03/09/2021
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan mengampuni segala dosa almarhumah NISA ( IBUNDA TERCINTA ). Semoga kamj keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian ini, Ibunda Berp**ang ke Rahmatullah pada :
Hari : Jum'at
pukul 08 : 23 WIB
Tanggal 3 September 2021 M / 25 Muharram 1443 H.
Syekh Abdur Rauf al-Manawi memberi pandangan mengapa wafat di hari atau malam Jumat mendapat keutamaan dijaga dari fitnah kubur dalam keterangannya dalam kitab Faidl al-Qadir sebagai berikut: ู (ู
ุง ู
ู ู
ุณูู
ูู
ูุช ููู
ุงูุฌู
ุนุฉ ุฃู ูููุฉ ุงูุฌู
ุนุฉ ุฅูุง ููุงู ุงููู ุชุนุงูู ูุชูุฉ ุงููุจุฑ) ูุฃู ู
ู ู
ุงุช ููู
ูุง ุฃู ูููุชูุง ููุฏ ุงููุดู ูู ุงูุบุทุงุก ูุฃู ููู
ูุง ูุง ุชุณุฌุฑ ููู ุฌููู
ูุชุบูู ุฃุจูุงุจูุง ููุง ูุนู
ู ุณูุทุงู ุงููุงุฑ ู
ุง ูุนู
ู ูู ุณุงุฆุฑ ุงูุฃูุงู
ูุฅุฐุง ูุจุถ ููู ุนุจุฏ ูุงู ุฏูููุง ูุณุนุงุฏุชู ูุญุณู ู
ุขุจู ูุฃู ููู
ุงูุฌู
ุนุฉ ูู ุงูููู
ุงูุฐู ุชููู
ููู ุงูุณุงุนุฉ ููู
ูุฒ ุงููู ุจูู ุฃุญุจุงุจู ูุฃุนุฏุงุฆู ูููู
ูู
ุงูุฐู ูุฏุนููู
ุฅูู ุฒูุงุฑุชู ูู ุฏุงุฑ ุนุฏู ูู
ุง ูุจุถ ู
ุคู
ู ูู ูุฐุง ุงูููู
ุงูุฐู ุฃููุถ ููู ู
ู ุนุธุงุฆู
ุงูุฑุญู
ุฉ ู
ุง ูุง ูุญุตู ุฅูุง ููุชุจู ูู ุงูุณุนุงุฏุฉ ูุงูุณูุงุฏุฉ ููุฐูู ูููู ูุชูุฉ ุงููุจุฑ โSabda Nabi, tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, sebab orang yang wafat di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup (kurungan), sebab pada hari Jumat api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain. Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab hari Jumat adalah hari terjadinya kiamat. Allah memisahkan di antara para kekasih dan musuh-musuhNya, demikian p**a memisahkan hari-hari mereka yang dapat mengundang mereka untuk berziarah kepadaNya di hari tersebut di surga โAnd. Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmatNya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur.โ (Syekh Abdur Rauf al-Manawi, Faidl al-Qadir, juz 5, hal. 637).