Meme Dakwah Hijrah

  • Home
  • Meme Dakwah Hijrah

Meme Dakwah Hijrah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Meme Dakwah Hijrah, Education Website, .

Mati syahidDalam Islam, mati syahid (Bahasa Arab: شَهيد šyahīd, jamak: شُهَداء šyuhadā') artinya Muslim yang maut ketika...
12/05/2022

Mati syahid

Dalam Islam, mati syahid (Bahasa Arab: شَهيد šyahīd, jamak: شُهَداء šyuhadā') artinya Muslim yang maut ketika berperang atau berjuang di jalan Allah membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk menegakkan agama Allah. Siapa yang berjuang membela harta miliknya, jiwanya, keluarganya, agamanya, dan meninggal dalam perjuangannya itu, maka ia meninggal fi sabilillah atau mati syahid. Mati syahid merupakan cita-cita tertinggi umat Islam. Salah satu jalan menuju mati syahid adalah berjuang di jalan Allah (jihad fi sabilillah).

Dalil orang mati syahid

Orang-orang yang termasuk golongan yang meninggal dalam keadaan syahid telah dijelaskan dalam dalam Al-Quran dan hadis, adalah sebagai berikut:

"Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki;
(Dan juga) mereka bersukacita dengan karuniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (yaitu) bahwa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka p**a tidak akan berdukacita.

Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya; dan (ingatlah), bahwa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman. (Surah Ali ‘Imran:169-171)

Adapun hadis-hadis Rasulullah s.a.w yang berkenaan dengan masalah golongan yang meninggal dalam keadaan syahid banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang terbunuh kerana membela hartanya, maka ia syahid. Terbunuh kerana membela agamanya, maka ia syahid. Terbunuh kerana membela dirinya, ia syahid. Dan terbunuh kerana membela keluarganya, ia syahid." (Hadis Riwayat Ahmad(1565), Tirmidzi(1341), An Nasa’I(4026), Abu Daud(4142))

2.Rasulullah juga bersabda:

"Orang yang mati syahid ada 5 (yaitu), orang yang mati karena wabah, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah. " (HR.Bukhari dan muslim)

3. Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:

"Apa menurut kalian tentang orang yang mati syahid?" Mereka menjawab: "Wahai Rasulullah, mati syahid adalah buat mereka yang dibunuh fisabilillah." Rasulullah bersabda: "Jika demikian saja, maka syuhada umatku sedikit." Mereka bertanya: "Lalu, siapa mereka Ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Barangsiapa dibunuh dijalan Allah itulah Syahid, dan barangsiapa mati fisabilillah itulah syahid, yang mati kerana thaun (sejenis penyakit lepra) maka dia syahid, dan siapa yang mati kerana sakit perut dia syahid." (Hadis Riwayat Muslim(3539))

Ganjaran mati syahid

Rasulullah bersabda:

"Bagi orang yang mati syahid ada 7 keistimewaan yaitu:
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya meluncur keluar, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari azab kubur, terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikahwinkan dengan bidadari,dan diperkenankan memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya"
(Hadis Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Semoga bermanfaat

Jangan lupa follow
https://www.facebook.com/Satria.Praditya.Syariff/

Neraka Zamharir Menurut Islamneraka jahanam zamharirMenurut Ustadz Abdul Somad, neraka zamharir artinya orang yang tegak...
10/05/2022

Neraka Zamharir Menurut Islam

neraka jahanam zamharir

Menurut Ustadz Abdul Somad, neraka zamharir artinya orang yang tegak di bawah tak tembus cahaya matahari dari atas.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

“Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangt panas dan air yang sangat dingin.” (QS. Sad 28: Ayat 57)

Sedangkan menurut hadis dari riwayat Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, Nabi Muhammad saw. bersabda, “Zamharir adalah rumah orang kafir yang dilemparkan ke dalamnya, lantas mereka terasing karena saking dinginnya.”

Lalu dalam hadis Mutaffaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw. bersabda, “Neraka berkata; ‘Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, maka izinkanlah kami untuk bernafas,’ maka Allah mengizinkan untuk bernafas dua kali, yaitu saat musim dingin dan musim panas. Hawa yang amat panas itu adalah hari panasnya neraka dan hawa yang amat dingin itu adalah hari dinginnya (dingin bekunya) neraka.”

Disebutkan bahwa hawa dingin neraka zamharir mampu membuat daging terlepas dari tulang-belulangnya sampai-sampai para penghuni neraka meminta meminum dari panasnya api neraka.

Doa untuk Dilindungi dari Siksa Neraka:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

Artinya: “Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik.”

Semoga bermanfaat

Jangan lupa follow👍
👇?Meme Dakwah Hijrahiff/

Jembatan Shiratal Mustaqim, Arti dan Gambaran dalam Al Quran serta HaditsJembatan Shiratal Mustaqim adalah titian yang a...
07/05/2022

Jembatan Shiratal Mustaqim, Arti dan Gambaran dalam Al Quran serta Hadits

Jembatan Shiratal Mustaqim adalah titian yang akan dilalui tiap manusia di hari akhir. Setelah ditimbang amal perbuatannya, setiap manusia disyaratkan berjalan melewati jembatan ini.

Dikutip dari situs Kanwil Kemenag Sumatera Selatan, jembatan shiratal mustaqim adalah rahmat sekaligus azab Allah SWT. Bagi yang berhasil melewatinya akan mendapatkan surga dan kekal di dalamnya.

"Akan tetapi barang siapa yang saat melintasi jembatan tersebut bersusah payah dan terjatuh, maka sesungguhnya dia masuk lembah kebinasaan dan termasuk golongan yang merugi," tulis Kanwil Kemenag Sumsel dalam artikel karya Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kota Lubuklinggau Hasbi Mustofa.

Adanya jembatan Shiratal Mustaqim telah dijelaskan Allah SWT dalam surat Al Fatihah ayat 6

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW memberi gambaran jembatan Shiratal Mustaqim. Hadist ini diceritakan Abu Sa'id al-Khudriy,

بَلَغَنِي أَنَّ الْجِسْرَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرَةِ وَ أَحَدُّ مِنَ السَّيْفِ

Artinya: "Aku diberitahu bahwa jembatan itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang." (HR Muslim).

Gambaran lain tentang jembatan Shiratal Mustaqim adalah yang terdapat dalam hadits berikut,

وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاري

Artinya: Dan dibentangkanlah jembatan di atas permukaan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu: "Ya Allâh, selamatkanlah, selamatkanlah." Pada shirâth itu, terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dân. "Pernahkah kalian melihatnya?" Para sahabat menjawab, "Pernah, wahai Rasulullah." Maka ia seperti duri pohon Sa'dân, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah SWT. Ia menempatkan manusia sesuai dengan amalan mereka. (HR Bukhari).

Para manusia digambarkan melalui jembatan tersebut sesuai amalannya di dunia. Sebagian melaluinya dengan cepat dan ringan, namun ada juga yang lambat dan penuh luka. Sebagian tak mampu melintasi hingga ujung jembatan. Berikut haditsnya,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ))، قَالَ : قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ ؟ قَالَ: أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ.

Artinya: Rasulullah SAW: "Lalu diutuslah amanah dan rohim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shiraath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat". Aku bertanya: "Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?" Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : "Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shirâth sambil berkata: "Ya Allâh selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak". Beliau menuturkan (lagi): "Di kedua belah pinggir shirâth terdapat besi pengait yang bergatungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada p**a yang terjungkir ke dalam neraka. (HR Muslim).

Sesuai hadits ini, jembatan Shiratal Mustaqim adalah titian yang dilalui dengan bergantung pada amalan manusia. Mereka yang selalu taat perintah Allah akan melewatinya dengan cepat dan selamat, namun berbeda dengan hambaNya yang abai.

Semoga tulisan tentang jembatan Shiratal Mustaqim ini bisa meningkatkan keimanan pada Allah SWT.

Nama nama Neraka dan calon penghuni nyaNERAKA adalah tempat yang sangat mengerikan, baik tingkatan yang paling rendah at...
06/05/2022

Nama nama Neraka dan calon penghuni nya

NERAKA adalah tempat yang sangat mengerikan, baik tingkatan yang paling rendah ataupun tingkat yang paling tinggi. Neraka merupakan tempat kembali bagi manusia yang telah durhaka kepada Allah Azza Wa Jalla. Ternyata ada nama neraka beserta tingkatannya.

Siapapun, di dunia ini, tidak akan ada yang mau memasukinya. Karena dahsyat dan mengerikannya neraka yang merupakan seburuk-buruknya tempat. Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.” (QS. An-Nisa: 145).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa neraka memiliki tingkatan. Tapi tahukah apa saja tingkatan itu? dan diperuntukan untuk siapa neraka tersebut? Simak 7 nama-nama neraka berikut ini:

1 Nama Neraka: Hawiyyah

Neraka Hawiyyah ini adalah neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang sangat mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir, dan termasuk juga keluarga Fir’aun, dalam neraka Hawiyyah.

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman: “Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka dia dilemparkan ke neraka hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas.” (Q.S. Al-Qoriah : 8-11).

2 Nama Neraka: Jahim

Neraka jahim ini berada di tingkatan ke 6 yaitu di atasnya neraka Hawiyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah subhaanahu wa ta’ala.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat” (QS.Asy-Syu’araa : 91).

3 Nama Neraka: Saqar

Neraka saqar ini berada di tingkatan ke 5 yaitu yang terletak di atasnya pintu neraka Jahim. didalamnya ditempati oleh orang -orang yang tidak melaksanakan salat, orang yang berbohong tentang keberadaan Allah, orang yang menyembah selain Allah (berhala, patung) atau menyembah zat yang keluar dari sifat Allah dan Al quran.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Didalam surga mereka saling bertanya dari hal orang berdosa. Apakah sebabnya kamu masuk neraka Saqar? “Karena kami tidak sholat, kami tidak memberi makan orang miskin, kami percaya pada yang bukan-bukan. Kami mendustakan hari kiamat.” (Q.S. Al-Mudatsir : 40-46).

4 Nama Neraka: Ladza

Neraka ladza ini berada di tingkatan ke 4 yaitu yang terletak di atasnya pintu neraka saqar. Di dalamnya ditempati oleh Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya, dan orang-orang majusi, mereka kekal bersama Iblis di dalamnya.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak.” (QS. Al-Ma’arij : 15).

5 Nama Neraka: Huthamah

Neraka hutamah ini berada di tingkatan ke 3 yaitu yang terletak diatasnya pintu neraka Ladza. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Dan tahukah kamu, apakah Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan Allah) yang dinyalakan”. (QS. Al-Humazah : 5-6).

6 Nama Neraka: Sa’ir

Neraka Sa’ir ini berada di tingkatan ke 2 yaitu yang terletak diatasnya pintu neraka Hutamah. Didalamnya ditempati oleh orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat, atau mereka yang mengeluarkan tetapi tidak pada porsinya. Dan orang-orang yang memakan harta anak yatim, mereka akan dimsukkan kedalam neraka Sa’ir.

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Bahwasanya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, sesungguhnya mereka memakan api sepenuh perutnya, dan nanti mereka akan dimasukkan kedalam neraka Sair.” (Q.S. An-Nisa’ : 10).

7 Nama Neraka: Jahannam

Neraka jahannam ini adalah neraka yang paling atas (pertama). Pintu neraka ini ditempati oleh kaum muslimin (umat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam) yang melakukan dosa besar. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Jibril kepadaNabi shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Hai Muhammad! pintu neraka jahannam, ini dihuni oleh orang-orang yang melakukan dosa besar dari umatmu, dimana mereka mati sebelum bertaubat.

“Demi mendengar apa yang dikatakan Jibril, Rasulullah pun langsung pingsan. Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah sadar kembali, beliau berkata : “Hai Jibril! sangat besar musibahku. Karena sesungguhnya aku amat takut bila umatku dimasukkan ke dalam neraka!”

Jibril menjawab, “Ya, umatmu yang melakukan dosa besar akan dimasukkan ke dalam neraka! ”

Kemudian Rasulullah menangis, dan Jibril pun ikut menangis. Tiba-tiba mereka berdua mendengar firman Allah subhaanahu wa ta’ala : Hai Jibril, Hai Muhammad! sesungguhnya Aku menjauhkan kalian berdua dari neraka. Tetapi janganlah kamu merasa aman dari siksa-Ku!”

Firman Allah subhaanahu wa ta’ala: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.” (QS. Al-Hijr : 43). []

Larangan Menjadikan Agama Sebagai Bahan Candaan dan LawakanTerdapat peringatan dalam agama kita yang melarang seseorang ...
06/05/2022

Larangan Menjadikan Agama Sebagai Bahan Candaan dan Lawakan

Terdapat peringatan dalam agama kita yang melarang seseorang membuat suatu lawakan atau candaan dengan menceritakan suatu hal yang isinya dusta atau berbohong, dalam rangka membuat manusia tertawa. Peringatannya cukup keras.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻯ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ

“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia .”[1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dusta tidak diperbolehkan baik dalam hal serius maupun bercanda, Beliau menukilkan perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

ﺇﻥ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻻ ﻳﺼﻠﺢ ﻓﻲ ﺟﺪ ﻭﻻ ﻫﺰﻝ

“Sesungguhnya berdusta tidak boleh baik dalam keadaan serius maupun bercanda”[2]

Beliau menjelaskan lagi bahwa hukumannya lebih berat jika sampai menimbulkan permusuhan dan persengketaan di antara manusia bahkan menimbulkan bahaya bagi agama. Beliau berkata,

ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻋﺪﻭﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﺿﺮﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ؛ ﻓﻬﻮ ﺃﺷﺪ ﺗﺤﺮﻳﻤﺎ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ . ﻭﺑﻜﻞ ﺣﺎﻝ : ﻓﻔﺎﻋﻞ ﺫﻟﻚ ﻣﺴﺘﺤﻖ ﻟﻠﻌﻘﻮﺑﺔ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺮﺩﻋﻪ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ

“Apabila hal tersebut (dusta) menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin dan menimbulkan madharat bagi agama, maka ini lebih terlarang lagi. Pelakunya harus mendapatkan hukuman syar’i yang bisa membuatnya jera.”[3]

Ini menjadi peringatan bagi para komedian, aktivis stand-up comedy dan para pelawak agar hendaknya berhati-hati dan kita doakan kebaikan kepada mereka agar meninggalkan hal ini. Terlebih-lebih terlalu banyak tertawa bisa mematikan hati dan mengeraskan hati karena kebahagiaan sejati bukan dengan terlalu sering tertawa bahkan berlebihan sampai terbahak-bahak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗُﻜْﺜِﺮُ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚِ ﺗُﻤِﻴْﺖُ ﺍﻟﻘَﻠْﺐَ

“Janganlah terlalu banyak tertawa karena banyak tertawa bisa mematikan hati.”[4]

Larangan menjadikan agama sebagai bahan candaan, lawakan dan olok-olok
Hal ini sangat keras peringatannya. Allah berfirman,

ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66]

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa hukumnya sangat berat yaitu bisa keluar dari agama Islam. Beliau berkata,

‏ فإن الاستهزاء باللّه وآياته ورسوله كفر مخرج عن الدين لأن أصل الدين مبني على تعظيم اللّه، وتعظيم دينه ورسله

“Mengolok-olok dalam agama, ayat Al-Quran dan Rasul-Nya termasuk kekafiran yang bisa mengeluarkam dari Islam, karena agama ini dibangun di atas pengagungan kepada Allah, agama dan Rasul-Nya.”[5]

Karena memang agama ini adalah suatu yang mulia dan sangat tidak layak jika digunakan untuk jadi bahan candaan atau lawakan. Ingatkah kita ada aturan di bandara, “Bagi yang bercanda membawa bom di bandara, bisa terkena pasal hukuman pidana”. Jika urusan dunia seperti ini saja tidak boleh, tentu urusan agama lebih tidak boleh lagi.

Perlu diperhatikan juga bahwa menjadikan agama sebagai candaan atau mem-plesetkan istilah-istilah agama adalah kebiasaan orang Yahudi, sebagaimana Allah berfirman,

ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﻻَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺭَﺍﻋِﻨَﺎ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﺍﻧﻈُﺮْﻧَﺎ ﻭَﺍﺳْﻤَﻌُﻮﺍ ﻭَﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. [Al-Baqarah/2:104].

Raa’ina berarti “Sudilah engkau memperhatikan kami”. Yaitu kebiasaan para sahabat ketika berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yahudi mem-plesetkan menjadi “Ru’unah” yang artinya sangat dungu atau sangat tolol. Allah memerintahkan sahabat menggantinya dengan perkataan “undzurna” yang maknanya sama.

Semoga kita dijauhkan dari hal seperti ini.

Sumber: https://muslim.or.id/35776-larangan-menjadikan-agama-sebagai-bahan-candaan-dan-lawakan.html

Hukum bunuh diriSyekh Utsman mengatakan, bunuh diri memang dosa besar dalam ajaran Islam. Namun seorang Muslim yang meni...
05/05/2022

Hukum bunuh diri

Syekh Utsman mengatakan, bunuh diri memang dosa besar dalam ajaran Islam. Namun seorang Muslim yang meninggal karena bunuh diri, menurut para ulama, harus tetap dikafani, disholati dan dikuburkan dengan cara Muslim. Umat dianjurkan tetap mendoakan orang tersebut.

"Bunuh diri tidak menjadikan seorang kafir, dan siapa pun yang menyebut itu kafir adalah salah,"jelasnya.

Menurutnya, mungkin saja orang itu bunuh diri karena memang tidak sehat akal pikirannya."Jadi dia mungkin memiliki sesuatu dalam pikirannya atau gangguan dalam pikirannya," katanya.

Dia juga menasehati bahwa setiap orang memiliki kesulitan dalam hidup, tapi kesulitan tidak akan berhenti dengan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Seorang Muslim harus meyakini bahwa ketetapan Allah SWT akan berujung pada kebaikan.

Sedangkan penasihat M***i Mesir, Dr Majdy Ashour menekankan bahwa bunuh diri dilarang oleh hukum Islam, baik dalam Alquran, Sunah ataupun ijma' ulama. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya: "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa: 29).
Dalam sebuah hadist dari Tsabit bin Adh Dhohhak, Rasulullah SAW bersabda,

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu p**a.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3 Amal Jariyah yang Tidak Akan Terputus Meski Meninggal DuniaDi dalam Islam, amal jariyah mampu mendatangkan banyak paha...
02/05/2022

3 Amal Jariyah yang Tidak Akan Terputus Meski Meninggal Dunia

Di dalam Islam, amal jariyah mampu mendatangkan banyak pahala dan keutamaan bagi pelakunya, sehingga sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap Muslim.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).

1. Sedekah Jariyah

sedekah adalah pemberian sesuatu dari seorang Muslim kepada pihak yang berhak menerimanya, dilaksanakan dengan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah tertentu, dengan mengharapkan rida dari Allah Swt.

Sedangkan sedekah jariyah adalah sesuatu yang manfaatnya bersifat berkelanjutan, seperti wakaf tanah, buku-buku, sampai berbagai lembaga pendidikan seperti pesantren.

2. Ilmu yang bermanfaat

Orang tua yang giat dan tekun mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya, sehingga mereka pintar membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, akan mendapatkan penghargaan spesial di akhirat kelak, sebagaimana yang tertuang di dalam hadis berikut:

"Barang siapa membaca al-qur'an dan mengamalkannya maka kedua orang tuanya pada hari kiamat akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih bagus daripada cahaya matahari menembus rumah-rumah di dunia." (HR. Abu Dawud dan al-Hakim dari Mu'adz bin Jabal. Shahih. Al- Matjarur-Rabih hlm. 524 nomor 1084).

3. Doa Anak Sholeh

Doa bagi kedua orang tua merupakan salah satu bukti kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya yang telah meninggal dunia. Pasalnya, doanya itu akan terus mengalirkan kebaikan, manfaat, dan balasan kebaikan bagi kedua orang tuanya, meskipun amal-amal lainnya sudah terputus.

Dari Abdullah bin Umar Ra., Rasulullah Saw. bersabda: "Keridaan Allah bergantung kepada keridaan kedua orang tua dan murka Allah juga bergantung kepada murka kedua orang tua." (HR At-Tirmidzi (no. 1900)).

Demikianlah penjelasan mengenai 3 amal jariyah yang tidak akan terputus meskipun ajal telah menjemput.(BRP)

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Meme Dakwah Hijrah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share