Dwisya Entertainment

Dwisya Entertainment

Share

Fanspage hiburan, berita terkini, dan berita olahraga

10/12/2025

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf geram menceritakan jika ada salah satu bupati yang asyik karaoke di tengah banjir dan longsor.

Diketahui Mualem menangis atas bencana alam yang menimpa rakyatnya. Mualem bahkan menangis mengingat kelakuan sejumlah bupati yang lari, sampai karaoke. Para kepala daerah di Aceh kini menjadi sorotan publik.

Ketika masyarakat Aceh kesusahan akibat bencana banjir dan longsor, ada sejumlah bupati yang justru lepas tanggung jawab.

Satu di antaranya Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang pergi umrah saat masyarakat menghadapi bencana.

Sejumlah kepala daerah juga menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam menangani dampak bencana.

Mereka berniat agar surat tersebut menjadi tolak ukur pemerintah pusat menetapkan status darurat bencana nasional.

Dengan begitu pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan lebih banyak untuk korban bencana di Aceh.

"Saya pada prisnispisnya hanya berusaha, hanya berdoa," kata Mualem saat diwawancara Najwa Shihab melansir dari Serambinews.com, Selasa (9/12/2025).

Mualem tak kuasa membendung air matanya saat membahas masalah tersebut.

"Semoga bantuan-bantuan dapat ada di Aceh, dapat orang tolong ke Aceh," katanya.

Ia bercerita banyak rekannya yang sudah mengirimkan bantuan.

"Saya banyak kawan dari Sumatera, mereka tidak bantu Sumatera, mereka bantu Aceh. Hanya mengirimkan bantuan sampai betul-betul mereka selalu ke Aceh. Kita hanya mengabdi kepada Alla, apa yang ada kita terima dan kira usaha, terima itu saja," kata Mualem.

Mualem mengatakan ada 18 kabupaten, Tamiang yang menjadi paling parah.

"Tapi yang terjadi bencana di Tamiang. Saya rasa masih ada mobil yang dibawa arus dan di dalamnya masih ada mayat," katanya.

Selain Tamian, ada juga sejumlah wilayah lain yang berdampak parah.

"18 kabupaten paling paling parah Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Takengon, seta sebagian Bireun, itu yang paling dampak terjadi ya musibah," katanya.

Dalam menghadapi kondisi parah ini, Mualem menyayangkan ada sejumlah kepala daerah yang tidak tanggung jawab.

"Karena kita lihat, kan mereka dipilih oleh rakyat, kenapa bilal terjadi kejadian begini mereka kewalahan, mereka seperti acuh tak acuh tidak tanggung jawab," katanya.

Menurutnya sejumlah kepala daerah justru tidak membantu rakyat yang menjadi korban bencana.

Padahal kondisinya rumah masyarakat hilang disapu banjir, akses jalan dan jembatan hancur, makanan tidak tersedia, sampai membutuhkan obat-obatan.

"Lantas gimana kita garis bawahi supaya kalau ada bupati cengeng seperti itu balik kanan aja, buat apa. Ya seperti tulah memimpin rakyat, tidak fokus, tidak dapat ada tanggung jawab," katanya.

Bukan hanya mengungsi menyelamatkan diri sendiri dan umrah, menurutnya ada juga bupati yang asyik karaoke saat warga Aceh kesusahan akibat bencana.

"Masa begini-begini dia lari, di Medan lah, karaoke lah," katanya.

"Ada yang karaoke Mualem ?" timpal Najwa.

"Begitulah lebih kurang," kata Mualem sambil kembali menangis.

Presiden Prabowo Subianto sudah bersikap tegas pada kepala daerah yang kabur saat rakyat membutuhkan bantua.

Ia meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memecatnya.

"Kalau yang mau lari, lari aja gak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses ?" tanya Presiden ke Mendagri.

"Bisa pak," jawab Tito Karnavian.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa tidak bisa seorang pemimpin meninggalkan warganya yang sedang kesusahan.

"Itu kalau tentara tuh desersi tuh. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh, itu gak bisa tuh," katanya.

Bahkan Presiden Prabowo Subianto menyinggung partai yang menaungi Mirwan.

Mirwan MS diketahui merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.

"Saya gak mau tanya partai mana," katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiano memastikan bahwa Mirwan sudah dipecat dari partai.

"Sudah saya pecat," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono ke Prabowo.

"Udah kau pecat ?" tanya Prabowo Subianto.

28/11/2025

Merayakan tahun ke-12 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

09/11/2025
07/11/2025
07/11/2025

Pusiiiiing

04/11/2025

Menjadi lebih baik dari kemarin

01/11/2025

Sabtu produktif, produktif happy2 dulu gasihh....

30/10/2025

"Purbaya Emosi Dituduh Cawe-cawe hingga Ikut Campur Urusan Daerah,Akhirnya Bongkar Seluruh Fakta"

Cerita dari jonisetiawan
kutipan dari Tribuntrend

Di tengah sorotan publik mengenai kebijakan transfer ke daerah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara.

Ia menepis tudingan bahwa dirinya ikut “cawe-cawe” dalam urusan pelaksanaan anggaran, termasuk belanja pemerintah daerah.

Pernyataan tegas itu disampaikan Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar oleh INDEF, Selasa (28/10/2025).

Dengan nada santai namun penuh keyakinan, mantan Ketua LPS itu menegaskan bahwa langkahnya semata untuk memperbaiki sistem, bukan mencampuri urusan daerah.

“Saya cuma perbaiki manajemen keuangan, manajemen cashflow saya perbaiki.

Bagian pemerintah yang belanjanya masih lambat, saya himbau.

Bukan saya cawe-cawe ya,” ujar Purbaya dikutip TribunTrends dari YouTube CNBC pada Kamis, 30 Oktober 2025.

“Kamu perlu apa? Saya bantu biar cepat. Tapi sebagian orang bilang itu cawe-cawe.

Tapi enggak, enggak cawe-cawe,” tambahnya sambil tersenyum.

“Ada Rp230 Triliun Mengendap, Kenapa Tak Dipakai?”

Purbaya kemudian mengungkapkan satu fakta mengejutkan yang membuat para ekonom di ruangan itu terdiam.

Saat dirinya baru menjabat sebagai Menteri Keuangan, 18 gubernur datang mengadu ke kantornya. Mereka mengeluhkan bahwa dana transfer ke daerah (TKD) berkurang.

Namun setelah dicek, ternyata bukan dana yang kurang melainkan uang yang justru mengendap, mencapai Rp230 triliun.

“Kenapa itu enggak dipakai dulu biar ekonominya muter?” kata Purbaya heran.

“Tujuannya kan supaya ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5,5 persen,” lanjutnya.

Menurut Purbaya, mempercepat belanja bukan berarti ia ikut campur, melainkan bagian dari tugas besar menjaga agar roda ekonomi tidak tersendat.

“Saya Datang Belakangan, Anggaran Sudah Diketok!”

Menjawab tudingan bahwa dirinya memangkas dana TKD dalam APBN 2026, Purbaya dengan lugas menjelaskan kronologinya.

Ia baru dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, ketika rancangan APBN sudah hampir final.

“Jadi waktu saya jadi Menteri Keuangan kan tanggal 8 September, itu udah hampir setengah diketok ya transfer ke daerah. Jadi bukan saya yang motong transfer ke daerah,” jelasnya.

Bahkan, sehari setelah pelantikannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian langsung mengajukan revisi terhadap APBN 2026 dengan usulan kenaikan transfer ke daerah sebesar Rp43 triliun.

“Saya nggak kurangin sepeser pun. Saya cuma tanya, ‘Ya cukup, Pak?’

Kata beliau, ‘Cukup.’ Ya sudah, go ahead,” cerita Purbaya sambil tertawa kecil.

Fokus: Ekonomi Bergerak, Bukan Politik Anggaran

Purbaya menekankan, tujuannya sederhana agar ekonomi tetap bergerak, bukan sekadar memperbaiki laporan di atas kertas.

Ia menolak keras anggapan bahwa dirinya tengah memainkan peran politik di balik kebijakan fiskal.

“Yang penting uang rakyat tidak mengendap dan pembangunan terus berjalan,” tegasnya.

Dengan gaya khasnya yang tenang namun tegas, Purbaya menutup pembicaraan di hadapan para ekonom dengan satu pesan singkat namun kuat:

“Saya tidak cawe-cawe. Saya hanya memastikan uang negara bekerja untuk rakyat.”


29/10/2025

Aquaman 2 part 5

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address

Tangerang
15151