16/02/2025
Dari kami untuk kalian..
Ada tangisan yang tak terlukiskan,
Mengalir dalam sunyi sujud malam,
Ketika lidah membeku, kata-kata hilang,
Hanya air mata yang bersaksi di hadapan Tuhan.
Tangisan itu bukan kelemahan,
Namun wujud jiwa yang paling tulus,
Saat do'a tak mampu diterjemahkan,
Dan hati hanya berbicara melalui air yang jatuh.
Ya, air mata menjadi bahasa doa,
Yang menyusup di sela bisikan angin,
Menggapai langit yang tak berbatas,
Mengetuk pintu rahmat-Nya yang tak berujung.
Ketika jiwa bergetar oleh beban hidup,
Dan tubuh lelah menahan segala derita,
Di sanalah air mata menemukan makna,
Mengalir membawa pengaduan kepada Sang Kuasa.
Hebatnya, Allah Maha Mendengar,
Bahkan ketika suara tak terdengar,
Ia paham jerit yang tersembunyi,
Dalam tiap tetesan yang jatuh sunyi.
Betapa indah bahasa yang tak bersuara,
Mengurai rahasia hati kepada Yang Esa,
Setiap air mata menjadi saksi setia,
Bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh, namun mulia.
Maka menangislah bila kau tak mampu bicara,
Biarkan air mata menjadi doa yang nyata,
Karena Dia selalu ada,
Menyambutmu dengan kasih tanpa batas,
Dalam hening malam yang penuh pengampunan.
Dari kami untuk kalian dan untuk kita, tetaplah menjadi murid yang berbudi pekerti baik nak..
Sejujurnya diam-diam kami merasa bangga melihat senyum kecil kalian semoga kelak dihari esok kita berk*mpul disana dalam keadaan bahagia Aamiin.
Keluarga besar Rumah Tahfizh Nur Asyita dalam rangka memperingati isro wal mi'roj Nabi Muhammad s.a.w 😇
"Santri niku wani ngaji wani ngabdi, Bukan seberapa besar dirimu ada didalam hati gurumu akan tetapi seberapa besar guru Mu ada didalam hati mu." ✨
pengikut