Islamic Qur'an Center

Islamic Qur'an Center

Share

Memberantas muslim & muslimah buta Al-Qur'an, dan juga mendidik generasi muslim yang berkarakter qur'ani

12/05/2026

Pada 10 hari pertama Dzulhijah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah. Salah satunya yakni puasa Dzulhijah, yang dilaksanakan pada 1-9 Dzulhijah
Rasulullah SAW menyebut berbagai keutamaan puasa Dzulhijah. Di antaranya, tercantum dalam hadis berikut,

Dilipatgandakan Pahala

“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah s**ai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi).

Maksud dari setara dengan satu tahun puasa pada hadis di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan. (Mula al-Qari’, Mirqâh al-Mafâtîh, juz 3, h. 520).

Penghapusan Dosa Setahun

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Dalam kitab Durrat al-Nasihin, Ibnu Abbas meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW. bahwasanya di bulan ini terjadi berbagai peristiwa besar di antaranya. Di mana sembilan peristiwa besar itu terjadi antara tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah, atau persis sebelum hari raya Idul Adha.

Dari rincian hari per hari itu, berbagai keutamaan akan diperoleh jika berpuasa pada 1-9 Dzulhijah.
Di antarannya, keinginan terkabul hingga bebas siksa kubur.

Keutamaan Puasa Antara 1-9 Dzulhijah
1. Tanggal 1 Dzulhijjah

Allah SWT mengampuni kesalahan Nabi Adam. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 1 Dzulhijjah, niscaya akan diampuni dosa-dosa kecilnya.

2. Tanggal 2 Dzulhijjah

Do’a Nabi Yunus dikabulkan Allah dan dikeluarkan dari dalam perut ikan. Maka, barang siapa yang berpuasa pada hari kedua di bulan Dzulhijjah, pahalanya sebanding dengan berpuasa selama satu tahun tanpa mendurhakai Allah.

3. Tanggal 3 Dzulhijjah

Allah mengabulkan do’a Nabi Zakariya yang menginginkan seorang putra. Padahal Nabi Zakariya waktu itu sudah berumur 120 tahun. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 3 Dzulhijjah, semua keinginannya akan dikabulkan Allah.

4. Tanggal 4 Dzulhijjah

Nabi Isa dilahirkan oleh ibunya, Maryam di sudut kota Batlehem atau Baitullahm dalam kedaan sehat, meski sempat menggegerkan kaumnya. Pasalnya, ia terlahir dari seorang yang masih perawan.

Barang siapa yang berpuasa di hari keempat dari bulan Dzulhijjah, maka Allah akan menghilangkan kesusahan hidup dan kefakirannya, dan kelak di hari kiamat akan dikumpulkan bersama orang-orang yang mulia.

5. Tanggal 5 Dzulhijjah

Nabi Musa dilahirkan dengan nama Yakubad di desa Uksur, Mesir. Beliau kemudian diasuh oleh Fir’aun dan berbelok menentang Fir’aun karena keangkuhan dan kesombongannya. Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 5 Dzulhijjah, niscaya akan dihindarkan dari sifat munafik dan siksa kubur.

6. Tanggal 6 Dzulhijjah

Allah membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 6 Dzulhijjah, Allah akan menurunkan rahmat-Nya dan terhindar dari siksa selama-lamanya.

7. Tanggal 7 Dzulhijjah

Pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci, dan baru akan dibuka setelah hari kesepuluh dari bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 7 Dzulhijjah, maka akan terhindar dari 30 pintu kesusahan dan dibukakan baginya 30 pintu kemudahan.

8. Tanggal 8 Dzulhijah

Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Ka’bah. Ketika bangunan Ka’bah telah jadi, Nabi Ibrahim merenung apakah yang ia lakukan mendapat pahala atau tidak. Maka disebutlah hari kedelapan dari bulan Dzulhijjah dengan yaum al-tarwiyah yang artinya hari merenung dan berfikir.

Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim bermimpi mendapat tugas dari Allah untuk menyembelih Ismail. Maka, seharian Nabi Ibrahim berfikir apakah perintah itu benar-benar dari Allah atau dari Setan. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah, Allah akan memberinya pahala yang nilaianya hanya Allah yang tahu.

9. Tanggal 9 Dzulhijjah

Nabi Ibrahim yakin betul bahwa mimpinya di malam kesembilan itu benar-benar dari Allah dan bukan dari Setan. Hari ini disebut yaumu arafah karena tempat yang digunakan untuk menyembelih Nabi Ismail dinamakan Arafah.

Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

05/05/2026

ALAM NASUT , ALAM MALAKUT, ALAM JABARUT DAN ALAM LAHUT

Mengungkap Empat Tingkatan Alam dalam Pandangan Tasawuf.

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

🌹 PENDAHULUAN :

Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, Tuhan semesta alam, yang menciptakan segala sesuatu dengan hikmah dan ketentuan-Nya.
Dia menjadikan alam-alam sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya, agar manusia mengenal kebesaran-Nya, merenungi rahasia ciptaan-Nya, dan semakin dekat kepada-Nya dengan hati yang penuh dengan keimanan.
Alam yang tampak oleh mata hanyalah sebagian kecil dari Alam ciptaan Allah.
Di baliknya masih banyak terdapat alam-alam yang lebih halus dan lebih tinggi, yang menjadi bagian dari tatanan wujud yang diciptakan oleh-Nya.
Para ulama dan ahli tasawuf menjelaskan adanya tingkatan-tingkatan alam, seperti alam Nāsūt, alam Malakūt, alam Jabarūt, dan alam Lāhūt, sebagai cara untuk memahami perjalanan makhluk dari yang zahir menuju hakikat.

Allah Ta‘ālā berfirman :

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقّ
Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.” (QS. Fuṣṣilat ayat : 53)

Mempelajari alam-alam ciptaan Allah bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi jalan untuk menumbuhkan ma‘rifat, memperdalam rasa takut dan cinta kepada Allah, serta menyadari bahwa seluruh wujud ini berada dalam genggaman dan pengaturan-Nya.

📌 MAKALAH TULISAN

Alam Nāsūt
عَالَمُ النَّاسُوتِ
Alam Malakūt
عَالَمُ الْمَلَكُوتِ
Alam Jabarūt
عَالَمُ الْجَبَرُوتِ
Alam Lāhūt
عَالَمُ اللَّاهُوتِ

Sejak dahulu para ulama tasawuf selalu berusaha memberikan pemahaman pemahaman hakikat kehidupan kepada kita.
Bukan hanya sebatas pada apa yang tampak oleh mata saja, tetapi juga pada alam alam yang berada di balik tabir.
Semoga Allah selalu mencucurkan Rahmat nya pada Arwah mereka semua.dan menempatkan di tempat yang mulia.

Mereka para ahli tasawuf memandang bahwa wujud ini memiliki tingkatan-tingkatan, dari yang paling kasar sampai yang paling halus, dari alam syahadah (alam dunia) hingga alam yang dekat kepada kehadiran Ilahi.

Pembahasan tentang Alam Nāsūt, Malakūt, Jabarūt, dan Lāhūt bukanlah untuk membatasi kekuasaan Allah, tetapi untuk membantu manusia agar dapat memahami perjalanan ruh dan hakikat wujud yang sebenarnya , sehingga hati semakin tunduk, untuk mengenal kebesaran-Nya, dan tidak terperangkap hanya sebatas pada dunia lahir semata.
Berikut penjelasan nya :

📌1. ALAM NASUT (عَالَمُ النَّاسُوتِ)

Perlu diketahui bahwa para ulama tasawuf tidak memakai istilah-istilah ini secara sembarangan. Setiap nama memiliki akar kata dalam bahasa Arab dan isyarat dengan makna ruhani.

1. Alam Nāsūt (عَالَمُ النَّاسُوتِ)
Makna Bahasa :
Kata Nāsūt berasal dari: ناس (nās) = manusia
Nāsūt berarti = alam kemanusiaan(alam jasad)
Yaitu alam yang bercampur antara ruh dan materi jasad.

Ulama tasawuf juga menjelaskan bahwa: Alam Nāsūt adalah:
- Alam tempat ujian
- Alam sebab dan akibat
- Alam hijab (tabir)

Imam Al-Ghazali menjelaskan: Dunia adalah tempat menanam amal, bukan tempat tinggal abadi.
Jadi Isyarat Maknanya :
Alam Nāsūt adalah:
- Tempat perjalanan dimulai
- Tempat hati dibersihkan
- Tempat memilih jalan

Para ulama tasawuf berkata:
Manusia hidup di alam Nāsūt,
hatinya dapat berjalan ke Alam Malakūt,
ruh nya dapat merasakan Alam Jabarūt,
dan rahasia hati dapat mengenal Alam Lāhūt.

Perjalanan itu tentu bukanlah dengan perjalanan langkah kaki, akan tetapi dengan melakukan taubat yang benar, dzikir yang berkekalan dan keikhlasan niat dalam segala ibadah.

Allah berfirman dalam Al Qur'an:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا
Artinya:
"Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun."
(QS. An-Nahl ayat : 78)

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa fase kehidupan manusia di alam jasmani.

Jadi kesimpulannya :
Alam Nāsūt adalah alam kehidupan manusia dan alam materi, yaitu alam yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan oleh pancaindra.
Alam Nasut Ini adalah disebut juga alam jasad, dunia, dan kehidupan lahir.
Alam Nasut: Alam Langit, Bumi dan Segala Isinya, maksudnya Nasut pada Diri kita yang terdiri dari (Jasad, Kulit, Daging, Otak, Urat, dan Tulang).

📌2. ALAM MALAKUT (عَالَمُ الْمَلَكُوتِ)

Alam Malakūt (عَالَمُ الْمَلَكُوتِ)
Makna Bahasa :
Kata Malakūt berasal dari: ملك (mulk) = yang artinya kerajaan. Bentuk malakūt menunjukkan makna: kerajaan yang besar.
kekuasaan yang tidak tampak.

Allah menjelaskan Dalam Al-Qur’an:
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ
Artinya:
“Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kerajaan segala sesuatu.” (QS. Yasin ayat : 83)

Ayat inilah yang menjadi dasar istilah Alam Malakūt, yaitu kerajaan batin dari segala sesuatu.

Jadi Makna menurut Ulama Tasawuf
Malakūt adalah:
- Alam para malaikat, alam ruh
alam makna dan hakikat.

Ibnu ‘Arabi menjelaskan: Malakūt adalah alam yang hanya dapat dilihat dengan hati, bukan dengan mata.

Alam Malakūt adalah: disebut juga alam cahaya, alam ilham,.alam terbukanya mata hati.

Jadi kesimpulanya :Alam Malakūt adalah alam para malaikat, Alam Ruh dan alam ghaib yang lebih halus dari dunia materi.
Alam Malakut Ini juga adalah alam mimpi yang benar. Alam ini tidak terlihat oleh mata Zahir, tetapi bisa disaksikan oleh hati yang bersih.
maksudnya Malakut pada Diri kita yang terdiri dari (Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasaan dan sebagainya).

📌3. ALAM JABARUT (عَالَمُ الْجَبَرُوتِ)

Alam Jabarūt (عَالَمُ الْجَبَرُوتِ)
Makna Bahasa
Kata Jabarūt berasal dari: الجبار (Al-Jabbar) =artinya Yang Maha Perkasa
Jadi jabarūt bermakna:
kekuasaan mutlak, keperkasaan, kekuatan yang tidak dapat ditolak.

Makna menurut Ulama Tasawuf
Jabarūt adalah:
- alam kekuasaan Allah
- alam Takdir
- alam Rahasia Ilahi

Menurut Syaikh Abdul Karim Al-Jili: Jabarūt adalah alam sifat-sifat Ilahi dan cahaya yang agung.

Isyarat Makna : Pada kesadaran ini seseorang:
melihat kehendak Allah dalam segala sesuatu
ridha terhadap takdir, Tidak lagi bergantung pada makhluk.

Jadi Alam Jabarūt adalah alam kekuasaan dan cahaya Ilahi, lebih tinggi dari Alam Malakūt.
Alam Ini juga disebut adalah
(Alam rahasia takdir)

Dalil Al-Qur’an
لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ
artinya:
"Milik-Nya penciptaan dan urusan."
(QS. Al-A’raf ayat : 54)

Jadi kesimpulannya : Alam Jabarūt adalah alam sifat-sifat Ilahi, tempat tajalli kekuasaan Allah.
alam yang tidak terikat oleh ruang dan waktu seperti dunia.
Pada maqam ini, biasanya seorang hamba akan mulai menyaksikan kebesaran Allah dalam segala kejadian.
Alam Jabarut: Alam Ghoib bagi Arsy, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka, dll...
maksudnya Jabarut pada Diri kita yaitu : (Ruh, Ilmu, Hikmah, dan sebagainya), yaitu segala Sifat yang Mulia dan Terpuji.

📌4. ALAM LAHUT (عَالَمُ اللَّاهُوتِ)

Alam Lāhūt (عَالَمُ اللَّاهُوتِ)
Makna Bahasa :
Kata Lāhūt berasal dari: إله (Ilāh) = artinya Tuhan.
Lāhūt bermakna: Alam ketuhanan (dalam istilah tasawuf: alam kedekatan kepada Allah, bukan zat Allah yang dicapai makhluk)
Ulama menegaskan: Tidak ada makhluk yang mencapai dzat Allah, yang dimaksud adalah tajalli dan ma‘rifat.

Jadi Makna menurut Ulama Tasawuf
Lāhūt adalah: maqam ma‘rifat, yaitu fana dari ego, dan hadirnya kesadaran hanya kepada Allah

Isyarat Makna haqiqat nya :
Alam Lāhūt adalah:
- puncak kesadaran tauhid
- hati tidak melihat selain Allah
- merasakan ketenangan yang dalam

Dan juga Alam Lāhūt adalah alam yang paling tinggi dalam istilah tasawuf, yaitu alam kedekatan dengan kehadiran Ilahi.
Namun (bukan zat Allah yang dapat dicapai oleh makhluk, tetapi tajalli keagungan-Nya).

Perlu di garis bawahi : Lāhūt bukan berarti makhluk menyatu dengan Allah, tetapi menunjukkan: fana dalam tauhid, hilangnya ego
Dan hadirnya kesadaran hanya kepada Allah.

Dalil Al-Qur’an :
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ
artinya:
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zhahir, dan Yang Batin."
(QS. Al-Hadid ayat : 3)

Ayat inilah yang dijadikan dalil oleh ulama tasawuf tentang hakikat kedekatan seorang hamba kepada Allah.

Menurut Imam Al-Qusyairi:
Alam Lāhūt adalah : maqam ma‘rifat pada seseorang hamba.
Pada Maqom ini hati tidak lagi melihat selain Allah dan dunia / diri tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Ringkasan Tingkatan Alam

1. Alam Nāsūt (عالم الناسوت)
Adalah alam yang tampak, yaitu alam fisik tempat manusia hidup.
Di dalamnya terdapat tubuh, materi, waktu, dan ruang. Ini adalah alam syariat dan amal.

2. Alam Malakūt (عالم الملكوت)
Adalah alam ghaib yang lebih halus daripada alam fisik.
Di sinilah wilayah para malaikat, ruh, dan hakikat batin dari amal manusia.

3. Alam Jabarūt (عالم الجبروت)
Adalah alam kekuasaan dan cahaya Ilahi.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa ini adalah alam makna, kekuatan, dan rahasia ketentuan Allah, lebih tinggi dari alam malaikat biasa.

4. Alam Lāhūt (عالم اللاهوت)
Disebut sebagai tingkatan ketuhanan, yaitu wilayah tajallī sifat-sifat Allah menurut istilah tasawuf.
Bukan berarti Dzat Allah dapat dijangkau makhluk, tetapi menunjuk pada tingkat kedekatan makrifat dan penyaksian hati terhadap keagungan-Nya.
Alam Lahut: Alam Ghoib kebesaran Nur Muhammad, maksudnya Lahut pada Diri kita yang terdiri dari (Batin tempat Sirr "Rahasia", Iman, Tauhid, dan Makrifat).

📌APA HIKMAH MEMAHAMI TINGKATAN ALAM ALAM INI...?

Mengetahui pembagian alam-alam ciptaan Allah seperti Nāsūt, Malakūt, Jabarūt, dan Lāhūt bukan sekadar pengetahuan teoritis.
Dalam pandangan para ulama dan ahli tasawuf, hal ini memiliki beberapa makna yang dalam:

👉1. Menyadarkan bahwa kehidupan dunia bukan satu-satunya realitas
Manusia sering mengira bahwa yang nyata hanya yang terlihat. Padahal Allah menunjukkan bahwa wujud tidak terbatas pada alam fisik saja. Kesadaran ini membuat hati tidak terlalu terikat pada dunia.
Allah berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
“Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. Āli ‘Imrān ayat : 185)

Maknanya: orang yang memahami tingkatan alam akan memandang dunia sebagai tempat singgah, bukan tujuan akhir.

👉2. Membuka jalan tafakkur dan ma‘rifat
Dengan memahami adanya alam yang lebih halus, hati terdorong untuk merenung tentang kebesaran Allah. Ilmu ini mengajak manusia naik dari pandangan zahir menuju batin, dari makhluk menuju Pencipta.

Sebagaimana perkataan sebagian ulama:
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Artinya: "Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia telah mengenal Tuhannya."

👉3. Menumbuhkan rasa takut dan harap kepada Allah.
Jika seseorang menyadari bahwa amal di alam Nāsūt memiliki hakikat di alam Malakūt, maka ia akan lebih menjaga niat, amal, dan hatinya. Ia sadar bahwa setiap perbuatan memiliki dampak di alam yang tidak terlihat.

👉4. Mengajarkan bahwa perjalanan manusia adalah perjalanan ruh.
Ilmu tentang alam-alam ini mengingatkan bahwa manusia berasal dari alam ruh dan akan kembali kepada Allah. Dunia hanyalah satu fase dari perjalanan yang panjang.
Allah berfirman:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya:
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (QS. Al-Baqarah ayat : 156)

👉5. Menjadikan hati lebih lembut dan zuhud.
Orang yang memahami hakikat wujud biasanya lebih tenang, tidak mudah sombong, dan tidak terlalu mengejar kemegahan dunia, karena ia melihat bahwa yang kekal hanyalah Allah.

Kesimpulan makna utamanya:
Mengetahui alam-alam ini bukan untuk berdebat atau sekadar menambah istilah, tetapi untuk:
memperdalam iman, membersihkan hati,
dan mendekatkan diri kepada Allah.

📌PERJALANAN RUH DARI SATU ALAM KEPADA ALAM SELANJUTNYA

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa ruh manusia tidak hanya hidup di satu alam saja. Ruh telah melalui beberapa alam sebelum dunia, sedang menjalani ujian di dunia, dan akan melanjutkan perjalanan setelah kematian.
Memahami perjalanan ini membuat hati menjadi lembut, zuhud terhadap dunia, dan rindu kepada Allah.

🌹 PERJALANAN PERTAMA RUH

1. Alam Arwah (Sebelum Alam Nāsūt)
Sebelum manusia lahir ke dunia, ruh telah diciptakan oleh Allah di alam arwah yaitu sebelum diturunkan ke alam Nasut.
Berikut dalilnya :
Allah berfirman:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى
Artinya:
"Bukankah Aku Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul."
(QS. Al-A’raf ayat : 172)

Jadi menurut pendapat ulama tasawuf:
Ruh ruh manusia telah mengenal Allah sebelum manusia dilahirkan ke dunia (Alam Nasut)
Dan Kerinduan kepada Allah yang dirasakan oleh manusia di dunia ini adalah sisa sisa dari ingatan ruh terhadap perjanjian takkala itu.

Imam Al-Ghazali menjelaskan:
Mengapa hati manusia selalu mencari Allah..? karena pada asalnya manusia berasal dari alam yang dekat kepada-Nya.

🌹 PERJALANAN KE 2 RUH

2. Alam Nāsūt (Dunia)
Setelah dari alam Arwah maka manusia berada di alam Nasut, alam ini adalah alam jasad, yaitu tempat ujian.
Pada alam Nasut ini Ruh telah dibungkus oleh jasad,.diberi nafsu, di karuniai akal ,diberi iman dan dihadirkan ke dunia

Dalil
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ
Artinya:
"Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu." (QS. Al-Mulk Ayat : 2)

Jadi maknanya :
Dunia adalah tempat menanam
Akhirat adalah tempat menuai

🌹3. PERJALANAN KE 3 RUH

Terbukanya Alam Malakūt
Ketika seseorang telah membersihkan qolbunya
banyak dzikir , Beribadah dengan ikhlas.dan selalu Menjaga hati untuk muraqobah ,
Maka tabir ghoib mulai akan tersingkap sedikit demi sedikit.
Dalilnya :
كَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
"Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kerajaan langit dan bumi."
(QS. Al-An’am ayat : 75)

Ulama tasawuf menjelaskan:
Malakūt bukan dilihat dengan mata
tetapi dengan hati yang sudah bersih dari segala sesuatu selain NYA.

Dan tanda seseorang yang sudah mulai menyentuh alam Malakūt maka
hati mudah tersentuh dengan kebenaran
Lebih cinta kepada ibadah
Dan dunia terasa kecil

🌹4. PERJALANAN KE 4 RUH

Menyaksikan alam Jabarūt
(Maqam Tawakal dan Ridha)
Ketika seseorang semakin dalam mengenal Allah, maka ia mulai melihat dan memahami bahwa:
- semua kejadian adalah dari Allah
- Takdir sebagai rahmat dari Allah
- Musibah sebagai pendidikan qolbu

Dalil
قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا
Artinya:
"Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan."
(QS. At-Taubah ayat : 51)

Menurut Ibn ‘Athaillah:
Istirahatkan dirimu dari mengatur, karena apa yang telah diatur oleh Allah tidak perlu engkau atur lagi.
Ini adalah cahaya dari alam Jabarūt: melihat kekuasaan Allah dalam setiap segala peristiwa.

🌹5. PERJALANAN KE 5 RUH

Sampai kepada alam Lāhūt (Maqam Ma‘rifat dan Fana)
Pada Maqom alam lahut Ini bukan berarti melihat dzat Allah, karena melihat dzat Allah itu mustahil bagi makhluk.

Yang terjadi adalah:
- Lenyapnya ego.dalam diri
- hadirnya kesadaran hanya kepada Allah
- Merasa hati selalu bersama Allah.

Dalilnya :
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ
"Dia bersama kamu di mana saja kamu berada."
(QS. Al-Hadid ayat : 4)

Menurut Imam Junaid al-Baghdadi:
Fana adalah hilangnya dirimu dari dirimu, dan tetapnya dirimu dengan Allah.

🌹6.PERJALANAN KE 6 RUH

( Setelah Kematian: menuju Alam Barzakh)
Ketika ruh keluar dari jasad maka :
tabir dunia terbuka
alam Malakūt tampak jelas
Dalil
وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Di hadapan mereka ada alam barzakh sampai hari dibangkitkan."
(QS. Al-Mu’minun ayat : 100)

Ulama tasawuf mengatakan: Kematian bukanlah akhir dari dari satu perjalanan, tetapi hanya perpindahan satu kepada alam lain.

💎Ringkasan Perjalanan Ruh
Alam Arwah → mengenal Allah
Alam Nāsūt → Tempat ujian
Alam Malakūt → terbukanya mata hati
Alam Jabarūt → melihat kekuasaan Allah
Alam Lāhūt → ma‘rifat dan fana
Alam Barzakh → awal kehidupan akhirat

Para ulama tasawuf berkata:
Orang yang hanya melihat dunia → sempit hatinya
Orang yang melihat akhirat → luas hatinya
Orang yang mengenal Allah → tenang hatinya

🌹APA TANDA SESEORANG MULAI BERPINDAH DARI KESADARAN ALAM NASUT KE ALAM ALAM SELANJUTNYA...?

Tanda Seseorang Mulai Berpindah dari Kesadaran Nāsūt ke Malakūt ke jabarut ke lahut
(Menurut Ulama Tasawuf)
Perpindahan dari kesadaran alam Nāsūt (dunia lahir) menuju alam Malakūt (kesadaran ruhani) menuju jabarut (kekuasaan Allah) dan ke alam lahut ( alam ketuhanan)
bukanlah perpindahan tempat, tetapi perubahan cara melihat kehidupan. Jasad tetap di dunia, tetapi hati mulai hidup untuk Allah.

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi secara bertahap.

👍1. Dunia Tidak Lagi Menguasai Hati.
Pada awalnya seseorang masih hidup di dunia, bekerja, bergaul, dan beraktivitas seperti biasa. Namun di dalam hatinya mulai muncul perasaan:
dunia bukan tujuan
harta bukan kebahagiaan
pujian manusia tidak penting
Dalil
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ
Artinya:
"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau."
(QS. Al-Hadid ayat : 20)
Menurut Imam Al-Ghazali:
Awal terbukanya hati adalah ketika dunia keluar dari hati, meskipun masih berada di tangan.

👍2. Hati Mudah Tersentuh oleh Dzikir dan Al-Qur’an
Tanda berikutnya adalah hati menjadi lembut.
Orang yang sebelumnya biasa saja, mulai:
menangis ketika mendengar ayat
merasa tenang ketika berdzikir
rindu kepada ibadah
Dalil
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya:
"Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."
(QS. Ar-Ra’d ayat : 28)
Menurut ulama tasawuf: Ini adalah tanda hati mulai tersambung dengan alam Malakūt.

👍3. Dosa Terasa Berat dan Menyakitkan
Sebelumnya dosa terasa ringan, tetapi ketika hati mulai hidup:
- maksiat terasa berat
- kesalahan kecil terasa besar
- hati tidak tenang sebelum taubat

Menurut Imam Ibn Qayyim:
Hati yang hidup merasakan dosa seperti luka, sedangkan hati yang mati tidak merasakan apa-apa.
Ini tanda hati mulai peka terhadap cahaya.

👍4. Muncul Rasa Diawasi Allah (Muraqabah)
- Seseorang mulai merasa Allah melihatnya
- Allah mengetahui isi hatinya
- Malu berbuat dosa meski sendirian
Dalil Hadis (Hadis Jibril)
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ
Artinya:
"Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya."
Ini adalah pintu menuju kesadaran Malakūt.

👍5. Hati Lebih Sibuk Memperbaiki Diri daripada Menilai Orang
Tanda besar lainnya:
- tidak s**a membicarakan aib orang
- lebih sibuk memperbaiki diri
-mudah mema'afkan kesalahan orang lain.

Menurut Imam Junaid:
Orang yang berjalan menuju Allah melihat dosanya seperti gunung, dan melihat dosa orang lain seperti debu.

👍6. Nikmatnya Kesunyian Bersama Allah.
Pada tahap ini seseorang mulai merasakan:
Merasakan nikmatnya sholat malam
senang berdzikir sendirian
Rindu berbicara dengan Allah
Bukan karena terpaksa, tetapi karena cinta.
Menurut ulama tasawuf: Ini tanda hati mulai hidup di alam Malakūt.

👍7. Melihat Segala Sesuatu Mengingatkan kepada Allah.
Ini tanda yang sangat dalam.
Melihat langit → ingat kebesaran Allah
Dapat musibah → ingat hikmah Allah
Dapat nikmat → ingat rahmat Allah

Dalilnya :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:
"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir."
(QS. Ali Imran ayat : 190)

Ringkasan Tanda-Tanda
Seseorang mulai berpindah dari kesadaran Nāsūt menuju Malakūt ketika:
- Dunia tidak lagi menguasai hati
- Hati lembut dengan dzikir
- Dosa terasa berat
- Muraqabah (merasa diawasi Allah)
- Sibuk memperbaiki diri
- Cinta ibadah dan kesunyian
-Melihat tanda Allah dalam segala sesuatu

📌APA PENGHALANG TERBESAR SESEORANG TIDAK BISA NAIK DARI KESADARAN ALAM NASUT...?

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya memiliki potensi untuk mengenal Allah. Namun banyak yang tidak sampai, bukan karena tidak mampu, tetapi karena terhalang oleh tabir-tabir hati.

Tabir ini disebut oleh para ulama sebagai hijab.
berikut penjelasan nya :

👉1. Cinta Dunia yang Berlebihan
Ini adalah penghalang terbesar.
Bukan berarti memiliki harta dunia itu salah, tetapi jika mencintainya sampai melupakan Allah itulah yang menjadi hijab.
Dalil
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ
Artinya:
"Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan."
(Hadis, diriwayatkan dalam makna oleh para ulama)

Allah juga berfirman:
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
Artinya:
"Tetapi kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia."
(QS. Al-A’la ayat : 16)

Imam Al-Ghazali menjelaskan:
Dunia itu ibarat air laut. Semakin diminum, semakin haus.
Orang yang tenggelam dalam dunia:
sulit khusyuk
berat berdzikir
lalai mengingat akhirat

,👉2. Hati yang Kotor oleh Dosa.
Dosa bukan hanya yang tercatat di catatan amal, tetapi juga yang meninggalkan bekas di hati.
Dalilnya :
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم
Artinya:
"Sekali-kali tidak, bahkan hati mereka tertutup oleh apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al-Mutaffifin ayat : 14)

Menurut ulama tasawuf:
dosa → titik hitam
banyak dosa → hati gelap
hati gelap → tidak merasakan cahaya
Inilah sebabnya sebagian orang sulit merasakan manisnya ibadah.

👉3. Kesombongan (Kibr)
Ini hijab yang sangat halus dan berbahaya.
Kesombongan tidak selalu tampak dalam ucapan, tetapi bisa berupa:
merasa lebih baik dari orang lain
sulit menerima nasihat
merasa ilmunya paling benar
Dalilnya :
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong."
(QS. An-Nahl ayat : 23)

Iblis kufur bukan karena tidak mengenal Allah,
tetapi karena sombong.

Ulama tasawuf berkata:
Dosa yang disertai tawadhu lebih dekat kepada ampunan daripada ibadah yang disertai kesombongan.

👉4. Lalai (Ghaflah)
Ini penyakit yang sangat umum.
Kehidupan terus berjalan seperti biasa
bekerja, makan, berkeluarga , bergaul
Tetapi hati lalai dari mengingat Allah.
Dalilnya :
وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ
Artinya:
"Janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai."
(QS. Al-A’raf ayat : 205)

Menurut Imam Ibn ‘Athaillah:
Jangan heran jika hati keras, karena ia jauh dari dzikir.
Lalai adalah hijab yang menutup tanpa terasa.

👉5. Terlalu Sibuk Menilai Orang Lain.
Ini juga hijab yang sering tidak disadari.
Orang yang sibuk membicarakan kesalahan orang, maka merasa diri lebih baik.
Orang yang selalu mencari aib orang lain,
Maka Hatinya akan sulit bersih.

Menurut para ulama:
Orang yang berjalan kepada Allah sibuk dengan dirinya, bukan dengan orang lain.

👉6. Kurangnya Mujahadah (Kesungguhan Melawan Nafsu)
Jalan menuju kepada Allah membutuhkan perjuangan riyadhoh dan Mujahadah
Dalilnya :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
Artinya:
"Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan jalan Kami."
(QS. Al-Ankabut ayat : 69)

Tanpa melakukan mujahadah maka
- hati tetap berat untuk beribadah
- ibadah akan terasa malas
- Nafsu tetap menguasai

👉7. Tidak Ikhlas dalam pembuatan.
Ini adalah hijab yang paling halus.
Amalnya banyak, tetapi masih
ingin dipuji, ingin dihormati, ingin dianggap alim.

Menurut ulama tasawuf:
Amal yang tidak ikhlas seperti jasad tanpa ruh.
Ikhlas adalah kunci terbukanya pintu hati.

🌹Renungan Penutup
Wahai para pencari jalan Allah,
yang menghalangi kita bukan jauhnya Allah,
tetapi tebalnya hijab di hati.
Allah tidak pernah jauh, tetapi hati yang jauh.

Dan ketahuilah...
setiap kali engkau bertaubat,
satu hijab akan tersingkap.

Setiap kali engkau berdzikir,
satu cahaya masuk ke dalam hati.

Wallahu alam bissowab

27/04/2026

Kata-kata hari ini
Semoga Allah mudahkan semua urusan duniawi & ukhrowi kita, agar tetap balance dalam menjalani nya🤲🏻

berat
Fyp





15/04/2026

Makanan merupakan sumber utama penghasil energi pada tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Bagi umat Islam, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sewajarnya saja, sebab makan berlebihan bisa membawa bahaya. Makanan yang dimaksud tentu masih dalam kategori halal, karena makanan haram jelas akan membawa bahaya lebih banyak lagi.

Bahaya makan berlebihan ini disinggung oleh Imam Al-Ghazali. Menurutnya, ada 10 bahaya yang akan didapat seseorang ketika terlalu banyak mengonsumsi makanan, hal ini ia ungkap dalam kitab Minhajul Abidin (Beirut: Darul Basyair al-Islamiyah, 2001), halaman 201-209, sebagaimana berikut:

20/03/2026

BANYAK yang bertanya, kapan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H?

Ini menjadi pertanyaan rutin tahunan setiap mau puasa dan hari raya. Perbedaan awal bulan kamariah di Nusantara terjadi sejak ratusan tahun silam; bisa kita simak dalam Fatawa Al-Kurdi karya Syaikhul Islam M***i Syafiiyyah di Madinah Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi (1714-1780), ia merupakan guru dari Syekh Muhammad Arsyad Banjar (1710-1812 M.

Bahkan, dalam sebuah manuskrip kuno, perbedaan puasa dan hari raya terjadi pertama kali sejak abad 17, pada masa Syekh Abdurrauf Singkel (1615-1693 M) di Aceh. Saat itu Syekh Abdurrauf Singkel mengadu kepada gurunya di Haramain, Syekh Ahmad Kusasi Al-Madani. Sang guru memfatwakan agar yang berbeda dengan keputusan Sultan Aceh ditangkap, sehingga tidak membuat gejolak di masyarakat muslim. Demikianlah kisah pada masa kerajaan Islam di Nusantara dulu.

Kembali ke pertanyaan di atas, kapan lebaran?

IJTIMA' awal Syawal 1447 H terjadi pada Kamis 19 Maret 2026 M pukul 08:23:23 wib. Tinggi hilal di Indonesia menurut hisab kontemporer pada saat ghurub berkisar antara 0° 54' 27" (0.91°) s.d. 3° 7' 52” (3.13°), dengan elongasi 4° 32' 40" (4,54°) s.d. 6° 06’ 10” (6,10°). Tinggi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada di bawah kriteria imkanurrukyah MABIMS yang baru (tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat). Sabang, Aceh sendiri, meski tinggi hilal sudah cukup tinggi, namun sudut elongasinya masih berada di bawah ambang batas minimum.

Maka, dengan kriteria imkanurrukyah MABIMS yang baru, prediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 M. Sekali lagi, itu prediksi. Ketetapan pastinya ya kita tunggu sidang isbat Kemenag RI petang nanti.

Ingat, dulu ada sahabat yang melihat hilal. Tapi sahabat ini tidak berani menyatakan besok puasa. Ia lapor dulu ke Rasulullah SAW. Setelah laporan diterima, maka Nabi mengisbatkan besok puasa.

Hak isbat berada di tangan ulil amri (pemerintah). Itulah sebabnya dalam kitab-kitab fiqh disebutkan jika ada orang berpuasa dan berhari raya yang berbeda dengan pemerintah, hendaknya dilakukan secara diam-diam. Ini diperbolehkan bagi ahli hisab (dengan kriteria imkanur rukyah) dan orang yang mempercayainya. Rukyah dan hisab tidak untuk dipertentangkan, tapi untuk saling melengkapi. Rukyah (observasi) bisa berfungsi sebagai kalibrasi dan koreksi hasil hisab. Hisab berfungsi memudahkan berhasilnya pengamatan hilal.

Alkisah, suatu hari KH Ma'shum bin Ali penulis kitab Durusul Falakiyah yang merupakan menantu KH Hasyim Asy'ari pernah memukul kentongan/bedug menandakan masuknya bulan baru berdasarkan hisab. Mendengar hal ini, KH Hasyim langsung menegurnya, agar jangan sampai mendahului pemerintah. Hak itsbat berada di tangan pemerintah.

Pengalaman pribadi, ada laki-laki meminta saya untuk memimpin akad nikahnya dengan seorang perempuan. Saya tanya, apakah wali perempuan sudah diberi tahu? Dijawab, sengaja gak dikasih tahu. Saya tolak permintaannya. Bukan karena tidak tahu aturan hukum pernikahan, tapi yang menikahkan bukan wewenang saya. Itu wewenang ayahnya sebagai wali. Jika ayahnya berhalangan, dilimpahkan kepada wali yang lain, atau endingnya ke penghulu sebagai wali hakim. Segala sesuatu serahkan kepada ahlinya dan kepada yang berwenang. Demikian juga perihal puasa dan hari raya, itu wewenang pemerintah.

Tahun 2017, saya menemui Hadratus Syaikh KH Maimoen Zubair di kediaman murid beliau KH Fadholan Musyaffa. Saat itu saya minta izin agar diijazahi kitab beliau yang berjudul Nushus al-Akhyar fis Shaum wal Ifthar. Beliau bilang ke saya, meskipun kamu sudah bisa hisab, jangan tinggalkan rukyah. Dalam kitab itu, beliau menjelaskan bahwa ketika ahli hisab berbeda dengan pemerintah, wajib hukumnya menyembunyikan perbedaan, agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Bayangkan, jika setiap orang menyatakan hasil hisabnya, ternyata hasil hisabnya berbeda-beda karena perbedaan kriteria, pendekatan, metode, dan akurasi. Maka umat dibuat bingung.

قاعدة "حكم الحاكم يرفع الخلاف" تعني أن حكم القاضي في المسائل الاجتهادية السائغة يلزم الأطراف، ويقطع النزاع، ويبطل الخلاف الفقهي السابق فيه، ويصبح العمل بموجبه واجبًا. وهي قاعدة فقهية مقاصدية تهدف لضبط القضاء ومنع الفوضى، وتتغير بها الفتوى في الواقعة نفسها بعد الحكم، فلا يجوز للمخالف

Ilmu Falak itu perpaduan antara matematika, fisika, geografi, dan ilmu syariah. Syariah selalu mempertimbangkan maslahat dan mudharat, mempertimbangkan baik dan buruk.

Jika seseorang berbeda dengan itsbat pemerintah dan menyembunyikan perbedaannya, maka ia ahli falak. Jika berani terang-terangan berbeda, maka ahli hisab.

Para ulama dari masa ke masa menyerahkan polemik perbedaan awal bulan kamariah ke pemerintah, agar di masyarakat tidak terjadi gejolak. Jika pun mau berbeda, mereka sembunyikan.

M***i Syafi'iyyah di Makkah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (1816-1886), beliau belajar falak kepada Syekh Usman Dimyati; Syekh Usman Dimyati belajar falak kepada Syaikhul Azhar Imam Syarqawi. Di antara murid Sayyid Ahmad Zaini Dahlan yang belajar falak padanya adalah Sayyid Bakri Syatha (penulis I'anatut Thalibin).

Ketika ditanya perihal kapan puasa dan hari raya, beliau menghimbau untuk mengikuti pemerintah. Beliau bilang: saya tidak ikut campur masalah ini, saya cuma ikut pemerintah. Jika mereka bilang puasa, ya kita puasa. Jika tidak ya tidak. Kalau mereka bilang lebaran, ya tinggal lebaran, kalau tidak ya tidak.

M***i Mesir Al-Allamah Syekh Muhammad Bakhiet Al-Muthi'i Al-Hanafi, dalam kitabnya Irsyadu Ahlil Millah li Itsbatil Ahillah, pernah memberikan solusi kepada seseorang yang berbeda hari raya dengan masyarakat sekitarnya. Ketika orang banyak mengadakan sholat idul fitri, sementara dirinya berbeda dengan orang banyak, maka ikutlah sholat bersama mereka. Mereka sholat hari raya, tapi dirinya sendiri sholat dhuha. Pendapat ini beliau sampaikan karena tidak ingin menampakkan perbedaan, dan agar menghindari gejolak di masyarakat. Kitab Syekh Muhammad Bakhiet yang lain yang berbicara tentang Ilmu Falak dan alam semesta berjudul Taufiqurrahman. Di antara murid Syekh Muhammad Bakhiet dari Indonesia adalah Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani.

Qadhi Besar Kalimantan Al-Allamah Al-Falaki Tuan Guru Haji Muhammad Hanafi Gobet (1915-1990). Nilai ujian beliau selalu 10 atau mumtaz dalam semua disiplin ilmu keislaman ketika menimba ilmu di Madrasah Shaulatiyah di Makkah. Beliau sangat ahli dalam Ilmu Falak. Pernah beliau berbeda dengan keputusan pemerintah, kepada masyarakat dan jamaah beliau berpesan: ikuti pemerintah. Sementara beliau sendiri SEMBUNYI-SEMBUNYI, tidak menampakkan perbedaannya dengan pemerintah. Inilah yang sesuai dengan fatwa ulama yang tertulis dalam banyak kitab-kitab fiqh.

Syekh Salman Jalil al-Falaki, penulis kitab Mukhtasar Awqat fi 'Ilmil Miqat, juga menghimbau agar mengikuti pemerintah dalam persoalan kapan puasa dan hari raya. Demikian juga pendapat Muallim KH Syafi'i Hadzami, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), KH Hatim Salman, dll.

Saya sendiri, meski memprediksi 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026 M, namun jika nanti pemerintah mengumumkan berbeda, karena menerima laporan hilal terlihat, maka saya akan berlebaran hari Jumat. Terserah, apakah pemerintah menggunakan hisab, rukyah, atau imkanur rukyah, atau apapun itu, Insya Allah saya tetap mengikuti itsbat pemerintah. Kalaupun berbeda, maka saya akan sembunyi-sembunyi. Tidak peduli, meski saya sendiri juga punya hasil hisab, baik menggunakan metode klasik atau kontemporer. Karena manut sami'na wa atho'na, sesuai keilmuan yang bersanad yang kami dapatkan dari masyayikh. Selain itu, mengikuti pemerintah artinya mengikuti para ahlinya, disana berkumpul ulama fiqh, falak, astronom, dan lembaga-lembaga terkait.

Dalam kajian kitab kuning, setidaknya ada tiga pendapat ulama seputar penggunaan hisab: Pertama, menolak. Kedua, menerima hisab bilamana sudah masuk kriteria batas minimal visibiltas hilal. Ketiga, menerima berapapun tinggi posisi hilal meski di bawah imkanurrukyah. Yang mu'tamad adalah menerima hisab bilamana masuk kriteria imkanurrukyah.

Pemerintah mengambil kriteria imkanur rukyah tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Bisa saja di kemudian hari menjadi berubah, bisa naik bisa juga turun. Sebagaimana dalam sejarahnya, Imkanurrukyah senantiasa berubah-ubah dari masa ke masa. Jauh sebelum Indonesia Merdeka, Imkanurrukyah awalnya 9 derajat, lalu 8 derajat, kemudian menjadi 7 derajat, 5 derajat, 3 derajat, hingga 2 derajat. Belakangan naik lagi jadi 3 derajat. Yang 3 tiga derajat ini juga ada potensi untuk berubah lagi, jika ada banyak yang melihat hilal di bawah kriteria yang ditetapkan.

Memang, baik hisab, rukyah, ataupun imkanurrukyah, semuanya mempunyai kekurangannya masing-masing. Ada banyak metode mengetahui masuknya awal bulan. Perbedaan ini akan bersatu bilamana mengikuti satu pendapat, ikuti pemerintah.

Dalam Tafsir Al-Qurthubi, ketika menafsirkan Surah An-Nisa ayat 59 tentang taat kepada pemimpin, Imam Qurthubi mengutip Sahl bin Abdullah at-Tusturi yang mengatakan: "Taatilah seorang pemimpin dalam tujuh perkara: 1) penentuan transaksi keuangan (dinar dan dirham), 2) penentuan standar ukuran dan timbangan, 3) hukum/undang-undang, 4) penentuan haji, 5) penentuan Jumat, 6) dua hari raya, dan 7) jihad.

Habib Alawi bin Syihab berkata, di antara adab orang-orang sholeh dahulu, bahwa mereka tidak sibuk dalam hal kapan puasa dan hari raya, mereka sepenuhnya menyerahkan urusan kepada pemerintah.

Yang lebaran hari ini ada, Hizbut Tahrir/Afghanistan. Yang dilihat bukan hilal, tapi muhaq. Hilal cahaya sabit setelah ijtima; muhaq cahaya sabit sebelum ijtima. Secara astronomis, masih belum masuk bulan baru. Sehingga, negara-negara di dunia pada tahun ini, ada tiga lebaran lebaran idul fitrinya, yaitu 19, 20, dan 21 Maret. Di Indonesia, bahkan lebaran bisa sampai seminggu, karena saking banyaknya kelompok yang berpendapat. Bahkan ada yang mengatakan sudah menelpon Allah.

Terakhir, bilamana ada di antara kita yang berbeda dalam memulai dan mengakhiri puasa, maka janganlah saling mengejek, menjatuhkan, karena akan timbul kebencian dan permusuhan sesama umat Islam. Syaitan akan bertepuk tangan kalau sudah demikian, innama yuridus syaithanu an yuqi'a bainakumul 'adawata baghdho.

Kalau orang yang tidak puasa saja bisa santai, mengapa kita yang sama-sama puasa malah saling cekcok. Kata KH. Hasyim Asy'ari, kalau kita memaksakan pendapat kita pada orang lain, itu bagaikan membangun istana tapi merobohkan satu kota.

Kata seorang filosof yang juga ahli tafsir, Al-Allamah Syekh Thantawi Jauhari, persoalan hisab dan rukyat adalah persoalan enteng. Hisab dan rukyat adalah wasilah untuk mengetahui kapan puasa dan hari raya. Selama ini kita sibuk pada wasilah, namun lupa esensi atau maqshudnya, yaitu berpuasa, ketaatan kita kepada Allah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita berpuasa dengan sebaik mungkin, sehingga meraih predikat orang yang bertakwa.

Rasulullah SAW akan senang melihat umatnya saling rukun, saling kasih sayang satu sama lain.

Apa yang saya tulis disini, tidak ada keinginan untuk memihak kepada kelompok tertentu. Ditulis berdasarkan apa yang telah saya dapat dari literatur fiqh, falak, maupun astronomis.
Wallahu a’lam bis showab.

Want your school to be the top-listed School/college in West Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address

Kp. Pondok Sambi
West Jakarta
11750