04/10/2025
ALANGKAH MANISNYA MANHAJ INI
Sesungguhnya di antara manhaj ahlussunah wal jama'ah / salafiyyin adalah mereka berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salaf, dan mereka senantiasa kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salaf, dan mereka tidak mendahulukan ucapan siapapun di atas firman Allah تعالى dan sabda Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم .
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
{ ٱتَّبِعُوا۟ مَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ } الأعراف: ٣
"Ikutlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu" (Al-A'raf: 3)
Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:
{ وَمَن یُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَیَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَیَتَّبِعۡ غَیۡرَ سَبِیلِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَاۤءَتۡ مَصِیرًا } النساء: ١١٥
"Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (para sahabat رضي الله عنهم), Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali." (An-Nisa': 115)
Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِیعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَـٰزَعۡتُمۡ فِی شَیۡءࣲ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۚ ذَ ٰلِكَ خَیۡرࣱ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِیلًا } النساء: ٥٩
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kalian. Kemudian, jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`ān) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih baik (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya." (An-Nisa': 59)
Allah سبحانه وتعالى menjadikan ruju' (kembali) kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah termasuk tanda orang yang benar-benar beriman
Allah سبحانه وتعالى juga berfirman:
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَیۡنَ یَدَیِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِیعٌ عَلِیمࣱ } الحجرات: ١
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului Allah dan rasul-Nya,dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
(فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا، وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ) رواه أبو داود رقم ٤٦٠٧ وغيره.
"Barangsiapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku maka niscaya dia akan menjumpai perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa' mahdiyyin rasyidin. Pegang teguhlah ia dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru (dalam urusan agama); karena semua perkara baru (dalam urusan agama) adalah bid'ah, dan semua bid'ah adalah sesat." (HR. Abu Dawud no. 4607 dan selainnya)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda:
(تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا : كِتَابَ اللهِ ، وَسُنَّتِي ، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ) صحيح الجامع رقم ٢٩٣٧
"Aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara. (Jika kalian berpegang teguh dengannya) maka niscaya kalian tidak akan tersesat, (yaitu) Kitabullah (Al-Qur'an) dan sunnahku. Dan keduanya tidak akan berpisah sampai mendatangiku di telaga." (Shahih Al-Jami' no. 2937)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata:
"Tidak boleh bagi siapapun menentang hadits shahih dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan ucapan siapapun dari manusia sebagaimana ucapan Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما kepada seseorang yang bertanya kepadanya tentang sebuah permasalahan maka beliau menjawabnya dengan hadits, maka orang tersebut berkata kepadanya: "Akan tetapi Abu Bakar dan Umar berkata demikian" Maka Ibnu Abbas berkata: "Hampir-hampir kalian dihujani batu dari langit, (karena) aku menyampaikan (kepada kalian) sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم , akan tetapi kalian membantahnya dengan ucapan Abu Bakar dan Umar?!." (Raf'ul Malam 'An Al-Aimmah Al-A'lam hlm. 36-37)
Ketahuilah -wahai pembaca yang semoga Allah berikan taufiq kepadamu-! Ini adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه , kemudian ini adalah Umar bin Khattab رضي الله عنه , beliau berdua adalah manusia terbaik setelah para nabi dan rasul, dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersaksi untuk keduanya dengan surga (beliau berdua telah dijamin masuk surga), akan tetapi jikalau ucapan beliau berdua menyelisihi As-Sunnah maka tidak boleh bagi kita untuk mengambil ucapan beliau berdua dan meninggalkan As-Sunnah.
Maka ucapan apapun atau pendapat apapun yang menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah dan pemahaman para salaf maka buanglah ia di sampah; karena itu adalah perkara baru, dan semua perkara baru dalam urusan agama maka ia adalah bid'ah dan kesesatan.
Dan pada hari-hari ini manusia berselisih dalam beberapa permasalah seperti masalah boikot produk yahudi dan masalah kejadian di Gaza. Maka benteng dan jalan keselamatan dari perselisihan tersebut adalah dengan kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para salaf, dan bukan kembali kepada Syaikh Fulan atau Dr. Fulan; karena ucapan dia bukanlah wahyu. Wahyu adalah apa-apa yang Allah turunkan (dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah) dan kebenaran adalah dari Rabb kita سبحانه وتعالى , Allah سبحانه وتعالى berfirman:
{ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِینَ } البقرة: ١٤٧
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu." (Al-Baqarah: 147).
اللهم اجعلنا من المتمسكين بهذا المنهج.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berpegang teguh dengan manhaj ini.
Ditulis oleh:
Ali bin Yuslam Dahdah
Sabtu, 20 Rabi' Al-Akhir 1445 H / 4 November 2023.
Dimuraja'ah oleh:
Syaikh Abdul Malik Ramadhani حفظه الله
Syaikh Dr. Abdul Aziz Ar-Rayyis حفظه الله