SBLH SMKN 1 Surabaya

SBLH SMKN 1 Surabaya

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from SBLH SMKN 1 Surabaya, Surabaya.

07/05/2019

SBLH SMK Negeri 1 Surabaya kini sedang mengembangkan urban farming, sebagai langkah awal untuk gerakan local food for local people.

Pendidikan dan Latihan Kader SBLH SMKN 1 (06-12-2015) 06/12/2015

Lebih dari 50 kader SBLH SMKN 1 mengikuti Pendidikan dan Latihan Lingkungan Hidup (Diklat). Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari 1 malam dengan bermacam-macam kegiatan. Mulai dari aksi nyata peduli lingkungan, adu kekompakan, pelatihan karakter sampai Sertijab angkatan 2015-2016.

Pendidikan dan Latihan Kader SBLH SMKN 1 (05-12-2015 06/12/2015

Lebih dari 50 kader SBLH SMKN 1 mengikuti Pendidikan dan Latihan Lingkungan Hidup (Diklat). Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari 1 malam dengan bermacam-macam kegiatan. Mulai dari aksi nyata peduli lingkungan, adu kekompakan, pelatihan karakter sampai Sertijab angkatan 2015-2016.

31/10/2015



Terimakasih atas sumbangan hari ini dengan total uang sejumlah Rp. 3.633.000 disumbangkan ke warga Riau kena korban asap.

by : Yukirane Tetsuya

Photos 06/09/2015

Upaya Kurangi Masalah Sampah Plastik Di Sekolah

Sampah plastik seperti sisa air mineral dan kemasan makanan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh kader lingkungan SMK Negeri 1 Surabaya. Bagaimana tidak, banyaknya sumber penjual makanan yang berasal dari kantin, koperasi, small bisnis dan smesa mart serta banyaknya jumlah siswa membuat produksi sampah sangat banyak.

Dengan adanya fakta lingkungan tersebut, kader lingkungan pun berupaya untuk mengurangi permasalahan sampah plastik dengan mengajak seluruh pihak seperti siswa dan penjual kantin untuk mengatasi poblem sampah dengan membawa wadah makanan dan minuman sendiri dari rumah saat membeli makanan di kantin. Begitu p**a dengan para penjual kantin, mereka diajak untuk mengurangi penggunaan makanan kemasan berplastik dan menggantinya dengan menggunakan wadah makanan atau minuman agar lebih ramah lingkungan. Salah satu kader lingkungan, Ferry Subagya menjelaskan bahwa para siswa telah diajak untuk membawa wadah makan dan minum sendiri jika ingin membeli di kantin saat workshop pertama SES di sekolah beberapa waktu lalu. Lalu ia melanjutkan, kader lingkungan juga melakukan sosialisasi kepada penjual kantin untuk tidak menjual makanan atau minuman kemasan berplastik.

Setelah dilakukannya himbauan dan sosialisasi kepada warga sekolah, pada hari Jum’at (04/09) para siswa telah membawa piring dan plastik saat membeli makanan di kantin. Selain itu, sebanyak delapan penjual kantin mulai mulai menggunakan wadah seperti piring atau gelas yang dapat dipakai berulang kali, dan tidak melayani pembelian menggunakan plastik dan bungkus sekali pakai. Serta beberapa pemilik kantin lainnya mulai menggunakan plastik sekali pakai. “Setelah mengajak warga sekolah untuk mengurangi sampah pastik disekolah, banyak siswa – siswa dan para penjual kantin yang antusias dalam melakukan aksi tersebut. Mereka mulai membawa wadah makanan/minuman sendiri dan beberapa penjual kantin mulai menjual makanannya dengan wadah sendiri dan tidak melayani pembelian dengan kemasan plastik,” ujar Satriyo Bagus, salah satu kader lingkungan yang duduk di kelas XII Akuntansi.

Menariknya, penggunaan tempat makanan atau minuman ini tidak hanya dilakukan oleh para siswa saja. Guru – guru SMKN 1 pun antusias dalam langkah mengurangi sampah plastik ini. Mereka juga membawa wadah makanan sendiri saat membeli makanan di kantin. “Beberapa guru juga menunjukkan antusiasmenya dalam mengurangi sampah plastik ini dengan membawa wadah makanan sendiri,” tutur Fauzi Firzatullah, salah satu kader lingkungan yang duduk di kelas XI RPL 1.

Diharapkan, kegiatan pengurangan sampah plastik di sekolah ini dapat menjadi langkah awal menuju sekolah yang berwawasan lingkungan dan bebas dari masalah sampah khususnya sampah plastik. “Saya ingin upaya pengurangan sampah ini bisa menjadi landasan untuk menjadikan SMKN 1 sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan,” tutur Kukuh Widodo, guru pembina kader lingkungan SMKN 1.(and)

By : Anin Dyah Luthfiani – SMK Negeri 1 Surabaya

*Wadah Makanan Dan Minuman : Para siswa mulai membawa wadah makanan dan minuman sendiri saat membeli jajanan di kantin sebagai upaya pengurangan sampah plastik

Photos from SBLH SMKN 1 Surabaya's post 06/09/2015

Sampaikan Pesan Peduli Lingkungan Melalui Mading Sekolah

Ada berbagai macam cara untuk mengajak setiap individu peduli dengan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu memberikan pesan-pesan lingkungan yang bermanfaat dan menarik. Seperti yang dilakukan oleh kader lingkungan SMKN 1 pada hari Sabtu (05/09). Mereka yang terdiri dari 5 kader lingkungan membuat mading berbentuk 2 dimensi.

Uniknya, tema yang diambil dari pembuatan mading kali ini sama dengan tema Surabaya Eco School 2015 yaitu konservasi air. Mereka membuat mading bertema ini agar siswa-siswi yang membaca dapat mengerti tentang pentingnya upaya konservasi air ini. “Tema Surabaya Eco School tahun ini adalah lanjutkan konservasi air, jadi kami membuatnya agar kami dapat memberikan informasi kepada siswa-siswa lain yang rata-rata masih belum mengerti apa itu konservasi air,” tutur Tri Wahyu, salah satu kader lingkungan yang duduk di kelas XI TKJ 2.

Mading 2 dimensi ini berukuran sebesar kertas manila dengan lama pembuatannya memakan waktu 5400 detik. Dalam mading ini berisi informasi menarik tentang pengertian konservasi air, upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam kegiatan konservasi air, dampak kekeringan, serta pesan pendukung lainnya. “Kami membuat mading ini semenarik mungkin agar dapat menarik minat siswa untuk membacanya,” terang Theresia sambil menempelkan hiasan ke mading 2 dimensi yang mereka buat.

Harapan selanjutnya, dengan adanya pembuatan mading ini seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi aktif dalam penerapan upaya konservasi air di lingkungan sekolah. “Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengajak warga sekolah peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mading ini, saya harap pembuatan mading ini terus dilakukan dengan semakin banyak ide-ide kreatif yang dituangkan dalam mading sehingga mading terlihat menarik perhatian,” ujar Retno Pinasti, selaku Waka Kesiswaan di SMK Negeri 1 Surabaya.(and)

By : Anin Dyah luthfiani - SMK Negeri 1 Surabaya

*mading : Kader lingkungan SMK Negeri 1 Surabaya sedang membuat mading 2 dimensi bertemakan konservasi air di papan mading SMK Negeri 1 Surabaya

Mobile uploads 31/08/2015

Kami sudah, kalian kapan?

Photos from SBLH SMKN 1 Surabaya's post 30/08/2015

Semangat Baru Lakukan Tantangan Pertama SES 2015

Surabaya Eco School 2015 telah dimulai. Seperti tahun – tahun sebelumnya, Surabaya Eco School atau yang biasa disebut SES ini adalah program lingkungan hidup yang dipelopori oleh Tunas Hijau dan dilakukan secara edukatif, atraktif dan berkelanjutan dengan melibatkan segenap warga sekolah. Dengan mengangat tema “Lanjutkan Konservasi Air Surabaya, Kembalikan Siklus Air”, SES 2015 disambut baik oleh sekolah – sekolah yang menerapkan program lingkungan hidup termasuk di SMK Negeri 1 Surabaya.

SES 2015 ini diawali dengan hadirnya challenge pekan ke-1 yaitu pemilahan sampah khusus kertas. Dan setelah sampah terkumpul, selanjutnya dijual ke pengepul atau didaur ulang. Menanggapi challenge tersebut, kader lingkungan SMKN 1 Surabaya segera melakukan aksinya mengambil sampah – sampah kertas di lingkungan sekolah pada Rabu (26/08). Sampah – sampah tersebut berasal dari ruang TU, ruang OSIS maupun sisa – sisa jobsheet yang sudah tidak terpakai lagi. “Kami mengambili kertas -kertas dari TU dan ruang OSIS saat istirahat dan p**ang sekolah. Selain itu, kami juga minta bantuan siswa jurusan akuntansi untuk mengumpulkan jobsheet yang tidak terpakai lagi,” tutur Fauzi Firzatullah siswa kelas XI RPL.

Menariknya, sebelum adanya challenge ini kader lingkungan SMKN 1 Surabaya sering melakukan kegiatan pemilahan sampah. Kegiatan ini mereka sebut dengan “HARUN” artinya harta karun. Salah satu anggota kader lingkungan yang bernama Ferry Setiawan menjelaskan kegiatan ini dinamakan harun karena sampah yang dipilah dianggap seperti harta karun yang akan menguntungkan apabila bisa diolah dengan sebaik mungkin. Siswa kelas XI TKJ ini melanjutkan, biasanya sampah harun ini berupa botol plastik dan kertas – kertas bekas. Sampah tersebut dipilah dan dijual ke pengepul atau didaur ulang. “Untuk challenge satu ini sebenarnya sama dengan kegiatan harun. Kami mengambil kertas – kertas yang tidak terpakai di lingkungan sekolah kemudian dijual ke pengepul. Dari hasil kegiatan ini, kami mendapatkan sampah sebanyak 38 Kg dan meraup untuk sebanyak Rp 76.000,” terang Ferry.

Harapan kedepannya, kegiatan pemilahan sampah selanjutnya dapat menambah jumlah sampah tersebut dan pelaksanaan kegiatannya lebih rutin dilakukan. “Saya harap kegiatan ini bisa berjalan terus. Serta, kader lingkungan pantang menyerah untuk menyelesaikan tantangan dan target yang ditentukan,” terang Retno Pinasti, selaku waka kesiswaan SMK Negeri 1 Surabaya. (and)

By : Anin Dyah Luthfiani – SMK Negeri 1 Surabaya

*Pemilahan Sampah : Kader lingkungan SMKN 1 lakukan pemilahan sampah kertas yang selanjutnya dijual ke pengepul

Photos from SBLH SMKN 1 Surabaya's post 16/08/2015

Workshop Internal, Jawaban Tantangan SES 2015

Program Surabaya Eco School 2015 telah diadakan kembali, tepatnya pada hari Sabtu (8/8) program Surabaya Eco School 2015 ini diawali dengan kegiatan workshop yang dihadiri oleh sekolah – sekolah SMA/SMK Sederajat. Kali ini, program Surabaya Eco School 2015 yang diadakan oleh Tunas Hijau Indonesia mengangkat kembali tema yang sama dengan tahun lalu yaitu “Konservasi Air”.

Seperti tahun – tahun sebelumnya, para peserta workshop yang merupakan perwakilan dari kader lingkungan masing – masing sekolah mendapatkan tugas untuk merealisasikan workshop internal di sekolah bertemakan konservasi air. Menanggapi tugas pasca workshop tersebut, tim lingkungan SMK Negeri 1 Surabaya yang biasa disebut SBLH (Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup) mengadakan worksop internal pada hari Jumat (14/08) yang dihadiri oleh sekitar 70 siswa yang berasal dari 3 orang perwakilan kelas, workshop ini dilakukan di salah satu ruang kelas SMK Negeri 1 Surabaya dari pukul 09.00-10.00. “Workshop internal tentang konservasi air yang bertempat di salah satu ruang kelas SMKN 1 ini dihadiri oleh 70 siswa dari kelas X yang merupakan perwakilan 3 orang dari setiap kelas" ujar Tri Wahyu, selaku koordinator workshop.

Uniknya, workshop internal ini mendapatkan antusias tinggi dari murid kelas X. Beberapa materi dan fakta lingkungan disampaikan secara interaktif oleh sang pemateri yang berasal dari kader lingkungan SMK Negeri 1 Surabaya sendiri. “Saya senang sekali bisa berbagi ilmu tentang lingkungan serta program Surabaya Eco School 2015 yang sedang dijalankan saat ini bersama siswa – siswi di SMK Negeri 1 Surabaya. Dan yang paling menarik adalah antusiasme dari siswa – siswi kelas X tentang fakta lingkungan yang terjadi di sekitar kita dan kelanjutan program Surabaya Eco School 2015 nanti,” tutur Rizal Effendi, pemateri workshop internal tersebut.

Harapan kedepannya, awal dari pelaksanaan program Surabaya Eco School 2015 ini bisa membawa keberhasilan bagi SMK Negeri 1 Surabaya dalam mewujudkan program konservasi air dan semakin peduli terhadap lingkungan sekitar. “Saya besemangat sekali menyabut Surabaya Eco School 2015 ini dan semakin barharap bahwa SMKN 1 bisa mewujudkan kota Surabaya sebagai kota konservasi air dan menjadi sekolah yang lebih berwawasan lingkungan.” Terang Kukuh Widodo, pembina SBLH SMK Negeri 1 Surabaya.(and)

By : Anin Dyah Luthfiani – SMK Negeri 1 Surabaya

*Workshop : Suasana workshop internal, para siswa nampak antusias mengikuti acara tersebut hingga selesai

Mobile uploads 20/07/2015

Si maskot, nama yg cocok buat maskot sblh apa ya ? Ada yg punya saran!

Photos from SBLH SMKN 1 Surabaya's post 26/04/2015

Peserta Kemah Bakti SMKN 1 membuat lubang resapan biopori di sekitar taman kelas

Photos 13/04/2015

Aksi Gemes SMKN 1 Di Taman Nginden Intan

Tahun ini, program Eco Preneur yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya mengangkat tema pengolahan sampah, dimana produk – produk Eco Preneur yang dihasilkan merupakan hasil dari olahan sampah.

Melalui tema tersebut, tim SMKN 1 memutar otak untuk membuat ide kreatif yang berkaitan dengan pengolahan sampah. Akhirnya, muncullah ide “Gemes” yaitu Gerakan Mengurangi Sampah. Dan pada hari Minggu (12/04) tim Eco Preneur realisasikan aksi gemes tersebut.

Uniknya, aksi gemes ini dilakukan di tempat keramaian yang kerap menghasilkan banyak sampah. Dan sasaran tim Eco Preneur adalah taman Nginden Intan. “Biasanya setiap pagi, taman Nginden ini ramai oleh pengunjung bebgitu juga dengan pedagang – pedagang yang biasanya berjualan di sekitar taman, jadi kami memutuskan melakukan gemes di taman tersebut untuk memunguti sampah,” ujar Angga Adhitya Widjanarko, salah satu anggota Eco Preneur yang duduk di kelas X TKJ 1.

Dalam kegiatan gemes ini, tim Eco Preneur memunguti sampah – sampah non organik yang tidak bisa terurai oleh tanah. “Kami memunguti sampah yang tidak bisa terurai oleh tanah, dan sampah tersebut nantinya akan didaur ulang untuk produk Eco Preneur kami,” ucap Thoriq Haidar, salah satu anggota inti Eco Preneur.

Harapan kedepannya, aksi gemes ini dapat memberikan dampak positif bagipengunjung taman serta tim Eco Preneur SMKN 1. “Saya harap aksi gemes ini dapat bermanfaat dalam mengurangi sampah non organik menjadi barang bernilai jual,” tutur Rizal Efendi, direktur utama Eco Preneur SMKN 1.(and)

By : Anin Dyah Luthfiani – SMK Negeri 1 Surabaya

*GEMES : Tim Eco Preneur lakukan aksi gemes di taman Nginden Intan

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Culinary Team

Attire

Website

Address

Surabaya
60243