Artikel Salafy

Artikel Salafy

Share

Halaman Channel Telegram Artikel Salafy

Https://t.me/artikelsalafy

26/02/2025

Kopi Ramadhan

"Enaknya di sela-sela (istirahat) tarawih minum kopi, menghilangkan rasa ngantuk," ujar Abu Abdillah Rudi, salah satu saudara ahlussunnah saya di kompleks Ma'had Darul Atsar Tasikmalaya (Madasta).

Kopi memang tak bisa dilepaskan dari saudara-saudara ahlussunnah saya. Mereka kebanyakan penyuka kopi dan beberapa di antaranya adalah pelaku bisnis kopi.

Mereka yang tersebar di pelbagai pelosok negeri itu ada yang berkumpul di WAG Perkopian Ikhwah. WAG tersebut yang menggagas dan membuka stand kopi gratis bagi peserta Dauroh Pantura 2023 di Masjid Agung Jawa Tengah.

Tak heran jika kopi tak bisa dilepaskan dari keseharian mereka. Tak terkecuali di bulan Ramadhan. Sahur atau berbuka, tidak sedikit dari mereka menyeduh kopi sebagai pilihan minuman.

Pun ketika sholat tarawih. Di sela-sela --istirahat-- sholat tarawih, ada yang minum kopi yang mereka bekal dari rumah sebagai ikhtiar melawan kantuk. Seperti yang dilakukan saudara-saudara saya di Ma'had Tamaamul Minnah, Bengle Karawang.

Bahkan di Masjid Ma'had Al Hijrah, Bandung seakan menjadi 'tradisi'. Di teras sayap kanan masjid, biasanya jadi tempat favorit untuk istirahat sholat tarawih. Di situ biasanya ada yang menyeduh kopi.

Apalagi kini hampir di setiap daerah punya ikhwan yang pintar menyeduh kopi. Peralatan seduh kopi mereka --manual brew-- juga terbilang lengkap.

Jadi sekarang kalau gurunda-gurunda datang ke sebuah daerah untuk mengisi taklim atau dauroh, urusan perkopian tak perlu dikhawatirkan lagi. Biidznillah. Gurunda-gurunda kami kebanyakan juga penyuka kopi.

Saya jadi ingat di tahun 2016-an ketika belum banyak ikhwan penyeduh kopi 'menampakkan diri'. Dahulu suatu ketika berkunjung ke sebuah ma'had, ditawari kopi sachetan. Dengan halus kami tolak karena kami sudah membawa kopi sendiri.

Kami meminta air panas dan gelas saja. Kami pun diberikan satu termos air panas dengan beberapa gelas besar yang biasa dipakai di warung-warung nasi padang. Hehehe...

Dahulu saya juga sering menyeduh kopi untuk seseorang yang sekarang sudah memisahkan diri dari kelompoknya. Sebuah kelompok --yang bersama lainnya-- seseorang itu dulunya yakin mereka berada di atas kebenaran. Sampai sekarang pun kelompok tersebut masih berjalan bersama kebenaran. Alhamdulillah.

Awalnya seseorang itu menolak kopi seduhan saya. Alasannya, kopi itu harus diseduh dengan air yang mendidih sehingga permukaan cangkir tampak mengepul.

"Eman-eman bubuk kopinya," begitu katanya.

Padahal ketika itu saya seduh kopi arabika dengan metode V60. Jumhur sepakat, kopi arabika tidak disarankan diseduh dengan air mendidih 100⁰C. Berisiko merusak cita rasa kopi. Terjadi ikhtilaf tentang berapa suhu panas air yang tepat. Namun pendapat yang rajih berkisar di angka 90-95⁰C.

Bukan berarti saya kangen menyeduh kopi untuk seseorang itu ya. Itu adalah masa lalu. Untuk urusan kebenaran, saya tak boleh pakai perasaan. Bagi saya sekarang, bisa menyeduh kopi untuk saudara-saudara ahlussunnah di Madasta saja sudah sangat menyenangkan. Alhamdulillah.

(Abu Zakariyya Thobroni, Ahad 6 Ramadhan 1445H/17 Maret 2024)

https://t.me/geraifathimah/698

FP Hadis Shahih

19/10/2024

BIARKAN TAKDIR ITU BERJALAN .

Aku gigit bara api sampai menjadi arang yang dingin lebih aku s**a dari pada aku harus mengatakan tentang sesuatu yang telah Allah takdirkan : " Sekiranya hal itu tidak terjadi "

📝. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu .

======//======

لأن أعض على جمرة حتى تبرد

أحب إلي من أن أقول لشيء

قد قضاه الله : ليته لم يكن

📚. [ أبو داود في الزهد١٢٨ ]

===//======

Http : t.me/pitutursae

" jika baik beritahu teman jika buruk beritahu kami " .

19/10/2024

Buatlah dirimu sibuk, hingga tak ada celah untuk membenci, tak ada waktu untuk berburuk sangka, tak ada kesempatan untuk berbohong, dan tak ada kebiasaan tuk mengurusi hidup orang lain

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address

Tangerang