Azwar Djafar

Azwar Djafar Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Azwar Djafar, Tutor/Teacher, Panggoi, .

Humor Mindset Specialist, Youth Energical Trainer, Psychology Motivator,Certified Hypnosis and Hypnoterapy IBH,Certified of TFT-MPH,Certified The Magic of NLP,Certified of Islamic NLP,Certified of NLP for Self Empowering,certified Master NLP

12/12/2016

Karena Tidak Ada Seorang Pun yang MAU jadi Yatim.......
“Bundaaaaaaa..........” teriak Alif kepada bundanya. “ Ya sayang.....” ada apa kog teriak-teriak begitu... timpal sang bunda kepada putra semata wayangnya. “Sebenarnya, Allah sayang ga sich ama Alif?” Alif membuka pembicaraan. “Lho...Kog Alif nanyanya gitu sich? Ya jelas sayang dong”..... “Kalo emang Allah sayang ama Alif, kenapa Allah membiarkan Alif jadi seorang Yatim, Bunda?” tanya Alif penuh harap.
“Pertanyaan itu, ya pertanyaan itu....yang sampai saat ini kutakuti, ternyata muncul juga” bunda bergumam dalam hati. “Alif sayang... Justru karena Allah sayaaaanggg banget ama Ayah, makanya Allah memanggil ayah untuk kembali menghadapNYA” jawab bunda. “Ya.. Bunda, tapi Alif malu ama teman-teman Alif, mereka selalu mengejek Alif karena Alif ga punya ayah”
Bunda terdiam mematung, kedua mata bunda mulai dipenuhi bulir-bulir air yang menetes satu demi satu sehingga tampak berkaca-kaca.Terbayang dengan jelas 10 tahun lalu, saat Alif masih dalam kandungannya. Saat itu, ayah yang baru pulang dari kantor ditabrak truk yang lepas kendali karena supirnya tidak mampu mengontrol laju truk yang bergerak sangat cepat karena hujan deras ditambah dengan gemuruh yang begitu kuat. Ayah terlempar dari motor bututnya dan sempat di bawa lari ke Rumah Sakit terdekat. Namun, sayang nyawa ayah tak tertolong. Ayah pun kembali menghadap Sang Khaliq.
“Bunda...Bunda....Bunda” Bunda kenapa? Kog bunda menangis? Tanya Alif yang mengagetkanku. “Bunda ga nangis kog...sayang” jawab bunda dengan tenang. “Apa pertanyaan Alif membuat bunda menangis?” tanya Alif.
“Alif sayang....” Kenapa Alif harus malu ga punya ayah?” Alif.... Ingat ga cerita tentang Rasulullah SAW?” “Iya... Bunda” jawab Alif dengan cepat. “ Nah...Rasullullah SAW kan juga seorang yatim, beliau tidak pernah malu diejek ama temen-temennya, bahkan seorang yatim dapat mempengaruhi dunia dengan tutur bahasanya, perilakunya, serta kesopanannya. Beliau tidak pernah mengeluh dilahirkan menjadi seorang yatim.
“Alif...mau kan seperti Rasulullah SAW?” Tanya bunda pada Alif. Walaupun Alif seorang Yatim, Alif harus tunjukkan kepada orang-orang bahwa seorang yatim mampu membantu sesama, mampu menjadi yang terbaik, dan tidak pernah mengeluh” bunda menimpali. “Iya...bunda,Alif mau seperti Rasulullah SAW” “Alif....sayang bunda” “Bunda juga sayang Alif” sambil mengecup kening penuh cinta dan berkata dalam hati “ Tidak ada seorangpun yang MAU jadi yatim...Alif!!!!!. (ditulis ulang teruntuk korban Gempa PIJAY, SEMOGA ALLAH menguatkan dirimu duhai saudaraku)

30/09/2016

Belajar dari Ketawadhuan AKAR
AKAR tidak pernah CEMBURU pada BUNGA. BUNGA selalu dipuji orang, disanjung bahkan dijadikan hiasan. Padahal kerja keras AKAR lah yang menjadikan BUNGA begitu indah. Bayangkan, ketika AKAR mencari makanan yang kemudian ditransfer ke BUNGA melalui BATANG dan RANTING setelah sebelumnya dimasak oleh DAUN yang kemudian baru ditransfer ke BUNGA. Betapa kerja keras akar selalu berupaya memberikan yang terbaik, walaupun dirinya tidak tampak secara kasat mata. Tidak bisa dibayangkan bila AKAR cemburu, lalu ia menghentikan kerja kerasnya selama ini dan bisa dipastikan BUNGA tidak mampu memperoleh suplai makanan hingga akhirnya mati.

25/01/2016

BAHAGIA itu SEDERHANA, seSEDERHANA melihat keBAHAGIAan orang-orang yang kita CINTAi dan SAYANGi, seSEDERHANA menSYUKURi segala Nikmat yang ALLAH beri, seSEDERHANA menjalani hidup agar punya NILAI yang berarti dengan selalu berBAGI tiada HENTI.......!!!

16/08/2015

INDONESIA MERDEKA, BENARKAH ?

Semarak 70 tahun Indonesia merdeka begitu meriah, mulai dari pelosok sampai ke perkotaan. Beragam perlombaan dalam rangka memeriahkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia pun menjadi kegiatan “wajib” yang digelar setiap tahunnya. Masyarakat larut dalam euforia yang berlebihan.

Namun, pertanyaan yang sampai saat ini masih bergelayut di benak ini, Indonesia merdeka, benarkah?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merdeka berarti bebas, merdeka berarti tidak tergantung dan lepas dari tuntutan. Merujuk pada pengertian merdeka versi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sangat bertolak belakang dengan kondisi Indonesia saat ini. Betapa tidak, sampai dengan bulan Mei 2015, utang Indonesia mencapai angka Rp2.845,25 triliun (sumber ; Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan). Dengan kata lain, Indonesia masih tergantung kepada pihak lain.

Di sisi lain, masih maraknya upaya-upaya mengimpor barang-barang dari luar Indonesia. Apakah produk-produk lokal sudah tidak ada nilainya lagi? Sehingga harus mengimpor barang-barang dari luar. Ditambah lagi dengan perekonomian yang sedang luluh lantah, hal ini terlihat dari pasokan barang pada sektor perdagangan menjadi sesuatu yang memprihatinkan. Beberapa pasokan daging sapi malah nihil hingga memaksa para penjual daging harus “pensiun dini” beserta para pedagang yang menggunakan daging sebagai bahan utama juga harus merasakan hal sama.

Belum lagi kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar juga semakin melemah, sampai saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp. 13.694. Sungguh, merupakan angka yang sangat lemah. Akibatnya hal tersebut juga akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kondisi inilah yang membuat Pemerintah “harus” melakukan resufle beberapa kabinet dengan harapan dapat merubah wajah perekonomian Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.

Momentum 70 Tahun Indonesia merdeka haruslah menjadi sebuah wadah instropeksi diri melihat kondisi Indonesia saat ini, bukan hanya larut dalam euforia yang mungkin hanya sesaat. Semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan, hingga benar-benar MERDEKA adanya. Ya, Semoga !
(Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka)

01/05/2015

Pendidikan Pribadi Vs Pribadi Berpendidikan? (Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2015)

Pendidikan pada hakikatnya memiliki tiga aspek. Pertama, pendidik yaitu orang yang mendapatkan amanah untuk mengajari, membimbing, serta mendidik para peserta didik. Banyak diantara para pendidik merasa bangga karena telah berhasil mencetak generasi-generasi tangguh yang memimpin dunia ini, merubah wajah dunia menjadi super power. Namun, ada juga pendidik yang hanya terlepas beban serta tanggung jawabnya mendidik peserta didik, tanpa memikirkan apakah sang peserta didik berhasil atau tidak dalam menerima semua materi yang diajarkan. Ironis memang.

Berkaca dari pengalaman orangtua berkaitan dengan pendidikan. Kita sama-sama tahu bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi segenap pribadi, yang telah mengajari mereka peduli sehingga terus berbagi dengan kerendahan hati, mengajari kesopanan tanpa adanya beban, membimbing individu untuk mencintai sesama walau mereka berbeda, mengajari ketauladanan sebagai wujud dari perilaku yang terus dilakukan di masa depan, mengajari dengan penuh keikhlasan tanpa harus merasa bosan. Andaikan semua guru berkaca dari pembelajaran sebuah keluarga yang terus mengajari banyak hal, pastilah terbentuk pribadi-pribadi yang sungguh luar biasa.......

Kedua, peserta didik yang merupakan objek pengajaran dan pembelajaran dari hadirnya para pendidik. Sebagai peserta didik, ada yang memang dengan kesadaran sendiri melakukan proses belajar sehingga belajar bukan dijadikan beban tetapi justru belajar adalah tanggung jawab moral yang dilakukan demi terciptanya perilaku yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, tak jarang juga para peserta didik yang melakukan proses belajar dengan keterpaksaan hingga membuat para pendidik melakukan kekerasan dalam proses pembelajaran. Disadari atau tidak, bahwa belajar bukan hanya dari lingkungan formal belaka. Akan tetapi belajar dari segala hal yang memberikan pencerahan seperti lingkungan sampai dengan pengalaman. Selama hayat masih di kandung badan, tetap terus terpatri bahwa belajar merupakan proses untuk menjadi lebih baik dari yang sudah baik. Masih banyak pribadi yang enggan menjadi pembelajar sejati sehingga menjadikannya individu yang pas-pasan.

Ketiga, materi pelajaran yang tidak hanya sebatas kurikulum semata. Harusnya materi pelajaran tetap terus disampaikan terlepas dari ada atau tidak di dalam kurikulum. Apalagi pelajaran tentang ketauhidan yang membuat individu semakin dekat dengan Allah bukan malah sebaliknya. Di samping itu, materi pelajaran juga harus memuat nilai-nilai luhur yang mengarah pada terbentuknya karakter individu agar senantiasa melakukan tindakan-tindakan terpuji sehingga membuat bangga keluarga serta guru yang mengajarinya. Semoga Bermanfaat !!!

07/07/2014

Ku ingin RAMADHANkan HATI, dari perKATAan mencela dan mencaci maki, dari sifat iri apalagi dengki, dari kesombongan dan keangkuhan diri, menjadi pribadi yang TAHU diri, yang TIDAK maksa diri, meNATA diri menjadi sosok yang lebih BAIK lagi, SEMOGA !!!!

03/06/2014

BAHAGIA itu sederhana....HANYA menjadi sumber bagi hadirnya keBAHAGIAan orang lain.....mudah kan?

28/03/2014

Kejujuran
Siang itu, tampak seorang pimpinan dari perusahaan ternama di kotaku, sedang terburu-buru meninggalkan toilet karena ada meeting di ruangan rapat. Sangking terburu-burunya, ia pun lupa kalo ia telah meninggalkan tasnya di toilet. Tas itu berisi surat-surat penting perusahaan dan uang puluhan juta. Ia tersadar saat ia sudah berada di ruang rapat.

Ruangan sidang berubah menjadi riuh karena kepanikan sang pimpinan. Sang pimpinan kemudian meninggalkan ruangan sidang dan dengan segera pergi ke toilet tempat ia menaruh tas yang tadi sempat ketinggalan. Sesampai disana, ia pun tidak lagi menemukan tasnya.

Dengan hati sedih, ia pun kembali ke ruangan rapat dan segera mengakhiri rapat yang memang belum dimulai. Ia menunda rapat dengan alasan hari itu ia sedang tidak bergairah dan tidak semangat karena masih teringat surat-surat penting dan uang puluhan juta yang raib entah kemana.

Ia pun kembali ke ruangannya. Begitu terkejutnya ia, saat melihat tasnya sudah berada di atas meja kerjanya. Ia pun berteriak memanggil sekretarisnya, "Angel...... Siapa yang menaruh tas saya "? bentaknya. "Hasan pak". jawab sekretarisnya agak sedikit ketakutan. "Hasan, cleaning servis itu"? "Suruh ia ke ruangan saya segera"? bentak sang pimpinan.

"Tok...tok...tok" terdengar suara pintu diketuk. " Masuk...." teriaknya. "Maaf, bapak memanggil saya"? tanya Hasan. "iya...." jawabnya setengah cuek seakan masih marah terhadap Hasan. "Kamu yang menaruh tas saya ini"? "iya, Pak". jawabnya lemah. "Tadi saya menemukan tas bapak di toilet. dan saya kenal betul, tas itu milik bapak." timpal Hasan. "Dan semuanya tidak ada yang saya sentuh pak, semuanya masih tersimpan rapi di dalam tas itu " jelas Hasan. "Kalo bapak tidak percaya, silahkan bapak periksa saja isi tas bapak". Hasan Menambahkan.

Lalu sang pimpinan pun memeriksa isi tas tersebut. Begitu takjubnya dia saat melihat isi tasnya yang masih utuh tanpa sesuatu pun yang berkurang. Sang pimpinan pun bertanya "Kenapa kamu mau mengembalikan tas itu "? tanya sang pimpinan.

"Maaf pak.... saya memang seorang cleaning servis, berasal dari keluarga tidak mampu, tapi saya masih teringat pesan orangtua saya sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhir. Ia pun melanjutkan pernyataaannya. " Nak, harga diri seseorang itu terletak pada sebuah KEJUJURAN dan Tidak mengambil hak yang bukan hak kamu karena itu sama aja mencuri, Nak." Ceritanya mengenang pesan orangtuanya. " Jadi meskipun bapak tidak tahu kalo saya yang ambil uang itu, tetapi saya masih punya ALLAH yang melihat segala sesuatu yang saya kerjakan. Bagaimana mungkin saya bisa sembunyi dari pandangan ALLAH."

Sang pimpinan pun berlinang air mata mendengar cerita yang disampaikan Hasan. Ia pun meminta maaf karena sudah menduga yang macam-macam terhadap HAsan.
(terINSPIRASI dari peristiwa hari ini yang akan menjadi pengalaman hidup)
(Semoga BerMANFAAT)

18/03/2014

BUSUR PANAH
Tahukah kamu, SOBAT ? Bahwa ada pelajaran yang begitu berMAKNA dari sebuah busur panah. Nah, untuk dapat melepaskan sebuah busur panah dari panahnya, maka si pemanah harus menarik ke belakang busur panahnya, ya kan? Ya...iyaa laaaa, semua orang juga tahu, helllooo....!!!!!
Tapi tahukah kamu MAKNA di balik itu semua? Bahwa busur panah yang ditarik semakin kuat ke belakang maka ia pun akan melesat begitu cepat. Itu juga terjadi pada keHIDUPan, dimana banyak orang SUKSES berangkat dari sesuatu yang berasal dari sebuah keGAGALan, sehingga ia terus BELAJAR dan BELAJAR hingga MAMPU menaiki tangga keSUKSESan. Artinya, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang serta merta menJADI SUKSES alias SUKSES mendadak. Semua BUTUH proses.
Semua orang pasti pernah GAGAL.... tetapi tidak BANYAK pribadi yang MAU belajar dari keGAGALan. Bahkan banyak juga yang mengatakan bahwa GAGAL menjadi pemicu hadirnya sebuah keputus-asaan, kegalauan, dan ketidakmampuan menjadi yang terBAIK. Padahal, dulunya saat individu BELAJAR berjalan, tentunya terus dihadapi oleh jatuh yang bertubi-tubi, jatuh lagi, bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi, hingga akhirnya tanpa diSADARi diri ini sudah MAMPU berJALAN bahkan berLARI..... ya kan?
Inilah yang harus dipelajari dari sebuah busur panah, ia ditarik ke belakang untuk bisa melesat dengan cepat ke depan. keGAGALan bukan akhir sebuah cerita dari episode-episode yang dijalani oleh masing-masing individu. keGAGALan bukan menJADIkan orang tidak MAU berusaha dan mudah PUTUS ASA. Justru, sebaliknya jadikan keGAGALan suatu proses untuk dapat meraih SUKSES setelahnya. Harusnya, BELAJAR dari sebuah keGAGALan. Mungkin pertanyaan berikut menjadi beberapa alternatif untuk bisa menapaki tangga keSUKSESan ; Kenapa GAGAL ya ? Apa sih yang membuat saya GAGAL ? Apa ada yang salah sehingga harus GAGAL ? Dan Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ada di benakmu duhai sobatku.........
Intinya, bahwa mundurnya sebuah busur panah justru akan memberikan sesuatu yang DAHSYAT karena melesat begitu cepatnya hingga mengenai SASARAN. Jadi, masih MAU larut dalam keGAGALan? Yuk...BELAJAR dari keGAGALan.....karena orang-orang SUKSES, toh dulunya juga GAGAL bahkan GAGALnya juga menjadi tak terHITUNG lagi, sanking banyaknya keGAGALan itu......
Rumah Inspirasi Tandaseru Indonesia
TERIMA KASIH sudah MAU memBACA tulisan ini, SEMOGA berMANFAAT

Address

Panggoi

24351

Telephone

+6281360379969

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Azwar Djafar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share