Dalam dunia karate dikenalkan Bushido berarti "Jalan Ksatria" atau bisa disebut juga etika moral bagi kaum ksatria. Makna secara umum dari Bushido adalah sikap rela berkorban bagi pemimpin atau negara, yang kemudian diperluas dan diformalkan sebagai kode awal samurai dan menekankan pada penghematan, kesetiaan, penguasaan beladiri, dan kehormatan sampai mati.
Bushido juga mencakup belas kasih bagi mereka dari status yang lebih rendah untuk pelestarian nama.
Karate Indonesia
Karate Indonesia
diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’.
Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Karate berasal dari bahasa Jepang, "kara" yang berarti kosong dan "te" yang berarti tangan. Karate diperkenalkan sebagai beladiri tanpa senjata. Berbagai teknik Karate diperkirakan berawal dari tahun 1300-an, walaupun penulis "10 Precepts of Karate", Anko Itosu, bapak karate modern, menuliskan buku tersebut pada tahun 1908.
Karate adalah teknik yang mengubah tangan dan kaki menjadi tombak. Pada buku tulisan Anko, karate dapat dipakai sebagai cara mengindari perkelahian jika dihadang penjahat.
Karate merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di Indonesia dan dunia yang berasal dari negeri jepang dan telah dikembangkan secara serius oleh FORKI sejak lama.
Karate Tak seperti olahraga bela diri lain yang fokus pada bagian tubuh tunggal atau bentuk pertempuran, karate menggabungkan seluruh tubuh dalam penyerangan. Meninju, menendang, siku, melempar, membanting, dan tangan terbuka adalah beberapa teknik yang kerap dipakai dalam karate.
Karate
Sistem pertahanan diri dengan mengandalkan gerakan menendang dan memukul. Gerakan cepat dan tajam yang juga terdiri dari gerakan menyerang pada sendi tubuh.
Karate Indonesia