28/08/2014
Teater Anak Negeri sampai dengan saat ini masih hanya ada di Bandung saja. Jakarta, Indonesia sudah sempat diuji coba, tetapi tim pengajarnya kemudian mundur.
Beberapa Relawan mendapat pembekalan tehnik dasar teater dalam pola permainan (termasuk Relawan dengan bground Fakultas Teater), pedagogig, dan pengetahuan umum (termasuk self manajemen, leadership, team work, tehnik komunikasi, pendekatan sistem view, & keselarasan dengan lingkungan hidup), namun dalam prakteknya mereka memiliki jarak terhadap cara berpikir anak-anak yang belajar dengan kegembiraan.
Berbeda dengan metode mengajar di sekolah umum, dimana anak menjadi patuh karena peraturan, terancam dengan nilai yang buruk atau faktor-faktor lain yang menekan, metode TAN mewajibkan pengajar dapat menerapkan self manajemen pada anak-anak sehingga keinginan untuk belajar harus timbul dari keinginannya sendiri. Kreatifitas dan bakat (talenta) dari seorang anak dirangsang untuk menguat dan menjadi modal dasar dalam menguasai kemampuan lainnya.
Kegiatan sanggar di Bandung saat ini juga dalam keadaan vakum karena keterbatasan pengajar dimana pengajar yang ada hanya mampu menangani komunitas yang menginginkan pelatihan hanya untuk pembekalan personal saja. (baca:http://dayaciptabudaya.co.nr/2012/04/workshop-dan-pelatihan-kebudayaan.html)
Salam, Berdaya Ciptalah.
DCB is a non-governmental, non-profit and volunteer-based organization that empowers education through cultural approaches to achieve improved quality of life in accordance with the basic culture that developed in the community.