Eduka+1fun

Eduka+1fun

Share

Berikan Pendidikan yang Menyenangkan ke Anak Anda dengan produk EduKa+1FuN

BBM 75477F65
WA 081320460083
SMS/Telp 085779589637

Photos from Eduka+1fun's post 08/05/2018

Masih open pendaftaran ya

05/05/2018

Ayo menjadi bagian seminar ini
Grab it fast karena terbatas
Hubungi info yang ada di e flyer
Join sponsor juga bisa banget sebagai branding

Terima kasih ...

-----------------------------------------------------------------------

Seminar offline persembahan dari edukatif fun

Ketika anda bingung untuk mulai bermontessori, Nah dsini ada jawabannya
Pengenalan mulai dari filosofi dilanjutkan dengan pengenalan 5 area montessori secara umum oleh pembicara yang sangat yahuudd.. Associate Montessori Haus Asia loohhh..
Daann sebagaai pelengkaapp, akan ada praktek langsung diy 2 aparatus untuk 2 dari 5 area montessori bersama Edukatif Fun DIY Team, langsung dari ahlinya juga neh yang gape potong potong, gunting gunting dan tempel tempel
Teruusss diy nya bisa dibawa p**aaangg
Uwoooww horeeyy......

Langsung daftar untuk amankan seatmu ya..
Early bird hanya terbatas 20 orang
Truuss selanjutnya harga normal, namun ada promonya jugaaa koookkk.....

Cus langsung ke info pendaftaran ya..
Karena terbatas loohhh
Dont miss it guys :)

25/04/2018

Ketika membaca dan menulis menjadi bagian seumur hidup kita maupun anak anak kita
Lewati proses pengenalannya sesuai tahapan tumbuh kembang anak

Launching juga seri simbol huruf paket baca diy dengan metode permontessorian
Sebelum mengajarkan seri ini, lewati terlebih dahulu seri pondasi bahasa ya...

Ini bisa dikenalkan sejak usia 2.5 tahun loohh...

Mari berdamai dengan waktu agar anak dapat mengembangkan self construction nya karena anak bukanlah kertas kosong
Hoo emang materi "berkenalan dengan montessori" kulwap kemarin sangat "membekas"...

Smua paket ini bisa DIY
Yang bikin spesialnya siiihh adalah dalam paketan ini ada cara presentasi dan selanjutnya akan ada kelas pendampingannya

Montessori bukan hanya sekedar alat, namun filosofi indahnya yang akan membuat anda jatuh cinta hoooo

So mau daftar PO????
Langsung saja wa ke 081320460083

Photos from Eduka+1fun's post 06/04/2018

Launching DIY Montessori Paket Pra-Baca dan Pra-Menulis tingkat dasaarrr

Swearr... paketan ini bisa smua bu ibu kerjakan sendiri dirumah
Ini tim produksi edukatif fun mah ngerjain handmade kookk
Cumaaaa... Kadang kan mau bikinnya itu perlu waktuuuuu... Ga bisa digangguin bocaahh... Intinya mah, ini me time deh bagi emak emak hihiii

Diundur undur... Ditunda tunda...
Eh tiba tiba anak sudah nambah lagi umurnya...
Eeehh ga berasa sudah lewat sensitive period nya
Ga bisa dibalikin lagee
Jadi PR besar deh stimulasinya grgrgrrr

Atas dasar alasan itulah, paket ini hadir
Dan sudah ada cabinetnya p**aa tuk temat penyimpanan jadi ga perlu space banyaakk

Eits, tambahan lagee...

Terdapat juga penjelasan dari masing masing paket baca ini seperti :
1. Peruntukan usianya, ini penting karena menurut dr. Montessori bahwa ada bagi anak yang apabila distimulasi disaat yang tepat maka akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat
2. Tujuan dari diy ini apa, biar orang tua dapat memantau apakah diy aparatus ini tepat sasaran menstimulasi anak
3. Cara menggunakannya, biar orang tua mengetahui cara menggunakan diy aparatus tsb sehingga tujuannya tercapai dan masa golden age anak terstimulasi dengan maksimal

Emang apa ajiah si isinyaa???
1. Sandpaper Letters
2. Inset & Design
3. Movable Alphabet

Mau join ? Terbatas hanya untuk 10 orang pertama dulu yaahh.. Maklum ngerjainnya beneran handmade xixixiii
Nah tapi spesialnya, tuk 10 orang ini akan mendapatkan harga spesial

Atau mw join arisannya ajiah? Bowleh juga...
Hayulah langsung inbox atau wa ke 081320460083 ya...

Photos from Eduka+1fun's post 22/03/2018

Ahay launching juga ni

Tersedia dalam 2 . Bisa pilih atau
Atau ambil dua duanya juga bowleh bangeeettssss hihihiii

Kabar gembiranya adalah paketan ini bisa dan tetap mendapatkan FREEnya
Hooo bikin mupeng......

Promo hanya sampai 31maret ya...
Amankan mu dari sekarang....




09/03/2018

Welcome back.....
Duuhhh lama tak menyapaa...
Kebablasan neh "tidur"nya pasca lahiran
So sowri.....

Sebagai pemanasan, mau ngadain give away dolo yaksss...
Syaratnya mudah :
1. Like FP Eduka+1fun dan follow IG edukatif_fun
2. Dalam satu kolom komen :
a. Jawab pertanyaan yang ada digambar. Jawaban bukan dinilai berdasarkan benar salah, namun hanya ingin tahu bagaiman pendapat anda mengenai harga aparatus montessori. Bs jawab mahal, tidak mahal atau tidak tahu. Sertakan masing masing alasannya.
b. Sebutkan hadiah yang anda mau.. Hadiah ini akan FREE menjadi milik anda (hanya menanggung ongkir) apabila anda menjadi pemenang di give away kali ini (kalau ga tau nama apartusnya, bisa sebutkan ciri khas dari apartus tersebut)
c. Tag 10 orang temanmu dan share Give away ini ke timeline anda
3. Periode give away 09 Maret 18 pkl sejak diposting s.d senin 12 Maret 2018 pkl 23.59 WIB
4. Pengocokan akan dilakukan selasa 13 Maret 2018 pkl 19.00 WIB menggunakan random.org dan yang ada dinomor urut 19 akan jadi CALON PEMENANG
5. Calon pemenang harus menunjukan sudah memenuhi syarat no. 1 dan 2c dalam kolom komen pengumuman calon pemenang nantinya
8. Apabila terbukti VALID, maka calon pemenang dinyatakan sebagai PEMENANG GIVE AWAY INI... Horey....

Sssttt tuk komen pertama bakal dapat merchandise menarik loohhh... (hadiah ditentukan kemudian)

GRATIS APARTUS MONTESORI, SAPA YANG NOLAK hulalllallaaa......

Bismillaahh.. Give away dimulai saat diposting ini ya...

08/03/2018

Hhhmmmm.... Maafkan lama "tertidur"... Setelah dolo hadir Sensory Tools in a Box yang yang mengusung 5 tema dalam montesorri, mari kita aktifkan kembali grup ini.... Besok akan hadir "sesuatu" yang masih dengan tema montessori... Siap give awaayyy ga???? Duh udah lama deh ga berbagi give away huhuuuu....

Artikel Parenting 21/03/2017

Ini 8 poin penyimpangan seperti yang terdapat dalam buku Fitrah Based Education (halaman 253) tentang penyimpangan mendidik anak di usia 0 - 7 tahun :
1. Mengutamakan akademik atau kognitif seperti calistung (baca tulis hitung).
Penggunaan flash card, metode glen doman terbukti tidak berdampak apapun bahkan cenderung menciderai fitrah anak. Pemahaman bahwa lima tahun pertama adalah masa golden age bagi kecerdasan otak dengan alasan akan membentuk sinapsis ternyata tidak bersandar pada landasan ilmiah dan terbukti salah.

2. Menggegas hafalan Al Quran tanpa memandang cara dan kemampuan serta ketertarikan anak anak yang berbeda satu sama lain.
Cara terbaik adalah metode talaqi bukan formal menghafal teks. Diperdengarkan setiap hari (reciting), sudah sangat baik. Dalam pendidikan fitrah, cinta kepada Allah, kepada kebenaran, kepada Islam jauh lebih penting dibangkitkan pada usia ini daripada pengajaran agama.

3. Mengajarkan bahasa kedua sebelum bahasa ibu tuntas.
Anak-anak yang belum tuntas bahasa ibunya jika diajarkan bahasa asing akan mengalami "mental block" yaitu kesulitan mengekspresikan gagasan dan perasaan secara lisan maupun tulisan. Bahasa asing sebaiknya diberikan setidaknya setelah usia 9tahun atau ketika bahasa ibu sudah tuntas dengan indikasi mampu menyampaikan perasaan, gqgasan dengan baik, tepat dan jelas.

4. Mendahulukan mengajarkan syariat dan tata cara ibadah pada usia dini daripada membangkitkan fitrah keimanan atau aqidah (keimanan, kecintaan, keridhoan kepada Allah SWT)
Anak bisa saja tampak hebat beribadah namun belum tentu akan berlanjut sampai dewasa jika fitrah keimanannya tidak dibangkitkan.

5. Membanding-bandingkan anak dengan anak yang lain.
Ini adalah sikap orangtua yang tidak menyadari bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, termasuk keunikan dalam penciptaan. Tidak ada manusia yang sama di muka bumi, setiap anak adalah spesial limited edition.

6. Berkata atau bersikap atau berwajah yang tidak ramah apalagi kasar.

7. Berobsesi menjadikan anak sesuai profesi tertentu tanpa mempertimbangkan keunikan anak.

8. Menitipkan anak dibawah usia aqilbaligh, terutama di bawah usia 7tahun pada oranglain atau lemabaga atau boarding school dengan alasan apapun kecuali wafat atau uzur.

Setelah tahu ini, semoga bisa memperbaiki segala kesalahan yang telah diperbuat dan bisa makin mantap melangkah dalam mendidik anak-anak sesuai fitrahnya masing-masing. Aamiin

Artikel Parenting 24/02/2017

Apa itu generasi “HOME SERVICE?” Generasi “HOME SERVICE” adalah generasi yang selalu minta dilayani. Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Mulai dari lahir mereka sudah diurus oleh pembantu, atau yang punya kekayaan berlebih diasuh oleh Baby sitter yang 24 jam siap di samping sang anak. Kemana-mana anak diikuti oleh baby sitter. Bahkan sampai umur 9 tahun saja ada Baby sitter yang masih mengurus keperluan si anak karena orangtuanya sibuk bekerja. Anak tidak dibiarkan mencari solusi sendiri. Contoh kecil saja, membuka bungus permen yang akan dimakan anak. Karena terbiasa ada baby sitter atau ART, anak dengan mudahnya menyuruh mereka membukakan bungkusnya. Tidak mau bersusah payah berusaha lebih dulu atau mencari gunting misalnya.

Contoh lain memakai kaus kaki dan sepatu. Karena tak sabar melihat anak mencoba memakai sepatunya sendiri maka orang dewasa yang di sekitarnya buru-buku memakaikan kepada anak. Saat anak sudah bisa makan sendiri, orangtua juga seringkali masih menyuapi karena berpikir jika tidak disuapi makannya akan lama dan malah tidak dimakan. Padahal jika anak dibiarkan tidak makan, maka anak tidak akan pernah merasa apa namanya lapar. Dan saat lapar datang seorang anak secara otomatis akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bagaimana dia akan belajar makan sendiri jika dia tidak pernah merasakan apa itu namanya lapar? Bagaimana dia akan belajar membuat minuman sendiri jika dengan hanya memanggil ART atau baby sitter atau orangtuanya saja minuman itu akan datang sendiri kepadanya.

Saya mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, beliau menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, , “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”. Tapi beranikah semua orangtua memberikan hadiah itu pada anak? Faktanya saat ini banyak orangtua yang ingin segera menyelesaikan dan mengambil alih masalah anak, bukan memberikan tantangan. Saat anak bertengkar dengan temannya karena berebut mainan, orangtua malah memarahi teman anaknya itu dan membela sang anak. Ada p**a yang langsung membawanya p**ang dan bilang, ”udah nanti Ibu belikan mainan seperti itu yang lebih bagus dari yang punya temanmu..gak usah nangis”.

Padahal Ibu tersebut bisa mengatakan, “Oh kamu ingin mainan seperti yang punya temanmu ya? Gak usah merebutnya sayang… kita nabung dulu ya nanti kalau uangnya sudah cukup kita akan sama-sama ke toko mainan membeli mainan yang seperti itu”. Kira-kira bagaimana jika Ibu mengatakan demikian? Ada tantangan yang diberikan pada anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang dia ianginkan maka dia harus berusaha untuk menabung dulu. Tidak lantas mengambil alih bahwa everything oke…ada Ibu dan ayah disini yang akan mengatasi segala masalahmu nak.

Dalam keseharian Generasi “HOME SERVICE “ semua pekerjaan rumah tangga tak pernah melibatkan anak. Saat anak membuat kamarnya berantakan langsung memanggil asisten untuk segera merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh Ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti. Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Dalam hal bersosialisasi saat anaknya nabrak orang sampai mati di jalan karena harusnya belum punya SIM malah sudah bawa kendaraan sendiri. Orangtuanya langsung menyuap polisi agar anaknya tidak diperkarakan dan dipenjarakan. Beres kan…hidup ini tidak susah nak…selama orangtuamu ada di sampingmu.

Iya kalau orangtuanya kaya terus...…iya kalau orangtuanya hidup terus…semua kan tak pernah bisa kita duga. Generasi inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab. Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya. Mau gimana lagi? Memang dididiknya begitu…Sekolah yang carikan orangtua. Jodoh yang carikan orangtua. Rumah yang belikan orangtua, Kendaraan yang belikan juga orangtua. Giliran punya cucu yang mengasuh dan jadi pembantu di rumahnya juga ya si orangtuanya. Kasian banget ya…sudah modalin banyak ternyata orangtua tipe begini hanya akan berakhir jadi kacung di rumah anaknya sendiri. Maaf kalau saya menggunakan istilah ‘kacung” karena saya betul-betul prihatin kepada orangtua yang terlalu menjadi pelindung bagi anaknya, bahkan nanti buat cucunya juga. Kapan bisa mandirinya tuh anak.

Sahabat Nabi Ali Bin ABi Thalib RA sudah memberikan panduan dalam mendidik anak : “Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.” Jadi anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dll. Untuk anak usia 7 sd 14 tahun mulailah mendisiplinkannya. Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sep**ang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dll. Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin.

Untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Karena semakin besar usia anak, maka semakin sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu, kerja kelompok dll. Merasa anaknya tidak punya waktu, lalu orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya.

Anda yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya. Pekerjaan mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah mungkin bisa minta orang lain melakukannya. Memasak juga bisa membeli yang sudah jadi, tapi jam mengasuh anak tidak ada habisnya bukan? Apalagi jika di rumah tidak ada asisten karena sekarang ART semakin langka, jika pun ada gajinya minta selangit. Belum lagi banyak ketidakcocokkan. Udah bayar mahal, ngeyel, minta banyak libur, gak rapih juga kerjanya. Bikin emosi jiwa saja ya ? He..he…he…

Karena itu sebelum anda menjadi depresi sendirian, maka libatkanlah anak anak dalam pekerjaan rumah tangga. Saya pernah membaca sebuah artikel yang meliput tentang sebuah keluarga di Indonesia yang punya 11 anak tanpa ART dan sering traveling ke luar negeri. Manajemen keluarganya TOP banget deh, dan kuncinya mereka melibatkan semua anaknya untuk ambil bagian dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Ada yang bertugas sebagai koki, menyetrika, mencuci, mengepel dll. Kompak banget deh. Asyik kan bisa memberdayakan sebuah keluarga seperti itu. Tidak ada yang meminta dilayani. Semua punya tugas dan tanggungjawab sendiri-sendiri. Saya yakin ke 11 anak mereka kelak akan menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, sukses dan mandiri.

Oh ya selain melibatkan anak-anak , faktor terpenting dalam meniadakan GENERASI “HOME SERVICE “ adalah peran ayah dalam mengerjakan perkerjaan rumah tangga. Di Indonesia masih banyak suami yang tidak mau terlibat dalam pekerjaan rumah tangga. Seakan-akan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, mengepel dll itu adalah aib buat seorang suami. Padahal menurut hasil penelitian, keikutsertaan para suami atau ayah dalam pekerjaan rumah tangga, berpengaruh positif terhadap keutuhan dan keharmonisan keluarga loh. Berbagi pekerjaan dalam rumah tangga antara suami dan istri tidaklah perlu dibuat jobdesknya secara tertulis, tetapi buatlah semuanya sesuai dengan kesempatan yang mereka punya. Karena jika dibuat jobdesk bisa membuat pertengkaran apabila salah satu ada yang abai menyelesaikan pekerjaannya dan yang lain tidak mau mengerjakan karena merasa itu bukan tugasnya. Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki.

Peran serta ayah dalam membantu pekerjaan rumah tangga ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun akan semakin harmonis. Pengalaman pribadi nih, suami saya s**a sekali membacakan buku buat anak kami sebelum tidur. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya. Buat saya, suami yang mau melakukan pekerjaan rumah tangga itu lebih macho dan ganteng dari actor sekaliber Brad Pitt atau Jason Stanham dari Holywood. Betul gak??

Jadi sudah siapkah keluarga anda meniadakan GENERASI “HOME SERVICE?” Yuk kita sama sama mulai dari sekarang demi kebaikan dan masa depan anak-anak kelak.

Penulis : Deassy M Destiani
Ilustrasi gambar: Chai's Play

30 days sensory tools in a box (Ready Stock) 17/02/2017

Ih tanggalnya cantik buanget 17020217..... Pengen kasih yang spesial deh di tanggal syantik ini.. diskon 17% HANYA untuk 20 orang sajaahhh setiap pembelian Sensory Tools in a Box HARI INI..... so langsung wa ke 081320460083 saja. Berbonus Clothes Flanel Activity, home made loohhhh ^_^

Yes!!!!
18 September 2015
Kenapa dengan tanggal ini?
S**a dengan angka sembilaannnn, angka cuantiikkk dan unikkk
coba deh yaks, 1 + 8 = 9
September = 9
Setiap perkalian 9, hasilnya apabila dijumlahkan akan menjadi 9
Trus dalam perkalian 9 juga, hasil angka depannya, ngurut dari 2, 3, 4, .... dst
Unik kan?
Dan pas buangets hari jumat, insya allah Jumat Barokah Aamiin......

Bismillaahhhh....
Setelah pemasaran perdana menggunakan sistem PO
Hari ini, Sensory Tools in a Box (STB) READY STOCK

Binun cari mainan tuk anak?
Pengen kasih mainan tp pengen yang mendidik?
Heheee jangan kebanyakan pengen
Langsung bungkus ajiahhh nehh.......

Tradaaaaa..... Ni diaaaa
Padat aktivitas positif
Box yang berisi kelima kurikulum montessori dengan 30 jenis permainan (plus 2 bonus permainan)....
Yukss memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak - anak

Untuk Ready stock, ada upgrade dan additional
(penjelasan detail dapat lihat foto di dalam album)
Harga Normal : Rp 300.000
Harga PRE ORDER : Rp - (closed)
Ada FREE untuk 10 orang pertama loohhhh.............

Total berat box 2 kg
Pengiriman menggunakan JNE, Tiki ataupun Dakota
yang dilakukan hari RABU dan SABTU

Fast respon WA 085779589637

GRAB IT FAST.....

Mini Sensory Tools in a Box 03/02/2017

Open Pre-Order (PO) Mini Sensory Tools in a Box

Memanggil yang mupeng dengan Goodie Box...
Dikarenakan pemesanan Goodie Box terdapat minimal jumlah, akhirnya launchinglah Mini Sensory Tools in a Box ini
Isinya, ada sedikit perbedaan dengan Goodie Box yang pernah dijadikan GIVE AWAY beberapa saat lalu

Penasaran apa ada panduan bermainnya?
Yang pasti dalam 1 mini STB itu terdapat :
1. Pengenalan Warna
2. Pengenalan Abjad
3. Pengenalan Angka Satuan
4. Pengenalan Jenis Transportasi
5. Stimulasi Pra Menulis
6. Melatih konsentrasi anak
7. Melatih Imajinasi anak

Yuks....
Yang ingin memberikan pendidikan menyenangkan untuk sang anak, bisa memberikan ini
Yang ingin 'tester' sebelum bungkus Sensory Tools in a box yang berisi 30 + 2 permainan, bisa memberikan ini
Yang gak pengen ribet cari tempat penyimpanan, bisa memberikan ini
Yang nyari mainan mudah dibawa anak kemana - mana, bisa memberikan ini

Harga Rp 150.000/box
Pengiriman perdana : Rabu, 8 Februari 2017
Pemesanan perdana : HANYA untuk 30 orang

Dont Miss it!!!

Artikel Parenting 27/01/2017

Menjadi Orang Tua tidak Pernah Ada Sekolahnya
Mari kita sama - sama belajar menjadi Orang Tua
Karena Allah telah menitipkan ciptaanNya yang begitu Sempurna

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Raya Puspitek
Tangerang
00000