03/05/2026
Para penggarap dalam perumpamaan ini memukuli dan membunuh utusan yang datang menagih hasil kebun.
Sering kali, Tuhan mengirimkan "utusan-Nya" ke dalam hidup kita berupa teguran dari mentor rohani, nasihat dari sahabat, atau bahkan firman Tuhan yang menusuk hati saat kita membaca Alkitab.
Ego kita mungkin memberontak, merasa dihakimi, atau defensif. Namun, seorang murid yang bertumbuh adalah mereka yang memiliki hati yang mudah diajar (teachable heart).
Jangan matikan teguran itu! Jadikan setiap koreksi sebagai pupuk yang menyuburkan pertumbuhan rohanimu.
02/05/2026
Para penggarap mengklaim kebun anggur itu sebagai milik mereka. Seberapa sering kita hidup seperti "ateis praktis"? Kita percaya Tuhan ada, tetapi kita menjalani hari dengan prinsip: "Ini waktuku, ini uangku, ini tubuhku."
Injil mengingatkan kita bahwa kebun anggur kehidupan kita telah dibeli lunas oleh darah Yesus di kayu salib. Dalam pemuridan rohani, kedewasaan diukur dari transisi dari "hidupku adalah milikku" menjadi "hidupku adalah milik Kristus."
Apakah agendamu hari ini sudah sesuai dengan Sang Pemilik Sejati?
30/04/2026
Sebab itu, Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah..." (Mat 21:43). Pemimpin agama ditolak bukan karena kurang berusaha berbuat baik, tetapi karena mereka menolak Kristus. Kerajaan Allah hari ini diberikan kepada Gereja—kumpulan orang-orang berdosa yang sadar bahwa mereka miskin secara rohani.
Dalam evaluasi pribadi: Apakah kamu sedang berusaha meraih perkenanan Tuhan dengan daftar panjang amal ibadahmu? Buang itu semua. Perkenanan Tuhan hanya didapat melalui iman kepada apa yang telah Yesus selesaikan. Melekatlah pada-Nya setiap hari!
29/04/2026
Yesus mengutip Mazmur: "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru" (Mat 21:42). Para tukang bangunan membuang batu itu karena tidak cocok dengan desain mereka.
Seberapa sering kita menolak kehendak Yesus karena perintah-Nya tidak cocok dengan desain karier, gaya hidup, atau rencana asmara kita? Pemuridan menuntut kita untuk menaklukkan desain kehidupan kita di bawah otoritas Sang Batu Penjuru.
Rencanamu mungkin harus gagal agar rencana-Nya bisa berdiri tegak. Bangunlah hidup, keluarga, dan masa depanmu hanya di atas kebenaran Injil Kristus.
28/04/2026
Matius 21:23-32
Kisah yang menceritakan Para imam dan tua-tua merasa terganggu karena Yesus. Mereka merasa punya wewenang tertinggi. Namun ada kisah yang serasa membawa kegentaran dan gangguan akan wewenang mereka. Apakah itu?
Kehadiran Yesuslah yang membuat mereka terganggu, seakan ada hal yang dibawa dan dinyatakan Yesus nantinya akan mengancam peran yang mereka jalani. Itulah realitas manusia, persoalan akan kedudukan menjadi hal yang sangat penting dan punya titik rentan jika terusik
Namun disitulah kekuatan Injil. Menyingkapkan dengan jujur apa yang menjadi pusat hidup kita. Apakah pusat hidup kita bergantung pada pencapaian, kedudukan, atau harta?
#
06/03/2026
Kabar Ladang Surabaya - Student Fellowship Surabaya: Di Tengah Keluarga yang Tidak Sempurna, Tuhan Tetap Bekerja
Tidak semua keluarga berjalan seperti yang kita harapkan. Ada luka, konflik, dan relasi yang tidak selalu mudah dijalani. Namun, di tengah ketidaksempurnaan itu, Tuhan tetap bekerja dan menghadirkan pengharapan.
Read more: www.perkantasjatim.org
04/03/2026
Ada orang yang sudah lama duduk di bangku gereja, hafal liturgi, hafal lagu rohani, bahkan hafal ayat. Tapi kedekatan dengan Kristus bukan diukur dari lamanya kehadiran melainkan dari kedalaman pertobatan.
Dalam Injil Matius pasal 20, Yesus mengguncang cara pikir kita yang terbiasa menghitung usaha dan hasil. Mereka yang bekerja 12 jam dan 1 jam menerima upah yang sama. Bukan karena Tuhan tidak adil, tetapi karena Kerajaan Allah tidak berjalan dengan logika “siapa kerja lebih lama, dia lebih pantas.”
Dari sini kita belajar bahwa Pemuridan sejati bukan tentang sudah berapa lama ikut Tuhan, bukan tentang berapa banyak yang sudah kita lakukan. Pemuridan adalah tentang seberapa dalam hati kita dibentuk, apakah kita masih bisa bersukacita melihat orang lain menerima anugerah yang sama, tanpa merasa tersaingi.
Self-reflection hari ini: Apakah aku melayani karena kasih, atau karena sedang mengumpulkan poin untuk menuntut hak?
20/02/2026
Kabar Ladang Mataram TUHAN, Merawat dan Memberkati
Puji Tuhan, pada awal tahun ini kami boleh kembali melangkahkan kaki ke Sumbawa untuk melayani. Perjalanan pelayanan ini berlangsung pada tanggal 16–18 Januari 2026, dan menjadi awal yang baik bagi pelayanan kami di Sumbawa tahun ini.
read more: www.perkantasjatim.org
08/01/2026
Saat Yesus bicara soal kematian-Nya, respon murid-murid adalah "sangat sedih". Mereka tidak langsung berkata, "Tenang Guru, semua akan indah pada waktunya."
Tidak. Mereka turut merasakan beban itu.
Kelompok kecil yang bertumbuh adalah kelompok yang berani "duduk dalam kesedihan" bersama saudaranya. Jangan buru-buru menambal luka hati temanmu dengan nasehat klise. Hadirlah, menangislah bersama mereka. Itulah arti bertumbuh bersama.
07/01/2026
Pernahkah kamu merasa takut bertanya atau berpendapat waktu KTB karena takut salah?
Belajar dari Yesus, koreksi dan pengajaran yang mendalam terjadi saat "Petrus masuk rumah" (Mat 17:25). Yesus menciptakan ruang aman (safe space) bagi Petrus untuk bertumbuh, bukan mempermalukannya di depan orang luar.
Mari jadikan persekutuan kita sebagai "Rumah" yang aman. Tempat di mana anggota bisa menjadi diri sendiri, dan PKK bisa mengarahkan dengan kasih, bukan penghakiman. .
01/01/2026
Matius 17:14-21 mencatat kegagalan para murid untuk mengusir setan dari seorang anak mengalami penyakit ayan. Para murid dituntut oleh orang banyak, dituding tidak mampu mengusir setan. Para murid sendiri juga heran, mengapa tidak dapat mengusir setan kali ini. Padahal, mereka sudah pernah dan sudah diberi kuasa waktu diutus berdua-berdua oleh Tuhan Yesus (Mat. 10).
Tuhan Yesus merespons dengan keras, menyebut orang banyak sebagai angkatan yang tidak percaya dan sesat, serta kepada murid secara pribadi Tuhan Yesus menegur mereka karena kurang percaya.
Realita kegagalan para murid, sangat mungkin terjadi karena mereka bergantung pada pengalaman masa lalu, dan kehilangan keyakinan yang penuh kepada Kristus karena ingin memenuhi tuntutan orang banyak saat itu.
Menjadi murid Kristus, seharusnya hanya bergantung pada Kristus saja, apa pun situasi dan kondisi yang dihadapi.