CEBT Indonesia

CEBT Indonesia sebuah organisasi sosial yang bergerak pada perbaikan mental, moral dan spiritual

Pemahaman tentang pentingnya revolusi mental dalam era saat ini, seiring dengan semakin memudarnya sikap baik di kalangan para pemuda indonesia, hal ini di sebabkan karena semakin kuatnya pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan prilaku pancasil

Apapun yang Terjadi, Cintailah Dirimu Sendiri Semakin bertambahnya usia, kita perlahan-lahan berusaha mencari jati diri....
16/02/2018

Apapun yang Terjadi, Cintailah Dirimu Sendiri

Semakin bertambahnya usia, kita perlahan-lahan berusaha mencari jati diri. Kita mulai menyadari apa saja yang ingin kita lakukan. Termasuk memilih dengan siapa kita akan bergaul. Namun sayangnya, kadang kita justru merasa sulit untuk tidak membandingkan dengan orang lain di dunia yang sangat kompleks ini.

Kita ragu akan eksistensi diri, dan kemudian terus merasa gundah dan gelisah. Padahal seharusnya kita tahu kalau hidup akan menjadi lebih indah dan menyenangkan ketika kita mempunyai hubungan baik dengan diri sendiri. Oleh karena itu, coba lakukan 8 hal ini agar kita dapat mencintai diri kita sendiri.

1. Pertahankan dan tingkatkan kualitas diri dengan melakukan kegiatan ringan yang bermanfaat.

Jika kita tidak merawat dan menjaga diri sendiri, kita tidak akan merasa bahagia pada hari yang sedang kita jalani. Cobalah untuk setidaknya menyisakan satu jam untuk melakukan sesuatu untuk diri seperti mengikuti kelas baru, membaca buku bagus, atau sekedar meneguk teh hangat.

2. Izinkan diri kita mempunyai waktu untuk beristirahat walau cuma sejenak saja.

Penting sekali memberi waktu untuk beristirahat. Bagaimanapun sibuknya kita, kebutuhan untuk mengobati tubuh lelah dan beban pikiran adalah suatu kewajiban. Berikanlah ketenangan dan kedamaian dalam jiwa. Yakinkan diri bahwa kita sudah melakukan yang terbaik.

3. Kita hebat dengan cara sendiri. Kita tidak boleh memandang diri sendiri lemah dan tak berdaya.

Kita tidak boleh merasa diri tidak bisa melakukan apapun. Musuh terbesar yang bisa menghancurkan jiwa dan raga adalah prasangka buruk yang kita ciptakan. Ketika kita mengumpulkan pikiran negatif tentang "tampilan" diri sendiri, kita akan mulai membenci semua yang ada pada hidup.

4. Berhenti untuk menjadi seseorang yang "terlalu" perfeksionis karena akan berakhir menyakiti diri sendiri. Percayalah kalau kesalahan terjadi secara alami.

Jangan menyalahkan diri yang sedang gagal, pernah gagal atau terlanjur gagal. Semua orang pernah mengalaminya. Kita tidak akan bisa menghargai diri sendiri kalau selalu membenci kekurangan yang kita miliki.

5. Lihatlah kesuksesan yang pernah kita dapatkan dan bersyukurlah kepada Tuhan.

Terkadang kita lupa tentang kesuksesan yang kita miliki ketika hidup seakan tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Kita menjadi tidak bahagia terhadap diri sendiri hanya karena menutup mata tentang seberapa jauh langkah yang telah kita lakukan.

6. Jangan selalu terfokus terhadap apa yang orang lain inginkan. Kita harus tahu kalau kebutuhan kita adalah yang terpenting.

Kita boleh saja membuat orang-orang di sekeliling bahagia karena kehadiran kita. Tapi jangan lupa kalau kita tidak boleh merusak diri sendiri hanya karena permintaan atau perintah orang lain.

7. Berbaikanlah dengan diri sendiri. Dekatilah orang-orang yang memberi kita pengaruh yang baik.

Jauhi semua pengaruh buruk yang membawa pada kegiatan yang tidak baik. Kita bebas memilih hidup yang kita inginkan. Tapi tetaplah berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemanusiaan. Kalau kita berada di jalan yang benar, kita tidak akan tersesat pada jalan yang berujung menghancurkan hidup.

8. Senantiasa melakukan perbaikan mental dan fisik dengan melakukan olahraga, merawat tubuh dan wajah, serta taat pada agama.

Kamu harus mencintai diri sendiri dengan mengisi jiwa dan raga dengan berbagai aura positif.

Tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan sambil mengingat kalau kita mencintai diri sendiri. Penuhi hidup dengan kebaikan dan kedamaian yang membuat hidup lebih bermakna. Jadi jangan lupa untuk senantiasa mempunyai hubungan yang baik dengan diri sendiri.

29/01/2018

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?
INILAH JAWABANNYA :

Seorang guru di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Saya tanya "kenapa begitu?”

Jawabnya :

1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”

”Oh banyak sekali.."

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..

Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, sebagai berikut :

1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja!!”

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.

Mari perbaiki cara kita mendidik Anak, dapatkan ebook gratis 7 Ciri Anak Bermasalah Gratis

>>Kontak WA 082301008877 ketik "Anak"
>> Langsung Kami Kirim ke WA Anda

Mari mulai belajar memahami cara mendidik generasi penerus, agar menjadi insan cerdas.
31/12/2017

Mari mulai belajar memahami cara mendidik generasi penerus, agar menjadi insan cerdas.

Komunikasi dengan anak merupakan salah satu masalah yang banyak dihadapi ibu-ibu di belahan dunia manapun. Banyak ibu-ib...

DETEKSI KESOMBONGANSombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jab...
26/12/2017

DETEKSI KESOMBONGAN

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua. Siapa saja dan apapun status ataupun jabatan kita.

Ditingkat Satu:

Sombong disebabkan oleh faktor materi, dimana kita merasa lebih kaya, lebih berkuasa, lebih tinggi jabatan, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Ditingkat ke Dua:

Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan, kita merasa lebih rajin, lebih pintar, lebih kompeten, lebih berpengalaman, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Ditingkat ke Tiga:

Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan, kita sering menganggap diri lebih bermoral, lebih pemurah, lebih banyak amalnya, lebih bersemangat berjuang dan beribadah, lebih banyak kontribusinya untuk umat. lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil. dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan kita, semakin sulit p**a kita mendeteksinya.

Sombong karena materi mudah terlihat. namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam bathin kita.

Cobalah setiap hari kita introspeksi diri kita. Kadang kita butuh orang lain untuk mengintropeksi diri, kita butuh kritikan dan masukan orang lain. Sadarilah, bahwa setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan hendaklah kita banyak-banyak bersyukur supaya kita tidak menjadi buta dengan kepongahan dan kesombongan itu sendiri.

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang semakin dalam, dan disamping itu kesombongan juga tidak disukai baik oleh penghuni bumi maupun penghuni langit.

Tetaplah bersabar dan rendah hati. Sebab, kadang orang yang kita hadapi ternyata lebih hebat dari kita.




13/12/2017

HIDUP POSITIF

Hidup positif itu...
Membina, bukan menghina.
Mendidik, bukan membidik.
Mengobati, bukan melukai.
Mengukuhkan, bukan meruntuhkan.
Saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

Hidup positif itu...
Mengajak, bukan mengejek.
Mengajar, bukan menghajar.
Saling belajar, bukan saling bertengkar.
Mengulurkan tangan, bukan memojokkan.
Menyejukkan, bukan menambah panas keadaan.
Menasehati, bukan mencaci maki.
Merangkul, bukan memukul.
Mengajak bersabar, bukan mengajak saling mencakar.

Hidup positif itu...
Argumentative, bukan provokatif.
Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
Realistis, bukan fantastis.
Mencerdaskan, bukan membodohkan.
Menawarkan solusi, bukan mengumbar janji.
Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.
Menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat.
Memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.
Mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.
Menyelesaikan masalah, bukan memperbesar masalah.
Berani tanggungjawab, bukan lari dari tanggungjawab.

Hidup positif itu...
Pandai memikat, bukan mahir mengumpat.
Menebar kasih sayang, bukan menebar kebencian.
Menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari-cari aib dan menyebarkannya.
Menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
Mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

Hidup positif itu...
Memberi senyuman, bukan memperbesar keangkuhan.
Berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
Siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

Hidup positif itu...
Mencari teman, bukan mencari lawan.
Meluruskan kesesatan, bukan mengutuk kegelapan.
Asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.
Menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.
Mengatakan: "aku cinta kamu", bukan "aku benci kamu",
"mari bersama kami" bukan "kamu harus ikut kami".
Saling memaafkan, bukan saling menyalahkan.

Marilah sedikit lebih bijak dalam melihat potensi pada generasi penerus dengan cara memberikan dan memfasilitasi atas po...
31/10/2017

Marilah sedikit lebih bijak dalam melihat potensi pada generasi penerus dengan cara memberikan dan memfasilitasi atas potensi besar yang dimilikinya.

Cerdas tidaknya seorang anak tak bisa dilihat hanya dari nilai akademisnya saja di sekolah.

Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu ti...
27/10/2017

Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu tidak hanya semata-mata disusun untuk menjadi hasil yang membantu kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajahan saat itu.

Melainkan lebih dari itu, Sumpah Pemuda telah menjadi spirit yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda itu.

Suatu spirit yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita. Yang kemudian dibungkus dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa, satu tanah air yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa universal antar bangsa, bahasa Indonesia.

Semoga kita sebagai generasi muda sekarang ini bisa memahami makna arti sumpah pemuda ini dengan baik dan memahami bahwasannya perjuangan pemuda kala merebutkan dan memperjuangkan kemerdekaan tak bisa dipandang sebelah mata.

Hari ini hari sumpah pemuda ke 89 dan semoga para pemuda bisa belajar akan sejarah sumpah pemuda dengan baik dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.

-berbangsa-bertanahair satu

Begitu pentingnya sebuah pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa hingga sangat eratnya dengan tujuan utama dari...
26/10/2017

Begitu pentingnya sebuah pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa hingga sangat eratnya dengan tujuan utama dari Pendidikan Nasional.

Keberadaan dan pentingnya pendidikan karakter bagi para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa tentu saja bukan sesuatu yang tanp...

Proses pembentukan karakter dalam diri seseorang terutama pada era sekarang ini sangatlah penting sebagai antisipasi dal...
23/10/2017

Proses pembentukan karakter dalam diri seseorang terutama pada era sekarang ini sangatlah penting sebagai antisipasi dalam menghadapi era yang sering disebut era globalisasi dalam segala lini kehidupan.

Pengembangan atau pembentukan karakter diyakini perlu dan penting untuk di lakukan oleh sekolah dan stakeholders-nya untuk menjadi pijak...

Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila, meliputi :1. Men...
15/10/2017

Pendidikan karakter bertujuan mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila, meliputi :

1. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia berhati baik, berpikiran baik, dan berprilaku baik; Membangun bangsa yang berkarakter Pancasila;

2. Mengembangkan potensi warga negara agar memiliki sikap percaya diri, bangga pada bangsa dan negaranya serta mencintai umat manusia.

Tujuan dari pendidikan karakter secara umum untuk mengembangkan siswa secara sosial, etis dan akademis dengan menanamkan pengembangan karakter ke dalam setiap aspek budaya sekolah dan kurikulum. (To develop students socially, ethically and academically by infusing character development into every aspect of the school culture and curriculum). Dengan demikian tujuan pendidikan karakter membantu peseta didik mengembangkan karakter yang baik, termasuk mengetahui, peduli dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai etika inti, seperti rasa hormat, tanggung jawab, kejujuran, keadilan dan kasih sayang.

Dalam Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Pendidikan karakter berfungsi sebagai berikut:

1. Membangun kehidupan kebangsaan
yang multikultural;

2. Membangun peradaban bangsa yang
cerdas, berbudaya luhur, dan mampu
berkontribusi terhadap pengembangan
kehidupan ummat manusia;

3. mengembangkan potensi dasar agar
berhati baik, berpikiran baik, dan
berperilaku baik serta keteladanan
baik;

4. Membangun sikap warganegara yang
cinta damai, kreatif, mandiri, & mampu
hidup berdampingan dengan bangsa
lain dalam suatu harmoni.

Address

Tinanggea
93385

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CEBT Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share