03/03/2025
SETIAP ANAK MEMILIKI TAKDIR HEBATNYA SENDIRI
Dulu, saat Nasywa masih SD, ia sudah memiliki tabungan hafalan 3 juz.
Saat masuk SMP, banyak yang bertanya, _"Kok sekarang baru hafal 5 juz? Harusnya bisa lebih banyak ya?"_
Sebagai orang tua, pertanyaan ini sempat membuat kami merenung. Tapi lalu kami sadar, hafalan bukan sekadar angka, tapi perjalanan.
Setiap anak memiliki keunikan dan ritme belajar yang berbeda.
Yang terpenting adalah bagaimana ananda nyaman, menikmati prosesnya, dan terus mencintai Al-Qur’an.
Kami juga menyadari bahwa Nasywa memiliki minat besar di dunia entrepreneur. Sejak kecil, jiwa dagangnya sudah muncul—jualan kertas nyanyian khas anak anak, susu, snack ke teman-temannya, bahkan pernah berjualan balon di depan pagar rumah!
Itulah mengapa kami memilih Pondok Nurul Fikri EBS. Disini Nasywa tidak hanya belajar Tahfidzul Qur’an, tapi juga mengasah ketrampilannya di bidang entrepreneur.
Bahkan, ia pernah meraih penjualan tertinggi di angkatannya!
Kami bersyukur karena sejak muda, Ananda sudah memiliki peta konsep tentang apa yang ingin ia capai dalam hidupnya.
Kami ingin Nasywa belajar dengan bahagia, tanpa beban, dan menemukan potensinya yang terbaik.
Karena sejatinya, pendidikan bukan tentang membandingkan anak kita dengan yang lain, tapi membantu mereka menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.