MAHASISWA SURVEYOR TIMOR LESTE

MAHASISWA SURVEYOR TIMOR LESTE

Compartilhar

Timor LEste Surveyor

29/11/2015

FUNGSI TOMBOL PADA KEYBOARD

Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Incrase Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Hanging Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsi pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Megubah nama suatu file/folder
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks (spelling)
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kursor ke awal baris
End : Memindahkan posisi kursor ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke bawah
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan

Versi 2 :
• CTRL + C (Copy)
• CTRL+X (Cut) CTRL + X (Cut)
• CTRL+V (Paste) CTRL + V (Paste)
• CTRL+Z (Undo) CTRL + Z (Undo)
• DELETE (Hapus)
• SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
• CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
• CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
• CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
• CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
• CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
• CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
• SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
• CTRL + A (Pilih semua)
• Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder)
• ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
• ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
• CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
• ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
• ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka)
• Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
• Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer)
• SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
• CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
• ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
• Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
• Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
• ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
• LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
• Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh)
• BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
• ESC (Membatalkan tugas sekarang)
• SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
Keyboard Shortcuts Dialog Box
• CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
• CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
• TAB (Move forward melalui pilihan)
• SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
• ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
• ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
• SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
• Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
• Tombol F1 (Menampilkan Help)
• Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
• BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
• Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
• Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
• Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
• Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
• Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
• Logo Windows + E (Membuka My Computer)
• Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
• CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
• Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
• Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
• Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Accessibility Tombol board Shortcuts
• Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
• SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
• NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
• END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
• HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
• NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
• LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
• RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)
Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter
• Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
• RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
• LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
• UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
• DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
• PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
• DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
• HOME (Pindah ke awal baris)
• END (Pindah ke akhir baris)
• CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
• CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
• SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombol board Shortcuts
• CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
• CTRL + N (Buka konsol baru)
• CTRL + S (Save the open console)
• CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
• CTRL + W (Buka jendela baru)
• F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
• ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
• ALT + F4 (Close the console)
• ALT + A (Menampilkan the Action menu)
• ALT + V (Menampilkan the View menu)
• ALT + F (Menampilkan the File menu)
• ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)
Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
• ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
• SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
• Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
• CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
• CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Remote Desktop Connection Navigation
• CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
• ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
• ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
• ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
• ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
• CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
• ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
• CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
• CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi
• CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
• CTRL + E (Open the select bar)
• CTRL + F (Start the Find utility)
• CTRL + H (Open the History bar)
• CTRL + I (Open the Favorites bar)
• CTRL + L (Buka kotak dialog Open)
• CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
• CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
• CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
• CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini)
• CTRL + W (Close jendela aktif)
•PRIN SCRN + printer aktif (Mencetak snapshot/ jendela keseluruhan)
•ALT + PRINT SCRN + PINTER AKTIF ( Mencetak Windows Aktif)

•SHIFT + F3 (1x) (Huruf depan Kapital)
•SHIFT + F3 (2x) (Semua Huruf kapital/besar)
•SHIFT + F3 (3x) (Semua huruf kecil)

08/10/2015

Pengertian GPS

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol) sampai dengan puluhan meter.

————————————————————————————————————————————————–

Kemampuan GPS

Beberapa kemampuan GPS antara lain dapat memberikan informasi tentang posisi, kecepatan, dan waktu secara cepat, akurat, murah, dimana saja di bumi ini tanpa tergantung cuaca. Hal yang perlu dicatat bahwa GPS adalah satu-satunya sistem navigasi ataupun sistem penentuan posisi dalam beberapa abad ini yang memiliki kemampuan handal seperti itu. Ketelitian dari GPS dapat mencapai beberapa mm untuk ketelitian posisinya, beberapa cm/s untuk ketelitian kecepatannya dan beberapa nanodetik untuk ketelitian waktunya. Ketelitian posisi yang diperoleh akan tergantung pada beberapa faktor yaitu metode penentuan posisi, geometri satelit, tingkat ketelitian data, dan metode pengolahan datanya.

————————————————————————————————————————————————–

Produk yang diberikan GPS

Secara umum produk dari GPS adalah posisi, kecepatan, dan waktu. Selain itu ada beberapa produk lainnya seperti percepatan, azimuth, parameter attitude, TEC (Total Electron Content), WVC (Water Vapour Content), Polar motion parameters, serta beberapa produk yang perlu dikombinasikan dengan informasi eksternal dari sistem lain, produknya antara lain tinggi ortometrik, undulasi geoid, dan defleksi vertikal.

————————————————————————————————————————————————–

Segmen Penyusun Sistem GPS

Secara umum ada tiga segmen dalam sistem GPS yaitu segmen sistem kontrol, segmen satelit, dan segmen pengguna.

Satelit GPS dapat dianalogikan sebagai stasiun radio angkasa, yang diperlengkapi dengan antena-antena untuk mengirim dan menerima sinyal –sinyal gelombang. Sinyal-sinyal ini selanjutnya diterima oleh receiver GPS di/dekat permukaan bumi, dan digunakan untuk menentukan informasi posisi, kecepatan, maupun waktu. Selain itu satelit GPS juga dilengkapi dengan peralatan untuk mengontrol attitude satelit. Satelit-satelit GPS dapat dibagi atas beberapa generasi yaitu ; blok I, blok II, blok IIA, blok IIR dan blok IIF. Hingga april 1999 ada 8 satelit blok II, 18 satelit blok II A dan 1 satelit blok II R yang operasional.

Secara umum segmen sistem kontrol berfungsi mengontrol dan memantau operasional satelit dan memastikan bahwa satelit berfungsi sebagaimana mestinya

Segmen pengguna terdiri dari para pengguna satelit GPS di manapun berada. Dalam hal ini alat penerima sinyal GPS ( GPS receiver ) diperlukan untuk menerima dan memproses sinyal -sinyal dari satelit GPS untuk digunakan dalam penentuan posisi, kecepatan dan waktu. Komponen utama dari suatu receiver GPS secara umum adalah antena dengan pre-amplifier, bagian RF dengan pengidentifikasi sinyal dan pemroses sinyal, pemroses mikro untuk pengontrolan receiver, data sampling dan pemroses data ( solusi navigasi ), osilator presisi , catu daya, unit perintah dan tampilan, dan memori serta perekam data.

————————————————————————————————————————————————–

Prinsip penentuan posisi dengan GPS

Prinsip penentuan posisi dengan GPS yaitu menggunakan metode reseksi jarak, dimana pengukuran jarak dilakukan secara simultan ke beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya. Pada pengukuran GPS, setiap epoknya memiliki empat parameter yang harus ditentukan : yaitu 3 parameter koordinat X,Y,Z atau L,B,h dan satu parameter kesalahan waktu akibat ketidaksinkronan jam osilator di satelit dengan jam di receiver GPS. Oleh karena diperlukan minimal pengukuran jarak ke empat satelit.

————————————————————————————————————————————————–

Tipe alat (Receiver ) GPS

Ada 3 macam tipe alat GPS, dengan masing-masing memberikan tingkat ketelitian (posisi) yang berbeda-beda. Tipe alat GPS pertama adalah tipe Navigasi (Handheld, Handy GPS). Tipe nagivasi harganya cukup murah, sekitar 1 – 4 juta rupiah, namun ketelitian posisi yang diberikan saat ini baru dapat mencapai 3 sampai 6 meter. Tipe alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa digunakan dalam survey dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian posisi sekitar sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Tipe terakhir adalah tipe Geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaring titik kontrol, survey deformasi, dan geodinamika. Harga receiver tipe geodetik cukup mahal, mencapai ratusan juta rupiah untuk 1 unitnya.

————————————————————————————————————————————————–

Sinyal dan Bias pada GPS

GPS memancarkan dua sinyal yaitu frekuensi L1 (1575.42 MHz) dan L2 (1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (receiver GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur ”Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y.

Ketika sinyal melalui lapisan atmosfer, maka sinyal tersebut akan terganggu oleh konten dari atmosfer tersebut. Besarnya gangguan di sebut bias. Bias sinyal yang ada utamanya terdiri dari 2 macam yaitu bias ionosfer dan bias troposfer. Bias ini harus diperhitungkan (dimodelkan atau diestimasi atau melakukan teknik differencing untuk metode diferensial dengan jarak baseline yang tidak terlalu panjang) untuk mendapatkan solusi akhir koordinat dengan ketelitian yang baik. Apabila bias diabaikan maka dapat memberikan kesalahan posisi sampai dengan orde meter.

————————————————————————————————————————————————–

Error Source pada GPS

Pada sistem GPS terdapat beberapa kesalahan komponen sistem yang akan mempengaruhi ketelitian hasil posisi yang diperoleh. Kesalahan-kesalahan tersebut contohnya kesalahan orbit satelit, kesalahan jam satelit, kesalahan jam receiver, kesalahan pusat fase antena, dan multipath. Hal-hal lainnya juga ada yang mengiringi kesalahan sistem seperti efek imaging, dan noise. Kesalahan ini dapat dieliminir salah satunya dengan menggunakan teknik differencing data.

————————————————————————————————————————————————-

Metoda penentuan posisi dengan GPS

Metoda penentuan posisi dengan GPS pertama-tama terbagi dua, yaitu metoda absolut, dan metoda diferensial. Masing-masing metoda kemudian dapat dilakukan dengan cara real time dan atau post-processing. Apabila obyek yang ditentukan posisinya diam maka metodenya disebut Statik. Sebaliknya apabila obyek yang ditentukan posisinya bergerak, maka metodenya disebut kinematik. Selanjutnya lebih detail lagi kita akan menemukan metoda-metoda seperti SPP, DGPS, RTK, Survei GPS, Rapid statik, pseudo kinematik, dan stop and go, serta masih ada beberapa metode lainnya.

————————————————————————————————————————————————–

Ketelitian Posisi yang diperoleh dari Sistem GPS

Untuk aplikasi sipil, GPS memberikan nilai ketelitian posisi dalam spektrum yang cukup luas, mulai dari meter sampai dengan milimeter. Sebelum mei 2000 (SA on) ketelitian posisi GPS metode absolut dengan data psedorange mencapai 30 – 100 meter. Kemudian setelah SA off ketelitian membaik menjadi 3 – 6 meter. Sementara itu Teknik DGPS memberikan ketelitian 1-2 meter, dan teknik RTK memberikan ketelitian 1-5 sentimeter. Untuk posisi dengan ketelitian milimeter diberikan oleh teknik survai GPS dengan peralatan GPS tipe geodetik dual frekuensi dan strategi pengolahan data tertentu.

————————————————————————————————————————————————-

Aplikasi-aplikasi Teknologi GPS

GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia pada saat ini, baik di darat, laut, udara, maupun angkasa. Disamping aplikasi-aplikasi militer, bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain meliputi survai pemetaan, geodinamika, geodesi, geologi, geofisik, transportasi dan navigasi, pemantauan deformasi, pertanian, kehutanan, dan bahkan juga bidang olahraga dan rekreasi. Di Indonesia sendiri penggunaan GPS sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu dan terus berkembang sampai saat ini baik dalam volume maupun jenis aplikasinya

08/10/2015

Perbedaan Geodesi dengan Geologi

Banyak orang yang belum mengenal tentang ilmu Geodesi, kadang orang banyak menanyakan” kuliah di jurusan apa? ” waktu di jawab di ” teknik Geodesi” kebanyakan reaksinya cuman “oh….” gak tau mrk ngerti apa nggaknya… hehehe….
Mari kita jelaskan…..(bari tutunjuk tea gening….);


Teknik Geodesi (Geodetic Engineering) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana membuat peta, memodelkannya dengan sistem proyeksi yang tepat, sehingga menghasilkan peta yang akurat baik dari segi lokasi / koordinatnya (geometrik) maupun tampilan visualnya (radiometrik) –jika peta tersebut dalam bentuk citra / foto satelit. Pemetaan atau pemodelan bumi itu tidak hanya di darat, namun juga dasar lautan atau disebut pemetaan batimetri. Hasilnya berupa peta topografi dasar laut yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pemetaan dapat dilakukan dengan pengukuran langsung di atas bumi menggunakan alat-alat surveying, menggunakan satelit, atau pemotretan udara menggunakan helikopter. Seluruh bumi menjadi “ranah” studi Geodesi, asalkan masih terdapat di atas permukaan bumi. Inilah yang membedakannya dengan Geologi, yang “ranah” studinya berada di bawah permukaan bumi.

Geodesi berasal dari bahasa Yunani, Geo (γη) = bumi dan daisia / daiein (δαιω) = membagi, kata geodaisia atau geodeien berarti membagi bumi. Sebenarnya istilah “Geometri” sudah cukup untuk menyebutkan ilmu tentang pengukuran bumi, dimana geometri berasal dari bahasa Yunani, γεωμετρία = geo = bumi dan metria = pengukuran. Secara harafiah berarti pengukuran tentang bumi. Namun istilah geometri (lebih tepatnya ilmu spasial atau keruangan) yang merupakan dasar untuk mempelajari ilmu geodesi telah lazim disebutkan sebagai cabang ilmu matematika.
Menurut IAG (International Association Of Geodesy, 1979), Geodesi adalah Disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari Bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.

Ilmu Yang Mendukung Geodesi
1. Ilmu yang utama meliputi :
• Matematika
• Fisika
• Komputer
2. Ilmu lainnya adalah :
• Hidrografi
• Geografi
• Ekologi
• Proyek Keteknikan
• Manajemen kota
• Batas wilayah
• Manajemen Lingkungan
• Astronomi
• Pengetahuan Amosfir
• Geologi
• Geofisik
• Oseanografi
• Pengetahuan Spasial
Ada 5 inti dari perkuliahan di Teknik Geodesi, yaitu:
1. Global Positioning Sistem
2. Surveying / Topography
3. Remote Sensing / Indraja
4. Geographic Information Sistem / SIG
5. Bathimetry / Hidrography
Ruang Lingkup pekerjaan
Untuk rekan rekan seperjuangan gak perlu hawatir (asal rajin milarian info… hehehe),Ruang lingkup pekerjaan orang geodesi sangatlah luas, bisa jadi pegawai negri sipil di BPN,Bakosurtanal,Bappeda dan lainlain. sedangkan untuk pekerjaan swasta mulai dari Konsultan konsultan Mapping,perusahaan migas, tambang, perkebunan, serta perusahaan dibidang konstruksi mulai dari perumahan, jalan, jembatan, gedung gedung bertingkat sampai pembuatan bandara (eta gening kang….nu sok aya pesawat terbang euntreup tea!!…. Sumuhun…) semuanya membutuhkan tenaga orang orang geodesi

Untitled album 08/10/2015
08/10/2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dunia nyata terdiri atas objek-objek yang terkait dengan bumi. Untuk dapat memelajari fenomena yang ada, termasuk jenis, volume, distribusi, dan perubahan objek-objek tersebut maka diperlukan referensi kebumian (geo-referenced). Itulah gambaran singkat kenapa kita mengenal ilmu geodesi. Geodesi merupakan salah satu ilmu yang cukup tua.
Pada awalnya, geodesi lebih menekankan pada studi tentang bentuk dan ukuran bumi. Tetapi, pengertian tersebut pada saat ini telah dikembangkan menjadi (Associate Committee on Geodesy and Geophysics. 1973) disiplin ilmu yang berhubungan dengan pengukuran dan representasi dari bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gravitasinya, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.
Sedangkan Geomatika(geomatics) merupakan disiplin yang terkait dengan proses pengump**an, pengolahan, penyimpanan, analisis, penyajian, aplikasi, dan distribusi data serta informasi kebumian (geo-information) secara terintegrasi, yang hasil umumnya disebut data spasial. Geomatika ada sebagai jawaban dari perkembangan bidang geodesi.

B. RUMUSAN MASALAH
Apa peran geodesi dan geomatika dalam bidang seperti teknik sipil, petanahan, militer, perencanaan kota, dan kebumian.

C. TUJUAN
Mengetahui peran geodesi dan geomatika dalam bidang teknik sipil, petanahan, militer, perencanaan kota, dan kebumian.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Peran geodesi dalam teknik sipil.
a. Tahap desain
Informasi spasial bisa menggambarkan bagaimana kondisi keadaan lapangan yang akan di bangun sebuah proyek. Misal, banyak sedikitnya pemukiman di dekat lokasi proyek tersebut. Dengan diketahui data informasi spasial itu bisa diketahui keuntungan dan kerugian terhadap lingkungan sekitarnya apabila proyek tetap berjalan di lokasi tersebut.
Selain itu pada tahap desain jalan. misalnya, seorang GG dapat merencanakan anggaran pembuatan jalan tersebut. Karena dengan peta bisa diketahui panjang dan lebar suatu jalan yang akan di bangun , berapa volume galian dan timbunan .Sehingga seorang GG dapat mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

a. Tahap monitoring
Setelah sebuah proyek tersebut terbangun, untuk keberlanjutan dan keamanan proyek itu harus dilakukan monitoring supaya dapat mengetahui hal apa yang terjadi. Misal monitoring terhadap sebuah jembatan, monitoring ini dilakukan agar bisa mengetahui gerakan dan simpangan jembatan tersebut. Hal ini bisa dilakukan seorang GG dengan menggunakan GPS. Dengan GPS dapat diketahui gerakan – gerakan perubahan tiap waktunya.

B. Peran geodesi dalam kebumian ( geologi dan geofisika)
a. Mitigasi bencana
Indonesia merupakan Negara kep**auan, kep**auan Indonesia merupakan pertemuan dari empat lempeng .Akibatnya di Indonesia banyak terdapat gunung berapi dan kawasan rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi. Selain itu Indonesia juga rentan terhadap banjir, karena di Indonesia curah hujan relative tinggi namun penyerapan air tanah semakin menurun. Sehingga bisa disimpulkan Indonesia adalah Negara yang kerap sering terjadi bencana. Oleh karena itu mitigasi bencana harus sangat diperhatikan untuk melindungi masyarakat.
Mitigasi Bencana adalah proses pencegahan bencana atau pengurangan dampak bahaya dalam rangka meminimalkan jatuhnya korban jiwa, kerugian harta benda, rusaknya lingkungan maupun terganggunya roda perekonomian masyarakat.
Peran kita yang mempelajari ilmu geodesi dan geomatika dalam mitigasi bencana adalah sebagai berikut :
1. Dalam tahapan identifikasi bencana, bidang GG dapat berperan dalam pengamatan gejala – gejala awal bahaya. Pangamatan ini dapat berupa pengukuran, pemetaan dan pemantauan di kawasan bencana tersebut dengan menggunakan metode ekstra teristris ( GPS atau satellite), Photogrammetry, Hidragrafi,Remote sensingdan GIS. Dari hasil pengamatan menggunakan berbagai metode tersebut, maka karakteristik dari potensi bahaya , karakteristik dari bencana serta dampaknya seandainya terjadi akan dapat diperkirakan , dipelajari, dan di analisa. Seperti halnya kecepatan pergerakan kerak bumi setiap tahunnya, arah pergerakannya, dan bisa dibuat pemodelan pergeseran kerak bumi akan bias diketahui. Berikut akan dijelaskan secara garis besar Penentuan Posisi Pergeseran Kerak Bumi dengan GPS.
2. Tahapan pereduksian bencana. Dengan hasil pengamatan sensor GG yang bersifat kontinyu dan near realtime dan diintregasikan dengan pengamatan sensor lainnya , bisa membangun suatu system peringatan dini bencana dan merupaka bekal untuk pembuatan peta resiko bencana. Karena dengan adanya peta resiko bencana kita dapat mengetahui daerah yang rawan bencana, dengan itu bisa meminimalisir korban nyawa ataupun harta benda.
3. Selanjutnya pada tahapan evakuasi korban, dengan membaca informasi goespasial yang ada, GG dapat mengetahui letak posisi korban yang akan di evakuasi dan pembuatan jalur evakuasi.

b. Pertambangan
Tidak asing memang seorang ahli GG bisa bekerja di pertambangan. Pada pertambangan ini biasanya seorang GG mendapat tugas penyajian peta topografi tiap harinya dengan hanya modal total station dan software pendukung. Dengan adanya peta topografi tersebut bisa dilakukan perhitungan sisa cadangan, kemana arah jalan, berapa jumlah bench yang di perlukan, sudut kemiringan design tambang agar tidak terjadi longsoran, berapa kapasitas tanah penutup (overburden & interburden) , dan malah banyak p**a yang merangkap ke mine plan

Selain itu surveyor tambang biasanya menggunakan data citra satelit untuk pengolahannya. Disamping itu kebutuhan akan surveyor yang menguasai basic hidrografi sangatlat penting, untuk mengukur luas dan kedalaman air pada tambang yang jelas tidak bisa di ukur oleh total stasion. Tentunya GPS tidak akan pernah terlepas dari surveyor tambang untuk pembuatan titik ikat yang berjarak jauh.

c. Perminyakan
Seiring dengan berjalannya waktu minyak bumi di seluruh dunia akan habis dalam 40 tahun ke depan, oleh karena itu perlu pencarian lokasi – lokasi cadangan minyak bumi yang baru. Maka dari itu perlu dilakukan survey seismic. Survei seismik adalah sebuah pekerjaan yang dapat menggambarkan penampang lapisan bawah tanah bumi untuk mengetahui apakah ada potensi minyak bumi di dalam nya.
Dalam tahap proses pengambilan data di lapangan, sampai dengan kontrol kualitasnya. Yang terlibat adalah para ahli geodesi dan geofisika.
Nantinya dalam dunia seismic dikenal istilah SP ( shot point) yaitu dimana nantinya akan ditempatkan dinamit, dan TR (trace) yaitu titik yang akan ditempatkan geophone ( alat perekam getaran). SP dan TR direncanakan oleh ahli geologi. Setelah peta SR dan TR telah dibuat, kemudian peta dasar dan koordinat teoritis itu diserahkan kepada ahli geodesi. Jadi ada 2 data yang kita dapatkan yaitu Peta dasar rencana dan koordinat teoritik titik SP dan TR.
Lantas ahli geodesi juga bertugas untuk memindahkan koordinat teoritis menjadi koordinat lapangan. Untuk melakukan itu ahli geodesi banyak seklai melakukan survey diantaranya, survey GPS, Survei topografi, proyeksi peta, hitung perataan sampai dengan SIGnya, dan juga dari semua survei harus masuk dalam Quality kontrol(toleransi) yang dipersyaratkan

C. Peran geodesi dalam militer
GPS sudah banyak diaplikasikan terutama yang terkait dengan berbagai aplikasi yang menuntut informasi posisi maupun perubahan posisi dalam orde keteltian meter hingga milimeter.
sistem ini didesain untuk memberikan informasi posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi mengenai waktu secara kontinyu diseluruh dunia tanpa tegantung waktu dan cuaca kepada banyak orang secara simultan.
System navigasi GPS biasanya dipergunakan oleh berbagai macam moda transportasi di bumi. Kendaraan pribadi, pesawat terbang, kapal laut, kereta api bahkan peralatan perang modern pun menggunakan sistem navigasi. Sistem navigasi ini beperan dalam memandu objek yang sedang dalam perjalanan agar tidak tersesat, digunakan untuk menentukan posisi tim dalam militer. Dan bahkan informasi posisi dalam pernavigasian sangat berharga untuk melakukan SAR secara cepat ketika terjadi kehilangan kontak atau kecelakaan pada objek tersebut.
Pencitraan satelit merupakan produk modern dalam keilmuan Geodesi. Penggunaan citra satelit diantaranya untuk keperluan militer (mata-mata), identifikasi luas hutan, lahan komersial, pertanian, perkebunan, dan perikanan, pengawasan kebakaran hutan, rekonstruksi bencana alam (tsunami, longsor) dll.
D. Peran geodesi dalam perencanaan kota
Penataan ruang atat perencanaan kota merupakan bentuk rencana pengembangan wilayah, dalam upaya mengatur ruang – ruang secara lebih bernilai ekonomis di daerahnya.
Dalam konteks ini peran geodesi dapat tertuang jelas di dalam penerapan SIG. Salah satu cara untuk mewujudkan pengembangan wilayah tersebut adalah dengan penggunaan SIG atau GIS sebagai analisis keruangan maupun waktu. Karena pada dasarnya sebuah perencanaan akan terkait dengan dimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu peran ilmu geodesi dalam merencanakan , memanfaatkan, dan mengolah data – data yang berkaitan dengan kemajuan perkembangan hidup sangat diperlukan.

E. Peran geodesi dalam pertanahan
Dalam ilmu geodesi, terdapat salah satu aspek pertanahan yang biasa dikenal dengan istilah kadastral. Aspek ini mengkaji khusus riset mengenai pertanahan serta rekayasa dalam penyediaan informasi spasial berupa peta, untuk keperluan penentuan atas hak – hak tanah serta menejemen informasi pajak bumi dan bangunan. Melalui informasi geospasial kita dapat mengetahui data penguasaan dam pemilikan tanah di seluruh Indonesia, dapat mengetahui data penggunaan dan pemanfaatan tanah di seluruh Indonesia, memperoleh korelasi hubungan lokasi seluruh bidang tanah, dapat mengurangi sengketa dan konflik pertanahan dalam hal pengembalian batas, dan berperan sebagai data pendukung dalam penetapan lahan terlantar.
Data informasi spasial berasal dari pengukuran dan pemetaan terhadap bidang tanah yang bersangkutan, seringkali menggunakan metoge penginderaan jauh dan pemetaan digital. Agar system informasi tersebut efektif dan efisien maka lokasi haruslah tereferensi secara seragam atau memiliki koordinat dengan system referensi tertentu. Dalam hal ini, peran geodesi memberikan penjelasan menyeloruh mengenai kordinat dan referensi koordinat.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peranan geodesi dan geomatika cukup besar dalam mendukung keberlangsungan pekerjaan- pekerjaan dibidang lain , misal: pekerjaan di bidang teknik sipil, pertanahan, pertambangan, perencanaan kota, maupun militer. Dengan menggunakan berbagai metode tradisional ataupun modern seperti: pemetaan, citra satelit, dan GIS. Suatu informasi spasial dari geodesi geomatika sangat menopang pekerjaan dibidang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, S., 2011, Ilmu Ukur Tanah edisi revisi. Penerbit: Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Wongsotjitro, S. 1984. Berbagai Ilmu Ukur Tanah dalam Ilmu Geodesi. Cetakan 1. Penerbit : Yayasan Kanisius, Yogyakarta.

Quer que o seu escola/colégio seja a primeira Escola/colégio em Dili?

Clique aqui para solicitar o seu anúncio patrocinado.

Localização

Categoria

Website

Endereço

Dili
001111