Jibril menjawab : dia punya
anak yg masih kecil, anaknya slalu
menyambutnya ketika dia masuk ke
rumah,.. lalu dia memberikan makanan
atau sesuatu yg membuatnya senang,
saat anak kecilnya senang, maka itulah
sebagai pelebur dosanya.
Wallahu a'lam
28/04/2023
Mengutip Perkataan Hadratusyeikh KH.Hasyim Asy'ari RA (Muasis Nahdlatul Ulama & Rais Akbar)
قال ابن المبارك رضی الله عنه : نحن إلی قليل من الأدب أحوج منا إلى كثير من العلم
Berkata Siapa Ibnu Mubarak Semoga Meridhoi Siapa Allah, Kepada Imam Ibnu Mubarak : Kami lebih membutuhkan adab (meskipun) sedikit dibanding ilmu (meskipun) banyak
Referensi kitab adabul alim wa muta'alim hal 10
Keutamaan di hari jumat
روي عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال: من صلى علي يوم الجمعة ثمانين مرة، غفرت له ذنوب ثمانين سنة"
"di riwayatkan dari nabi SAW bahwasanya beliau bersabda : "barang siapa bersholawat kepadaku pada hari jumat sebanyak 80 kali, maka akan di ampuni dosanya selama 80 tahun"...
قال الامام الحدّاد رضي الله عنه:
فمن ذلك : قراءة سورة الكهف يوم الجمعة وليلة الجمعة، وففي الحديث : (أن من قرأها غفر له إلى الجمعة الأخرى، وسطع له نور من قدمه إلى عنان السماء) وفي رواية : (أضاء من النور ما بينه وبين البيت العتيق)
Imam haddad berkata:
Diantaranya pembacaan surah Al-Kahfi pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa membacanya, maka dosanya diampuni hingga Jum’at berikutnya dan cahaya meneranginya diantara dia dan rumahnya (Al-baitil Atiq )
وورد : (أن من حفظ عشر آيات من أول الكهف ثم خرج الدجال عصم من فتنته).
Diriwayatkan p**a bahwa siapa yang hafal sepuluh ayat dari permulaan surah Al-Kahfi, kemudian Dajjal muncul ia pun terlindungi dari fitnahnya.
(Nashoihud-diniyah)
وقال أيضا:(وعليك) بالتفرغ يوم الجمعة من جميع أشغال الدنيا،
واجعل هذا اليوم الشريف خالصاً لآخرتك، فلا تشتغل فيه إلا بمحض خير ومجرد الإقبال على الله، وأحسن المراقبة لساعة الإجابة وهي ساعة تكون في كل يوم جمعة لا يوافقها مسلم يسأل الله فيها خيراً ويستعيذه من شر إلا استجاب الله له.
Beliau juga berkata :
"Pada hari Jumat hendaklah engkau meluangkan waktumu dari urusan keduniaan dan isilah dengan kesibukan akhirat. Jangan kau sibukkan dirimu, kecuali untuk kebaikan dan menghadap Allah. Perbaiki muraqabah-mu di waktu mustajabah yang terjadi di hari Jumat, seorang muslim yang memohon kebaikan kepada Allah dan minta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan maka Allah mengabulkannya
(risalatul-mua'awanah)
DIBOLEHKAN MEMUKUL ISTRI
{ فائدة } يجوز للزوج أن يضرب زوجته على ترك الزينة وهو يريدها وترك الاجابة إلى الفراش وأن يضربها على الخروج من المنزل بغير اذنه وعلى ضربها الولد الذى لا يعقل عند بكائه أو على شتم أجنبي وعلى تمزيق ثياب الزوج وأخذ لحيته وقولها له يا حمار يا بليد وان شتمها قبل ذلك وعلى كشف وجهها لغير محرم أو تكلمها مع أجنبي أو تكلمها مع الزوج ليسمع الأجنبى صوتها أو اعطائها من بيته ما لم تجر العادة باعطائه وعلى امتناعها من الوصل وفي ضربها على ترك الصلاة قولان أصحهما له ضربها على ذلك إذا لم تفعل بالأمر
Pemaparan-nya, boleh bagi suami untuk memukul istri apabila :
1. Tidak mau berhias untuknya dan ia menginginkannya.
2. Tidak mematuhi ajakan ke kasur.
3. Keluar dari rumah tanpa izin.
4. Memukul anak yang masih kecil karna tangisan.
5. Mencaci orang lain.
6. Merobek baju suami
7. Menarik jenggotnya
8. Memanggil suami dengan sebutan buruk sekalipun suami mencacinya sebelumnya.
9. Menampakkan wajahnya kepada ajnabi/laki² sah dinikahi.
10. Berbicara dengan lelaki ajnabi.
11. Meninggalkan shalat apabila telah diperintah.
Wallahu 'alam
Referensi dari kitab,
عقود اللوجين ٦٦ { الحرمين }
Mohon dikoreksi apabila terdapat kekeliruan dan kesalahan
Cliquez ici pour réclamer votre Listage Commercial.
Emplacement
Site Web
Adresse
Karongan
Democratic Republic Of The