Komunitas Matanesia

Komunitas Matanesia

Share

Matanesia membawa misi pendidikan & pemahaman fotografi sebagai medium komunikasi visual. Interaktif Instagram @matanesia

Tentang Komunitas Matanesia

Komunitas Matanesia adalah komunitas fotografi terbuka berbasis jurnalistik yang berdiri di Surabaya pada tahun 2006. Matanesia mengusung misi pembelajaran bersama tentang fotografi sebagai medium komunikasi. Juga tempat berkumpul, tukar informasi, dan diskusi antar penggemar foto Indonesia. Program kegiatan reguler meliputi diskusi & presentasi , kajian foto, hunting

06/01/2026

Merawat Cara Melihat

Fotografi bagi kami bukan sekadar gambar yang dihasilkan kamera. Ia adalah cara manusia memahami dunia, merawat ingatan, dan menyusun makna atas apa yang dilihat, dialami, serta dirasakan.

Matanesia hadir sebagai ruang bersama bagi para peminat dan pegiat fotografi untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh. Kami percaya bahwa setiap foto membawa sudut pandang—dan setiap sudut pandang layak didengar.

Di tengah derasnya arus visual di dunia digital, Matanesia memilih untuk berjalan lebih pelan. Memberi ruang pada proses, pada cerita di balik setiap bingkai, dan pada dialog antar sesama. Kami mendorong fotografi yang dekat dengan kejujuran, empati, bertanggung jawab, dan menumbuhkan harapan.

Fotografi bukan hanya soal estetika, tetapi juga sikap. Ia bisa menjadi arsip, berwujud kesaksian, bahkan sebuah perlawanan yang sunyi.

Pada perjalanan panjang ini, Matanesia tidak pernah berjalan sendiri.
Kami berterima kasih kepada setiap individu, komunitas, dan institusi yang telah hadir—sebagai cahaya kecil di ruang gelap, sebagai bahu tempat bersandar, sebagai suara yang menguatkan ketika langkah terasa goyah. 

Dukungan, kepercayaan, kritik, dan kebersamaan yang terjalin adalah benang-benang halus yang merajut Matanesia hingga hari ini. 

Dari ruang diskusi sederhana, kelas, festival, hingga perjumpaan sunyi di balik layar—semuanya adalah jejak yang menjaga nyala api agar tetap hidup. Tanpa kalian, Matanesia hanyalah nama; bersama kalian, ia menjadi perjalanan.

Dua puluh tahun lalu, melandaskan diri pada semangat tumbuh bersama di ranah komunitas penggemar fotografi (jurnalistik), Matanesia masih menjaga napas itu.

Dua puluh tahun lagi, semoga titah itu tetap terjaga. Oleh generasi melihat berikutnya.

~ Mamuk Ismuntoro
Ditulis di Tanggulangin (3/1/2026) dirapikan di Surabaya (5/1/2026).





✒️ Desain oleh the one and only:

Photos from Komunitas Matanesia's post 15/12/2025

Pameran Fotografi “Au Loim Fain”

Karya Romi Perbawa ( )

Waktu : 18–22 Desember 2025
Lokasi: Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda
Jl. Gubernur Suryo No. 15 Surabaya

Pameran fotografi “Au Loim Fain” digelar dalam rangka peringatan Hari Migran Internasional, tanggal 18 Desember sebagai momentum refleksi atas perjalanan dan perjuangan para pekerja migran.

Rangkaian Acara:
• Kamis, 18 Desember 2025, 19.00 WIB
Pembukaan Pameran & Photo Tour

• Jumat, 19 Desember 2025, 16.00 WIB
Diskusi & Bedah Buku Fotografi “Au Loim Fain”
Narasumber:
- Irfan Wahyudi ( ) Direktur Global Migration Research Center Universitas Airlangga
- Romi Perbawa, Fotografer dan Author Buku “Au Loim Fain”
Moderator:
- Mamuk Ismuntoro, founder Matanesia

• Sabtu, 20 Desember 2025, 18.00 WIB
Peluncuran Buku & Diskusi:

“Bonus Demografi Indonesia: Kuli, Judol, dan Perbudakan Modern di Asia Tenggara”. Narasumber Irfa Puspitasari, penyunting buku, dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unair.

“Bekerja dan Migrasi Aman ke Luar Negeri” bersama Gimbar Ombai Helawarnana, Kepala BP3MI Jatim.

• Minggu, 21 Desember 2025
Hunting Foto ‘Pekerja Perempuan' (06.30-08.30WIB)

Diskusi Foto bersama MingguMotret ( )
(10.00-12.00WIB)
Narasumber:
- Robertus Pudyanto ( ) Fotografer Getty Images
- Romi Perbawa

PhotoBook Day oleh MelihatBersama ( )
‘Bring Your Favourite Photobook’
Mulai Pukul 12.00-18.00 WIB

• Senin, 22 Desember 2025, 18.00 WIB
Performance Art “Jalan Panjang ke Pulang”
- Monolog: Heti Palestina Yunani ( )
- Live Painting: Fabiola BG Natasha

Info kegiatan: 087854228115




12/12/2025

Pameran Fotografi “Au Loim Fain”

Karya Romi Perbawa ( )

Waktu : 18–22 Desember 2025
Lokasi: Galeri Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda
Jl. Gubernur Suryo No. 15 Surabaya

Pameran fotografi “Au Loim Fain” digelar dalam rangka peringatan Hari Migran Internasional, tanggal 18 Desember sebagai momentum refleksi atas perjalanan dan perjuangan para pekerja migran.

Rangkaian Acara:
• Kamis, 18 Desember 2025, 19.00 WIB
Pembukaan Pameran & Photo Tour

• Jumat, 19 Desember 2025, 16.00 WIB
Diskusi & Bedah Buku Fotografi “Au Loim Fain”
Narasumber:
- Irfan Wahyudi ( ) Direktur Global Migration Research Center Universitas Airlangga
- Romi Perbawa, Fotografer dan Author Buku “Au Loim Fain”
Moderator:
- Mamuk Ismuntoro, founder Matanesia

• Sabtu, 20 Desember 2025, 18.00 WIB
Peluncuran Buku & Diskusi:

“Bonus Demografi Indonesia: Kuli, Judol, dan Perbudakan Modern di Asia Tenggara”. Narasumber Irfa Puspitasari, penyunting buku, dosen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unair.

“Bekerja dan Migrasi Aman ke Luar Negeri” bersama Gimbar Ombai Helawarnana, Kepala BP3MI Jatim.

• Minggu, 21 Desember 2025
Hunting Foto ‘Pekerja Perempuan' (06.30-08.30WIB)

Diskusi Foto bersama MingguMotret ( )
(10.00-12.00WIB)
Narasumber:
- Robertus Pudyanto, Fotografer Getty Images
- Romi Perbawa

PhotoBook Day oleh MelihatBersama ( )
‘Bring Your Favourite Photobook’
Mulai Pukul 12.00-18.00 WIB

• Senin, 22 Desember 2025, 18.00 WIB
Performance Art “Jalan Panjang ke Pulang”
- Monolog: Heti Palestina Yunani
- Live Painting: Fabiola BG Natasha

Info kegiatan: 087854228115




31/10/2025

Diskusi Foto Akhir Pekan

'Siasat Memotret Peristiwa Berulang'
Bersama

Hari/Tanggal: Sabtu (1/11/2025)
Waktu: Pukul 16.00-20.00 WIB
Tempat: D'toekoe Kedai Makanan dan Kopi




Makna kalimat ’tak ada yang baru di bawah langit'’bisa jadi semacam penawar risau, bahwa tidak perlu khawatir foto-foto yang dihasilkan bakal sama atau berulang, baik secara visual maupun cerita. Toh, tidak ada yang benar-benar baru di muka Bumi.

Namun, di sisi lain, kalimat tersebut terasa sebagai sebuah cambuk berduri yang siap membangunkan juru foto untuk terus berpikir bagaimana caranya mendapatkan gagasan baru bagi peristiwa rutin agar foto-foto tak terkesan membosankan dari waktu ke waktu.

Catatan Mamuk Ismuntoro yang terbit di www.kompas.id pada Mei 2022 lalu akan diperbincangkan dalam forum diskusi akhir pekan ini.

Datang langsung tanpa registrasi, mari berbincang 🫰☺️




16/10/2025

Cerita Akhir Pekan

Bagaimana proyek foto personal bisa menjadi bahan untuk berbagai kepentingan seperti publikasi media atau portofolio yang solid.

Yuk datang dalam sesi presentasi dan diskusi ;

‘Dari Proyek Pribadi ke Publikasi’
Bersama Idealita Ismanto ( ) , fotografer.

Hari/tanggal: Minggu/19-10-2025
Waktu: Pukul 16.00-18.00 WIB

Tempat: D’toekoe Kedai Makanan dan Kopi
Jalan Taman Simpang 7 Surabaya 

Tentang narasumber:

Idealita Ismanto adalah fotografer dokumenter Indonesia yang berbasis di Surabaya dan Sidoarjo. Ia merupakan anggota dan pendiri  ‘Melihat Bersama’ ( ) sebuah platform dan galeri foto daring.

Karya-karyanya berfokus pada proyek jangka panjang, isu-isu sosial, dan advokasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dea, panggilan akrabnya, juga berfokus terutama pada ketahanan perempuan dan isu-isu perubahan iklim, mengeksplorasi tema-tema kondisi manusia.

Ia adalah anggota Women Photograph dan salah satu peserta Lokakarya Festival Foto Angkor di Siem Reap, Kamboja. Sehari-hari Ia juga seorang dosen dan pendidik anak.



06/10/2025

Cerita Akhir Pekan

Foto Perjalanan di Kashmir Hingga Old Delhi

Mamuk Ismuntoro, dalam perjalanan bersama akan merangkum cerita foto perjalanan sebelum pandemi Covid-19 (2018-2019).

Kashmir, ‘tanah sengketa’ yang subur dan elok di utara sub-benua India, secara geografis berupa lembah di antara pegunungan Himalaya dan Pegunungan Punjab. Lawatan ini adalah episode perjalanan penuh warna sekaligus menantang bagi pejalan.

Cerita perjalanan fotografi di India ini juga melintasi Jammu-Kashmir, Manali, ‘Pink City’ Jaipur, Agra hingga Delhi. Temukan daya tarik manusia dan alam dalam presentasi yang digelar pada:

Hari/tanggal : Minggu/12-10-2025
Waktu: Pukul 18.00-20.00
Lokasi: D’toekoe Kedai Makanan & Kopi
Jalan Taman Simpang 7 Surabaya 



25/09/2025

Cerita Akhir Pekan

Fotografer dan Sociopreneur 
Bagaimana Berjalan Beriringan?

Nurdin Razak, fotografer, pengajar dan sociopreneur yang berkecimpung di ranah fotografi alam liar selama 20 tahun lebih, akan memaparkan bagaimana fotografer berperan menciptakan dampak positif bagi masyarakat atau lingkungan, dan memberdayakan kelompok.

Lalu apa p**a dampaknya bagi fotografer sendiri?

Datang langsung ke acara diskusi ini pada:

Hari/ tgl : Minggu/28/9/2025
Waktu: Jam 15.30-17.30 WIB
Lokasi: D’toekoe Kedai 
Jalan Taman Simpang 7 Surabaya




15/09/2025

Diskusi Buku Fotografi
'Tutur Mata'

Empat penyandang bisu-tuli dan satu anak penyandang down syndrome dalam buku 'Tutur Mata' menitipkan pandangan dan suara mereka akan lingkungan sekitar.

'Tutur Mata' (2021) menjadi pengikat karya sahabat difabel di Surabaya.

Mari memperbincangkan kembali jejak mata mereka dalam sesi diskusi pada:

Hari/tanggal: Sabtu/20 September 2025
Waktu: Pukul 15.00-17.00 WIB
Lokasi: Yayasan Riset Visual mataWaktu
Ruko ITC Fatmawati Blok F no.16, Jakarta 12150

Narasumber:
Oscar Motuloh (penulis pengantar buku 'Tutur Mata')
Leo Arief Budiman (mentor visual anak-anak difabel)
Mamuk Ismuntoro (editor buku 'Tutur Mata')

Acara tidak dipungut biaya, namun tempat terbatas.


14/09/2025

DISKUSI FOTO
SAHABAT DIFABEL

bersama Matanesia dengan senang hati mengundang kamu semua untuk hadir dalam diskusi foto dalam rangkaian Jakarta International Photo Festival ( ) 2025.

Hari/tanggal : Jumat/19 September 2025
Waktu: Pukul 13.00-14.30 WIB
Lokasi Ruang HB Jassin, TIM, Jakarta

Diskusi akan menghadirkan , pendiri Disabilitas Berkarya yang telah membangun akses pendidikan visual bagi anak-anak bisu-tuli dan dan down syndrome sejak tahun 2016 di Surabaya.

Bersama Leo, Mamuk Ismuntoro, pendiri Matanesia juga akan menjadi panel dalam diskusi ini.

Akses pendidikan fotografi bagi penyandang difabel menjadi fokus kajian kali ini.

*Acara tidak memerlukan pendaftaran dan tidak berbayar




Photos from Komunitas Matanesia's post 11/09/2025

Jadwal Lengkap

Siap-siap ikutan ragam acara di Jakarta International Photo Festival 2025💥


29/07/2025



Rekaman Lensa Alam Liar Surabaya

Dari pesisir timur pantai Surabaya, burung-burung migran mengambil jeda perjalanan panjangnya.

Di tengah kota, burung gereja, derkuku, atau kutilang adalah penanda keberlanjutan lingkungan.

Lewat rekaman lensa dan ketenangan, mulai merekam burung-burung yang menjadi kekayaan alam kota Pahlawan ini.

Datang langsung jika kamu tertarik melihat dan mendengar pengalaman mas Eric Ireng merekam satwa liar perkotaan

Hari/tgl : Minggu / 3 Agustus 2025
Jam : 18.00-20.00 wib
📍 D'toekoe Kedai Makanan dan Kopi
Jalan Taman Simpang 7 Surabaya





Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Surabaya