PPM Miftahul Khoir

  • Home
  • PPM Miftahul Khoir

PPM Miftahul Khoir Kuliah Sambil Pesantren? Why Not? www.ppmmiftahulkhoir.com Ahmad Umar, dibantu oleh KH. AF Ghozali, KH. Ahmad Rifa’I, dan KH.

Pesantren Miftahul Khoir didirikan pada bulan Muharram 1402 H bertepatan dengan tahun 1985 M, didirikan oleh KH. Hasan Amirudin, sedangkan nama Miftahul Khoir diberikan oleh KH. Choer Affandi pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. Pada awalnya pesantren ini dirancang sebagai sebuah pesantren salafy (tradisional), akan tetapi lambat laun kebanyakan santri yang hadir adalah s

antri yang berstatus sebagai mahasiswa, maka lambat laun p**a Miftahul Khoir berubah menjadi Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir. Sampai sekarang Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir diasuh oleh Ust. Ajil Yumna Al Qurtuby (alumni PP Barkatul Huda, Manonjaya Tasikmalaya). http://www.ppmmiftahulkhoir.com/v2/profil/

Bismillah.. Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Temen temen.. mohon izin.. kami dari pengurus DKM Khoiru Ummah InsyaAllah dalam wa...
13/02/2020

Bismillah..
Assalamu'alaikum Wr. Wb..
Temen temen.. mohon izin.. kami dari pengurus DKM Khoiru Ummah InsyaAllah dalam waktu dekat ini kami punya hajat yaitu mengecat kembali Masjid. Maka dari itu kami mohon do'a untuk kelancaran dan mohon bantuannya baik itu berupa materi maupun tenaga insyaallah akan kami tampung 🙏
Mangga mulai dari sekarang kami open donasi bagi temen temen sekalian yang mau bisa langsung menghubungi pihak DKM atau tf ke no. Rekening dibawah ini
- 1020016583 a/n yayasan Miftahul Khoir ( Muamalat )
- 7770164014 a/n Ahmad Nasirul Haq ( BCA )
Berapapun itu InsyaAllah akan sangat membantu..
Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).

Semoga dengan infaqnya temen temen sekalian itu bisa menjadi ladang amal jariyyah sampai di alam kubur nanti aamiin 🤲

Riyadhoh bersama KH. Hafidzin beliau adalah guru besar sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir 😊
13/02/2020

Riyadhoh bersama KH. Hafidzin beliau adalah guru besar sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir 😊




05/12/2018

Mimkho Character Building 2018
"Mewujudkan santri berkarakter, yang memiliki management, memiliki leadership, memiliki problem solving"
Kegiatan pertama santri Miftahul Khoir yang akan menjadi kegiatan tahunan santri.

16/08/2018

()
・・・
_
"JAYALAH NUSANTARA"

Sebuah lagu dari Kami , bukti bahwa kami sebagai santri sangat bangga akan Indonesia Raya

Produced by :
Organized by:

Song by :
Lyric by :
Sound Design & Mixing :

Film by :
Editor :





🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉Gebyar Ramadhan  1439 H Penuh Ceria bersama PPM Miftahul Khoir🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉H**e .. Pesantren Kilat khusus adik-adik...
21/05/2018

🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉
Gebyar Ramadhan 1439 H Penuh Ceria bersama PPM Miftahul Khoir
🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉

H**e .. Pesantren Kilat khusus adik-adik Sekolah Dasar (SD) hadir kembali ..
Kali ini temanya yaitu : "Berpetualang Mengenal dan Menjaga Lingkungan di Bulan Ramadhan" 😄

Apa aja sih kegiatannya?
Kita akan ngaji dengan materi :
▪Aqidah Akhlak
▪Fiqih
▪Dan Sejarah Nabi

Ada berbagai kegiatan menarik seperti :
🕺Jalan-jalan mengenal lingkungan (Rihlah)
🎮Games Berkelompok
🏹 Panahan

Selain itu, ada kegiatan tambahan seperti :
🏖️ Membuat Play Sands
🍰 Membuat Ta'jil Bersama
🍗 Buka bersama (Hanya hari ke-3)

Wah, kegiatannya pasti seru banget
Yuk, catat waktunya ya..
📆 01 - 03 Juni 2018
⏰ 09.00-15.00 WIB
🏡 PPM Miftahul Khoir, Jl. Tubagus Ismail VIII No 60, D**o Bandung

▶ Registration Fee: Rp. 150K

Fasilitas: Media Belajar, peralatan games, peralatan play sands, ta'jil (cupcake dan es buah), serta makanan untuk berbuka.

▶ Jangan lupa ya, bawa 2 lembar pas photo ukuran (3x4) untuk syarat mengikuti pesantren kilat ini

Gimana cara daftarnya?

▶Pendaftaran Offline
- Kantor Pengurus PPM Miftahul Khoir

▶Pendaftaran Online
🔸 Contact Person:
- 081224225944 (Ade Isma)

- 085222725747 (Istiqomah Syamsiah)

- Atau dengan cara mengisi link : https://goo.gl/forms/Okm8KS8boUOPkhfu1

🔸Biaya pendaftaran transfer ke :
Rek BRI 074701 018601 533 (a.n. Istiqomah Syamsiah)

Yuk,daftarkan diri adik-adik sekarang juga, karena kegiatan ini cuma setahun sekali loh 😆

⛔ SEAT TERBATAS ⛔
🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉

16/02/2018

Berkah (barokah) diartikan dengan tambahnya kebaikan (ziyadah al-khair). Sedangkan tabarruk bermakna mencari tambahnya kebaikan atau ngalap barokah (thalab ziyadah al-khair). Demikian para ulama menjelaskan.

Masyarakat kita seringkali mendatangi orang-orang saleh dan para ulama sepuh dengan tujuan tabarruk. Para ulama dan orang saleh memang ada barokahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ “. رواه ابن حبان (١٩١٢) وأبو نعيم في “الحلية” (٨/١٧٢) و الحاكم في “المستدرك” (١/٦٢) و الضياء في “المختارة” (٦٤/٣٥/٢) و قال الحاكم : “صحيح على شرط البخاري” . و وافقه الذهبي.

“Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Berkah Allah bersama orang-orang besar di antara kamu.” (HR. Ibn Hibban (1912), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (8/172), al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/62) dan al-Dhiya’ dalam al-Mukhtarah (64/35/2). Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai kriteria al-Bukhari, dan al-Dzahabi menyetujuinya.)

Al-Imam al-Munawi menjelaskan dalam Faidh al-Qadir, bahwa hadits tersebut mendorong kita mencari berkah Allah subhanahu wa ta’ala dari orang-orang besar dengan memuliakan dan mengagungkan mereka. Orang besar di sini bisa dalam artian besar ilmunya seperti para ulama, atau kesalehannya seperti orang-orang saleh. Bisa p**a, besar dalam segi usia, seperti orang-orang yang lebih tua.

Di antara amal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah ziarah makam para nabi atau para wali. Baik ziarah tersebut dilakukan dengan tujuan mengucapkan salam kepada mereka atau karena tujuan tabarruk (ngalap barokah) dengan berziarah ke makam mereka. Maksud tabarruk di sini adalah mencari barokah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara berziarah ke makam para wali.

Orang yang berziarah ke makam para wali dengan tujuan tabarruk, maka ziarah tersebut dapat mendekatkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menjauhkannya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang berpendapat bahwa ziarah wali dengan tujuan tabarruk itu syirik, jelas keliru. Ia tidak punya dalil, baik dari al-Qur’an maupun dari hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Al-Hafizh Waliyyuddin al-’Iraqi berkata ketika menguraikan maksud hadits:

أَنَّ مُوْسَى u قَالَ: رَبِّ أَدْنِنِيْ مِنَ اْلأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ وَأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «وَاللهِ لَوْ أَنِّيْ عِنْدَهُ لأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَنْبِ الطَّرِيْقِ عِنْدَ الْكَثِيْبِ الْأَحْمَرِ».

“Sesungguhnya Nabi Musa u berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.”

Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata:

وَفِيْهِ اسْتِحْبَابُ مَعْرِفَةِ قُبُوْرِ الصَّالِحِيْنَ لِزِيَارَتِهَا وَالْقِيَامِ بِحَقِّهَا، وَقَدْ ذَكَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِقَبْرِ السَّيِّدِ مُوْسَى u عَلاَمَةً هِيَ مَوْجُوْدَةٌ فِيْ قَبْرٍ مَشْهُوْرٍ عِنْدَ النَّاسِ اْلآَنَ بِأَنَّهُ قَبْرُهُ، وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمَوْضِعَ الْمَذْكُوْرَ هُوَ الَّذِيْ أَشَارَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ.

“Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa u yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib, [3/303]).

Pada dasarnya ziarah kubur itu sunnat dan ada pahalanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : « كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا » رَوَاهُ مُسْلِمٌ (٧/٤٦). وَفِيْ رِوَايَةٍ « فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُوْرَ الْقُبُوْرَ فَلْيَزُرْ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُنَا اْلآَخِرَةَ».

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dulu aku melarang kamu ziarah kubur. Sekarang ziarahlah.” (HR. Muslim). Dalam satu riwayat, “Barangsiapa yang hendak ziarah kubur maka ziarahlah, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita pada akhirat.” (Riyadh al-Shalihin [bab 66]).

Di sini mungkin ada yang bertanya, adakah dalil yang menunjukkan bolehnya ziarah kubur dengan tujuan tabarruk dan tawassul? Sebagaimana dimaklumi, tabarruk itu punya makna keinginan mendapat berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan berziarah ke makam nabi atau wali. Kemudian para nabi itu meskipun telah pindah ke alam baka, namun pada hakekatnya mereka masih hidup. Dengan demikian, tidak mustahil apabila mereka merasakan datangnya orang yang ziarah, maka mereka akan mendoakan peziarah itu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «اَلاَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِيْ قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ» رواه البيهقي.

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Para nabi itu hidup di alam kubur mereka seraya menunaikan shalat.” (HR. al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya’, [1]).

Sebagai penegasan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang telah wafat, dapat mendoakan orang yang masih hidup, adalah hadits berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «حَيَاتِيْ خَيْرٌ لَكُمْ تُحْدِثُوْنَ وَيُحْدَثُ لَكُمْ وَمَمَاتِيْ خَيْرٌ لَكُمْ فَإِذَا أَنَا مِتُّ عُرِضَتْ عَلَيَّ أَعْمَالُكُمْ فَإِنْ رَأَيْتُ خَيْرًا حَمِدْتُ اللهَ وَإِنْ رَأَيْتُ غَيْرَ ذَلِكَ اِسْتَغْفَرْتُ لَكُمْ » رَوَاهُ الْبَزَّارُ.

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Hidupku lebih baik bagi kalian. Kalian berbuat sesuatu, aku dapat menjelaskan hukumnya. Wafatku juga lebih baik bagi kalian. Apabila aku wafat, maka amal perbuatan kalian ditampakkan kepadaku. Apabila aku melihat amal baik kalian, aku akan memuji kepada Allah. Dan apabila aku melihat sebaliknya, maka aku memintakan ampun kalian kepada Allah.” (HR. al-Bazzar, [1925]).

Karena keyakinan bahwa para nabi itu masih hidup di alam kubur mereka, kaum salaf sejak generasi sahabat melakukan tabarruk dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam setelah beliau wafat. Hakekat bahwa para nabi dan orang saleh itu masih hidup di alam kubur, sehingga para peziarah dapat bertabarruk dan bertawassul dengan mereka, telah disebutkan oleh Syaikh Ibn Taimiyah berikut ini:

وَلاَ يَدْخُلُ فِيْ هَذَا الْبَابِ (أَيْ مِنَ الْمُنْكَرَاتِ عِنْدَ السَّلَفِ) مَا يُرْوَى مِنْ أَنَّ قَوْمًا سَمِعُوْا رَدَّ السَّلاَمِ مِنْ قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْ قُبُوْرِ غَيْرِهِ مِنَ الصَّالِحِيْنَ وَأَنَّ سَعِيْدَ بْنِ الْمُسَيَّبِ كَانَ يَسْمَعُاْلأَذَانَ مِنَ الْقَبْرِ لَيَالِيَ الْحَرَّةِ وَنَحْوُ ذَلِكَ فَهَذَا كُلُّهُ حَقٌّ لَيْسَ مِمَّا نَحْنُ فِيْهِ وَاْلأَمْرُأَجَلُّ مِنْ ذَلِكَ وَأَعْظَمُ وَكَذَلِكَ أَيْضًا مَا يُرْوَى أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَشَكَا إِلَيْهِ الْجَدَبَ عَامَ الرَّمَادَةِ فَرَآهُ وَهُوَ يَأْمُرُهُ أَنْ يَأْتِيَ عُمَرَ فَيَأْمُرَهُأَنْ يَخْرُجَ فَيَسْتَسْقِي النَّاسُ فَإِنَّ هَذَا لَيْسَ مِنْ هَذَا الْبَابِ وَمِثْلُ هَذَا يَقَعُ كَثِيْرًا لِمَنْهُوَ دُوْنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَعْرِفُ مِنْ هَذِهِ الْوَقَائِعِ كَثِيْرًا. (الشيخ ابن تيمية، اقتضاء الصراط المستقيم ١/٣٧٣).

“Tidak masuk dalam bagian ini (kemungkaran menurut ulama salaf) adalah apa yang diriwayatkan bahwa sebagian kaum mendengar jawaban salam dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau makam orang-orang saleh, juga Sa’id bin al-Musayyab mendengar adzan dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada malam-malam peristiwa al-Harrah dan sesamanya. Ini semuanya benar, dan bukan yang kami persoalkan. Persoalannya lebih besar dan lebih serius dari hal tersebut. Demikian p**a bukan termasuk kemungkaran, adalah apa yang diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu mengadukan musim kemarau kepada beliau pada tahun ramadah (paceklik). Lalu orang tersebut bermimpi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan menyuruhnya untuk mendatangi Umar bin al-Khaththab agar keluar melakukan istisqa’ dengan masyarakat. Ini bukan termasuk kemungkaran. Hal semacam ini banyak sekali terjadi dengan orang-orang yang kedudukannya di bawah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan aku sendiri banyak mengetahui peristiwa-peristiwa seperti ini.” (Syaikh Ibn Taimiyah, Iqtidha’ al-Shirath al-Mustaqim, juz. 1, hal. 373).

Kisah laki-laki yang datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas, telah dijelaskan secara lengkap oleh al-Hafizh Ibn Katsir al-Dimasyqi, murid terkemuka Syaikh Ibn Taimiyah, dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah. Beliau berkata:

وَقَالَ الْحَافِظُ اَبُوْ بَكْرٍ الْبَيْهَقِيُّ اَخْبَرَنَا اَبُوْ نَصْرٍ بْنُ قَتَادَةَ وَاَبُوْ بَكْرٍ الْفَارِسِيُّقَالَا حَدَّثَنَا اَبُوْ عُمَرِ بْنِ مَطَرٍ حَدَّثَنَا اِبْرَاهِيْمُ بْنُ عَلِيٍّ الذُّهْلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُيَحْيَى حَدَّثَنَا اَبُوْ مُعَاوِيَةَ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ اَبِيْ صَالِحٍ عَنْ مَالِكٍ قَالَ اَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌفِيْ زَمَنِ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّابِ فَجَاءَ رَجُلٌ اِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَيَارَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ اللهَ لِاُمَّتِكَ فَاِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَاهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَنَامِ فَقَالَ اِيْتِ عُمَرَ فَأَقْرِءْهُ مِنِّي السَّلاَمَ وَاَخْبِرْهُمْ اِنَّهُمْ مُسْقَوْنَ وَقُلْلَهُ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ الْكَيْسِ فَاَتَى الرَّجُلُ فَاَخْبَرَ عُمَرَ فَقَالَ يَارَبِّ مَا آَلُوْا اِلاَّ مَا عَجَزْتُعَنْهُ، وَهَذَا اِسْنَادٌ صَحِيْحٌ. (الحافظ ابن كثير، البداية والنهاية ٧/٩۲ وقال في جامع المسانيد ١/۲٣٣: اسناده جيد قوي، وروى هذا الحديث ابن ابي خيثمة. انظر: الاصابة ٣/٤٨٤، والخليلي في الارشاد ١/٣١٣ وابن عبد البر في الاستيعاب ۲/٤٦٤ وصححه الحافظ ابن حجر في “ فتح الباري “ ۲/٤٩٥.

“Al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi berkata, Abu Nashr bin Qatadah dan Abu Bakar al-Farisi mengabarkan kepada kami, Abu Umar bin Mathar mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Ali al-Dzuhli mengabarkan kepada kami, Yahya bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abu Muawiyah mengabarkan kepada kami, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Malik al-Dar, bendahara pangan Khalifah Umar bin al-Khaththab, bahwa musim paceklik melanda kaum Muslimin pada masa Khalifah Umar. Maka seorang sahabat (yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani) mendatangi makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan: “Hai Rasulullah, mohonkanlah hujan kepada Allah untuk umatmu karena sungguh mereka benar-benar telah binasa”. Kemudian orang ini bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan beliau berkata kepadanya: “Sampaikan salamku kepada Umar dan beritahukan bahwa hujan akan turun untuk mereka, dan katakan kepadanya “bersungguh-sungguhlah melayani umat”. Kemudian sahabat tersebut datang kepada Umar dan memberitahukan apa yang dilakukannya dan mimpi yang dialaminya. Lalu Umar menangis dan mengatakan: “Ya Allah, saya akan kerahkan semua upayaku kecuali yang aku tidak mampu”. Sanad hadits ini shahih. (Al-Hafizh Ibn Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, juz 7, hal. 92. Dalam Jami’ al-Masanid juz i, hal. 233, Ibn Katsir berkata, sanadnya jayyid (baik). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibn Abi Khaitsamah, lihat al-Ishabah juz 3, hal. 484, al-Khalili dalam al-Irsyad, juz 1, hal. 313, Ibn Abdil Barr dalam al-Isti’ab, juz 2, hal. 464 serta dishahihkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, juz 2, hal. 495).

Apabila hadits di atas kita cermati dengan seksama, maka akan kita pahami bahwa sahabat Bilal bin al-Harits al-Muzani radhiyallahu ‘anhu tersebut datang ke makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan tujuan tabarruk, bukan tujuan mengucapkan salam. Kemudian ketika laki-laki itu melaporkan kepada Sayidina Umar radhiyallahu ‘anhu, ternyata Umar radhiyallahu ‘anhu tidak menyalahkannya. Sayidina Umar radhiyallahu ‘anhu juga tidak berkata kepada laki-laki itu, “Perbuatanmu ini syirik”, atau berkata, “Mengapa kamu pergi ke makam Rasul shallallahu alaihi wa sallam untuk tujuan tabarruk, sedangkan beliau telah wafat dan tidak bisa bermanfaat bagimu”. Hal ini menjadi bukti bahwa bertabarruk dengan para nabi dan wali dengan berziarah ke makam mereka, itu telah dilakukan oleh kaum salaf sejak generasi sahabat, tabi’in dan penerusnya.

RUANG KAMAR UNTUK PARA SANTRIBangunan asrama PPM Miftahul Khoir terbilang sudah cukup tua, dibangun di atas tanah wakaf ...
13/06/2017

RUANG KAMAR UNTUK PARA SANTRI

Bangunan asrama PPM Miftahul Khoir terbilang sudah cukup tua, dibangun di atas tanah wakaf yang diwakafkan oleh salah seorang tokoh masyarakat sekaligus sebagai pendiri PPM Miftahul Khoir, K. H. Ahmad Umar, yang berdiri sejak tahun 1985 M, kini PPM Miftahul Khoir telah menginjak usia ke 32 tahun.
Seiring dengan usia yang semakin tua, peremajaan bangunan semakin dibutuhkan. Selain atap asrama yang semakin banyak yang mengalami kebocoran, kayu-kayu yang sudah mulai rapuh, perangkat pendukung pendidikan yang sudah mulai rusak termakan usia, juga banyak kebutuhan lainnya guna keberlangsungan kegiatan pendidikan di PPM Miftahul Khoir.
Selain usia bangunan yang semakin tua yang membutuhkan peremajaan, juga meningkatnya jumlah santri, PPM Miftahul Khoir semakin membutuhkan penambahan jumlah asrama untuk dapat menampung santri lebih banyak. Pasalnya kuota santri saat ini sudah melebihi kuota kamar yang tersedia, bahkan untuk dapat menampung santri yang antusias untuk menggali ilmu agama lebih banyak, kantor Yayasan dialihfungsikan menjadi salah satu kamar para santri, kamar tamu pun menjadi ruang kamar untuk santri, kebutuhan air pun meningkat, sehingga diperlukan pengeboran tanah untuk sumber air para santri, dan masih banyak lagi kebutuhan-kebutuhan lainnya guna menunjang keberlangsungan pendidikan di PPM Miftahul Khoir.

Uluran tangan kita sangat berarti bagi mereka. Segera KLIK GAMBAR berikut untuk berikan donasi Anda.
Semoga Allah berikan keberkahan untuk kita dan semoga kita meraih keridhoan-Nya.

*Mohon sebarkan (Share) kepada teman Anda.

Terimakasih.

Kami sedang membutuhkan dana untuk pembangunan infrastruktur pesantren di PPM Miftahul Khoir.

GEBYAR RAMADHAN 1438 H.Mari kita memyambut bulan suci ramadhan penuh berkah dengan mengikuti rangkaian acara tahunan "Ge...
26/05/2017

GEBYAR RAMADHAN 1438 H.

Mari kita memyambut bulan suci ramadhan penuh berkah dengan mengikuti rangkaian acara tahunan "Gebyar Ramadhan 1438 H" Pondok Pesantren Mahasiswa Miftahul Khoir Bandung.
Acara akan berlangsung pada 1-20 ramadhan 25 mei - 15 juni 2017.

Kitab2 yang akan dikaji pada program ngaji pasaran selama bln ramadhan
1. Hujjah ahlussunnah waljama'ah (mengupas ttg dasar2 amaliyah aswaja yg sering terjadi khilafiyah)
2. Aqidatul awam (menjelaskan ttg ilmu aqidah dasar)
3. Qurrotul uyun (membahas tentang tips2 membangun rumah tangga sakinah mawaddah warohmah)

Dapatkan ilmu, barokah, sanad keilmuan dan teman baru.
Kami tunggu kehadiran teman teman untuk bergabung bersama kami .

CP ; Lutfi Maulana Habibi (085642624051)

Assalamualaikum Wr. Wb.Innalillahi wa innailaihi roji'un. Telah meninggal dunia KH. Asep Ahmad Djaelani bin KH.Ahmad Uma...
24/05/2017

Assalamualaikum Wr. Wb.

Innalillahi wa innailaihi roji'un.

Telah meninggal dunia KH. Asep Ahmad Djaelani bin KH.Ahmad Umar, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Bandung tadi kurang lebih pukul 10 pagi.

Mewakili keluarganya kami mohon maaf bila ada khilaf & salah yg kurang berkenan. Semoga Allah menempatkan beliau di Roudhotul Jannah atas amal ibadah pengabdian pd agama & negara. Amin yarobbal'alamin. Apabila ada yg bersangkutan kiranya bisa untuk menemui keluarga di Pondok Pesantren Miftahul Khoir.

Selamat jalan Kyai, dari kami santri yg belum bisa mengabdi dengan baik. Khususon ila almarhum ALFATIHAH.

Mohon berkenan Melakukan Shalat Ghaib bersama.

02/03/2017
Jangan lupa ;)
21/02/2017

Jangan lupa ;)

NGAJI LIVE STREAMING

Assalamualaikum Wr. Wb.

Jangan lupa malam ini ngaji live streaming difanspage:
PPM Miftahul Khoir (fb.com/PPM.Miftahul.Khoir.Bandung)

Kitab : Ta'limul Muta'alim
Bersama : Ust. Hilman Miftahurojak
Waktu : Ba'da Isya-Selesai

Maaf yang sebelumnya live streaming di IG, pindah ke facebook supaya hasil rekamannya tidak mubazir dan dapat di tonton kembali :)

Jangan lupa share ya ;)

NGAJI LIVE STREAMINGAssalamualaikum Wr. Wb.Jangan lupa malam ini ngaji live streaming difanspage:PPM Miftahul Khoir (fb....
21/02/2017

NGAJI LIVE STREAMING

Assalamualaikum Wr. Wb.

Jangan lupa malam ini ngaji live streaming difanspage:
PPM Miftahul Khoir (fb.com/PPM.Miftahul.Khoir.Bandung)

Kitab : Ta'limul Muta'alim
Bersama : Ust. Hilman Miftahurojak
Waktu : Ba'da Isya-Selesai

Maaf yang sebelumnya live streaming di IG, pindah ke facebook supaya hasil rekamannya tidak mubazir dan dapat di tonton kembali :)

Jangan lupa share ya ;)

Address

Jl. Tubagus Ismail VIII No. 60 D**o

40135

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPM Miftahul Khoir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PPM Miftahul Khoir:

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share