Rumah Belajar Wamena

Rumah Belajar Wamena

Share

Organisasi Kecil Pengembangan Pendidikan Kepada Anak Anak yang kurang beruntung di Pegunungan Tengah Papua

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 10/03/2026

Soce datang.

Sebulan lalu, bulan Februari, adik kami, si sulung Solce kembali ke Papua. Kali ini bukan membawa kesedihan lantaran kehilangan , seperti saat de kehilangan bapa tercinta, tapi gagal bertemu.

De p**ang, membawa gelar profesi. Buah perjuangannya jauh dari keluarga, kampung halaman , bahkan kehilangan orang tercinta.

De p**ang bukan sebagai Solce saja, tapi su jadi nona suster yang kami semua banggakan.

De p**ang, bukan hanya membawa dirinya, tapi secara harfiah membawa kami punya kaka Arum .
Memang, kalo ditanya untuk apa kk Arum ke Papua lagi? Beliau akan menjawab "sa antar Solce p**ang too." Padahal tidak, itu hanya alasan saja. Intinya de su rindu tempat di mana hati dan jiwanya terlanjur bertaut. Su sulit lepas.

De p**ang, menjadikan kami pu adik bungsu,Febi juga datang . Tapi lihat, adik bungsu su lebih besar daripada sulung.

Tidak lupa juga bertemu bro yang masih di wamena, Marten. Lihat to, d**g pu pelukan erat tu macam mau bikin hancur tulang. Kam baku rindu sekali kah?

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 27/09/2025

Aura Farming ala Solce

Finally, S.Kep., Ners
We did it, you did it kaka kaka !

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 17/08/2025

Glimps of us. Sedikit memori magang Delanius .dylan_77 , di SD Wujud Kasih Ungaran. Terimakasih Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta semua staf , adik-adik siswa juga d**g. Senang melihat adik kami dari Papua, bisa berada di tengah - tengah kehangatan pendidikan dasar. Terimakasih sudah berkenan menerima kehadiran si Dylan .

Janji tali kasih tetap berjalan ya!

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 26/09/2024

Toga ini, bukan hanya milik Solce . Tetapi juga, buah perjuangan begitu banyak hati yang bertaut , meski tak pernah bersua satu sama lainnya.
Entah ke berapa kali dan kami tidak akan berhenti berucap hal yang sama, TERIMAKASIH !
Semoga perjuangan selalu terus berlanjut, sampai nanti.

Special thank's untuk kaka Yohana yang sudah mewakili kami yang berhalangan hadir menemani Solce di hari bahagianya.
Juga untuk Dela , .dylan_77 yang sempatkan menempuh perjalanan Surabaya-Semarang untuk hadir di sana. Lanjutkan perjalananmu adik !




Photos from Rumah Belajar Wamena's post 26/07/2024

We can say, one step closer

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 19/06/2024

Jika seseorang berhasil sampai ke Ambulong ,Lolat, Yahukimo..maka sudah tidak ada lagi yang berlelah berpikir untuk hal lainnya, selain bertahan hidup setiap hari.
Waktu demi waktu yang disediakan Tuhan, hanya akan diisi dengan menjalani kehidupan dengan kebutuhan dasar.
Bangun tidur, mencari pakan untuk diri dan keluarga, mempertahankan papan tetap nyaman agar dapat tidur kembali di malam hari. Tak risau memikirkan sandang, karena itu bukan ajaran leluhur.

Jangankan pendidikan , yang saat ini bahkan bagi orang nun jauh di kota, dianggap sebagai kebutuhan tersier. Kesehatan pun, adalah hal yang sangat jauh dijangkau jika kau sakit di sana. Berharap dan berserahlah hanya pada Tuhan, karena fasilitas kesehatan nihil. Kau harus berjalan berhari hari untuk menjangkaunya, yang terhitung paling dekat dari kampung. Dan ternyata, masih juga di pinggiran.

Dan suatu hari, seseorang yang lahir dan berasal dari kampung itu, berdiri di kota nun jauh bagai negeri d**geng. Ia menjalani hari hari dalam kenikmatan pendidikan. Bonusnya, sekaligus berpendidikan dalam dunia kesehatan.

Mustahil jika dipikirkan. Tangan tangan para saudaranya di setiap penjuru negeri, yang membantunya sampai ada di titik ini.

Unofficially, Solce Kobak, A, S.Kep

19/03/2024

Macam baru kemarin, Marten ikut tumpangan mobil perjalanan darat Wamena-Jayapura , untuk bisa daftar SMA. Sekarang de sedang menjalani Ujian akhir di sekolah.
Foto ini diambil oleh de pu wali kelas, sebelum ujian dimulai.

Do'akan Marten ya kaka kaka. Semoga de berhasil lewati ujian dengan lancar, dan bisa lulus dengan hasil yang baik.
Do'akan juga de pu cita cita menjadi anggota militer dapat terwujud. Polisi atau Tentara de gas.

Btw, de mau sekarang dipanggil Ateng saja.

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 19/03/2024

Yang Dela selalu ingat "tugas kita berbuat baik kepada siapapun, kapanpun, di manapun kita berada. Tidak perlu mengharap balasan dari orang yang kita hadapi. Balasan baik itu tugas Tuhan, Dia yang paling tahu kapan dan dari siapa kebaikan lain akan kita dapatkan"

Mama Ita , adalah salah 1 hadiah bagi adik adik di Rumah Belajar. Pernah, mama Ita yang mencover biaya semester Solce di kampus. Dibayar lunas. Dan kali ini, giliran Dela dan Ball yang dapat hadiah kebaikan. Mama Ita mengcover uang saku mereka selama 3 bulan ini. Padahal, sebelumnya dorang ini tidak baku kenal. Siapalah adik adik ini, yang berasal dari daerah antah berantah ujung negeri. Tapi berhasil menyentuh hati seseorang di Jawa.

Iya, ini mama Ita bersama suami. Mengajak Dela dan Ball sarapan bersama di hotelnya saat berkunjung ke Semarang, sebelum kembali ke Surabaya. Dan tentu saja, dorang dapat lagi uang jajan .

Mama Ita... besar terimakasih kami , tidak akan tergambarkan. Sukses terus usahanya bersama keluarga! Salam peluk kasih dari kami, Rumah Belajar Wamena.

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 21/01/2024

Su mo masuk semester 4, d**g di Semarang selama ini kos, dan lumayan jauh dari kampus. Selama di sana, d**g mobilisasi pake angkutan kota saja. Semakin lama semakin terasa biaya transportasi ternyata lumayan juga, dan pasti tidak terlalu mudah untuk berpindah 1 tempat ke tempat lainnya, apalagi kalau harus banyak tempat yang harus disinggahi.

Jadi, di antara d**g 2 , ditambah dengan kk , sepakat untuk menabung bersama , khusus untuk membeli kendaraan. Bal dan Dela, menyisihkan sebagian uang saku yang dikirimkan setiap 2pekan dari Rumah Belajar. Selama berbulan bulan, akhirnya terkumpul cukup banyak uang, su bisa untuk bisa beli sepeda motor. Tra usah mewah, cukup yang bekas, yang penting kondisi aman tentram, layak pakai, surat surat resmi ,legal ,lengkap. Bungkus.

Di gambar ini, d**g pose di depan hasil menabung. Dengan kesabaran, keprihatinan dan menunda banyak kesenangan pasti.

Torang kaka kaka, tra berhenti mengingatkan untuk selalu berhati hati. Jangan pernah abaikan peraturan lalu lintas, jangan pernah tinggalkan helm. Jangan pernah juga, ugal ugalan di jalan. Dorang harus ingat bawa kendaraan di kota besar padat penduduk beda jauh dengan kalau di Wamena. Resiko dari segala arah lebih besar.

Dela dan Ball hanya menjawab "siap kaka".

Selamat menikmati adik adik. Nikmati dengan sebaik baiknya cara.

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 19/10/2023

"Lomba Harmoni cup 2023. Turnamen in yg diadakan oleh RT RW Harmoni Kaka, jdi kita tu msuk di RT 8. Nama tim RT 8, mainnya sekitar 8 kali, waktu final kita lawan pertama lwn RT 7 kita menang dan lanjut final lawan RT 13 kita juara.
Pertandingan in di adakan di lapangan soccer stadium Ungaran kak"

"Jdi semua pertandingan yg kita main dan lawan itu kita tra pernah kala satupun kita menang sampai juara kemarin pas final"

Dela memang, da pu isi kepala itu kalo dibuka, 80% lebih ada sepakbola.
Dan kami dapat bonus bangga, sebab de dengan Ball, bisa mengukir prestasi di bidang ini. Meskipun ya, masih laga kecil kecilan. Semoga ini , menjadi gerbang untuk de pu kesempatan kesempatan berikutnya.

Photos from Rumah Belajar Wamena's post 15/10/2023

Sipaling model, adik kami Marten. De pernah galau juga loh. Galau segalaunya, kayak di drama indos*ar.

September lalu, abang Ginting memutuskan pindah tempat tinggal bersama keluarga yang jaraknya puluhan kilometer dari yang sebelumnya. Marten ini, selama domisili Jayapura, de menetap di kk Ginting pu rumah, seperti adik adik kami yang lainnya. Pada saat memilih sekolahnya dulu, pertimbangannya hanya satu : di mana yang paling dekat agar hemat transportasi.
Itu p**a yang menjadi alasan, kenapa Marten tidak ikut pindah bersama abang Ginting ini. Kalau de ikut pindah, de harus p**ang pergi sekolah naik angkot. Kalo di Jayapura disebut "taxi". Itupun, beberapa kali turun terminal dan ganti angkot. Sangat memakan waktu, biaya dan energi. Tidak efisien. De juga tidak memungkinkan untuk pindah sekolah, sebab su kelas 12 sekarang, su di tingkat akhir. Su sisa sedikit lagi selesai.

Sebenarnya dalam beberapa waktu setelah abang pindah rumah, Marten masih sempat tinggal bersama abang pu tante, yng bersebelahan dengan abang pu tempat tinggal lama. Hanya saja, dalam waktu berdekatan itu, ruko itu pun harus segera dikosongkan, karena akan ada penghuni baru. Jadi, Marten diminta untuk segera mencari tempat tinggal baru dan meninggalkan ruko itu. Kk Indri menyarankan Marten, untuk coba tanyakan kepada sekolah, apakah diperbolehkan tinggal di sana, atau kepada salah satu guru yang mau menampung Marten? Tapi beberapa hari bertanya sana sini, dia belum juga mendapatkannya tujuannya. Hingga, di dalam keputus asaannya , de sempat bilang mau berhenti sekolah saja dan kembali ke Wamena. De bilang sulit sekali kalau seperti ini. Jujur, untuk kami pun kaka kaka, merasakan kebingungan yang sama. Jadi kami sarankan Marten untuk mencari kos kosan saja. Berhari hari mencari yang termurah, hasilnya nihil. Adapun,yang lebih murah sedikit, harus naik angkot lagi. Kalau dihitung hitung, akan sama saja pengeluarannya.

Hingga di malam itu, Marten kembali dengan barang barangnya yang sudah diletakkan di luar ruko. De malam itu menangis, menghubungi kami. Beruntung, abang Ginting punya teman yang bersedia menampungnya sementara. (Lanjut di komen)

Want your school to be the top-listed School/college?

Telephone

Website