MAKK Tebuireng

  • Home
  • MAKK Tebuireng

MAKK Tebuireng (Madrasah Aliyah khusus keagamaan) berisiskan Hal-hal yang berkaitan dengan islam,pendidikan,dan bahasa (inggris & arab)

[Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H]Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh“Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rah...
26/06/2017

[Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

“Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan.” (Q. S. Yunus: 58)

Nilai hari raya dalam pandangan Islam bukanlah semata-mata rutinitas tahunan biasa. Hari raya menjadi sangat berarti karena ia sejatinya berkaitan dengan ibadah-ibadah penting di dalam Islam. Hari Raya Idul Fitri dirayakan setelah kaum muslimin menunaikan ibadah shaum selama satu bulan penuh.

Sebagai muslim seharusnya merasa bahagia karena keutamaan dan karunia Allah sebagaimana perintah-Nya di ayat tersebut. Sebagai wujud sublimasi dari kebahagiaan karena taat dan ibadah, rasa syukur yg seutuhnya karena takwa dan amal shaleh.

Ibnul 'Arabi, sebagaimana dalam Al Lisan, berkata, “Hari ‘ied disebut ‘ied karena ia senantiasa kembali setiap tahun dengan kebahagian yg baru.” (dinukil dari Syarh Umdah al Fiqh, hal. 309)

Maka dari itu, dengan penuh s**a cita MAKK Tebuireng mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H
Taqobbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Semoga kita bisa termasuk orang yang meraih kemenangan-Nya, lalu bisa lebih baik selepas bulan Ramadan :)

Sumber: berdakwah.net dan muslim.or.id

_______________________
Facebook: MAKK Tebuireng
Instagram:

MAKK Tebuireng : Dengan Bahasa Kita Majukan Indonesia

join us bimbelmasukui.com bimbelsimakui.com
19/06/2017

join us bimbelmasukui.com bimbelsimakui.com

12/11/2016

_*Assalamu'alaikum Wr. Wb.*_
Pendaftaran santri baru Pesantren Tebuireng tahun ajaran 2017 - 2018 dibuka pada:
*14 November 2016 s/d 18 Desember 2016*

Tes seleksi dilaksanakan pada:
*24 Des 2016 = unit SMP & MTs*
*25 Des 2016 = unit SMA,MA,SMK,SMA trensains*

Gelombang II akan dibuka jika kuota blm terpenuhi.

Persyaratan Pendaftaran :
1. Pas foto 3x4 3 lbr
2. Fotokopi kartu NISN
3. Fotokopi KK/ KTP ortu
4. Fotokopi raport semester terakhir 2 lbr
5. Biaya pendaftaran Rp. 175.000

Tempat pendaftaran:
1. Gedung KH. Yusuf Hasyim Lt. 2 Pesantren Tebuireng
2. Online di psbtebuireng.blogspot.com

Call center:
0822 3435 7357
0828 9405 8671
0857 0670 0730

Sms center : 0878 5649 2448

Faksimile: 0321 867 867

Pendaftaran buka setiap hari : Pkl 08.00 - 14.00 wib.

Terimakasih
_*Wassalamu'alaikum Wr. Wb*_

"SUMPAH PEMUDA" bukan "SAMPAH PEMUDA"Selamat hari sumpah pemuda 28 oktober 2016
28/10/2016

"SUMPAH PEMUDA" bukan "SAMPAH PEMUDA"

Selamat hari sumpah pemuda 28 oktober 2016

Silakan di follow ya semua anak2 tebuireng, bantu ngeramein dan di hastag semua kegiatan makk
27/10/2016

Silakan di follow ya semua anak2 tebuireng, bantu ngeramein dan di hastag semua kegiatan makk

bisa di jadiin gombalanya anak keagamaan nih rek! 😂
30/09/2016

bisa di jadiin gombalanya anak keagamaan nih rek! 😂

29/09/2016


21/09/2016
Sudahkah anda membaca qur'an hari ini?
07/09/2016

Sudahkah anda membaca qur'an hari ini?

Semangat buat yang puasa! Worth it in the end-
05/09/2016

Semangat buat yang puasa!
Worth it in the end-

29/08/2016

DIALOG KH. BISRI MUSTHOFA vs ANTI MANAQIB DAN TAWASUL

Fulan : “Bagaimana hukum nya baca manaqib?

KH Bisri Mustofa menjawab :”Mengertikah saudara arti kata-kata manaqib? Kata-kata manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang.
Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik mulia: manaqib Umar bin Khottob, manaqib Ali bin Abi Tholib, manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani, manaqib Sunan Bonang dan lain sebagainya. Tidak boleh dan tidak benar kalau ada orang berkata manaqib Abu Jahal, manaqib DN. Aidit dan lain sebagainya. Kalau demikian artinya pada manaqib, apakah saudara masih tetap menanyakan hukumnya manaqib?

Fulan : Betul tetapi cerita di dalam manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani itu terlalu berlebih-lebihan, sehingga tidak masuk akal. Misalkan umpamanya kantong berisi dinar diperas lalu keluar menjadi darah, tulang-tulang ayam yang berserakan, diperintah berdiri lalu bisa berdiri menjadi ayam jantan.
KH Bisri Mustofa menjawab : Kalau saudara melanjutkan cerita-cerita yang tidak masuk akal, sebaiknya jangan hanya berhenti sampai ceritanya Syeikh Abdul Qodir al-Jilani saja, tetapi teruskanlah. Misanya cerita tentang sahabat Umar bn Khottob berkirim surat kepada sungai Nil, Sahabat umar bin Khottob memberi komando dari Madinah kepada prajurut-prajurit yang sedang bertempur di tempat yang jauh dari Madinah.
Cerita tentang Isra’ Mi’raj, cerita tentang tongkat menjadi ular, cerita gunung yang pecah, kemudian keluar dari unta yang besar dan sedang bunting tua, cerita tentang nabi Allah Isa menghidupkan orang yang sudah mati. Dan masih banyak lagi yang semuanya itu sama sekali tidak masuk akal.

Fulan : Kalau keluar dari Nabi Allah itu sudah memang mukjizat, padahal Abdul Qodir al-Jilani itu bukan Nabi, apa bisa menimbulkan hal-hal yang tidak masuk akal?.
KH Bisri Mustofa menjawab :
“Baik Nabi Allah ataupun SyekhAbdul Qadir Al-Jailani atau sahabat Umar bin Khattab, semuanya itu masing-masing tidak bisa menimbulkan hal-hal yang tidak masuk akal. Tetapi, kalau Allah Ta’ala membuatnya bisa, apakah saudara dapat menghalanginya?”

Fulan : “Apakah selain Nabi Allah juga mempunyai mukjizat?”
KH Bisri Mustofa menjawab :
“Hal-hal yang menyimpang atau keluar dari adat (kebiasaan) itu jikalau keluar dari Nabi Allah
maka disebut mukjizat, dan kalau keluar dari wali Allah disebut
karomah .”

Fulan : “Apakah dalil yang menunjukkan bahwa selain Nabi Allah dapat membuatnya bisa
(mampu) menimbulkan hal-hal yang menyimpang dari adat atau tidak masuk akal?”

KH Bisri Mustofa menjawab :
“Silakan saudara baca cerita dalam Al-Quran tentang sahabat Nabi Allah Sulaiman yang dibuat
menjadi bisa oleh Allah untuk memindahkan Arsy Balqis dalam QS An-Naml [27] : 40 :
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﻠْﻢٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺃَﻧَﺎ ﺁﺗِﻴِﻚَ ﺑِﻪِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻃَﺮْﻓُﻚَ . ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺭَﺁﻩُ ﻣُﺴْﺘَﻘِﺮًّﺍ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗَﺎﻝَ ﻫَﺬَﺍ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﺭَﺑِّﻰ ﻟِﻴَﺒْﻠُﻮَﻧِﻰ ﺃَﺃَﺷْﻜُﺮُ ﺍَﻡْ ﺃَﻛْﻔُﺮُ . ﻭَﻣَﻦْ ﺷَﻜَﺮَ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺸْﻜُﺮُ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﻔَﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ﺭَﺑِّﻰ ﻏَﻨِﻲٌّ ﻛَﺮِﻳْﻢٌ
“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab : ‘Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.’ Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di
hadapannya, ia pun berkata : ‘Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencobaku, apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan Nikmat-Ku). Dan barangsiapa yang bersyukur,maka sesungguhnya ia bersyukur untuk (kebaikan) dirisendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia.”

Fulan : “Tetapi, di dalam Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ada juga kata-kata memanggil
kepada ruh yang suci atau kepada wali-wali yg telah mati untuk dimintai pertolongan, apakah itu tak menjadikan musyrik?”

KH Bisri Mustofa menjawab :
“Memanggil-manggil untuk dimintai bantuan, baik kepada wali yang telah mati atau kepada Bapak-ibu saudara yang masih hidup dengan penuh ‘itikad bahwa pribadi wali atau pribadi Bapak-ibu saudara itu memiliki kekuasaan untuk dapat memberi pertolongan yang terlepas dari kekuasaan Allah Ta’ala, maka itu hukumnya syirik! Namun, bila dengan ‘itikad bahwa segala sesuatu adalah dari Allah Ta’ala, maka itu tidak ada halangannya, apalagi telah jelas bahwa kita meminta pertolongan (ghauts) kepada para wali itu maksudnya minta dimohonkan kepada Allah Ta’ala.”

Fulan : “Manakah yang lebih baik, berdoa kepada Allah secara langsung atau dengan perantara (tawasul)?”

KH Bisri Mustofa menjawab :
“Langsung boleh..Dengan perantara pun boleh. Sebab, Allah Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Saudara jangan mengira bahwa tawasul kepada Allah melalui nabi-nabi, wali-wali itu sama dengan saudara memohon kenaikan pangkat kepada atasan dengan perantara kepala kantor atau atasan Anda.
Pengertian tawasul yg begitu itu tidak benar. Sebab berarti
mengalihkan pandangan terhadap yang ditujukan (pihak atasan), beralih kepada pihak perantara, sehingga di samping mempunyai kepercayaan terhadap kekuasaan pihak atasan, saudara juga percaya kepada kekuasaan pihak perantara. Tawasul kepada Allah tidak seperti itu! . Bila saudara mau contoh tawasul kepada Allah Ta’ala melalui nabi-nabi dan wali-wali itu, seperti orang sedang membaca Al-Qur’an dengan memakai kacamata. Orang itu tetap memandang Al-Qur’an dan tidak dapat dikatakan melihat kaca.”

Fulan : Bukankah Allah ta’ala berfirman dalam al Quran al Karim
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﺃُﺩْﻋُﻮﻧِﻰ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ
Panggillah aku maka akan Aku sambut kepadamu. (Al Mukmin: 60)
ﻓَﺎﺩْﻋُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴْﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳِﻦَ
Maka sambutlah olehmu akan Allah ta’ala dengan memurnikan kepadanya akan agama. (Al Mukmin: 24)
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻻَﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻟَﻬًﺎ ﺃَﺧَﺮَ
Dan orang-orang yang tidak menyambut bersama Allah akan tuhan yang lain. (Al Furqon: 68)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa itu.

KH Bisri Mustofa menjawab :
“Betul. Tetapi semuanya itu sama sekali tidak melarang kita bertawasul dengan pengertian
sebagaimana yang telah saya terangkan tadi. Coba perhatikan contoh cerita berikut ini :
Saudara mempunyai seorang majikan yang kaya-raya, yg memiliki perusahaan besar.

Saudara sudah sangat kenal baik dengan beliau, bahkan Anda termasuk pekerja yang paling dekat dengannya.
Lalu, saya ingin diterima bekerja di perusahaannya. Untuk melamar pekerjaan itu, Anda (sebagai guru saya) saya ajak menghadap kepadanya bersama-sama, dan saya berkata. “Bapak pimpinan perusahaan yang mulia, kedatangan saya bersama guru saya ini, ada maksud yang ingin saya sampaikan, yaitu mohon di terima menjadi pekerja di perusahaan Bapak. Saya ajak guru saya menghadap Bapak karena saya pandang guru saya ini adalah orang baik hati dan jujur, serta juga kenal baik dengan Bapak.”

Coba perhatikan, kepada siapa saya memohon? Kemudian adakah gunanya saya mengajak saudara menghadap majikan itu?

Misalnya, ada dua orang pengemis. Pengemis pertama datang sendirian. Sedangkan pengemis kedua datang dengan membawa kedua anaknya yg masih kecil-kecil. Anak yg satu masih menyusu dan anak
yg satu lagi baru bias berjalan.

Di antara kedua pengemis itu, mana yang lebih mendapat perhatian Saudara? Saudara tentu akan menjawab, pengemis kedua yang membawa anak-anak itu yang lebih diperhatikan bukan? Kalau begitu, apakah ada gunanya pengemis itu membawa anak-anak yang masih kecil? Kepada siapa pengemis itu meminta? Apa pengemis itu meminta kepada anak-anaknya yang masih itu? Tentu tidak bukan?!”

Tanya jawab ini dikutip dari buku Wirid-wirid Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Rahasia Amalan- Amalan untuk Meraih Cinta Sejati

Address

Jl. Iriyan Jaya No. 10 PP. Tebuireng Wisma Laskar Hizbulloh No. 05

61471

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MAKK Tebuireng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to MAKK Tebuireng:

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share