aedu.id

aedu.id

Share

aedu.id memberikan pelatihan step-by-step dan expert mentorship secara intensif untuk mengembangkan karir maupun usaha yang kamu lakukan

Photos 24/04/2020

Wah besok sudah akhir pekan nih, Smartizen. Sambil berakhir pekan, jangan lupa sisihkan waktu untuk mempelajari ilmu baru dan mengasah skill-mu. Kamu bisa belajar dari manapun, termasuk dari sosok-sosok ternama dunia yang telah sukses menjadi pioneer di bidangnya. Salah satunya adalah Andrew Ng.

Sebagai icon Artificial Intelligent dunia, sosok Andrew Ng telah banyak menjadi perbincangan hangat. Alumnus pengajar di Stanford University ini merupakan salah satu co-founder Google Brain, serta mantan Vice President dan Chief Scientist di Baidu. Dalam sebuah kesempatan, Andrew menyebutkan jika kemampuan berinovasi dan menjadi sosok kreatif itu sebenarnya bisa diajarkan ke siapa saja. Tidak ada batasan hanya orang tertentu yang bisa melahirkan inovasi dan menjadi pakar. Contoh mudahnya saat ini adalah Netflix, yang memanfaatkan teknologi AI untuk personalisasi layanannya, seperti rekomendasi tontonan Netflix sesuai film atau serial TV yang kamu pernah tonton sebelumnya. Kamu bisa belajar proses inovasi memanfaatkan teknologi dari perusahaan seperti Netflix. Kuncinya adalah terus mengasah berpikir out-of-the-box-mu dan jangan pernah menyerah yaa 😊
-
intelligent

Photos 23/04/2020

Tahukah Smartizen jika United Nation memperingati tanggal 21 April kemarin sebagai World Creativity and Innovation Day di tingkat global?
Didukung oleh 80 negara di seluruh dunia, peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam pola penyelesaian masalah untuk mempercepat United Nations Sustainable Development Goals.

Untuk merayakan hari kreativitas dan inovasi ini, UN melaksanakan rangkaian kegiatan di beberapa negara, termasuk mengadakan forum diskusi, kerja sama global, pendampingan terhadap UMKM, dan sebagainya. Meskipun kamu tidak berkecimpung langsung dalam UN, kamu pun bisa merayakan hari kreatifitas dan inovasi ini dalam cakupan yang lebih kecil. Misalnya terlibat dalam diskusi lintas industri bersama jejaringmu untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi Indonesia; atau mengumpulkan kolega-kolegamu untuk berbagi ilmu dan memberdayakan masyarakat di wilayah terpencil. Langkah kecil seperti bergabung dengan komunitas pengajar panti asuhan di dekat rumah serta mengajarkan anak-anak disana pengetahuan umum dan skill praktis kehidupan pun bisa kamu lakukan.
-

Photos 22/04/2020

Setelah berkenalan dengan expert AEDU di bidang Digital Marketing, kali ini Smartizen akan berkenalan dengan Isram Rasal, pengajar kita di bidang Data Science. Isram sendiri saat ini merupakan seorang Machine Learning Instructor di Digital Talent Scholarship, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selama lebih dari 5 tahun terakhir, Ia pun merupakan dosen pengajar Teknologi Informasi di Universitas Gunadarma. Lulusan PhD dari almamater yang sama ini telah berpengalaman lebih dari 7 tahun sebagai Programmer dan Full Stack Developer. Tak heran jika sesi Workshop Data Science yang dipimpinnya beberapa waktu lalu dipenuhi oleh peserta yang aktif dan sangat tertarik mempelajari Data Science yang saat ini sedang booming sekali.

Menurut Isram Rasal, hal mendasar yang penting diperhatikan saat mempelajari Data Science adalah kemampuan problem solving seseorang, dimana kemampuan ini menjadi acuan perencanaan sebelum seorang Data Scientist menjalankan eksekusinya melalui bahasa programming. Contohnya, kemampuan problem solving akan menentukan arah jalan robot dari satu titik ke titik lain, apakah berjalan lurus, belok kanan, atau kiri. Setelah jalan ditemukan, Data Scientist akan memanfaatkan bahasa programming untuk membuat otomasi pengaturan jalan tersebut. "Kemampuan ini dapat terus diasah, sambil seseorang mempelajari dasar-dasar programming itu sendiri, tak hanya melalui teori, tetapi juga praktek langsung untuk memberi gambaran nyata," tambah Isram. Kemampuan dasar ini sangat bermanfaat bagimu ketika nanti menjadi Data Scientist di perusahaan, yang akan dihadapkan dengan beragam permasalahan yang membutuhkan solusi cepat.

Jadi, Smartizen yang tertarik belajar Data Science tetapi merasa ragu karena tidak memiliki background sesuai, jangan takut. Semuanya dimulai dari kemampuan kamu memecahkan permasalahan di hadapanmu. Tertarkit untuk berguru dengan Isram Rasal juga?
Pantau terus Instagram dan website AEDU di www.aedu.id untuk mengetahui jadwal workshop Data Science selanjutnya. Sambil menunggu, jangan lupa untuk terus belajar otodidak dan mengasah skill-mu ya!
-

Photos 21/04/2020

21 April diperingati sebagai Hari Kartini sebagai perwujudan apresiasi atas jasa-jasa R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia yang pada termarjinalkan pada masanya. Baginya, perempuan Indonesia pun berhak atas pendidikan. Ia pun menuangkan pikiran-pikirannya ke dalam surat-surat, yang akhirnya dikumpulkan dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Nah, Smartizen, di era globalisasi yang serba kompetitif ini, ada satu ungkapan dari R.A. Kartini yang bisa menjadi motivasi setiap kali kamu merasa tidak bersemangat menjalani aktivitas. R.A. Kartini menyebutkan jika satu-satunya hal yang benar-benar bisa menjatuhkanmu adalah dirimu sendiri.

Sikapmu menentukan seberapa jauh langkahmu dalam kehidupan ini, apakah kamu akan bersikap konsisten dan ulet dalam menjalani hidup, atau menyerah kalah setiap tantangan datang. Persaingan yang ketat tidak seharusnya lantas membuatmu takut dan khawatir. Selama kamu terus berusaha semaksimal mungkin, hasil baik akan menyertaimu.
Jadi, jangan pernah berhenti berusaha dan terus kembangkan skill dan kemampuan untuk menjadi dirimu yang terbaik, Smartizen.
Selamat Hari Kartini!
-

Photos from aedu.id's post 21/04/2020

Memaknai Hari Kartini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan senantiasa belajar kapanpun dan dimanapun. R.A. Kartini sendiri yang menyebutkan jika pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pencapaian gelar, tetapi kombinasi dari kemampuan intelektualitas, wawasan yang luas, dan budi pekerti yang baik. Baik sebagai fresh graduates, pemilik bisnis lokal, maupun pekerja dengan karir cemerlang, kamu bisa mengaplikasikan makna kehidupan R.A. Kartini dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas, langkah mudah apa yang bisa dilakukan Smartizen untuk menyambut Hari Kartini di era globalisasi dan percepatan teknologi ini? Swipe yaa >>

Sepertinya mudah yah, Smartizen?
Namun, melaksanakannya belum tentu semudah itu.
Yuk kita coba mulai terapkan dari sekarang untuk terus menjaga makna perjuangan R.A. Kartini hingga di masa-masa mendatang.
-

Photos 20/04/2020

Ketika kamu sudah berkomitmen menambah skill-mu bersama AEDU, kamu bisa mendapatkan banyak sekali keuntungan, di luar materi teori dan praktek yang update dan sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan masa kini. Salah satunya, kamu mendapatkan kesempatan tutoring face-to-face dengan para expert kita secara reguler dalam rentang waktu tertentu. Adanya pertemuan langsung ini bisa memudahkanmu bertukar pikiran secara langsung, hingga menanyakan pengalaman sang expert di pekerjaannya yang relevan dengan skill yang akan kamu pelajari. Sstt menjalin hubungan baik dengan para expert ini juga bisa bermanfaat lho, siapa tau kamu bisa meminta referensi pindah pekerjaan ke kantor mereka :p

Nggak berhenti sampai disitu, di AEDU, setelah pertemuan face-to-face berlangsung, kamu masih bisa berkonsultasi secara real-time dengan para expert dan peserta lainnya melalui Grup WhatsApp khusus. Dalam grup ini, kamu masih bisa berkomunikasi intensif dengan para expert dan menanyakan hal-hal terkait skill barumu. Mungkin kamu mendapat kesempatan menangani proyek Digital Marketing di kantor atau harus membuat sebuah programming di kantor untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan membutuhkan insight dari para expert, grup ini dapat membantumu. Kamu pun juga bisa belajar dari sesama peserta workshop yang tergabung dalam grup tersebut. Jadi, seakan-akan, kamu memiliki mentor yang siap sedia mengajarkanmu kapanpun dan dimanapun!

Dua teknik pengajaran ini akan memudahkanmu dalam mengembangkan skill-skill barumu bersama AEDU. Yuk coba rasakan sendiri pengalaman belajar skill baru yang interaktif, dinamis, dan menyenangkan bersama AEDU 😊
-

Photos 17/04/2020

Kisah Lulu ternyata banyak juga dialami oleh Smartizen, khususnya generasi muda yang sangat tergiur dengan prospek bekerja di startup. Namun, seperti Lulu, Smartizen juga harus memperhatikan permasalahan yang terkesan terjadi berulang-ulang di kantor manapun kamu bekerja. Karena bisa jadi, bukan kantornya yang perlu diubah, tetapi sikapmu yang perlu diperbaiki.

Deakin University, Australia mengungkapkan 3 permasalahan yang seringkali dialami karyawan yang baru saja pindah pekerjaan seperti Lulu, serta cara efektif mengatasinya:

1. Terlalu memfokuskan diri pada isu yang tidak bisa kamu kontrol.
Masuk ke lingkungan kerja baru, kamu pun dihadapkan dengan budaya dan kebiasaan-kebiasan baru. Daripada memfokuskan diri pada hal yang tidak bisa kamu ubah, kamu bisa berfikir out of the box dan mencari cara lain untuk mendapatkan solusi yang sejalan dengan aturan perusahaan baru, tanpa harus kehilangan "suara" kamu.

2. Menghadapi kolega yang bermasalah.
Kamu akan menemukan kolega bermasalah dimanapun kamu bekerja. Kunci utama ketika menghadapi kolega seperti itu adalah dengan membuka komunikasi informal. Coba komunikasikan dan gali informasi terkait alasannya bersikap seperti itu. Apabila tidak ampuh, kamu bisa berkonsultasi dengan atasan ataupun Manager HR.

3. Load pekerjaan yang tidak tertangani.
Meskipun terkadang load pekerjaan memang sangat banyak, permasalahan di kantor baru seringkali timbul karena manajemen waktu yang tidak tepat. Yang bisa kamu lakukan adalah mencoba mengantisipasi periode sibuk dengan menyicil pekerjaan, meminta tambahan sumber daya sebagai solusi, mendelegasikan sebagian pekerjaan, mengikuti tambahan workshop untuk menyegarkan pikiran, hingga menerapkan mindfulness training untuk menenangkan pikiran.

Solusi terpenting untuk ketiga masalah utama ini adalah menyadari bahwa kamu memiliki permasalahan dan secara cepat mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Jangan lupa untuk tak pernah berhenti belajar, karena dengan belajar kamu bisa memperkaya soft-skill dan hard-skill kamu, yang bisa diaplikasikan dimanapun kamu bekerja. Selamat mencoba, Smartizen!
-

Photos 16/04/2020

Banyak hal bisa mempengaruhi keputusanmu berhenti atau tetap stay di perusahaan yang sama setelah beberapa tahun bekerja. Apakah gaji yang sudah terbilang tinggi, jaminan pensiun di hari tua, pekerjaan yang menantang, lingkungan kerja yang asik, ataupun bos yang akomodatif. Nah, gimana ceritanya ketika kamu sudah dapetin itu semua tetapi tiba-tiba terpikir pindah pekerjaan?

Hal ini sempat dialami Lulu. Terbilang masih muda, Ia sudah memiliki pekerjaan yang mungkin diidam-idamkan orang banyak: bekerja di perusahaan multinasional kenamaan sebagai supervisor sales; punya bos dan anak buah yang asik dan saling mendukung; serta gaji dan tunjangan yang nggak kalah fantastis. Setelah 3 tahun bekerja, Lulu tiba-tiba mendapat tawaran dari sebuah startup untuk menjadi Digital Marketing Manager. Startup ini masih berada di tahun pertamanya dan masih berada dalam tahap pembentukan arah bisnis serta perusahaannya. Lulu pun bingung. Ia tidak punya pengalaman membuat strategi digital marketing atau menganalisa data-data online. Tapi, penawaran ini rasanya terlalu menarik untuk dilewatkan. Untuk pertama kalinya, Lulu mempertanyakan kemampuannya. Ia pun mencari-cari referensi untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, sebelum menerima tawaran tersebut.

Smartizen ada yang pernah mengalami hal serupa? Menurutmu, apa yang sebaiknya Lulu lakukan, langsung mengambil tawarannya; atau menunda menerima tawaran dan mengasah ilmunya dulu; atau langsung berkata tidak dan tetap stay di perusahaannya?
Share yuk pendapatmu di kolom komentar!

Photos from aedu.id's post 15/04/2020

Smartizen ada yang pernah mengalami kondisi berikut?
1. Bekerja lebih dari 4 tahun
2. Dijanjikan promosi tanpa eksekusi
3. Merasa bosan pekerjaan yang sama berulang-ulang
4. Mendapat tawaran dari perusahaan kompetitor

Kalau pernah ada di situasi itu, apa nih yang Smartizen lakuin? Bertahan atau pindah? Nah, sebelum kamu ambil keputusan, cek dulu yuk hasil riset Linkedin Talent Solution tentang tren human resources dalam proses rekruitmen di tahun 2020!
-

Photos 14/04/2020

Siapa bilang belajar skill baru harus sendiri dan membosankan?! Di zaman dengan konektivitas tinggi ini, paling seru memang melakukan sesuatu bersama-sama, baik sama teman maupun kolega di kantor.

Nah, Smartizen, mau juga mengajak kolega di kantor buat menambah skill mereka? Bersama AEDU, kamu bisa ngadain pelatihan khusus terkait Digital Marketing, Data Science, atau Consultative Selling di kantormu. Materi yang disampaikan pun lebih praktikal krn bakalan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang kamu lakukan. Selain itu, kamu pun bisa memperluas networking kamu di kantor dan juga dengan para pengajar. Siapa tau dengan pelatihan ini, bakatmu bisa lebih terasah dan mendapatkan promosi dari kantor! 😋

Informasi lebih lanjut, cek website AEDU di www.aedu.id atau kontak via WhatsApp di +62852-1888-8012
-

Photos 13/04/2020

Siapa yang tidak tahu serial The Office? Bermula dari United Kingdom, The Office menjadi serial TV yang booming di Amerika Serikat hingga berakhir pada tahun 2013. Kisah The Office sendiri menceritakan mengenai dinamika hubungan antar karyawan di sebuah perusahaan kertas. Sales atau penjualan menjadi hal utama yang diangkat dalam serial TV ini, termasuk persaingan diantara para salesman dan kompetisi mendapatkan klien. Mengawasi kehidupan di kantor tersebut adalah Michael Scott, sosok pimpinan yang canggung di lingkungan sosial tetapi handal sebagai seorang salesman.

Diantara 200 episode yang disiarkan The Office, terdapat beberapa insight dan pelajaran untuk menjadi seorang salesman yang handal dan profesional. Salah satunya adalah bahwa kebutuhan seorang klien tidak selalu terlihat nyata. Terkadang, sebagai seorang salesman, kamu harus secara jeli mampu menangkap kebutuhan tersembunyi yang dimiliki seorang klien dan secara cermat memanfaatkannya untuk memenangkan bisnis. Kebutuhan tersebut tidak hanya berbentuk produk, tetapi bisa juga berupa kebutuhan tambahan yang sekiranya bisa diberikan oleh perusahaanmu, seperti metode pengiriman, layanan purna-jual, hingga core-value perusahaan. Cara terbaik untuk mengetahui adanya kebutuhan tersembunyi ini adalah dengan membiasakan diri untuk berkomunikasi secara terbuka dengan calon klien potensial, mencoba melihat permasalahan dari sudut pandang berbeda, hingga secara konsisten menjaga hubungan baik dengan klien.

Dibutuhkan disiplin dan pelatihan secara terus menerus untuk membiasakan diri hingga akhirnya kamu bisa secara mudah menangkap kebutuhan-kebutuhan tersembunyi itu. Latih terus dan jangan pernah menyerah yah, Smartizen. Siapa tau kamu bisa menjadi salesman handal seperti Michael Scott dalam serial TV The Office ini!
-

Photos 12/04/2020

Ada banyak cara yang bisa Smartizen lakukan untuk menjadi seorang Sales yang handal. Tidak cukup dengan menghafalkan fitur-fitur produk, tetapi juga perlu memahami psikologis dan cara pandang pelanggan. Pengalaman tentu menjadi guru terbaik bagi Smartizen untuk menjadi seorang sales yang lebih handal. Namun, bagaimana jika kamu baru mau memulai karir di bidang sales atau justru baru mencoba tantangan baru sebagai seorang sales di perusahaan?

Di AEDU, Smartizen bisa mengasah skill sebagai sales dengan mengikuti workshop Consultative Selling. Diajarkan oleh expert di bidang sales yang telah berkecimpung lebih dari 10 tahun, disini kamu akan belajar beragam teknik yang biasa digunakan seorang sales profesional untuk memenangkan pelanggannya, dimulai dari teknik prospecting untuk menilai calon pelanggan; teknik approaching atau mendekati pelanggan; cara memahami pelanggan; menawarkan solusi; hingga mengatasi penolakan dari pelanggan. Di tahapan awal, Smartizen pun akan diajarkan fondasi dasar menjadi seorang sales handal, termasuk kesalahan-kesalahan yang umumnya dilakukan, hingga cara menguasai hypno-language pattern. Selama 1 bulan, kamu akan diberikan teori serta latihan praktek untuk mencoba menerapkan ilmu yang baru kamu dapatkan.

Penasaran pengen ikutan? Tunggu informasi selanjutnya di Instagram dan website AEDU untuk mengetahui kapan batch workshop Consultative Selling selanjutnya diadakan.
Jangan lupa cek website AEDU di www.aedu.id ya, Smartizen!
-

Want your school to be the top-listed School/college?

Telephone

Website

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00