Coach Arifa Tan

Coach Arifa Tan My learning process when i Build My Companies to become unicorn

10/08/2026

PILIHAN

Dari segala yang bisa kupilih,
aku memilih berjalan jauh dari cinta.
Bukan karena aku tak ingin dicinta,
hanya saja, jalan ini yang lebih kusuka.

Mengasihi Tuhan dan sesama
adalah pilihan yang terutama.
Bukan karena aku lebih mulia,
tetapi karena ini keputusan untuk selamanya.

Doaku sederhana:
semoga kau selalu bahagia.
Dan meski hanya lewat rindu,
dalam doa, aku tetap besertamu.

Jika suatu hari nanti aku lelah,
mungkin itu tanda waktunya telah tiba.
Bukan karena aku kalah atau menyerah,
tetapi karena telah kulakukan semampuku,
dan kuserahkan sisanya kepada-Nya.

Sebab pada akhirnya,
tidak semua cinta harus memiliki.
Ada cinta yang cukup menjadi doa,
ada rindu yang cukup disimpan dalam diam,
dan ada pilihan yang sekali dibuat,
ingin kupegang sampai akhir kehidupan.

Pagi ini ketika aku bangun, tiba-tiba dua cerita hadir dalam pikiranku: Odysseus dan Raja Hizkia.Odysseus pernah mengung...
08/08/2026

Pagi ini ketika aku bangun, tiba-tiba dua cerita hadir dalam pikiranku: Odysseus dan Raja Hizkia.

Odysseus pernah mengungkapkan identitasnya dalam kebanggaan, dan tindakannya membawa konsekuensi panjang dalam perjalanan p**angnya.

Raja Hizkia pun pernah memperlihatkan seluruh kekayaan dan perbendaharaannya kepada utusan Babel. Kemudian Nabi Yesaya berkata bahwa suatu hari semua yang diperlihatkannya itu akan dibawa ke Babel.

Dua cerita yang sangat berbeda, tetapi pagi ini aku merasa keduanya mengajarkanku satu hal:

Tidak semua yang kita miliki harus diperlihatkan.
Tidak semua yang kita kerjakan harus diceritakan.
Tidak semua mimpi harus diumumkan.

Ada waktunya berbagi.
Ada waktunya merayakan.
Tetapi ada juga waktunya berjalan dalam diam bersama Tuhan.

Maka doaku pagi ini sederhana:

“Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus diam; kapan harus membagikan dan kapan harus menyimpan sesuatu hanya antara aku dan Engkau.”

Karena mungkin kedewasaan bukan hanya keberanian untuk berbicara, tetapi juga hikmat untuk mengetahui apa yang tidak perlu diceritakan.

Tidak semua berkat membutuhkan penonton.
Tidak semua mimpi membutuhkan pengumuman.
Kadang biarkan Tuhan bekerja dalam diam, sampai hasilnya sendiri yang berbicara. 🙏❤️

“Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.”
— Pengkhotbah 3:7

Memberi Makan Anak BangsaFood truck ini bukan sekadar bisnis makanan. Di balik setiap hidangan yang terjual, ada harapan...
05/08/2026

Memberi Makan Anak Bangsa

Food truck ini bukan sekadar bisnis makanan. Di balik setiap hidangan yang terjual, ada harapan yang sedang dibangun.

Setiap pembelian bukan hanya mengenyangkan satu pelanggan, tetapi juga membantu memberi makan anak-anak di panti asuhan serta membuka jalan bagi masa depan mereka melalui pendidikan, pelatihan, dan kesempatan untuk mandiri.

Visi kami dimulai dari Jakarta. Kami percaya bahwa suatu hari nanti, 200 anak akan memiliki dan mengelola food truck mereka sendiri. Dari satu usaha sederhana, lahirlah generasi baru yang mampu menciptakan pekerjaan, melayani masyarakat, dan menjadi berkat bagi orang lain.

Ketika semakin banyak food truck bertumbuh, semakin banyak p**a anak yatim yang dapat diberi makan, dididik, dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan.

Karena bagi kami, setiap makanan yang disajikan bukan hanya tentang rasa, tetapi tentang harapan. Bukan hanya tentang keuntungan, tetapi tentang masa depan anak bangsa.

Yayasan Tangan Kasih Siau-m31 Josepha Serena

Tahun ini, selain mengunjungi Singapura, Vietnam, Laos, Malaysia, India, Afrika Selatan, Thailand, Polandia, Tiongkok, R...
04/08/2026

Tahun ini, selain mengunjungi Singapura, Vietnam, Laos, Malaysia, India, Afrika Selatan, Thailand, Polandia, Tiongkok, Rusia, dan Filipina, aku juga menjelajahi Bali serta Kawah Ijen di Banyuwangi. Perjalanan masih berlanjut ke Belitung dan Gunung Bromo.

Satu tahun. Begitu banyak perjalanan. Begitu banyak alasan untuk bersyukur.

Ada yang berkata aku beruntung, dan itu benar. Aku sungguh diberkati. Ada juga yang berkata sulit mencariku, padahal sebenarnya tidak, selama mereka benar-benar mengenalku. Lalu ada yang bertanya, “Apa kamu tidak capek?” Jawabanku sederhana: tergantung apa yang sedang aku lakukan. Ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai dan memiliki tujuan, rasa lelah sering kali berubah menjadi sukacita.

Pada akhirnya, apa pun pendapat orang, aku memilih untuk tetap menjalankan tugasku dan menikmati setiap perjalanan. Semakin aku menyadari bahwa hidup ini memiliki batas, semakin aku ingin menjalani setiap hari dengan penuh makna—berani bermimpi lebih besar, bekerja lebih keras, mengasihi lebih dalam, dan memberi dampak yang lebih luas.

Hidup sepenuhnya. Mati tanpa menyisakan potensi. Karena setiap perjalanan selalu memiliki tujuan. ✈️🌏❤️

Mencintai dengan Cara yang BijaksanaKasih bukan hanya soal ketulusan, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam menyampaik...
03/08/2026

Mencintai dengan Cara yang Bijaksana

Kasih bukan hanya soal ketulusan, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam menyampaikannya.

Mamaku dulu sangat hemat. Setiap kali aku membelikan sesuatu, hampir selalu respons pertamanya adalah, “Ngapain beli? Mahal. Uangmu jangan dihabiskan.” Padahal, jauh di dalam hatinya, aku tahu ia senang menerima perhatian.

Lama-kelamaan aku menyadari bahwa masalahnya bukan pada hadiahnya, melainkan pada cara ia menerimanya. Ia merasa tidak nyaman jika aku mengeluarkan banyak uang untuk dirinya.

Akhirnya aku menemukan cara yang berbeda. Aku meminta seorang teman untuk memberikan hadiah itu seolah-olah berasal darinya. Sebenarnya akulah yang membelinya, tetapi yang terpenting bagiku adalah melihat Mama tersenyum. Ia merasa dihargai, tidak merasa bersalah, dan aku pun tidak lagi stres karena setiap hadiah selalu berujung pada penolakan.

Pengalaman itu mengajarkanku bahwa mencintai bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memahami hati orang yang kita cintai.

Kadang-kadang kasih membutuhkan kreativitas. Kita belajar menyesuaikan cara, bukan mengurangi ketulusan. Tujuannya bukan untuk memanip**asi, melainkan agar kasih dapat diterima dan benar-benar membawa sukacita.

Tentu, kebijaksanaan seperti ini berbeda dengan kebohongan yang merugikan. Kasih tidak membenarkan tipu daya yang melukai atau mengambil keuntungan dari orang lain. Namun dalam hubungan sehari-hari, ada kalanya kita memilih cara yang lembut dan bijaksana demi menjaga hati orang yang kita kasihi.

Karena pada akhirnya, kasih bukan hanya diukur dari seberapa banyak yang kita berikan, tetapi dari seberapa dalam kita memahami hati orang yang menerimanya.

Managing ExpectationsOne thing I’ve learned is that managing expectations starts with managing our own character.Many pe...
01/08/2026

Managing Expectations

One thing I’ve learned is that managing expectations starts with managing our own character.

Many people begin a relationship with appreciation, excitement, and sincere promises. But as time goes by, circumstances change. Priorities shift. Some promises are forgotten, and the gratitude that was once so visible slowly fades.

Building a good reputation takes years. Losing it can happen in a moment.

There will always be reasons why something can’t be done. Situations change. Conditions become more difficult. Challenges are real.

But the question isn’t only whether your circumstances have changed.

The real question is: Has your character changed?

Integrity is revealed not when everything goes according to plan, but when it doesn’t. A promise is most valuable when it costs something to keep.

People may remember what you achieved, but they will trust you because of who you consistently are.

Character outlasts circumstances. Reputation is built by keeping your word, even when it’s difficult.

Naik business class itu rasanya seperti diingatkan bahwa setiap perjalanan punya musimnya.Selama lebih dari 30 tahun aku...
29/07/2026

Naik business class itu rasanya seperti diingatkan bahwa setiap perjalanan punya musimnya.

Selama lebih dari 30 tahun aku sering terbang karena pekerjaan. Entah berapa ratus penerbangan yang sudah kulewati, dan hampir semuanya di kelas ekonomi. Baru dua kali aku merasakan terbang dengan business class.

Apa bedanya?

Tentu pelayanannya berbeda. Kursinya lebih nyaman. Ruangnya lebih lega. Bahkan saat pesawat berguncang, rasanya pun lebih lembut.

Tapi ada hal lain yang menarik. Mungkin bukan cara orang melihat kita yang berubah, melainkan cara kita memandang pengalaman itu. Kita belajar menghargai setiap tahap perjalanan, tanpa merasa lebih tinggi atau lebih rendah dari siapa pun.

Dulu aku tidak pernah terpikir mengeluarkan uang lebih untuk membeli tiket business class. Rasanya tidak perlu.

Namun di satu titik, aku menyadari bahwa sesekali memberi hadiah untuk diri sendiri bukanlah sebuah pemborosan. Itu adalah bentuk apresiasi atas perjalanan panjang, kerja keras, dan proses yang sudah dilewati.

Kadang, pengalaman bukan tentang kemewahan. Pengalaman adalah cara kita mengingatkan diri sendiri bahwa kita juga layak menikmati hasil dari perjuangan.

Karena hidup bukan hanya tentang terus bekerja dan mengejar tujuan. Sesekali, berhentilah sejenak… nikmati perjalanan, sebelum kembali melangkah mengejar mimpi berikutnya. ✈️

Salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya adalah mengikuti Ontology Coaching dari Coach Partnership Singapore.Awalny...
28/07/2026

Salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya adalah mengikuti Ontology Coaching dari Coach Partnership Singapore.

Awalnya saya berpikir saya akan belajar menjadi coach untuk mengembangkan para pemimpin. Ternyata, orang pertama yang saya coach adalah diri saya sendiri.

Selama 9 bulan, saya belajar bahwa perubahan terbesar bukan dimulai dari strategi, tetapi dari cara kita melihat diri sendiri, mengelola emosi, dan memilih respons terhadap kehidupan.

Tiga hal yang paling mengubah hidup saya:

✨ 1. Menerima diri sendiri dan bertumbuh.
Saya belajar menerima siapa diri saya, sekaligus berani berubah menjadi pribadi yang lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih utuh.

✨ 2. Menerima kegagalan lalu terus melangkah.
Kesedihan dan kegagalan tidak lagi menjadi tempat saya tinggal, tetapi menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk saya. Saya belajar untuk terus bergerak ke arah yang Tuhan tuntun.

✨ 3. Menikmati proses kehidupan.
Cara saya memimpin, membangun bisnis, dan melakukan coaching berubah. Saya tidak lagi menjalani hidup dengan rasa lelah yang terus-menerus, tetapi belajar menikmati setiap musim kehidupan dan terus bertumbuh.

Saya menyadari satu hal…

Belajar memang mahal, tetapi hidup tanpa belajar jauh lebih mahal.

Namun pengetahuan saja tidak pernah cukup.

Saya pernah melihat orang yang sangat memahami finance, tetapi tetap mengalami kekacauan dalam mengelola keuangannya. Karena yang mengubah hidup bukanlah apa yang kita ketahui, melainkan apa yang kita praktikkan setiap hari.

Bagi saya, training ini bukan sekadar menambah ilmu. Training ini membuka mata saya untuk melihat kehidupan dengan cara yang baru.

Dan pada akhirnya, setiap orang memiliki pilihan.

Apakah kita hanya mengumpulkan pengetahuan, atau benar-benar mengizinkan pengetahuan itu mentransformasi hidup kita?

EmotionalIntelligence CoachPartnership FaithAndLeadership

Berdandan untuk Siapa?Hari ini temanku terlihat sangat cantik. Aku pun berkata,“Setiap hari berdandanlah seperti hari in...
26/07/2026

Berdandan untuk Siapa?

Hari ini temanku terlihat sangat cantik. Aku pun berkata,
“Setiap hari berdandanlah seperti hari ini adalah hari istimewamu.”

Lalu dia bertanya,
“Berdandan untuk siapa?”

Aku menjawab,
“Untuk dirimu sendiri.”

Karena membuat diri sendiri merasa bahagia, percaya diri, dan berharga adalah hal yang penting. Bukan untuk mencari perhatian atau pengakuan orang lain, tetapi sebagai bentuk mencintai dan menghargai diri.

Ketika hati kita bahagia, keindahan itu akan terpancar dengan sendirinya—dan tanpa disadari, kebahagiaan tersebut juga membawa energi yang baik bagi orang-orang di sekitar kita.

Jadi, berdandanlah bukan karena ingin dilihat orang lain, tetapi karena kamu pantas merasa cantik dan bahagia setiap hari. ✨

Generasi BerikutnyaCEO kami masih muda. Suatu hari ia bercerita bahwa ia akan bertemu dengan salah satu pemimpin teknolo...
25/07/2026

Generasi Berikutnya

CEO kami masih muda. Suatu hari ia bercerita bahwa ia akan bertemu dengan salah satu pemimpin teknologi yang jauh lebih senior—seseorang yang bahkan pernah mencoba menggagalkan proyek yang sedang kami bangun.

Aku hanya tersenyum, lalu menceritakan kisah Yamal dan Messi.

Ada dua hal yang kusampaikan kepadanya.

Pertama, ketika kamu dianggap layak bertanding dengan generasi yang lebih tua, itu bukan ancaman. Itu adalah pengakuan bahwa kemampuanmu sudah diperhitungkan. Jangan takut pada pengalaman mereka. Pengalaman memang berharga, tetapi bukan satu-satunya penentu kemenangan. Mereka mungkin lebih lama berada di dunia teknologi, tetapi bukan berarti mereka lebih memahami apa yang sedang kamu bangun hari ini.

Kedua, jangan jadikan hidup sebagai pertandingan yang penuh ketakutan. Anggaplah hidup sebagai sebuah permainan yang harus dinikmati. Bermainlah dengan penuh sukacita, berikan yang terbaik, terus belajar, dan jangan kehilangan keberanian hanya karena lawan terlihat lebih besar.

Pada akhirnya, tugas kita bukan memastikan kemenangan. Tugas kita adalah bermain dengan integritas, bekerja dengan sepenuh hati, dan memberikan yang terbaik.

Karena setelah semua usaha dilakukan, Tuhanlah yang menentukan akhir dari setiap perjalanan.

Jadi, nikmatilah permainanmu. Hormati generasi sebelumnya, belajarlah dari mereka, tetapi jangan pernah takut untuk menjadi generasi berikutnya yang membawa perubahan.

Address

Jl. Puri Casablanca No. 1, Kuningan
Singapore
12870

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Coach Arifa Tan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share