APIQ Tulungagung

APIQ Tulungagung

Share

APIQ (Aritmatika Plus Inteligensi Quantum) adalah metode pembelajaran matematika kreatif yang membantu siswa memahami konsep matematika

Photos 19/02/2020
Photos 15/01/2017

Wajah wajah sebagian finalis Olimpiade Matematika Apiq Tulungagung 2017

Photos from APIQ Tulungagung's post 15/01/2017

FESTIVAL BERMAIN MATEMATIKA
NOW ..

Photos 27/12/2016

Ayah Bunda ..
Setelah liburan cukup panjang .. mari kita ajak putera puteri kita mengawali semangat belajar dengan bermain matematika bersama APiQ Tulungagung
Catat tanggalnya yaa .. 15 Januari 2017
Tempat di Kampus Unita Jl. Ki Mangun Sarkoro Beji Tulungagung
Yuukk .. buruan daftaarr !!
Rugi kalau nggak ikut .. disediakan hadiah hingga total 7 juta loohh !!

27/12/2016

*NILAI UTS ANAKKU ANCUUR !!.*

Pagi ini tadi banyak banget urusan sampe tidak terasa sudah lewat jam 12, " waduuuh....kelewatan ini jemput Fiya," gumamku. Anak ragilku ini masih kelas 2 SD. Hampir tiap hari saya luangkan waktu untuk menjemputnya sendiri.

Alhamdullillah, sampe di depan sekolah senyumnya masih mengembang, artinya belom bete dia kelamaan nunggu. Sambil naik di boncengan belakang sepeda motor dia cerita apa saja tadi yang dialami di sekolah.

"Yah....aku besok lusa ada drama, aku jadi peran utamanya," dia memulai ceritanya.

"Waah...hebat d**g jadi pemeran utamanya, lalu gimana kamu ngapalin dialognya ? Pasti banyak kan yang diomongkan tokoh utama ?" tanyaku ke dia.

"Ayaaah....burung itu bunyinyaa yaa hanya : kuuur...kruuuur...kruuur, ndak ada omongan lain, aku harus menjiwai itu, " jawab dia dengan sewot.

"Hahahahahhaa....," ketawa ngakak saya...ndak paham drama apa yang dialognya hanya kruuur...kruuur...kruurr

Belom selese ketawa saya, dia udah nyela lagi, kayaknya baru teringat sesuatu, "Eh yaah....., aku besok remidi matematika !" katanya.

"Hah...!" Aku ndak percaya pendengaranku, " yang benerr fii ? Bukankah kamu nggak pernah dapat nilai dibawah 85 di matematika ?" tanyaku setengah gak percaya
"Iya yaah....ini nilaiku 40 dan aku harus remidi !" jelasnya
"Alamaaaak ..40 fii ?" langsung saya hentikan sepeda motorku sambil nengok balik ke fiya, kali-kali aja dia guyonan.

"Iyaa yaah....tapi kayaknya ini bukan lembar jawabanku deeh yah, masak disitu aku salah nulis namaku sendiri ! Dan lagian tulisannya jelek," jelasnya sambil cemberut.

"Kayaknya ada yang ngganti namaku deh yah.." katanya.

Waaah ini nggak main-main kasusnya, karenanya sepeda motor saya hidupkan lagi dan putar arah balik nuju sekolah untuk nemui bu Silvi, guru kelasnya Fiya

Bu Silvi garuk-garuk kepalanya sendiri yang tidak gatal, "Kok bisa ya pak.....padahal di data rekap saya Fiya dapat 98 itu, kok di kertas ulangannya 40 sih ya," katanya bingung
"Rasanya ada yang mengganti nilainya deh bu...karena dia mungkin takut nunjukin nilainya ke orang tuanya," kataku dengan teori yang baru melintas di kepala.

"Bisa jadi sih pak, tadi saya mbaginya saya titipkan ke ketua kelas sih, mungkin ada yang usil disana," jawabnya sambil menepis teoriku tadi sambil masih tetap garuk-garuk kepala. Kayaknya kalo pas ada masalah tiba-tiba ada banyak imigran kutu mampir di rambutnya bu Silvi

"Gini saja buu...anak-anak besok diminta ngembalikan ulangannya beserta tanda tangan ortunya, nanti kita cocokkan dengan rekap nilainya bu Silvi," usulku ke dia. Dan Bu Silvi pun setuju.

Empat hari kemudian saya dipanggil ke kantor Sekolah, disana sudah ada sepasang orang tua dan bu Silvi. Kemudian bu Silvi menerangkan bahwa keduanya adalah orang tua dari Rudi teman sekelas fiya. Rudi inilah yang menghapus namanya Fiya dan mengganti dengan namanya sendiri dan demikian juga sebaliknya ke kertas ujiannya sendiri.

"Hah...., ternyata bener dugaanku. Busyeet ini mah sudah modus tingkat tinggi tapi kok ya bisa ya anak kelas 2 berpikir sejauh itu," batinku dalam hati. Gak enak ngeluarin pikiran gitu, ntar ortunya tambah shock lagi. Ini aja wajahnya sudah memelas dan kaget sekali.
"Gila maak...kalo kecil-kecil udah kayak gini ntar gede jadi manip**ator macam gimana p**a ?" pikiranku masih saja mlulu kesitu.

"Pak, saya minta maaf bener yaa...anak saya yang melakukan ini," kata ayahnya Rudi dengan terbata-bata.
"Saya maluuuu sekali pak...anak saya kok sampe melakukan seperti ini...," ibunya tidak kuat menahan tangisnya.

"Katanya dia takut kalo saya marah karena nilai matematikanya ancur, padahal sudah saya les kan di sekolah dan diluar, karena itu dia ngambil cara curang kayak gitu pak.." airmatanya semakin deras saja. Suaminya memegang pundaknya dan mengangsurkan sapu tangannya untuk menghapus air mata istrinya.

"Nggih bu mboten nopo nopo, yang sudah terjadi ya kita perbaiki saja, insyallah masih bisa kok bu," kata saya membesarkan hati ibunya Rudi.

"Anaknya tadi baru terus terang pak kalo dia tertekan dengan kewajiban di les pak yang harus menyelesaikan soal-soal tidak hanya di les tapi juga di rumah," tutur ibunya Rudi lebih jauh, perasaannya sepertinya sudah lebih tenang.
"Jadi dia PRnya banyak sekali, dari rumah, dari les. Setiap hari lho pak yang di les itu PRnya," imbuhnya.
"Dan beberapa minggu ini saya amati dia seperti tanpa semangat, tanpa fokus blas. Susah sekali mengerjakan soal matematika yang menurut saya gampang sekali," ibunya menambahkan.

Ahaai...rasanya baru paham saya, ini anak pasti stress karena tekanan belajar di les dan takut mengecewakan orang tuanya

"Pak, kayaknya Rudi stress deh dengan cara belajar yang penuh tekanan seperti itu, dia kan masih setahun lepas dari TK, mungkin juga belom siap dengan segala beban tambahan ini," kataku ke ayahnya Rudi.

"Saya sih kalo ngajari matematika ke Fiya di rumah sambil main-main pak, anaknya nggak terasa belajar tapi akhirnya jadi paham sendiri," lanjutku

"Masak sih pak matematika bisa diajari sambil main-main ?" katanya tidak percaya.
"Bisa pak, banyak sekali caranya," aku senyum menyakinkannya.

"Ada lho yang ngajarin perkalian pembagian lewat main catur," aku jelaskan sedikit.
"Ada juga cara mbuat siswa mahir phytagoras lewat main kartu...kayak kita main domino itu lho pak ..hehehhe," imbuhku.

Ayahnya Rudi semakin tertarik ndengar penjelasanku. "Rudi dasarnya sih seneng main pak, kalo ada cara bermain dan mbuat dia bisa ngerti matematika kayaknya cocok buat dia pak, dan rasanya banyak anak yang seperti itu yaa..,"katanya dengan bersemangat.

"Kalo mau liat lebih banyak game matematika njenengan ntar tanggal 15 Januari 2017 bisa ke *Festival Bermain Matematika* di Graha Wiyata Universitas Tulungagung , nanti bapak ibu dan Rudi akan tau ... game,-game apa aja yang bisa dipakai belajar ..sambil nyobain skalian..hehehe.... " kataku sambil tersenyum lebar.

"Haaa....ada ya pak acara kayak gitu ?? Waaah asyik pasti ! Insyallah saya pasti datang pak," katanya dengan semangat.

"Siiiip... alhamdullilah...insyallah ntar Rudi akan s**a pak dan hilang semua stressnya " jawabku.

Ayah dan ibunya Rudi pamitan sambil tersenyum, saya yakin mereka sudah nemukan penyelesaian bagi masalahnya Rudi.

Bu Silvi melepas kami dengan senyum lega, kali ini tanpa garuk-garuk kepala lagi.

27/12/2016

Apa kabar bapak dan ibu
Lama tak berjumpa ya
Beberapa waktu lalu putera puteri kita yang dalam usia sekolah menerima laporan hasil belajar semester pertama
Bagaimana hasilnya tentu bapak ibu sudah mengetahuinya
Baiklah .. sebelum kita lanjut info dari APiQ, kita simak dulu narasi dibawah ini yaa ..

29/04/2016

SUDAHKAH KITA MEMBANGUN MENTAL JUARA PADA ANAK KITA ?

Setiap orang tua menginginkan perkembangan yang terbaik pada buah hatinya. Karena itu kita seringkali mengasahnya dengan mengikutkan pada berbagai macam kompetisi
Tapi sudahkah anda memahami dan membekalinya dengan :
🔹apa sebenarnya esensi dari kompetisi itu
🔹bagaimana memilih lomba yang baik
🔹bagaimana mempersiapkan anak mengikuti kompetisi
🔹apa yang perlu dilakukan setelah anak memenangkan kompetisi
🔹apa yang perlu ditanamkan pada anak ketika menerima kekalahan ?
🔹lebih penting mana kompetisi atau sinergi ?
🔹bagaimana menjadi JUARA sesungguhnya di kehidupan ?

Temukan jawabannya pada workshop parenting ANAK INDONESIA JUARA

Bersama ahli pendidikan dan master trainer :
IR. AGUS NGGERMANTO
🔹dosen kreasi dan inovasi ITB
🔹konsultan ahli depdikbud utk pelatihan guru teladan
🔹pembimbing olimpiade matematiika utk kompetisi dalam negeri/luar negeri
🔹pencipta ratusan game pengembangan anak

Ikuti penjelasannya dan bertanyalah langsung !

Hari/tanggal : MIinggu, 29 Mei 2016
Pukul. : 13.00 - 17.00
Tempat. : Hall Waroeng Bima
Investasi. : Rp. 100.000
Fasilitas. :
🔹materi
🔹snack
🔹doorprice yang menarik

CP : Risna : 081385371098
Sari : 081573118865
Endang : 081333080672

Bca 048-1254-247
an. Risna Yunitasari

presented by APIQ tulungagung
Waroeng Bima lt. 2
Jln. Dr. Soetomo 102 Tulungagung

Photos 10/04/2016

APiQ ROAD SHOW

Hari Sabtu tanggal 9 April 2016, tim APiQ Tulungagung berkunjung ke SD AL GONTORY. Road show ini bertujuan untuk memperkenalkan sekilas tentang metode pembelajaran kepada para siswa.
Bagi Yayasan atau Sekolah yang ingin dikunkungi oleh Tim Apiq, silakan hubungi kami.
CP : Risna : 0813 8537 1098
Sari : 0856 5907 7121
Endang : 0813 3308 0672

31/03/2016

Jumpa lagi dengan Apiq Tulungagung !!
Ayah Bunda yang menginginkan tambahan jam belajar matematika bagi putra putri khusus menghadapi Ujian Nasional tingkat SD, APIQ Tulungagung siap membantu.
Silakan hubungi CS kami Sdr. Endang - 0813 3308 0672

30/03/2016

KABAR GEMBIRA.... !!!!

Banyak orangtua mengeluh : "Matematika SMP sekarang rasanya kok jauh lebih sulit ya dibandingkan pada jaman kita dulu... "

Bimbingan Belajar Spesialis Matematika APIQ Tulungagung kini membuka kelas baru untuk SMP / sederajat

Ayoooo silakan ikuti coba gratisnya setiap Selasa dan Kamis pkl 14.00 - 17.00 WIB bertempat di Waroeng Bima Jln Dr Soetomo 102 Tulungagung

CP : Risna : 0813 8537 1098
Sari : 0856 5907 7121
Endang : 0813 3308 0672

Photos from APIQ Tulungagung's post 15/02/2016

RUMAH BELAJAR MATAHARI

Berpendar kesegala penjuru
Menebar sapa berbagi ilmu
Bersama sahabat yatim piatu
Mari kawan ...kita bersatu dan berpadu
Langkah kecil kami kan semakin indah denganmu ..
Kami menunggu kiprahmu

Sekretariat Rumah Belajar Matahari
Waroeng Bima Lantai 2
Jl. Dr. Soetomo No. 102 Tulungagung
Cp : Endang (081 333 080 672)

Want your school to be the top-listed School/college?

Website