14/02/2024
Seorang ilmuwan di China telah berhasil menciptakan bayi kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia, Tong Tong, melalui proyek yang dipimpin oleh Institut Kecerdasan Buatan Umum Beijing (BIGAI).
Tong Tong memiliki kemampuan emosional dan perilaku yang menyerupai anak manusia berusia tiga atau empat tahun. Proyek ini merupakan terobosan besar dalam bidang kecerdasan buatan, menandai langkah penting dalam upaya untuk memahami dan mereplikasi mekanisme kecerdasan manusia dalam sebuah sistem AI.
Tim peneliti BIGAI telah melakukan penelitian dan pengembangan yang intensif untuk mencapai pencapaian ini, yang memperdalam pemahaman tentang sifat kecerdasan manusia dan potensi penerapannya dalam teknologi AI.
______
Gimana menurutmu? Bagus atau malah serem? π
13/02/2024
Nah loh, tag temanmu biar makin produktif. Drop pendapatmu β¨π
π Penelitian Henk Van Steenbergen dalam jurnal "Motivation and Emotion"
16/04/2023
Ibu Kota Baru, Logo Baru!
Telah rilis 5 logo yang nantinya akan menjadi logo Ibu Kota Nusantara. Dari 5 logo, mana yang lebih kamu s**a?
Tulis di kolom komentar πβ¨
07/11/2022
SADEWA CUP 2023 TELAH DIBUKA! SEGERA DAFTARKAN DIRIMU SEKARANG JUGA! β¨π₯
DISKON RP30.000 UNTUK 100 PENDAFTAR PERTAMA!!!
Kompetisi Jenjang SD/SMP/SMA Sederajat Tingkat Nasional telah dibuka. Ajang ini dikhususkan kepada kamu pelajar unggulan Indonesia!
Sadewa Cup 2023 merupakan kegiatan dengan kuota yang sangat terbatas, yakni 600 peserta/bidang. Untuk itu, harap segera melakukan pendaftaran sebelum kuota penuh.
β
42 Medali Juara (6 Medali untuk tiap Bidang) (Tanpa perlu klaim, semua diberi oleh Insight)
β
1 Tiket Trip ke Singapura*
β
2 Unit Apple iPhone SE*
β
1 Unit Tablet
β
1 Unit Meja Belajar
β
1 Unit Printer
β
1 Unit Headphone
β
1 Unit Headset Bluetooth
β
1 Unit Ransel
β
2 Unit Smartwatch
β
2 Tote Bag Insight
β
2 Paket ATK
β
3 Kaos Insight
β
3 Paket Buku Soal
β
Beasiswa Pendidikan Total Jutaan Rupiah!!
Fasilitas untuk semua peserta (menang atau kalah tetap dapat) adalah:
β
e-Sertifikat Nasional
β
ebook Kumpuan Soal dari Insight
β
Awarding Ceremony
DAFTAR SEKARANG!
π www.bit.ly/daftarsadewa2022
PANDUAN SADEWA
π www.bit.ly/panduansadewa
TWIBBON SADEWA
π https://twb.nz/sadewa2023
06/11/2022
Telah Resmi! Mulai Minggu, 6/11, Insight Olimpiade telah bertransformasi menjadi Inisght Eduka. Ini dilakukan untuk menambah dampak baik sehingga dapat menyentuh pelajar Indonesia lebih luas lagi.
"Semoga perubahan ini akan menjadi perubahan yang membawa dampak baik yang lebih luas lagi. Tak hanya kompetisi, akan ada tes kemampuan bahasa Inggris, minat bakat, beasiswa, juga kegiatan untuk mahasiswa yang selama ini banyak diusulkan." Ujar Ahmad Adi selaku CEO Project Inter Kreasi.
Nantinya, kegiatan Insight Eduka tidak hanya seputar kompetisi, namun juga berbagai kegiatan lain yang membawa dampak baik bagi pelajar Indonesia.
terus mengemban visi .
04/11/2022
ADA KALANYA NOTIF SEPI, ADA KALANYA BANJIR NOTIFπ¨
Kalo kalian, pas lagi apa tiba-tiba banjir notifikasi?
[Insight Olimpiade | Education Platform]
Organizer Independen Penyelenggara Olimpiade
Social Media
π Instagram :
π Branch : .insight .insight .insight .insight
[Kontak dan Layanan]
π© [email protected]
π Whatsaapp : 0851-5611-1738
02/11/2022
"Gen Z sangat gugup pergi ke dokter karena takut dihakimi," kata dr. Erick Ascher, dikutip dari Healthline.
Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Berxi, sebanyak 93 persen gen z mengaku sering berbohong tentang kondisi kesehatan mereka saat berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Biasanya, mereka paling sering berbohong tentang masalah seksual yang dialami.
Gak hanya gen z yang sering berbohong soal kondisi kesehatannya, namun milenial, generasi X, serta baby boomer, juga hobi melakukan hal yang sama.
Nah, kebiasaan berbohong ini dilakukan karena kebanyakan ahli kesehatan cenderung menghakimi tentang informasi kesehatan para pasiennya. Alasan lainnya, karena biaya berobat yang tidak murah.
Banyak orang yang merasa khawatir akan biaya berobat yang biasanya dibanderol dengan harga selangit. Belum lagi, jika ada pengecekan dan konsultasi rutin hingga biaya operasi jika sudah dalam kondisi akut.
Tulisan Musemedia
01/11/2022
[INDONESIA BUTUH GINI JUGA NGGA NIH? π]
Mary Joy Mandane-Ortiz, professor teknik mesin di Bicol University meminta para mahasiswanya untuk membuat topi anti nyontek.
Alhasil, mahasiswanya tampil dengan topi-topi yang unik, seperti topi dari wadah telur, box sepatu, caping berlogo Akatsuki, paperbag belanja, dan bahan daur ulang lainnya.
Topi-topi hasil kreasi tersebut diunggah si dosen di Facebook pribadinya pada Senin (17/10/2022) lalu.
Unggahannya tersebut berhasil mengumpulkan 1,6K likes dan 2,8K shares dalam hitungan hari.
Tulisan hai grid
31/10/2022
[CALON MAHASISWA UNDIP, MANA SUARANYA!]
Prestasi membanggakan datang lagi dari mahasiswa Indonesia. Kali ini, Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) Universitas Diponegoro berhasil menjuarai 18th Busan Choral Festival & Competition di Korea Selatan yang diselenggarakan pada 19-22 Oktober 2022 lalu.
Acara ini adalah kompetisi paduan suara internasional yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun ini, total ada 36 tim dari 6 negara yang bersaing merebut juara. Mulai dari Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, Filipina, Singapura, dan Korea Selatan sendiri sebagai tuan rumah.
Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menyabet 4 kategori juara sekaligus, yaitu Grand Prix Champion, 1st Prize Winner for Classical Mixed & Equal Category, 3rd Prize Winner for Ethnic Category, serta The Best Presentation in Ethnic Category.
Ada 5 karya yang dibawakan dalam kategori classical mixed. Yaitu Mahakali (Bagus S. Utomo), Readymade Alice (Perttu Haapanen), Ergebung (Hugo Wolf), Fair Phyllis (John Farmer), serta Fajar & Senja II (Ken Steven).
Sementara untuk lagu ethnic, mereka membawakan lagu Soleram (Josu Elberdin), Malin (Bagus S. Utomo), dan Benggong (Ken Steven).
Tulisan GNFI
31/10/2022
Kabar duka datang dari petapa Iran yang biasa dikenal dengan sapaan Amou Haji, sosok yang dijuluki sebagai pria terkotor di dunia ini meninggal pada usia 94 tahun.
Amou Haji meninggal dunia beberapa bulan setelah melakukan mandi pertamanya dalam beberapa dekade belakangan. Amou Haji diketahui sudah lebih dari setengah abad tidak mandi.
Melansir BBC, Rabu (26/10/2022), Amou Haji diketahui sudah menolak membersihkan diri dengan air dan sabun selama nyaris setengah abad. Dia disebut takut jika air dan sabun akan membuatnya sakit.
Pria yang tinggal di selatan provinsi Fars itu sempat menolak masyarakat yang ingin membersihkannya. Hingga akhirnya Amou Haji menyerahkan diri dan bersedia dimandikan.
Dikabarkan, tak lama setelahnya Amou Haji jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia.
Kehidupan Amou Haji sebenarnya sangat memprihatinkan. Pada wawancara dengan Tehran Times 2014 lalu, Amou Haji mengungkapkan makanan kes**aannya adalah landak.
Amou Haji tinggal di gubuk batu bata yang dibangunkan warga yang prihatin padanya di Desa Dejgah.
Amou Haji disebut mengambil keputusan aneh untuk tidak mandi ini setelah mengalami kemunduran emosional saat dia masih muda. Dia disebut terbiasa mengonsumsi daging tak segar dan minum air dari kaleng bekas minyak.
Amou Haji juga pernah tertangkap kamera sedang menghisap lebih dari satu rokok dalam waktu yang bersamaan. Upaya masyarakat yang sempat ingin memandikannya disebut membuat Amou Haji sedih.
Status Amou Haji sebagai orang terlama yang tidak mandi sebenarnya masih menjadi perdebatan. Pada 2009 lalu dilaporkan ada seorang India yang kala itu sudah tidak mandi selama 35 tahun. Namun tidak diketahui apa yang terjadi padanya hingga saat ini.
Tulisan IDN Times
30/10/2022
[TAG TEMANMU YANG BUCIN KUCING ATAU ANJING!]
Peneliti Patricia Pendry dan Jaymie Vandagriff dari Washington State University, Amerika Serikat, menemukan siswa yang memelihara hewan dalam salah satu program kunjungan hewan memiliki kadar kortisol atau hormon stres lebih rendah daripada mereka yang tidak.
Dalam percobaan tersebut, para peneliti membagi 249 mahasiswa menjadi empat kelompok. Kelompok pertama bermain dengan tempat penampungan kucing dan anjing selama 10 menit. Kelompok kedua berdiri dalam antrean menyaksikan kelompok pertama bergaul dengan hewan, tetapi tidak pernah melakukannya sendiri. Kelompok ketiga diperlihatkan gambar binatang dan kelompok keempat diberitahu bahwa mereka berada di daftar tunggu untuk melihat binatang, tetapi tidak pernah benar-benar melihatnya.
Para peneliti menemukan bahwa kelompok siswa yang memelihara hewan memiliki kadar kortisol jauh lebih rendah daripada kelompok lain setelah mengontrol variabel lain seperti tingkat kortisol siswa pada pagi hari itu, berapa lama mereka bangun, atau perbedaan dalam ritme sirkadian.
Sumber: sci.news / Kompas
26/10/2022
[TAG TEMANMU YANG BUCIN KUCING ATAU ANJING!]
Peneliti Patricia Pendry dan Jaymie Vandagriff dari Washington State University, Amerika Serikat, menemukan siswa yang memelihara hewan dalam salah satu program kunjungan hewan memiliki kadar kortisol atau hormon stres lebih rendah daripada mereka yang tidak.
Dalam percobaan tersebut, para peneliti membagi 249 mahasiswa menjadi empat kelompok. Kelompok pertama bermain dengan tempat penampungan kucing dan anjing selama 10 menit. Kelompok kedua berdiri dalam antrean menyaksikan kelompok pertama bergaul dengan hewan, tetapi tidak pernah melakukannya sendiri. Kelompok ketiga diperlihatkan gambar binatang dan kelompok keempat diberitahu bahwa mereka berada di daftar tunggu untuk melihat binatang, tetapi tidak pernah benar-benar melihatnya.
Para peneliti menemukan bahwa kelompok siswa yang memelihara hewan memiliki kadar kortisol jauh lebih rendah daripada kelompok lain setelah mengontrol variabel lain seperti tingkat kortisol siswa pada pagi hari itu, berapa lama mereka bangun, atau perbedaan dalam ritme sirkadian.
Sumber: sci.news / Kompas