27/10/2016
Ternyata sudah sedemikian parahnya :/
Proses belajar tentang seksual pada anak memang harus jeli dan bertahap. Apalagi untuk mereka-mereka yang di rumah banyak suguhan yang berbau p***o, entah dari televisi maupun dari pergaulan dengan orang-orang di sekitar rumah. Anak yang jauh dari televisi sekalipun dapat terpengaruh sikap-sikap kurang baik dari teman sepermainan. Anak yang polos dan belum paham tentang baik-buruk akan lebih mudah dipengaruhi. Duh.... anak usia 5 tahun sudah menjadi pelaku tindakan asusila, siapa yang salah? >:O *jadi geram sendiri*
Hmmm... tarik nafas. Lima tahun.. hmm.. angka yang fantastik. Tahapan pembelajaran seksual untuk anak usia itu? :/
1. Biasakan anak menyebut identitas dirinya dengan sebutan yang baik.
__Misalnya, laki-laki dan perempuan, putra dan putri, banin dan banati, ikhwan dan akhwat, lanang wadon, dll. Hindari penggunaan sebutan CEWEK dan COWOK. >:o Coba deh teman-teman yang lahiran tahun 90an dan sebelumnya, duluuuuu waktu usia SD, denger istilah "cewek" dan "cowok" itu kesannya jijik. Jijaiiiiii ihh iuhh huek. Lhah coba lihat sekarang, anak PAUD udah lihai ngucap istilah itu. Sepele sihhhh, tapi siapa yang mau memungkiri bahwa perbendaharaan kata yang diserap anak akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya kelak. Tenin. >:o
2. Biasakan anak memilih teman sepermainan yang sesuai, baik usia maupun polah tingkahnya.
__Misalnya, sekalipun anak tersebut di rumah penuh perhatian dan kasih sayang, tapi ketika bermain di luar rumah bersama anak-anak yang usianya terpaut jauh dan sedang hangat-hangatnya masa puber, maka hati-hatilah! Sebaiknya anak balita hingga 10 tahun, kurangi bermain dengan anak usia 14, 15, hingga 18. Kecuali jika mereka dapat ngemong dengan baik. Karena di usia-usia remaja itu mereka sedang asik membicarakan ini itu dan rasa ingin taunya pun meluap-luap, kadang lupa dengan siapa mereka berbicara. Catat. Penting. >:o
3. Sembunyikan anak dari pemandangan pacaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. >:O
__Misalnya, si anak tadi punya kakak yang sedang kasmaran. Yayaya, usahakan asmara sang kakak jangan sampai terdeteksi oleh si adik. Bagaimana caranya? Entahlah, setiap pribadi pasti punya jawaban sendiri-sendiri. Cara yang paling ampuh adalah : Jangan pacaran. :p Dan dan dan, jangan biarkan si adik tadi nonton SINETRON, FTV, dan lain-lain yang berbau roman picisan. Kakak, ibu, bapak, ngampet dulu dehhhh nggak nonton tivi, demi si adik kecil. Usut punya usut nih, jika indera dan otak kita sudah mengikuti 1 episode sinetron, maka akan ada alarm di dapat otak kita yang mengingatkan kapan jadwal episode selanjutnya. Adiktif banget. >:o
4. Ajak anak bermain dengan banyak variasi.
__Misalnya, lari-lari, mainan ayunan, cari ikan di sungai, bermain bola, panjat pohon :D . Pokoknya JANGAN DIKASIH MAINAN GADGET. Mendingan bacain buku cerita dehh daripada ngegame di gadget. Nggak punya buku cerita? Nohh di Tbm Pustaka Winasis ada banyak ^_^. Udah gitu saja. Kenapa dilarang bermain gadget? Penjelasannya bisa panjang lebar kali tinggi ini. Dibahas kapan-kapan saja. :D
Hmm... mari selamatkan adik-adik kita, anak-anak kita, anak-anak tetangga kita, :v Jangan sampai kelak ketika bocah-bocah ini sudah tua kondisi masyarakat semakin semrawut :3