Guru Penggerak

Guru Penggerak

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Guru Penggerak, Computer training school, Kaza City Lt. UG/US. 16, Jalan Kapas Krampung 45 Surabaya, Surabaya.

26/07/2020

Yuk ikuti WORKSHOP ONLINE kami di gelombang ke 3 ini

Sebuah pelatihan online privat group yang memberikan beragam fasilitas untuk menunjang peningkatan kompetensi di era digitalisasi saat ini untuk pelaku pendidikan dan pelaku usaha UMKM saat ini.

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA KE https://wa.me/628563257624

25/07/2020

Menjadi Guru Era Pendidikan 4.0

Kompetensi yang dibutuhkan dalam era Pendidikan 4.0 adalah:

Pertama, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving skill). Kompetensi ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad 21. Guru 4.0 harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengeksplor kompetensi ini dari diri peserta didik.

Kedua, keterampilan komunikasi dan kolaboratif (communication and collaborative skill). Sebagai satu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam abad 21, keterampilan ini harus mampu dikonstruksi dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan guru guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi.

Ketiga, keterampilan berpikir kreatif dan inovasi (creativity and innovative skill). Revolusi industri 4.0 mengharuskan peserta didik untuk selalu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif. Tindakan ini perlu dilakukan agar peserta didik mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasis industri 4.0. Kondisi ini diperlukan mengingat sudah banak korban revolusi industri 4.0.

Keempat, literasi teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology literacy). Literasi TIK harus dilakukan agar tidak tertinggal dengan peserta didik. Literasi TIK merupakan dasar yang harus dikuasai guru 4.0 agar mampu menghasilkan peserta didik yang siap bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Kelima, Pembelajaran kontekstual (contextual learning skill). Kondisi saat ini TIK merupakan salah satu konsep kontekstual yang harus dikenalkan oleh guru. Materi pembelajaran banyak kontekstualnya berbasis TIK sehingga guru 4.0 sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK. Materi sulit yang bersifat abstrak mampu disajikan menjadi lebih riil dan kontekstual menggunakan TIK.

Keenam, literasi informasi dan media (information and media literacy). Media sosial seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan peserta didik dan guru. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan waktu.
Guru harus siap menghadapi era pendidikan 4.0 meskipun disibukkan oleh beban kurikulum dan administratif yang sangat padat. Jika tidak, maka generasi muda kita akan terus tertinggal dan efeknya tidak mampu bersaing menghadapi implikasi Revolusi Industri 4.0.

25/07/2020

Menjadi Guru Keren di Jaman Milenial

Menjadi guru keren di zaman milenial ini tidak mudah namun kita harus tetap berusaha mencari jalan keluarnya di zaman milenial yang serba canggih namun dapat merusak karakter siswa. Di sini saya mencoba memberikan mas**an hal-hal yang perlu dilakukan agar menjadi seorang guru keren di zaman milenial ini yaitu :

1 . Membimbing penggunaan IT yang terarah
Seorang guru keren harus menguasai IT dalam berbagai kecangihan yang ada sesuai perkembangan teknologi saat ini. Dengan menggunakan IT tersebut dengan sekreatif mungkin yang dapat menyenangkan anak namun terarah dengan tidak merusak karakter siswa. Seorang guru keren bisa melakukan penggunaan IT dengan cara literasi digital rubahlah penggunaan gadget dengan pemberian tugas-tugas menuliskan cerita, membuat puisi, membuat cerpen, membuat ceita lucu, pantun dan lain-lain dengan hasil ketikan dan desain gambar dan warna yang menarik sehinga siswa tetap mengunakan gadget yang menghasilkan sesuatu.

Di sini secara tidak sadar siswa sudah menggunakan IT secara terarah dan jika hal ini sering dilakukan insya Allah akan menjadi kebiasaan bahkan kesenangan yang menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna dibanding hanya mengunakan gadget untuk bermain game.

2. Menumbuhkan karaker baik siswa
Tidaklah mudah seorang guru untuk merubah karaker siswa yang negatif atau kurang baik, namun perlu perjuangan keras dan mencari cara atau strategi yang tepat. Salah satu dari beberapa cara, yang pertama adalah seorang guru keren di jaman milenial harus tetap bisa menjadi model bagi siswanya dengan tetap menunjukkan sikap-sikap positif dengan bertutur kata yang baik dan sopan, menunjukkan semangat belajar dengan cara menunjukkan semangat dalam mengajar, menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab dan lainya yang akan ditiru oleh siswa.

Selain menjadi model untuk menumbuhkan karakter baik siswa, seorang guru keren tetap berusaha agar siswanya tetap berperilaku baik, misalnya cara yang kedua ini bisa dikaitkan dengan literasi digial dengan cara guru mengarahkan pembuatan cerita pendek, puisi, pantun dan lain-lainnya bertemakan tentang perilaku-perilaku yang diharapkan akan muncul, misalnya cerpen yang berjudul ’aku rajin sholat’, ’aku rajin mengaji’, ’aku malu datang terlambat ke sekolah’ dan lain-lainya.

3. Mentransfer ilmu dengan cara menyenangkan
Caranya sangat tepat menggunakan digital karena sesuai dengan jaman yang sedang kita hadapi dan anak-anak pun saat ini harus tahu dan melakukannya agar tidak gagap teknologi. Guru bisa memberikan pembelajaran dan tugas-tugas lewat mengunakan digital. Kita bisa bekerja sama dengan orang tua siswa agar anak-anak dapat menggunakan digital sebagai pembelajaran.

25/07/2020

4 Tantangan Guru Sebagai Pengajar di Era Milenial

Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh guru dalam belajar mengajar di dalam kelas. Karena setiap sifat pasti berbeda-beda, tak hanya itu proses belajar mengajar juga sangat harus diperhatikan apakah siswa bisa mengikutinya atau tidak. Beberapa tantangan guru dalam menghadapi siswa adalah :

1.Harus Mengikuti Teknologi
Guru harus mengikuti perkembangan teknologi untuk proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru diharuskan bisa menggunakan teknologi seperti laptop atau komputer agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Jika tidak bisa, maka dalam proses pembelajaran akan terjadi masalah yang menyebabkan hambatan. Maka dari itu guru diharuskan bisa memakai teknologi untuk proses pembelajaran siswa.

2. Manajemen Waktu
Dalam memanajemen waktu siswa sekarang sangat sulit, karena siswa terganggu oleh teknologi yang semakin berkembang seperti sebuah handphone. Siswa menjadi malas untuk belajar bahkan membacapun sudah jarang, untuk berbicara di depan kelas saja kadang ada yang susah. Dalam hal ini guru perlu membimbing siswa untuk bisa memanajemen waktunya agar tidak mengganggu kegiatan sekolah.

3. Penurunan Karakter
Bagaimanapun juga setiap tahun atau setiap generasi pasti berbeda-beda dan penurunan karakter inilah yang seakan membuat proses belajar mengajar susah. Karena bagaimanapun juga karakter adalah hal yang perlu diperhatikan dalam sekolah untuk tuntunan siswa agar menjadi lebih baik. Banyaknya berita tentang banyak siswa yang membelot pada guru ketika didalam kelas maupun diluar kelas itu sangatlah tidak baik. Generasi sebelumnya memang ada tetapi mereka takut untuk melawan guru, bahkan membuat masalahpun harus berpikir dua kali.

4. Penurunan Kepedulian Lingkungan
Mungkin ini juga ada didalam generasi sebelumnya, tetapi sekarang banyak siswa yang turun kepeduliannya terhadap lingkungan. Bahkan melihat satu plastik saja siswa malas mengambilnya untuk dibuang ketempat sampah, jika memang demikian sangat perlu disekolah diberikan arahan pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam pembelajaran guru melakukan pendekatan yang berbeda disesuaikan perkembangan jaman sekarang. Gurupun harus memikirkan metode pembelajaran yang menarik dalam proses pembelajaran. Pendidikan juga harus berpusat pada siswa, bahkan guru harus mengarahkan dan memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah.

24/07/2020

5 Cara Mudah Mendidik Anak Supaya Mandiri

Kemandirian merupakan hal yang perlu diajarkan pada anak sejak kecil. Meskipun seringkali orang tua merasa tidak tega, namun mengajarkan anak mandiri sejak kecil bisa memberikan pengaruh yang baik untuk anak saat ia dewasa nanti. Cara melatih anak mandiri bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa orant tua lakukan untuk mendidik anak jadi lebih mandiri :

1. Biasakan si kecil membereskan mainannya sendiri
Hal sederhana pertama yang bisa orang tua lakukan untuk mendidik anak jadi lebih mandiri adalah dengan membiasakannya untuk membereskan mainan setelah ia selesai menggunakannya. Pada awalnya, orang tua bisa membantu si kecil mengumpulkan mainan dalam satu keranjang khusus untuk dikembalikan ke kamar. Perlahan-lahan biarkan si kecil melakukannya sendiri agar ia jadi anak mandiri.

2. Ajari Anak Untuk Mencuci Tangan Sendiri
Mencuci tangan sangat penting dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh. Tapi selain baik untuk kesehatan, mencuci tangan bisa orang tua jadikan salah satu cara untuk melatih si kecil jadi lebih mandiri. Ajarkan si kecil mengenai cara mencuci tangan yang benar. Setelah itu, biasakan anak mencuci tangannya sendiri setiap selesai bermain, mau makan, atau setelah ke toilet.

3. Lakukan Toilet Training
Saat si kecil sudah mulai besar, saatnya untuk melatihnya melakukan toilet training. Biasanya toilet training mulai dilakukan saat anak usia 2.5-3.5 tahun. Ketika anak sudah mulai bisa bicara dengan jelas dan membedakan keingininan untuk BAB atau BAK saat itu toilet training dapat dilakukan.. Toilet training juga sebaiknya dilakukan ketika si kecil sudah bisa melepas celananya sendiri. Dengan mengajarkan toilet training, orang tua secara tidak langsung juga melatih si kecil untuk jadi lebih mandiri karena tak perlu lagi ditemani saat hendak ke toilet.

4. Sikat Gigi Bersama Sebelum TIdur
Menjaga kebersihan mulut dan gigi penting dilakukan untuk menjaga kesehatan si kecil. Salah satu hal yang wajib diajarkan sejak anak berusia dini adalah menyikat gigi sebelum tidur. Orang tua dapat mengajak si kecil menyikat gigi bersama sebelum tidur untuk sekaligus melatih kemandiriannya. Dengan melihat orang tuanya menyikat gigi, si kecil akan belajar untuk melakukan hal yang sama dengan kemampuannya sendiri.

5. Memilih dan Memakai Pakaian Sendiri
Setiap anak selalu tertarik untuk memilih pakaian yang akan dipakainya. Saat sudah beranjak besar, anak pasti juga akan penasaran untuk mulai menggunakan pakaiannya sendiri. Hal ini ternyata bisa orang tua manfaatkan untuk sekaligus melatih anak mandiri. Meskipun awalnya ia akan kesulitan dan butuh bantuan ketika menggunakan pakaian, tapi biarkan anak berusaha terlebih dahulu untuk melatih kemandiriannya.

24/07/2020

3 Cara Membuat Anak Belajar Mandiri Sedari Kecil

-Berikan Pengertian Kepada Anak
Hal pertama yang bisa dilakukan orang tua dalam melatih kemandirian anak adalah memberikan pengertian. Langkah ini penting dilakukan, sebelum orang tua memberikan beberapa tanggung jawab mandiri kepada anak. Ini dilakukan dengan tujuan supaya anak mengerti apa yang menjadi tanggung jawab pribadinya, sehingga anak tidak merasakan beban tanggung jawab yang harus dilakukan tanpa adanya alasan.

Contoh mudahnya, ketika seorang ibu hendak mengajari anak makan dan mandi sendiri, sebaiknya sang ibu memberikan pengertian kenapa sang anak harus melakukannya sendiri. Misalnya ibu memberikan pengertian, bahwa tugas makan dan mandi ketika masih kecil tidak menjadi masalah jika masih dibantu. Tetapi ketika nanti sudah besar tugas itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi. Dengan begitu, anak mengerti alasan mengapa dia harus melakukan hal tersebut. Jika anak memahami apa yang dimaksud sang ibu, anak pun akan mudah menerima tanpa memberontak.

- Berikan Tanggung Jawab
Memberikan tanggung jawab kepada anak penting dilakukan untuk melatih anak belajar mandiri. Memberikan tanggung jawab ini juga sebaiknya di mulai dari hal-hal kecil. Misalnya, setiap kali anak bermain berikanlah tanggung jawab untuk membereskan mainannya setelah selesai bermain. Jika anak masih belum mau melakukannya, orang tua bisa mengajaknya untuk membereskan mainan bersama.

Di sini akan lebih baik, jika orang tua sembari memberikan pengertian. Bahwa anak perlu membereskan mainannya supaya semua mainan dapat tersimpan dengan baik. Selain itu, membereskan mainan dengan rapi juga mempermudah anak ketika mencari dan supaya mainan tidak hilang. Dengan begitu, lama-lama anak akan mengerti dan dapat melakukannya sendiri.

- Berikan Kesempatan Anak Menentukan Pilihan Sendiri
Mengajarkan sikap mandiri kepada anak juga dapat dilatih dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Mudahnya, ketika anak bingung menentukan ekstrakulikuler mana yang harus diikuti di sekolah. Pada kondisi yang seperti ini lebih baik jika orang tua ada untuk mendengarkan keluh kesah dan kebimbangannya.

Sesekali orang tua boleh memberikan gambaran kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan yang ada, namun tetap berikan ruang bagi anak menentukan pilihannya sendiri. Dengan ini pikiran anak menjadi terbuka. Di samping itu, anak juga akan memahami bahwa setiap pilihan ada positif dan negatifnya.

24/07/2020

Melatih anak untuk mandiri bisa dimulai saat usia 2 hingga 6 tahun. Berikut cara cara mendidik anak agar mandiri:

1. Melatih anak buang air kecil atau air besar di toilet
Mengajarkan BAK dan BAB di toilet bisa dimulai sejak anak usia sekitar 3 tahun. Hal ini mungkin sulit, namun harus dibiasakan. Ajarkan anak untuk menahan BAK atau BAB sampai dengan ke toilet. Kemudian ajarkan anak menggunakan WC atau alat yang ada di toilet. Kebiasaan ini dilakukan tidak hanya di rumah, namun juga usahakan ketika berada di luar rumah.

2. Memberikan tugas untuk membersihkan dan menyimpan mainannya
Mengajarkan anak untuk bertanggungjawab pada mainannya. Ajarkan anak untuk membersihkan mainannya sendiri dan tempat menyimpan mainan. Biasakan anak untuk menaruh mainannya dalam satu box penyimpanan dan membersihkan mainannya setelah selesai bermain. Hal ini juga mencegah mainan bercecera dan membuat rumah tidak rapi.

3. Mengajari untuk mandi sendiri
Ketika mandi, ajarkan pada anak juga cara mandi. Ajarkan cara menggosok badan dengan sabun, cara menggosok rambut saat keramas, cara menyiram badan, dan juga cara sikat gigi. Anda bisa mengajarkannya dengan demonstrasi, lalu memberi kebebasan anak untuk melakukannya sendiri.

4. Mengajari untuk berpakaian sendiri
Ajarkan anak untuk memakai bajunya sendiri untuk melatih kemandirian. Berikan penjelasan singkat dan mudah dipahami anak sebelumnya, lalu perhatikan anak saat mempraktekkannya. Berikan sedikit bantuan apabila anak masih kesulitan melakukannya sendiri. Mulailah dengan mengajarkan memakai baju baru kemudian celana.

5. Memberi kebebasan anak untuk memiliki pakaiannya sendiri
Berikutnya, untuk melatih kemandirian, orang tua harus menanamkan rasa percaya pada anaknya. Berikan kebebasan anak untuk memilih pakaiannya sendiri. Dan berikan penjelasan dan pilihan apabila pilihannya sangat tidak cocok. Jangan lupa berikan pujian apabila pilihannya bagus agar anak merasa lebih percaya diri dengan pilihannnya.

23/07/2020

Berikut beberapa karakteristik generasi milenial:

Generasi milenial yang lahir pada masa internet booming membawa lifestyle yang unik dengan sistem kehidupan yang sedang mengalami transformasi. Saat ini generasi milenial menganggap kehidupan sosial sebagai aspek yang penting walaupun melalui dunia maya. Berbagai kemajuan teknologi dan perilaku konsumtif menjadi karakteristik era milenium ini.

- Ketergantungan terhadap Gadget
Gadget saat ini menjadi bagian dari kehidupan generasi millenial, banyak kemudahan yang ditawarkan membuat para milenial betah berselancar dengan gadgetnya sehingga tidak bisa lepas dari gadget tersebut. Generasi millenial s**a sekali untuk sharing informasi apapun terkadang tanpa di filter pada siapa pun dan di mana pun. Dalam dunia pendidikan dan dunia kerja saat ini sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi tersebut. Melihat moment yang instagram-able langsung update status seperti makanan, pakaian branded atau ada tempat kumpul baru.

- S**a dengan yang cepat dan instan
Perkembangan teknologi berkontribusi terhadap kemudahan para millennial untuk mendapatkan hal yang diinginkan tanpa menunggu lama. Mobilitas yang tinggi membuat mereka memilih yang serba instant dan simple semua dalam kendali jari tangan. Kecanggihan teknologi bukan hanya ada pada smartphone atau gadget saja. Bahkan saat ini pun dalam melakukan transaksi juga makin mudah dan cepat, real time. Berkembangnya metode transaksi non-tunai melalui media kemajuan teknologi internet.

- Cepat Bosan
Generasi millenial memang punya jurus gercep alias gerak cepat kalau sedang keluar produk baru. Dengan mudahnya mengakses internet dan dalam waktu singkat sudah bertransaksi online. Tetapi ternyata generasi millennial mudah bosan dengan barang yang mereka miliki kemudian barang-barang mereka segera di jual kembali di situs jual beli online. Di sisi lainnya mereka lebih s**a menghabiskan uang untuk traveling mencari pengalaman dibandingkan menambah aset untuk berinvestasi.

23/07/2020

Berbagi 5 cara terbaik dalam rencana sukses untuk mempertahankan generasi millennial.

Jadi, bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi situasi ini? Secara spesifik, apa saja strategi yang dapat dilakukan untuk mempertahankan generasi millennial dan memastikan bahwa rencana telah sukses ?

1. Mengadopsi struktur organisasi yang lebih datar
Generasi milennial memiliki keyakinan kuat akan pentingnya kebebasan. Selain itu juga memiliki kepercayaan diri yang melebihi generasi sebelumnya, karena itulah mereka tidak cocok bekerja dalam struktur organisasi yang biasa dan hierarkis atau dengan seorang bos yang diktator. Generasi ini berpikir bahwa semua orang dapat menjadi pemimpin jika mereka menginginkannya, dan jabatan hanyalah nama. Intinya, mereka mencari keterbukaan, kolaborasi, dan transparansi di dalam perusahaan.

2. Melibatkan Generasi Millennial dalam Pengambilan Keputusan Perusahaan
Sebagai generasi yang mementingkan tujuan, milennial senang menjadi bagian dalam pengambilan keputusan. Pertimbangkanlah untuk meminta pendapat mereka dalam pengambilan keputusan penting perusahaan seperti berbagai prakarsa dan proyek yang memberikan kontribusi terhadap tujuan perusahaan secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat mengembangkan rasa loyalitas dan menciptakan keinginan yang lebih dalam bagi mereka untuk bekerja bagi perusahaan, karena mereka akan memiliki pemahaman yang lebih jelas akan misi perusahaan dan memahami betapa pentingnya peran mereka terhadap kepentingan perusahaan secara keseluruhan.

3. Mengidentifikasi Calon Pemimpin yang Tepat
Agar rencana suksesi berhasil, pertama-tama Anda harus belajar mengidentifikasi calon pemimpin yang tepat. Namun hal ini lebih sulit dilakukan dari sekian banyak generasi milennial karena 91% dari mereka berkeinginan kuat dan bercita-cita untuk menjadi pemimpin. Walaupun jumlah tersebut kelihatannya mengindikasi adanya sejumlah besar calon pemimpin, hanya sebagian yang bertahan lama karena 66% dari mereka berharap dapat meninggalkan posisi mereka. Cara terbaik adalah dengan melakukan sesi one-on-one yang bersifat jujur dan terbuka dengan para calon pemimpin ini dan melihat apakah mereka bersedia menginvestasikan waktu mereka untuk perkembangan perusahaan ke depannya.

4. Menyediakan Pelatihan yang Menyenangkan dan Interaktif
Survei yang dilakukan oleh Deloitte juga mengindikasikan bahwa lebih dari 70% generasi milennial mengatakan alasan mereka ingin meninggalkan posisinya 2 tahun ke depan adalah karena kurang adanya perkembangan dalam hal kepemimpinan. Untuk menjaga ketertarikan generasi millennial, perusahaan perlu secara berkala melibatkan diri dengan mereka melalui pelatihan yang interaktif untuk kepentingan, pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Hal ini dapat memudahkan masa transisi pada saat perusahaan Anda membutuhkan perubahan yang mendadak atau jika salah satu karyawan Anda memutuskan untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu singkat.

5. Tetap Terhubung
Ketika Anda telah mengidentifikasi calon pemimpin yang potensial, penting untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan mereka selama masa sukses. Yaitu dengan lebih mendekatkan hubungan dengan calon pemimpin potensial Anda daripada dengan karyawan lainnya. Pertimbangkan juga untuk melakukan lebih banyak sesi tatap muka atau sesi coaching rutin, mengenalkan mereka kepada pemimpin lainnya sehingga mereka dapat belajar lebih banyak, serta memberikan feedback terhadap kemajuan mereka. Calon pemimpin potensial ini juga harus diinformasikan dengan baik mengenai kesempatan-kesempatan yang bisa ia dapatkan di perusahaan Anda.

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Kaza City Lt. UG/US. 16, Jalan Kapas Krampung 45 Surabaya
Surabaya