20/05/2026
Konteks dulu, abis Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Sukarno bubarin parlemen yg ribet dan mulai jalanin Demokrasi Terpimpin yg intinya, dia yg pegang kendali penuh negara. Visi Sukarno waktu itu, Indo harus jadi pemimpin dunia ketiga. Bukan cuma di Asia Tenggara doang, dia pengen semua negara baru merdeka ngeliat Indo sebagai kiblat. Dan cara dia ngelakuinnya dgn bikin yg namanya "Proyek mercusuar":
1. Asian Games 1962
Indo berhasil lobi jadi tuan rumah Asian Games IV 1962, dan Sukarno all-in buat ini, Totalnya ditaksir ampe sekitar $12,5jt.
2. GANEFO 1963
semacam Olimpiade alternatif buat negara-negara berkembang dan blok sosialis. Diikuti 51 negara termasuk Uni Soviet ama China.
3. MONAS
4. Masih banyak lagi
Lu bayangin negara yg baru merdeka, ibaratnya baru netes udah bikin proyek yg ngabisin anggaran sebanyak itu ditengah ekonomi yg lagi buruknya. Diperburuk inflasi yg nyampe 600% (yg terparah dalam sejarah Indo), karena Pemerintah kebanyakan nyetak uang terus buat nutupin defisit anggaran yg makin lebar, termasuk buat proyek-proyek mercusuar itu. Ditambah Nasionalisasi perusahaan Belanda, Devisa yg ngering karena ekspor stagnan dan importasi kebutuhan pokok jadi makin mahal karena rupiah anjlok.
Akibatnya ke rakyat apa? betul sekali adik-adik, Kelaparan dan Kekurangan Pangan, Produksi beras Indo stagnan, pengen Impor beras tapi devisa abis dan Kelangkaan Barang Pokok lainnya. Karena hampir semua proyek mercusuar itu ada di Jakarta, yg bikin
Pembangunan infrastruktur daerah terbengkalai, jalan-jalan di luar Jawa banyak yg rusak parah, Investasi pemerintah gk merata. Sukarno lebih sibuk mikirin gimana Jakarta keliatan di depan dunia, daripada gimana rakyat bisa makan.
Gimana menurut lu pada? apa ini emang perlu demi harga diri bangsa yg baru merdeka, atau mending urus kesejahteraan dulu? komen ama follow klo masih pengen baca bacotan gw ini.
Referensi:
The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia (1962, Cornell University Press)
J.A.C. Mackie, Konfrontasi: The Indonesia-Malaysia Dispute 1963–1966 (1974, Oxford University Press)
Anne Booth, The Indonesian Economy in the Nineteenth and Twentieth Centuries (1998, Macmillan)