12/07/2015
Pandangan Ulama Soal I'tiqaf
Ulama sepakat bahwa itikaf hanya boleh dilakukan di masjid.
Ibnul Qatthan mengatakan,
ุฃุฌู
ุนูุง ุนูู ุฃู ุงูุงุนุชูุงู ูุง ูููู ุฅูุง ูู ุงูู
ุณุฌุฏ
โUlama sepakat bahwa itikaf hanya bisa dilakukan di masjid.โ (al-Iqna fi Masail Ijmaโ, Ibnul Qatthan, 1/242)
Keterangan lain disampaikan al-Qurthubi,
ุฃุฌู
ุน ุงูุนูู
ุงุก ุนูู ุฃู ุงูุงุนุชูุงู ูุง ูููู ุฅูุง ูู ู
ุณุฌุฏ
โUlama sepakat bahwa itikaf hanya bisa dilakukan di masjid.โ (Tafsir al-Qurthubi, 2/333)
Dalil yang mendukung hal ini adalah firman Allah,
ูููุงู ุชูุจูุงุดูุฑููููููู ููุฃููุชูู
ู ุนูุงููููููู ููู ุงููู
ูุณูุงุฌูุฏู
โJanganlah kalian menggauli istri kalian ketika kalian sedang itikaf di masjid.โ (QS. al-Baqarah: 187).
MACAM-MACAM MASJID
Pengertian umum dari masjid adalah tempat yang disediakan khusus untuk shalat 5 waktu. Baik untuk shalat jamaah maupun shalat sendirian.
Memahami keterangan para ulama, masjid ada 4 macam:
Masjid jamiโ, itulah masjid yang digunakan untuk jumatan
Masjid jamaah, itulah masjid yang aktif digunakan untuk shalat jamaah 5 waktu, tapi tidak digunakan untuk jumatan. Di Indonesia disebut musholah atau Surau.
Masjid jamaah tapi tidak aktif 5 waktu. Seperti Musholah kantor atau di kampung ada musholah kecil, disebut langgar.
Masjid rumah, hanya digunakan seisi rumah untuk shalat.
(Syarh al-Umdah, 2/720, al-Majmuโ, 6/480).
Dari 4 jenis masjid di atas, ulama berbeda pendapat tentang batasan masjid yang boleh dijadikan itikaf.
Pendapat PERTAMA, itikaf bisa dilakukan di semua masjid jamaah.
Semua masjid, baik masjid jamiโ (yang digunakan untuk jumatan) maupun masjid jamaah, yang tidak digunakan untuk jumatan, tapi aktif untuk jamaah 5 waktu, seperti mushola.
Ini merupakan pendapat para sahabat dan ulama tabiin, serta pendapat Madzhab hanafi dan hambali.
Syaikhul Islam ketika menyebutkan pendapat ini mengatakan,
ููู ููู ุนุงู
ุฉ ุงูุชุงุจุนูู ููู
ูููู ุนู ุตุญุงุจู ุฎูุงูู ุ ุฅูุง ููู ู
ู ุฎุตู ุงูุงุนุชูุงู ุจุงูู
ุณุงุฌุฏ ุงูุซูุงุซุฉ ุฃู ู
ุณุฌุฏ ูุจู
Ini merupakan pendapat mayoritas tabiin, dan tidak dinukil dari sahabat yang menolak pendapat ini, kecuali sahabat yang berpendapat bahwa itikaf hanya bisa di 3 masjid atau masjid nabawi. (Syarh al-Umdah, Bab Shiyam, 2/734).
Pendapat KEDUA, itikaf hanya boleh dilakukan di masjid jamiโ
Masjid jamiโ adalah masjid yang digunakan untuk jumatan.
Ini merupakan pendapat Ibnu Syihab az-Zuhri dan al-Hakam (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 12/503, 504)Dan ini merupakan pendapat pertama (qoul qodim) Imam as-Syafii (al-Majmuโ, 6/480).
Pendapat KETIGA, itikaf boleh dilakukan di semua masjid dengan catatan, tidak melewati hari jumat.
Dia boleh itikaf di masjid jamiโ maupun masjid yang bukan jamiโ. Tapi jika harus melewati hari jumat, dia hanya boleh itikaf di masjid jamiโ.
Sebagai contoh, ada orang yang itikaf 4 hari, senin โ kamis, jumat dia mudik. Dia boleh itikaf di masjid apapun. Tapi jika dia hendak 10 hari penuh, bisa dipastikan melewati jumatan, dia hanya boleh itikaf di masjid jamiโ.Ini pendapat Syafiiyah dan Malikiyah.
Pendapat KEEMPAT, itikaf hanya boleh di 3 masjid
Masjidil haram, masjidil aqsha, dan masjid Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam. Pendapat ini diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu โanhu, dan hanya beliau yang berpendapat demikian.
Pendapat yang kuat dalam hal ini adalah pendapat pertama, itikaf untuk lelaki bisa dilakukan di semua masjid jamaah. Berdasarkan firman Allah,
ูููุงู ุชูุจูุงุดูุฑููููููู ููุฃููุชูู
ู ุนูุงููููููู ููู ุงููู
ูุณูุงุฌูุฏู
โJanganlah kalian menggauli istri kalian ketika kalian sedang itikaf di masjid.โ (QS. al-Baqarah: 187).
Dalam ayat itu ada kata al-Masajid [ุงูู
ุณุงุฌุฏ], isim jamak yang diberi alif lam, maknanya umum, yang artinya semua masjid. Baik masjid jamiโ maupun bukan jamiโ.
Sementara lelaki berkewajiban melaksanakan shalat jamaah 5 waktu. Karena itu, itikafnya harus dilakukan di masjid jamaah. Jika di itikaf di masjid yang jamaahnya tidak rutin, dia akan sering keluar masjid, membatalkan itikafnya dalam rangka shalat jamaah.
Syaikhul Islam mengatakan,
ููุตุญ (ุงูุงุนุชูุงู) ู
ู ุงูู
ุฑุฃุฉ ูู ูู ู
ุณุฌุฏ, ููุง ูุตุญ ู
ู ุงูุฑุฌู ุฅูุง ูู ู
ุณุฌุฏ ุชูุงู
ููู ุงูุฌู
ุงุนุฉ, ูุงุนุชูุงูู ูู ู
ุณุฌุฏ ุชูุงู
ููู ุงูุฌู
ุนุฉ ุฃูุถู
Sah (itikaf) untuk wanita di semua masjid, dan tidak sah bagi lelaki untuk itikaf kecuali di masjid yang diselennggarakan shalat jamaah. Sementara itikaf di masjid yang digunakan untuk jumatan, lebih afdhal.
(Syarh al-Umdah, Bab Shiyam, 2/720)
(Via FP Serambi Mekah)