Majelis Ar-Rasyim

Majelis Ar-Rasyim mendidik dan membina generasi yang ber ilmu dan berahlakul karimah

27/01/2022
20/12/2021
30/06/2021

Pesan Terindah Bapak KH. Moh. Idris Jauhari

Akhirnya ...................
Anak-anakku, sadarlah selalu ................
Kalian adalah orang-orang yang berharga. Karena itu, hargailah diri kalian, tapi jangan sekali-kali minta dihargai. Hargailah diri kalian sesuai dengan harga yang sebenarnya. Jangan terlalu mahal, sehingga kalian tidak laku dan dijauhi orang. Tapi jangan terlalu murah, sehingga akhirnya kalian menjadi orang-orang yang tidak berharga sama sekali. Dan yang terpenting, letakkanlah diri kalian pada tempat yang berharga, agar harga diri kalian tetap tinggi dan tidak jatuh.
Jangan jadi anak hilang, dan jangan menghilangkan diri sendiri. Kaitkan hati kalian dengan pondok, almamater kalian, Insya Allah kalian menjadi orang-orang yang mulia. Ingat kepada pondok, berarti kalian pandai berterima kasih. Karena itu, pandai-pandailah berterima kasih kepada sesama, pasti kalian pandai bersyukur kepada Allah swt.
Renungkanlah............
Di hati kami, kalian adalah pahlawan pejuang harapan kami, menangkanlah perjuangan ini.
Di mata kami, kalian adalah anak-anak manis kebanggaan kami. Jangan kecewakan kami dengan sikap dan prilaku yang tercela.
Di wajah kami, kalian adalah cermin, tempat melihat wajah kami, wajah pondok ini. Pada pribadi dan akhlaq kalianlah wajah pondok yang sebenarnya akan terpantul di tengah-tengah masyarakat. Hati-hatilah..!
Bagi kami, kalian adalah segala-galanya. Dan di pundak kalian terletak masa depan pndok ini, masa depan umat kita.
Ingatlah, sadarilah, dan laksanakanlah JANJI ALUMNI YANG ENAM, dengan penuh keyakinan dan istiqomah..!
Selamat jalan anak-anakku, selamat berjuang pahlawanku, selamat mengabdi..! Do'a-do'a tulus kami akan tetap selalu mengiringi setiap derap langkah kalian.

-Amien Prenduan, di saat-saat akhir pelepasan
GURUMU YANG SELALU MENGHARAPKANMU

اَلْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِيْ الْجِسْمِ السَّلِيْمِArtinya adalah akal yang sehat dalam tubuh yang sehat.
30/06/2021

اَلْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِيْ الْجِسْمِ السَّلِيْمِ

Artinya adalah akal yang sehat dalam tubuh yang sehat.

16/04/2021

*IBROH & HIKMAH : ke 12*

Jum'at Pertama Ramadhan 1442 H

*AKHLAK SANTRI KEPADA GURU*:

☆▪︎. Santri hendaknya mengetahu kewajibannya terhadap hak gurunya.

☆▪︎ Menganggapnya sebagai orangtuanya sendiri sehingga tidak ada namanya mantan guru.

☆▪︎ Mentaati perintahnya selama tidak diperintah kepada kemaksiatan.

☆▪︎ Mendoakan gurunya sebagaimana guru mendoakan santrinya.

☆▪︎ Membuat bangga gurunya dengan pretasinya, akhlaknya, sholatnya dan amal sholeh lainya.

☆▪︎ Menghormati anaknya, keluargnya dan tamunya.

☆▪︎ Mendengarkan nasehat baik darinya.

☆▪︎ Menundukkan pandangan bila berbicara dengannya

☆▪︎ Berjalan pelan bila lewat di depannya sambil mengucapkan kata " amit", " permisi", "mohon ijin" dll.

☆▪︎ Sabar atas kekurangan dan kelemahan gurunya.

☆▪︎ Ketika duduk di depan gurunya, tidak menjulurkan kakinya, tidak menyandarkan punggungnya ke tembok, tidak melihat terus ke wajahnya, tidak mengajak canda, tidak tertawa berlebihan dan tidak duduk disampingnya.

☆▪︎ Memanggilnya dengan nama gelar atau kehormatannya dengan menyertakan kata "Ku" atau "Na" dibelakangnya, seperti: Guru-ku, Kyaiku, Ustadzuna, syekhna, Tuan Guruku, Bapak Kyai, Abuya, Aba kyai dll.

☆▪︎ Tidak memanggil nama aslinya seperti Pak Ahmad, Pak Fulan dll.

☆▪︎ Tidak menyingkat panggilan kehormatannya, seperti: Yi (dari kyai), tadz atau ust ( dari ustadz), Pak (dari Bapak), Gur ( dari Guru) dll.

☆▪︎ Tidak ikut memanggil nama panggilan masa lalunya, yaitu nama yang bukan nama aslinya dan hanya julukan dalam komunitas dan sosial tertentu: seperti Pak endut ( karena orangnya gemuk), Pak gepeng ( karena orangnya kurus) dll.

☆▪︎ Tidak mengghosib atau membicakan kekurangannya.

☆▪︎ Tidak bersuara lebih keras dari gurunya.

☆▪︎ Tidak boleh mendahului jalannya kecuali dalam kegelapan atau menjaga keselamatannya.

☆▪︎ Tidak boleh menduduki tempat duduknya.

☆▪︎ Tidak boleh mengetuk pintu rumahnya, melainkan dengan mengucapkan salam saja.

☆▪︎ Tidak boleh putus hubungan silatutahim dengannya.

☆▪︎ Menziarahi kuburnya serta mendoakannya setelah wafat sebagai penyambung silaturahmi.

*Semoga Allah meridhoi guru kita dan memberkahi umurnya, serta Allah menjadikan ilmu kita bermanfaat di dunia dan akhirat. Amiiin*

( Dinukil dari buku: Mozaik SMS Pencerah Qalbu, Alburuj)
*Ramadhan Karieem*

Ingatkan Bahaya Laten Aswaja Roso Wahabi, Cak Firman: Masyarakat Harus Tahu NU Bukan Cuma AmaliahAkhir-akhir ini media s...
30/03/2021

Ingatkan Bahaya Laten Aswaja Roso Wahabi, Cak Firman: Masyarakat Harus Tahu NU Bukan Cuma Amaliah

Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan meme yang menjelaskan bahwa beberapa tokoh radikal anti NKRI adalah sesama Aswajanya dengan NU.

Banyak warganet awam terkecoh dengan meme distorsif tersebut dan beranggapan bahwa mereka (para tokoh radikal itu) betul-betul NU.

Demi keselamatan Nahdliyyin, Bendahara Umum PW IKA PMII Jatim Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman angkat bicara.

“Masyarakat sebaiknya tau bahwa NU itu bukan hanya amaliyah, tapi juga fikrah dan harokah. Kalau hanya amaliyah, tidak sedikit kelompok pembenci NU amaliyahnya sama dengan NU. Maka harus kita tegaskan bahwa Aswaja belum tentu NU, namun NU sudah pasti Aswaja,” ucap Pengurus Harian LP Ma’arif NU Jawa Timur ini.

Terkait dengan statemen Aswaja belum tentu NU tersebut, Koordinator Wilayah Sahabat Mahfud MD Jatim ini menyebutkan bahwa Ormas yang bermaliyah Aswaja di Indonesia bukan hanya NU.

“NU adalah Ormas Aswaja terbesar di Indonesia, dan di luar NU banyak ormas-ormas kecil yang beramaliyah Aswaja antara lain Jamiat Kheir, PERTI, Al-Washliyah, Mathlaul Anwar, Al-Khairaat, Nahdlatul Wathan, eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Sarekat Islam (SI), eks Front Pembela Islam (FPI) dan banyak organisasi lokal lainnya.

Diantara tokoh Al-washliyah adalah Ustad Abdul Somad dan Tengku Zulkarnaen. Mereka melakukan semua ritual aswaja seperti tahlilan, mauludan, sholawatan dll, namun pemikiran, gerakan dan semangat sebagian dari mereka berlawanan dengan NU.

“Ingat saya menyebut sebagian dari mereka, karena tidak semua anggota Ormas Aswaja selain NU lantas tidak sejalan dengan NU,” lanjut ketua FP3I IPNU/IPPNU Pamekasan periode pertama ini.

“Aswaja ala NU kita sebut saja Aswaja Nusantara atau Aswaja Annahdliyyah. Aswaja Nusantara ini tidak radikal juga tidak liberal. Selalu sejalan dengan pimpinan struktural NU namun tetap hidup di dalam kultur NU.”

“Semangat juang bahkan semangat hidupnya juga senantiasa untuk NU bukan untuk menghancurkan NU. Jika penganut Aswaja tidak memenuhi semua itu berarti Aswaja ghairu NU atau Aswaja roso wahabi disingkat Asrobi” sergah tokoh aktivis gerakan reformasi ’98 ini.

Aktivis ISNU ini tidak lupa menjelaskan bahwa penyebutan Asrobi bukan tanpa alasan. “Mereka saya sebut Asrobi karena fikrah, harokah dan ghirahnya sejalan dengan wahabi, bukan dengan NU sebagai ormas aswaja terbesar.”

Dan, terangnya, ciri khas pemikiran dan gerakan yang melekat pada wahabi juga melekat pada mereka, antara lain takfiri, yaitu s**a mengkafir-kafirkan sesama muslim yang tidak sepemikiran dan sepergerakan dengan mereka.

“Takfirisme ini merupakan cikal-bakal radikalisme dan radikalisme merupakan cikal-bakal terorisme. Mereka itu, Wahabi dan Asrobi sama-sama penganut teologi kebenaran tunggal, bahwa hanya merekalah kebenaran di alam semesta, kelompok selain mereka wajib musnah, wajib dibom dan sebagainya. Maka penganut teologi kebenaran tunggal dapat p**a kita sebut sebagai penganut teologi maut” lanjut senior GP Ansor ini.

“Sebetulnya Asrobi jauh lebih berbahaya daripada Wahabi, sebab Asrobi sering ngaku-ngaku sebagai NU padahal bukan NU, bahkan sangat benci NU. Kalau wahabi jelas sekali bukan NU, mereka terang-terangan menyebut diri mereka sebagai bukan NU dan sering menyerang NU,” urainya.

“Maka Asrobi merupakan bahaya laten bagi NU, sedangkan wahabisme-takfirisme merupakan bahaya terbuka. Mari kita berhati-hati, ingatlah selalu alasan berdirinya NU, ya sebagai antitesis aliran wahabi tersebut” pungkas Pendiri sekaligus Presiden pertama Ormas Jong Madura ini. (*)

https://www.hwmi.or.id/2021/03/ingatkan-bahaya-laten-aswaja-roso.html?fbclid=IwAR3qtt9FEBiEprVrl_P4VRU_R9zCeMafjlajjm5JaswT-JGeL8Iv6vsbXGo&m=1

Address

Desa Muara Suranenggala
Suranenggala

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Ar-Rasyim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Majelis Ar-Rasyim:

Shortcuts

Share