Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan

  • Home
  • Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan

Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan, Education, Kp Sukaresmi Rt 49/15, .

TPA RI yag sekarang menjadi PAUD RI menjadi wadah bermain sambil belajar untuk kanak-kanak usia 4-7thn, untuk membangun generasi Profesional Huffaz Al-Amin, Bijaksana dan Santun.

 Seseorang Pernah Berkata : "Kalau Kamu Memberi Saat Kamu Sedang Memiliki itu  . Menjadi   adalah Saat Kamu Tidak Memili...
01/09/2017


Seseorang Pernah Berkata :
"Kalau Kamu Memberi Saat Kamu Sedang Memiliki itu . Menjadi adalah Saat Kamu Tidak Memiliki Tapi Kamu Tetap Bisa "
Maka Ibu Pemulung yang Bisa itu Lebih Beruntung daripada yang Duitnya Menggunung Tapi Hanya Sibuk . Atau Kisah Anak yang Mengumpulkan Rupiah Demi Rupiah Demi Membelikan Kambing untuk Ibunya Supaya Bisa , itu Luar Biasa.

Seperti Itulah Nabi Ibrahim Mengajarkan Tentang Ketaatan, Penuh perjuangan dan juga Keihlasan.

Maka yang terlihat Sempit, AllAh Berikan Kelonggaran. Yang di Mata kita tidak Berpunya Mungkin Justru Namanya Sedang Dipesankan Kavling di

Selamat
Semoga AllAh Menerima Amalan Kita Semua




Selamat Hari Guru... Semoga Menjadi Guru yg di Gugu n di Tiru.. Tetaplah menjadi Team yg Solid.. I Proud of U Guys... 😍😍...
25/11/2016

Selamat Hari Guru...
Semoga Menjadi Guru yg di Gugu n di Tiru..
Tetaplah menjadi Team yg Solid..
I Proud of U Guys... 😍😍😍😍😍🎓🎓🎓

لبيك اللهم لبيك.. لبيك لا شريك لبيك... Bismillah... Biiznillah...
19/11/2016

لبيك اللهم لبيك.. لبيك لا شريك لبيك...
Bismillah...
Biiznillah...

Assalamu'alaikum Mohon doa dari Semua..Insya Allah kami akan mengadakan Ihtifal Ilmu Santriwan Santriwati PAUD-TPQ RI
17/05/2015

Assalamu'alaikum Mohon doa dari Semua..
Insya Allah kami akan mengadakan Ihtifal Ilmu Santriwan Santriwati PAUD-TPQ RI

08/05/2015

Semangat Ramadhan 40 hari lagi...

Alhamdulillah selesai sudah kunjungan ke Kantor Polisi hari ini Sabtu,21/2/14. Semoga aktiviti ini mendorong anak2 lebih...
21/02/2015

Alhamdulillah selesai sudah kunjungan ke Kantor Polisi hari ini Sabtu,21/2/14. Semoga aktiviti ini mendorong anak2 lebih memaknai "POLISI SAHABAT ANAK ANAK"

12/02/2015

Overactive or Hiperactive yaa ?

Ayah bunda, kita sebagai orang tua kadang-kadang dibuat bingung atau jengkel dengan kelakuan anak kita. Kita sering menganggap tingkat kelakuan atau perilaku anak diluar kewajaran. Kita bertanya dalam hati anak itu mungkin termasuk anak yang hiperaktif atau overaktif. Agar kita tidak bimbang, berikut tips mengenal sifat anak hiperaktif atau overaktif.
Untuk menentukan apakah seorang anak hiperaktif atau tidak, anak perlu dibawa ke psikolog. Meskipun demikian, kita sebagai orang tua mungkin perlu paham sedikit mengenai hiperaktif sehingga tidak dengan gampang memberi sebutan hiperaktif pada seorang anak. Menurut pandangan psikolog, seorang anak dikatakan hiperaktif jika menunjukkan gejala-gejala seperti:
Sering gelisah, dapat dilihat dari gerak tangan atau kaki atau menggeliat-geliat,
Sering meniggalkan tempat duduk,
Sering lari atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai,
Sering mengalami kesulitan dalam bermain atau beristirahat,
Sering bergerak bukan karena kemauan anak atau anak selalu jalan terus,
Sering berbicara secara berlebih-lebihan,
Sering menjawab dengan cepat pertanyaan yang belum selesai ditanyakan,
Memiliki kesulitan untuk menunggu atau mengantri,
Sering memotong pembicaraan.
Anak yang hiperaktif minimal menunjukkan 6 gejala dari 9 gejala diatas dan gejala tersebut minimal telah terjadi selama 6 bulan.
Jika seorang anak melakukan kegiatan ada tujuannya atau maksudnya, kemungkinan besar anak tersebut bukan hiperaktif tetapi overaktif. Anak yang overaktif adalah anak yang memiliki energi berlebih. Biasanya anak overaktif juga memiliki banyak ide dan kemampuan inteligensi yang baik sehingga ada saja yang dikerjakannya. Sekilas anak yang overaktif mirip dengan anak yang hiperaktif, sama-sama banyak gerak. Tetapi bila diperhatikan dengan seksama mereka mempunyai perbedaan yang berarti. Anak yang hiperaktif bergerak atau beraktivitas tanpa memiliki tujuan/maksud. Contohnya, anak yang hiperaktif pegang mobil-mobilan ya hanya sekedar pegang, sebentar kemudian mungkin dilempar/ditinggalkan untuk berlari yang sekedar berlari. Sementara itu, anak yang overaktif ketika memegang mobil-mobilan dia memang bermaksud bermain dengan mobil-mobilannya sehingga dia akan asyik bermain mobil-mobilan sampai puas, setelah puas dia baru beralih ke kegiatan yang lain.
Perbedaan yang lain antara anak hiperaktif dan anak overaktif adalah pada permasalahan yang muncul akibat dari perilaku anak. Anak overaktif biasanya tidak memiliki permasalahan yang berarti baik dalam hubungan dengan keluarga, teman sebaya maupun permasalan sekolah. Anak yang overaktif biasanya justru memeliki prestasi sekolah yang baik. Sebaliknya anak yang hiperaktif biasanya memiliki permasalahan dalam hubungan dengan keluarga, teman sebaya, dan memiliki permasalahan dalm sekolah.
Demikian sekilas cara kita untuk mengenali sifat anak hiperaktif atau overaktif. Sehingga ayah bunda sebagai orang tua tidak membuat anggapan yang buruk dan dapat memperlakukan pendidikan secara tepat dan bijaksana kepada anak. Taburkan cinta dan kasih sayang kepada sang buah hati. Semoga bermanfaat.

11/02/2015

ANAK ADALAH CERMIN ORANG TUA

# ”ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU…!! #
1. Jika anakmu BERBOHONG, itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI, itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT

3. Jika anakmu KURANG BERBICARA, itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA

4. Jika anakmu MENCURI, itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.

5. Jika anakmu PENGECUT, itu karena engkau selalu MEMBELANYA.

6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN, itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.

7. Jika anakmu MARAH, itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.

8. Jika anakmu S**A BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.

9. Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN, itu karena engkau S**A MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.

10. Jika anakmu LEMAH, itu karena engkau S**A MENGANCAMNYA.

11. Jika anakmu CEMBURU, itu karena engkau MENELANTARKANNYA.

12. Jika anakmu MENGANGGUMU, itu karena engkau KURANG MENCIUM & MEMELUKNYA

13. Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU, itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

14. Jika anakmu TERTUTUP, itu karena engkau TERLALU SIBUK.

"JADILAH ORANG TUA YANG BIJAK :-) "

Sudahkah anda baca Quran Hari ini? Alhamdulillah kami bersama anak-anak sudah sekalipun hanya satu ayat...Ayo kita dawam...
07/02/2015

Sudahkah anda baca Quran Hari ini?
Alhamdulillah kami bersama anak-anak sudah sekalipun hanya satu ayat...

Ayo kita dawamkan... Semangat!!!!

06/02/2015
Subhanallah wa bihamdihi... Allah punya rencana yg unik untuk memberikan kesadaran pd hambaNya
05/02/2015

Subhanallah wa bihamdihi... Allah punya rencana yg unik untuk memberikan kesadaran pd hambaNya

Kisah pak tua penjual amplop Yang Jujur & Hidup Penuh Syukur

www.BusaaMuslimTrendy.com

Cuaca hari itu sedang terik. Darta (78), bapak tua dengan gembolan keresek besar mencoba mencari tempat untuk menjajakan jualannya. Mengenakan baju putih dan penutup kepala merah kusam, Darta membuka lapak tepat di seberang pintu utama kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Darta adalah penjual amplop. Jika kebetulan melintas di sekitar Masjid Salman ITB, ada sosok kakek renta yang sangat setia dengan 'profesinya'. 12 Tahun sudah bapak tiga anak ini menjual lembaran demi lembaran kertas segi empat, yang kini sebenarnya sudah tergerus zaman.

Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu. Kini serba praktis. Amplop pun kini bukan jadi pilihan utama bagi kebanyakan orang.

Cukup ternganga memang, ketika di sekitaran Jalan Ganeca, Bandung orang menjajakan dengan barang serba bernilai, Darta hanyalah menjual kertas amplop.

Merdeka.com, saat itu mencoba menghampiri bapak tua tersebut. Tak kuasa melihat kondisinya. Tangannya gemetar, kakinya kusam, pendengaran pun sudah tak sempurna.

"Ini amplop cep (panggilan buat orang yang lebih muda)," kepada merdeka.com, saat menanyakan barang apa saja yang dijual.

Dia menjual amplop ukuran kecil 5x3 cm dan besar 10x9 cm. Kertas amplop berisi 10 itu dibungkus ke dalam plastik. "Yang besar Rp 1.000 isinya 10, kalau yang kecil Rp 2.000 isinya 20," terangnya.

Sungguh terkaget mendengar harga yang ditawarkan. Mengapa kakek menjual semurah itu? "Saya masih dapat untung kok," jawab kakek.

Kata dia, dalam satu bungkus plastik yang berisikan 10 amplop, bisa meraup untung Rp 200. begitu juga dengan yang amplop kecil berisi 20.

Berarti kakek hanya ambil untung Rp 200 saja? "Iya bapak beli Rp 800, jual Rp 1.000 Itu juga patut disyukuri. Bapak masih bisa makan, dan yang pasti bapak sehat," ucap kakek yang enggan menaikkan harga amplopnya lantaran takut tidak laku.

Mengharukan memang mendengar jawaban jujur Darta. Keuntungan yang tidak seberapa, tapi dirinya berjuang untuk hidup. Istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sedangkan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

"Dari pada saya mengemis, lebih baik saya berjualan, bapak masih kuat kok," jawab Darta dengan senyum.

Kebetulan hari itu Darta cukup laris jualan amplopnya. "Sudah 20 plastik habis," ungkapnya sembari mengucapkan Alhamdulilah. 20 Bungkus dikalikan Rp 1.000 berarti, sudah mendapatkan Rp 20 ribu.

Paling banyak kakek ini pernah mendapatkan Rp 50 ribu. "Alhamdulilah itu juga, s**a ada yang ngasih lebih," ujarnya.

Tapi, jika belum rezekinya, Darta tidak pernah mendapatkan uang sama sekali. "Pernah muter-muter tidak laku dijual, atau ya kadang dapat Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu," ujarnya dengan suara lirih.

Tak selalu rezekinya di dapat di sekitaran kampus ITB, Darta pun mencoba peruntungannya di tempat lain. Biasanya dia membuka lapak di Simpang Lima, D**o, Bandung.

Atau di sekitaran Jalan Sukajadi, tepatnya di depan Rumah Sakit Sukajadi. Besar perjuangan Darta. Semua dia lakukan dengan berjalan kaki. Jarak ketiga tempat itu berjauhan. Diperkirakan Jalan Ganeca-Simpang Lima 2 kilometer, Jalan Ganeca-Sukajadi sekitar 5 kilometer.

"Bapak kuat kok, kalau pakai angkot uangnya nanti gak bisa buat makan," imbuhnya.

Tak ada raut pesimis dalam wajah Darta. Meski hari demi hari dilaluinya dengan sulit, tapi dirinya yakin bahwa Tuhan telah memberikan jalan terbaik.

"Dulu bapak pernah jadi tukang sapu di SMA 3 dan 5 Bandung, tapi Bapak memutuskan untuk jualan saja, yang penting bapak tidak minta-minta," ujarnya.

Tampak raut wajah sumringah di sela-sela obrolan. Sebab beberapa pembeli ada yang memborong amplopnya. Dia mengaku ingin pulang bisa lebih sore.

"Pengen pulang cepat," singkatnya, yang sudah mengantungi Rp 30 ribu hari itu. Darta bertempat tinggal di Desa Cipicung, RT 6/RW1, Kabupaten Bandung. Jarak desa ini ke tempat kakek berjualan diperkirakan mencapai 20 kilometer.

"Bapak berangkat jam setengah 5 subuh. Di jalan bisa sampai dua jam. Ongkosnya bisa mencapai Rp 12 ribu, bolak-balik," katanya.

Sungguh perjuangan luar biasa. 12 tahun lebih menjual amplop, Darta tak pernah mengeluh. "Tuhan punya jalan bagi orang yang mau berusaha," ujarnya menutup pembicaraan.

Address

Kp Sukaresmi Rt 49/15

41262

Opening Hours

Monday 07:30 - 20:45
Tuesday 07:30 - 20:45
Wednesday 07:30 - 20:45
Thursday 07:30 - 20:45
Friday 07:30 - 20:45
Saturday 07:30 - 20:45
Sunday 07:30 - 20:45

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Rumah Tahfidz Raudhatul Irfan:

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share