18/06/2021
NASEHAT UNTUK ISTRI :
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْن تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا سورة الاحزاب ٣٣
Dan hendaklah kamu (para istri Nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allooh dan RosulNya. Sesungguhnya Allooh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Qs. Al Ahzab 33)
أُرِيْتُ النَّارُ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَ يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ, لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
رواه البخاري، مسلم
Diperlihatkan Neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur. Ada yang bertanya kepada beliau: Apakah para wanita itu kufur kepada Alloh... Beliau menjawab: Tidak, melainkan... mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka istri satu masa, kemudian suatu saat ia istri melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata: Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.
(HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللهَ رواه ابوداود، الترمذي
Siapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud no. 4177 dan At-Tirmidzi no. 2020).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خُمُسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ رواه ابن حبان
Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu, dia berkata, Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.(HR. Ibnu Hibban, no. 4163).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
رواه الترمذي
Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu, dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, Beliau bersabda, Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka tentu aku sudah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya.
(HR.At-Tirmidzi, no. 1159).
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ رواه النساءي
Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Alloh tidak akan melihat seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada (kebaikan) suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya. (HR. An-Nasa’i).
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا، إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الحُورِ العِينِ: لاَ تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ اللَّهُ، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا رواه الترمذي ،ابن ماجة
Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam , beliau bersabda, Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata... Janganlah engkau menyakitinya, semoga Allooh memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami.
(HR. At-Tirmidzi, no.1174; Ibnu Majah, no. 2014).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ. رواه البخاري، مسلم
Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu , dia berkata: Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Jika seorang suami memanggil isterinya ke tempat tidurnya, namun istrinya enggan (datang), lalu suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, malaikat melaknat isteri itu sampai masuk waktu subuh. (HR. Al-Bukhori, no. 3237, 5193 dan Muslim, no. 1436)
Nasehat Untuk Istri :
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Laki-laki yg menikahimu itu bukanlah "Nabi yusuf" yang tampan yang mampu memperdaya semua wanita, dia juga bukan "Nabi Musa" yang kuat & mampu membelah batu, dia juga bukan "Nabi Sulaiman" yg memiliki kekayaan berlimpah, dia juga bukan "Nabi Ayub" yang bisa sabar menerima ujian Alloh, dan juga bukan "Nabi Muhammad" yg mampu membelah bulan & mampu mngguncang Dunia dengan nasehat & doanya dan sebagai penyempurna para Nabi, tapi dia hanya laki² biasa yang tdak setampan Nabi Yusuf, juga tidak sekuat Nabi Musa, dia juga tdak sekaya Nabi Sulaiman, tidak sesabar Nabi Ayub dan sesempurna Nabi Muhammad, dia hanyalah laki² yang ingin mnyempurnakan agamanya lewat menikahimu, dia hanya laki² yang ingin meraih kekayaan lewat mempersuntingmu, dia hanya laki² biasa yang ingin hidup bahagia bersamamu, dia hanya laki² biasa yang ingin meningkatkan derajatnya di Surga lewat menikahimu, maka terimalah dia apa adanya terimalah segala kekurangan dan keterbatasannya.
Nasehat Untuk Suami ;
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
Wanita yg kamu nikahi itu bukanlah "Asiah" yang bisa bersabar bersanding di bawah penguasa kejam, dia juga bukan "Khodijah" yang rela mengorbankan hartanya untuk Perjuangan suaminya, dia juga bukan "Maryam "yang mampu bertahan di bawah tekanan & tuduhan jelek masyarakat, dia juga bukan "Muti'ah" yang merelakan dirinya dicambuk suaminya karna kesalahannya, dia juga bukan "Ibu hajar" yang bisa sabar hidup di padang pasir dengan buah hatinya ditinggal suaminya untuk urusan Alloh, dia juga bukan "A'isyah" yang mampu menghibur suami lewat canda manjanya, wanita yang kamu nikahi hanyalah wanita biasa yang ingin menyempurnakan agamanya, meningkatkan derajat Surganya, lewat menjadi istrimu, dia hanyalah wanita biasa yang ingin mengabdikan dirinya untukmu untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat, maka bimbinglah dia, arahkan dia terimalah segala kekurangan dan keterbatasannya.
Suami istri itu harus bisa memilahkan antara urusan : " Kasur,Dapur dan Sumur "
Maksudnya :
KASUR : masalah hanya boleh diketahui oleh orang satu kamar saja yaitu "Suami-istri" maka "jagalah rahasia perkara" ini.
DAPUR : masalah yang ada hanya boleh diketahui oleh anggota keluarga "Suami-istri & anggota lain" yg dirumah itu atau "ayah,ibu, dan anak" maka jagalah jangan sampai terdengar tetanggamu.
SUMUR : berarti masalah ini boleh diketahui masyarakat pada umumnya.
SEMOGA BERMANFAAT & SEMOGA MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH - MAWADAH - WAROHMAH.
Aamiiin...
Ya Robal Alamiin..🤲🤲🤲🤲 🙏🙏🙏