UJUNG Tombak QHJ

UJUNG Tombak QHJ

Aljamaah adalah jalan nya nabi muhammad saw dan jalannya para sahabat.

Operating as usual

Photos from UJUNG Tombak QHJ's post 10/04/2023
09/01/2022

PERINGATAN PARA ULAMA
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan sifat ulama yang akan selalu ada sepanjang zaman, sampai waktu yang dikehendaki oleh Allah, yaitu di dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ : يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ وَ إِنْتِحِالَ الْمُبْطِلِيْنَ

“Ilmu agama ini akan dibawa oleh orang-orang yang lurus pada setiap generasi; mereka akan menolak tahrif (perubahan) yang dilakukan oleh orang-orang yang melewati batas; ta’wil (penyimpangan arti) yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh; dan kedustaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat kepalsuan” [6]

Hadits ini jelas dan tegas menunjukkan sifat-sifat pengemban ilmu agama, yaitu ‘adalah (lurus, istiqamah), maka sepantasnya ilmu itu hanyalah diambil dari mereka. Oleh karena itu, banyak peringatan ulama tentang memilih guru agama yang tepat di dalam mengambil ilmu. Berikut ini di antara perkataan ulama berkaitan dengan hal tersebut.

1). Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata :

اُنْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ هَذَا الْعِلْمَ فَإِنَّمَا هُوَ دِينٌ

“Perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ilmu ini, karena sesungguhnya ia adalah agama” [7]

Perkataan ini juga diriwayatkan dari sejumlah Salafush Shalih, seperti Muhammad bin Siirin, adh Dhahhak bin Muzahim, dan lain-lain (Lihat muqaddimah Shahih Muslim).

2). Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata :

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَتَاهُمُ الْعِلْمُ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ مِنْ أَكَابِرِهِمْ , فَإِذَا أَتَاهُمُ الْعِلْمُ مِنْ قِبَلِ أَصَاغِرِهِمْ , وَ تَفَرَّقَتْ أَهْوَاءُهُمْ , هَلَكُوْا

“Manusia akan selalu berada di atas kebaikan, selama ilmu mereka datang dari para sahabat Nabi Muhammad n dan dari orang-orang besar (tua) mereka. Jika ilmu datang dari arah orang-orang kecil (ahli bid’ah) mereka, dan hawa-nafsu mereka bercerai-berai/berfirqoh-firqoh, mereka pasti binasa” [8].

Dalam riwayat lain disebutkan :

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا أَخَذُوْا الْعِلْمَ عَنْ أَكَابِرِهِمْ , فَإِذَا أَخَذُوْهُ مِنْ أَصَاغِرِهِمْ وَ شِرَارِهِمْ هَلَكُوْا

“Manusia selalu berada pada kebaikan selama mereka mengambil ilmu dari orang-orang besar (tua) mereka. Jika mereka mengambil ilmu dari orang-orang kecil (ahli bid’ah) dan orang-orang buruk (orang fasik) di antara mereka, maka mereka pasti binasa” [9]

3). Imam Malik rahimahullah berkata :

لاَ يُؤْخَذُ الْعِِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةٍ: سَفِيْهٍ مُعلِنِ السَّفَهِ , وَ صَاحِبِ هَوَى يَدْعُو إِلَيْهِ , وَ رَجُلٍ مَعْرُوْفٍ بِالْكَذِبِ فِيْ أَحاَدِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لاَ يَكْذِبُ عَلَى الرَّسُوْل صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَ رَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَ صَلاَحٌ لاَ يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ

“Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang : (1) Orang bodoh yang nyata kebodohannya, (2) Shahibu hawa` (pengikut hawa nafsu) yang mengajak agar mengikuti hawa nafsunya, (3) Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraan-pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas (nama) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (4) Seorang yang mulia dan shalih yang tidak mengetahui hadits yang dia sampaikan.[10]

4). Imam Nawawi rahimahullah berkata menjelaskan ghibah yang dibolehkan :
“Di antaranya, jika seseorang melihat pencari ilmu sering mengambil ilmu dari ahli bid’ah atau orang fasik, dan dia khawatir hal itu akan membahayakan pencari ilmu yg lain, maka dia wajib menasihatinya/menerangkan pada orang lain, dengan menjelaskan keadaan (guru)nya, dengan syarat dia berniat menasihati”. [Riyadhush Shalihin, al Adzkar, Syarah Muslim].

5). Disebutkan di dalam kitab Fatawa Aimmatil Muslimin, hlm. 131, susunan Mahmud Muhammad Khithab as Subki yang berisikan fatwa-fatwa sebagian ulama Mesir, Syam dan Maghrib mutaqaddimin : “Seluruh imam mujtahidin telah sepakat, bahwa tidak boleh mengambil ilmu dari ahli bid’ah”.

TUJUAN PERINGATAN ULAMA
Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ruhaili –hafizhahullah- berkata,”Sesungguhnya para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in sesudah mereka telah memberikan bimbingan untuk mengambil ilmu dari orang yang ‘adil dan istiqamah. Mereka telah melarang mengambil ilmu dari orang yang zhalim dan menyimpang. Dan di antara orang yang menyimpang, yaitu para ahli bid’ah. Sesungguhnya mereka telah menyimpang dan menyeleweng dari agama dengan sebab bid’ah-bid’ah itu, maka tidak boleh mengambil ilmu dari mereka. Karena ilmu merupakan agama, dipelajari untuk diamalkan. Maka jika ilmu diambil dari ahli bid’ah, sedangkan ahli bid’ah tidak mendasarkan dan menetapkan masalah-masalah kecuali dengan bid’ah-bid’ah yang dia jadikan agama, sehingga ahli bid’ah itu akan mempengaruhi murid-muridnya secara ilmu dan amalan. Sehingga murid-murid itu akan tumbuh di atas bid’ah dan susah meninggalkan kebid’ahan setelah itu. Apalagi jika belajar dari ahli bid’ah itu pada masa kecil, maka pengaruhnya akan tetap dan tidak akan hilang selama hidupnya.”[11]

Syaikh juga menjelaskan, maksud peringatan para ulama ini ada dua. Pertama. Menjaga orang-orang yang belajar dari kerusakan aqidah, karena terpengaruh oleh perkataan dan perbuatan ahli bid’ah. Kedua. Memboikot (mengisolir) ahli bid’ah yang menyerukan bid’ahnya, dengan niat mencegah dan menghentikan mereka dari bid’ah.[12]

09/10/2021

_Nu'man bin Tsabit_ yang dikenal
dengan sebutan
Abu Hanifah,
atau populer disebut
_IMAM HANAFI_
pernah berpapasan
dengan anak kecil yang berjalan
mengenakan sepatu kayu
(terompah kayu).

Sang Imam berkata,

"Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."

Bocah ini pun tersenyum
dan mengucapkan terima kasih,
dan bertanya,

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?"

"Nu'man namaku,"
jawab sang Imam.

"Jadi, Tuankah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-Imam Al-A'dhom (Imam Agung) itu..??"
Tanya si bocah,

"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."_

Si bocah berkata lagi,

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tetapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.

Ulama terkenal yang diikuti banyak umat itupun tersungkur menangis.

Imam Abu Hanifah
bersyukur.
Siapa sangka,
peringatan datang dari lidah
seorang bocah.

Betapa banyak manusia TERTIPU

_tertipu karena pop**aritas,
_tertipu karena kedudukan dan jabatan,
_tertipu karena gelar
_tertipu karena maqom dan posisi,
_tertipu karena harta yang berlimpah,
_tertipu karena status sosial dll.

Jangan sampai kita
tergelincir...
jadi angkuh
dan
sombong.
karenanya,

PEPATAH MENGATAKAN,

SEPASANG TANGAN YANG MEMEGANGMU KALA TERJATUH, LEBIH HARUS KAUPERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA ENGKAU TIBA DI PUNCAK SUKSESMU".

Semoga menjadi "ibrah" (pelajaran yang baik) bagi kita semua..........

🙏🙏🙏🙏🙏🙏

16/08/2021

PUASA 'ASYURA
________________________
(Ahbarona P. Edi Suparto)

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

Berdasarkan Sabda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. رواه مسلم

_Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah - Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)._

Sedangkan puasa 'Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.

Nama 'Asyura sendiri berasal dari Bahasa Arab yaitu 'Asyarah/Asyaratun' karena berkaitan dengan tanggal pelaksanaannya, yaitu tanggal 10 Muharram.

Puasa Tasu'a adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram.

Nama Tasu'a sendiri berasal dari Bahasa Arab yaitu 'Tis’atun/Tis’ah' karena berkaitan dengan tanggal pelaksanaannya yaitu tanggal 9 Muharram.

Berikut Dalil puasa 'Asyura dan Tasu'a...

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya yang redaksinya sebagai berikut :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ.رواه مسلم

_Artinya; Dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu 'Anhuma, Ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alihi Wasallam bersabda,_ _‘Kalau sekiranya aku hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan puasa pada hari sembilan (Muharram)’, pada riwayat Abu Bakar ia berkata, yakni pada hari sepuluh (Muharam)._
_(HR. Muslim)_

Keutamaan Puasa 'Asyura,

Puasa 'Asyura merupakan ibadah sunnah yang dapat menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu.
Sebagaimana disebutkan dalam Hadits Imam Muslim,

Dari Abu Qotadah Al Anshori mengatakan :

-... وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم

_Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab: "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura. Beliau menjawab: "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu (HR. Muslim)._

Dari Abi Qatadah ;

-صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ. رواه الترمذى

_Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Puasa hari ‘Asyura aku mengharapkan kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelum puasa". (HR.Tirmidzi)_

Bagi para jama'ah yang mampu dan tidak berhalangan dianjurkan untuk melakukan puasa 'Asyura.

الحمدلله جزاكم الله خيرا

_Ingat ...!!_
👇
_Jadwal Puasa 'Asyura tgl 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari :_

_Rabu dan kamis tgl 18 dan 19 Agustus 2021_

Photos from UJUNG Tombak QHJ's post 19/07/2021

Ucapan menyembelih Qurban:

_(Sumber: naseha tertulis tahun 1994)_

1- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى
Menyembelih untuk dirinya sendiri

2- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَأَهْلِى
Menyembelih untuk dirinya dan keluarganya

3- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنْ ....
Mewakili orang lain

4- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنْ ... وأهله/وأهلها
Mewakili orang lain dan keluarganya

5- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِ الْجَمَاعَةِ
Mewakili jamaah.

16/07/2021

✴ MARI BERQURBAN
_______________________

Allah Ta’ala melalui Surah Al-Kautsar menyerukan umat Islam untuk menyembelih Qurban :

“Maka shalatlah engkau karena TuhanMu dan menyembelihlah qurban”.

Saking pentingnya berqurban Rasulullah SAW mengecam seorang Muslim yang mampu namun tidak mau berqurban.

3123 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا»
__________

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat tempat shalatku”.
[Hadits Ibnu Majah No. 3123]

Umat Islam hendaknya tidak salah kaprah terhadap ibadah Qurban. Ibadah yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha itu bukan persoalan daging.

Pahala utama berqurban bukanlah pada dagingnya.

Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Hajj ayat 37 :

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ..

“Daging dan darah hewan qurban itu tidak sampai kepada Allah akan tetapi ketaqwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya”...

Tidak seperti zakat yang harus dibagikan kepada 8 golongan mustakiq, menurut Surah Hajj ayat 36, Daging qurban boleh dimakan sendiri, atau dibagikan kepada orang yang minta maupun tidak minta.

Jadi siapapun berhak menerima dan makan daging hewan qurban.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (36)
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37)


✅Kriteria Hewan Qurban

Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW beberapa kriteria hewan qurban yang mesti disembelih untuk qurban antara lain :

- Hewan qurban yang hendak disembelih sudah
cukup umur (musinatan) ; Kambing/Domba
umur satu tahun, sapi umur 2 tahun atau Unta
umur lima tahun.

- Diutamakan hewan qurban yang besar dan
gemuk.

Sedangkan hewan yang tidak diperkenankan untuk qurban adalah :

- Hewan yang belum cukup umur,
- Hewan yang sakit,
- Hewan yang cacat seperti; juling matanya,
pincang kakinya, patah / sobek tanduk atau
telinganya.

13 – (1963) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً، إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ، فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ»

Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kalian menyembelih kecuali yang cukup umur kecuali jika sulit atas kamu maka sembelihlah cempe dari kambing gibas”.
[Hadits Shohih Muslim No. 13 Kitabu Shoidi wazabaih Wa maa ya’qulu min Hayawan]


3122 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ: أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَوْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «إِذَا أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ، اشْتَرَى كَبْشَيْنِ عَظِيمَيْنِ، سَمِينَيْنِ، أَقْرَنَيْنِ، أَمْلَحَيْنِ مَوْجُوءَيْنِ، فَذَبَحَ أَحَدَهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ، لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ، بِالتَّوْحِيدِ، وَشَهِدَ لَهُ بِالْبَلَاغِ، وَذَبَحَ الْآخَرَ عَنْ مُحَمَّدٍ، وَعَنْ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»
__________

Abu Hurairah meriwayatkan : Bahwa Rasullah SAW apabila hendak berkurban maka beliau membeli dua ekor domba jantan besar, gemuk, bertanduk, putih kehitaman, dikebiri, lalu beliau menyembelih salah satunya untuk umatnya yang bersyahadat tauhid bagi Allah dan bersyahadat bagi Nabi yang menyampaikan risalah, dan satunya lagi beliau sembelih untuk Muhammad dan keluarga Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.
[Hadits Ibnu Majah No. 3122 Kitabul Adhohiyi]


2802 – حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ النَّمِرِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ، قَالَ: سَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ مَا لَا يَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ. فَقَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصَابِعِي أَقْصَرُ مِنْ أَصَابِعِهِ، وَأَنَامِلِي أَقْصَرُ مِنْ أَنَامِلِهِ فَقَالَ: ” أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ – فَقَالَ -: الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا، وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تَنْقَى “. قَالَ: قُلْتُ: فَإِنِّي أَكْرَهُ أَنْ يَكُونَ فِي السِّنِّ نَقْصٌ. قَالَ: «مَا كَرِهْتَ فَدَعْهُ وَلَا تُحَرِّمْهُ عَلَى أَحَدٍ» قَالَ أَبُو دَاوُدَ: «لَيْسَ لَهَا مُخٌّ»
__________

Ubaid bin Fairuz meriwayatkan: "Saya bertanya pada Baro’ bin ‘Azib apa-apa yang tidak boleh dalam qurban, maka Baro’ menjawab: Rasulullah s.a.w. berdiri di antara kami dan jari-jariku lebih pendek dari punya Nabi, dan ruas jari-jariku juga lebih pendek daripada punya Nabi,

Maka Nabi bersabda : “Empat tidak boleh dalam berqurban : juling yang jelas julingnya, sakit yang jelas sakitnya, dan pincang yang jelas pincangnya, dan yang pecah / patah kakinya tidak punya sumsum.

Ubaid menerangkan : Saya berkata, maka sesungguhnya saya benci jika ada kurang umur, Baro’ berkata Apa-apa yagn engkau benci maka tinggalkan, jangan mengharamkan pada orang lain.
Abu Dawud berkata : Hewan yang tidak memiliki sumsum.
[Hadits Abu Dawud No. 2802 Kitabu dhohaya]


✅ Qurban Patungan

Idealnya ibadah qurban dilakukan satu orang menyembelih satu ekor hewan, onta, sapi atau kambing.

Namun karena keterbatasan kemampuan qurban juga bisa dilaksanakan secara patungan, satu ekor hewan untuk bersama-sama.

Sebagaimana dicontohkan para sahabat dalam Hadits Nasa’i No. 4392 Kitabu Dhohaya.

Dalam hadits tersebut para shabat patungan menyembelih satu ekor sapi untuk 7 orang dan satu onta untuk sepuluh orang.

Jumlah 7 orang dan 10 orang dalam hadits tersebut bukanlah ketentuan yang mengikat.

Pada prinsipnya jumlah jamaah patungan bisa berapapun tergantung kemampuan jamaah setempat.

4392 – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ غَزْوَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ حُسَيْنٍ يَعْنِي ابْنَ وَاقِدٍ، عَنْ عِلْبَاءَ بْنِ أَحْمَرَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَحَضَرَ النَّحْرُ، فَاشْتَرَكْنَا فِي الْبَعِيرِ عَنْ عَشْرَةٍ وَالْبَقَرَةِ عَنْ سَبْعَةٍ»
__________

Ibni Abas meriwayatkan : “Pernah kami bersama Rasulillah SAW dalam perjalanan maka datanglah hari raya Qurban. Maka kami patungan (urunan) dalam unta sepuluh orang dan sapi dari tujuh orang”.
[Hadits Nasa’i No. 4392 Kitabu Dhohaya]

Semoga Allah paring manfaat dan barokah.

Aamiin..

16/07/2021

MASJID DIMASA COVID HARUS TETAP DIBUKA

Penyakit akan dijauhkan bagi orang-orang yang memakmurkan Masjid-masjid Allah.

ANTIBODI Memakmurkan MASJID
Dikutip dari hadits riwayat Al Baihaqi
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.

Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan (memakmurkan) masjid.

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "

Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada ku maka Aku jauhkan azab itu dari mereka
Riwayat al Baihaqi ~ Syu'ab al Iman [2946]

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan (memakmurkan) masjid.

Al Imam al Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:

"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.
Al Baihaqi ~ Syu'ab al iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Beberapa riwayat di atas mengantarkan pada kesimp**an, bahwa dalam situasi wabah dan virus yang mengancam masyarakat ini, ummat Islam dianjurkan semakin rajin ke MASJID.

Bukan meninggalkan dan menjauhi masjid

Datangi Rumah Allah, makmurkan Masjid, Shalat Berjamaah 5 waktu dan Ta'lim bersama orang-orang shalih.

Insya Allah...
Tamu pasti dijaga oleh tuan Rumah-Nya!
_____________

08/07/2021

Assalamualaikum Wr Wb..

MENGINGATKAN

1. BATAS MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT
- Hari Sabtu, 10 Juli 2021 (bertepatan 30 Dzulqo'dah 1442 H),

NB: sebelum Ashar supaya sudah selesai,
Ada Sunnah yang dianjurkan bagi kita yang berqurban, yaitu tidak boleh memotong kuku, rambut dll.

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

"Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (HR. Muslim 5236)

2. PUASA AROFAH
- Senin, 19 Juli 2021, bagi yang tidak melakukan Haji (tidak berada di tanah Harom) Di SUNAHKAN untuk melaksanakan puasa Arofah

Rasululullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Kerjakan karna Alloh, Semoga Alloh paring aman selamat lancar barokah.
Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro..🙏

18/06/2021

NASEHAT UNTUK ISTRI :
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْن تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا سورة الاحزاب ٣٣

Dan hendaklah kamu (para istri Nabi) tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allooh dan RosulNya. Sesungguhnya Allooh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Qs. Al Ahzab 33)

أُرِيْتُ النَّارُ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَ يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ, لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
رواه البخاري، مسلم

Diperlihatkan Neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur. Ada yang bertanya kepada beliau: Apakah para wanita itu kufur kepada Alloh... Beliau menjawab: Tidak, melainkan... mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka istri satu masa, kemudian suatu saat ia istri melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata: Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.
(HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللهَ رواه ابوداود، الترمذي

Siapa yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud no. 4177 dan At-Tirmidzi no. 2020).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خُمُسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ رواه ابن حبان

Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu, dia berkata, Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.(HR. Ibnu Hibban, no. 4163).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
رواه الترمذي

Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu, dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, Beliau bersabda, Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka tentu aku sudah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya.
(HR.At-Tirmidzi, no. 1159).

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ رواه النساءي

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Alloh tidak akan melihat seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada (kebaikan) suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya. (HR. An-Nasa’i).

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا، إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الحُورِ العِينِ: لاَ تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ اللَّهُ، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا رواه الترمذي ،ابن ماجة

Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam , beliau bersabda, Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata... Janganlah engkau menyakitinya, semoga Allooh memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami.
(HR. At-Tirmidzi, no.1174; Ibnu Majah, no. 2014).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ. رواه البخاري، مسلم

Dari Abu Huroiroh Rodhiyalloohu anhu , dia berkata: Rosulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Jika seorang suami memanggil isterinya ke tempat tidurnya, namun istrinya enggan (datang), lalu suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, malaikat melaknat isteri itu sampai masuk waktu subuh. (HR. Al-Bukhori, no. 3237, 5193 dan Muslim, no. 1436)

Nasehat Untuk Istri :
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Laki-laki yg menikahimu itu bukanlah "Nabi yusuf" yang tampan yang mampu memperdaya semua wanita, dia juga bukan "Nabi Musa" yang kuat & mampu membelah batu, dia juga bukan "Nabi Sulaiman" yg memiliki kekayaan berlimpah, dia juga bukan "Nabi Ayub" yang bisa sabar menerima ujian Alloh, dan juga bukan "Nabi Muhammad" yg mampu membelah bulan & mampu mngguncang Dunia dengan nasehat & doanya dan sebagai penyempurna para Nabi, tapi dia hanya laki² biasa yang tdak setampan Nabi Yusuf, juga tidak sekuat Nabi Musa, dia juga tdak sekaya Nabi Sulaiman, tidak sesabar Nabi Ayub dan sesempurna Nabi Muhammad, dia hanyalah laki² yang ingin mnyempurnakan agamanya lewat menikahimu, dia hanya laki² yang ingin meraih kekayaan lewat mempersuntingmu, dia hanya laki² biasa yang ingin hidup bahagia bersamamu, dia hanya laki² biasa yang ingin meningkatkan derajatnya di Surga lewat menikahimu, maka terimalah dia apa adanya terimalah segala kekurangan dan keterbatasannya.

Nasehat Untuk Suami ;
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Wanita yg kamu nikahi itu bukanlah "Asiah" yang bisa bersabar bersanding di bawah penguasa kejam, dia juga bukan "Khodijah" yang rela mengorbankan hartanya untuk Perjuangan suaminya, dia juga bukan "Maryam "yang mampu bertahan di bawah tekanan & tuduhan jelek masyarakat, dia juga bukan "Muti'ah" yang merelakan dirinya dicambuk suaminya karna kesalahannya, dia juga bukan "Ibu hajar" yang bisa sabar hidup di padang pasir dengan buah hatinya ditinggal suaminya untuk urusan Alloh, dia juga bukan "A'isyah" yang mampu menghibur suami lewat canda manjanya, wanita yang kamu nikahi hanyalah wanita biasa yang ingin menyempurnakan agamanya, meningkatkan derajat Surganya, lewat menjadi istrimu, dia hanyalah wanita biasa yang ingin mengabdikan dirinya untukmu untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat, maka bimbinglah dia, arahkan dia terimalah segala kekurangan dan keterbatasannya.

Suami istri itu harus bisa memilahkan antara urusan : " Kasur,Dapur dan Sumur "

Maksudnya :

KASUR : masalah hanya boleh diketahui oleh orang satu kamar saja yaitu "Suami-istri" maka "jagalah rahasia perkara" ini.

DAPUR : masalah yang ada hanya boleh diketahui oleh anggota keluarga "Suami-istri & anggota lain" yg dirumah itu atau "ayah,ibu, dan anak" maka jagalah jangan sampai terdengar tetanggamu.

SUMUR : berarti masalah ini boleh diketahui masyarakat pada umumnya.

SEMOGA BERMANFAAT & SEMOGA MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH - MAWADAH - WAROHMAH.

Aamiiin...

Ya Robal Alamiin..🤲🤲🤲🤲 🙏🙏🙏



03/06/2021

>>>>>>>>>NASEHAT UNTUK SUAMI

Want your school to be the top-listed School/college in Jubail?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Videos (show all)

PERINGATAN PARA ULAMANabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan sifat ulama yang akan selalu ada sepanjang zam...
Nasehat PARA ULAMA', Apabila Allah tidak mengkehendaki kita (sebagai CALON AHLI SURGA) lagi, Maka :÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷...

Location

Website

Address


Jubail
Other Jubail schools & colleges (show all)
Jubail Industrial College Jubail Industrial College
Kingdom Of Saudi Arabia, Eastern Province
Jubail, 31961

Jubail Industrial College is an outstanding example of how relevant modern education, in support of

Jubail Industrial College Jubail Industrial College
Jubail, JUBAILINDUSTRIALCITY,31961,P.O.BOX10099(SAUDIARABIA)

كلية الجبيل الصناعية Jubail Industrial College

مدرسة حراء الابتدائية مدرسة حراء الابتدائية
محلة مكة الجنوبية
Jubail, 31961

مدرسة حراء الابتدائية بالهيئة الملكية بالجبيل الصناعي

Comsats.gpss Comsats.gpss
Jubail, 31951

Gulf Pipe Supply and Service is a leading supplier in kingdom of Saudia Arabia, we have all kinds of

Islaam - The Religion Of Al'laah Islaam - The Religion Of Al'laah
Makkah
Jubail

Islaam is the only true Religion accepted in the sight of The God(Al'laah). Join us to destroy sects

Holy Quran Live Holy Quran Live
Makkah Al Mukarrimah
Jubail

Online Quran Academy