11/09/2022
Saat kamu merasa tidak ada orang yang berada dipihakmu. Tenanglah, masih ada Allah yang selalu ada bersamamu
(Gus Baha)
Follow: .gusbaha
konten ini berisi dahwah islami untuk menyebarkan islam di Indonesia maupun Dunia
11/09/2022
Saat kamu merasa tidak ada orang yang berada dipihakmu. Tenanglah, masih ada Allah yang selalu ada bersamamu
(Gus Baha)
Follow: .gusbaha
05/05/2022
Islam adalah agama yang diridhoi Allah, tanpa Khilafah pun Islam akan tetap terjaga kesucianya karena Allah sendiri yang akan menjaganya.
(KH Ahmad Bahauddin Nursalim)
habib quraish shihab dan gus baha Gus Baha dan Habib Quraish Shihab Kupas makna Halal BihalalSahabat channel pencinta ulama di manapun berada. ini lah Vidio guru kita bersama KH Ahmad Bahaudd...
04/01/2022
KERINGAT YANG MERONTOKKAN DOSA
Suatu ketika tatkala al-Habib Hasan bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri, ulama besar asal Yaman, diminta untuk mengajar di Masjidil Haram oleh Raja Faisal. Habib Hasan punya banyak murid di Mekkah, maka datanglah beliau namun tidak langsung mengajar.
Beliau berkata: “Sebelum mengajar, aku ingin berdagang. Tapi aku tidak punya uang.” Maka berebutanlah para muridnya datang membawa uang untuk diberikan kepada sang guru secara ikhlas (cuma – cuma). Namun Habib Hasan malah menolaknya, dengan halus beliau berkata: “Aku tidak meminta, tetapi aku ingin berhutang.”
Maka para murid nya pun memberikan uang itu kepada sang guru sebagai hutangan, demi mengharap keberkahan darinya. Esoknya datang para pembesar Mekkah menjemput Beliau. Lalu mereka berkata: “Wahai Habib, jika engkau ingin berdagang maka Raja pun bisa memberimu Pasar!”
Tak disangka, Habib Hasan asy-Syathiri malah menjawab: “Ketahuilah bahwa banyak dosa yg rontok karena keringat yg menetes ketika seseorang bekerja.”
Subhanallah..
InFrame : KH. Tubagus Muhammad Falak.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم
Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita. Alfatihah
_______
03/01/2022
Ijazah Shalawat Jibril dari KH. Mahrus Ali (Lirboyo, Kediri).
Wow kerreeen dah Gus , Blangkon yang dipakainya saat Konser Amal Muktamar laku 900JT.
Semoga berkah barokah ya Gus, Aamiin...
13/12/2021
Jejak History Gus Maksum Lirboyo dan Kisah Peristiwa PKI 1965"
Nama KH. Maksun Jauhari atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Maksum bagi warga Nahdliyyin sangat familiar terdengar. Seorang pendekar sejati gagah berani, penuh dengan karomah, tegas, tapi lembut, ramah, dan bersahaja.
Sejak kecil, karomah beliau sudah bisa dilihat secara kasat mata oleh orang-orang disekitarnya. Namun, beliau tidak pernah menggunakan kelebihannya itu untuk hal yang negatif.
Yang paling menonjol dari diri Gus Maksum ialah, di saat usia muda remaja beliau sudah menunjukan sikap prawira yang luar biasa, dan berani terang-terangan menentang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melalui ormas-ormasnya acap kali melakukan pelecehan agama islam.
Sebagai seorang pendekar, beliau amat ditakuti oleh orang PKI karena belum pernah ada sejarah, seorang pendekar PKI-pun yang berhasil mengalahkan beliau. Yang terjadi adalah beliau selalu saja mampu merobohkan lawan tandingnya.
Tatkala pemuda-pemuda PKI semakin menjadi-jadi dan mulai berani melakukan tindakan brutal dengan menyerang peserta pengajian, menyandra panitia dan melempar mushaf Ak Qur'an lalu menginjak-injaknya, Gus Maksum tampil terdepan mengawal keselamatan peserta pengajian yang masih trauma.
Kejadian tersebut baru beliau ketahui setelah selesai, namun banyak peserta pengajian yang tidak berani kembali ke kampung dan pondok. Dalam peristiwa itu, ayahanda beliau, KH. Jauhari mendapat penganiayaan dan perlakuan tidak terhormat. Pengawalan itu beliau lakukan sendiri.
Pasca puncak Gerakan 30 September 1965, KH. Mahrus Aly, sebagai Rais Syuriah NU Jawa Timur, mendapat kabar bahwa PKI sudah menyiapkan lubang untuk melakukan pembantaian terhadap diri beliau beserta keluarga ndalem, juga seluruh santri Lirboyo. Atas berita ini, Mbah Mahrus memerintahkan Gus Maksum untuk segera mempersiapkan diri dan melatih seluruh santri remaja dan dewasa.
Wallohu a'lam...
Alfatihah.
08/12/2021
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan gelaran Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu.
Ketetapan diputuskan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H Ahmad Helmy Faishal Zaini.
Sumber: https://nu.or.id/nasional/tok-muktamar-ke-34-nu-tetap-digelar-23-25-desember-2021-di-lampung-TMOVS
01/12/2021
Ijazah Tawasul Kiai Mahrus Aly, Lirboyo
Sebelum menimba Ilmu di Lirboyo, Kiai Mahrus pernah mondok di Kasingan, Rembang, untuk berguru kepada Kiai kholil. Beliau lama sekali mondok di Kasingan. Diceritakan dari Kyai Chalwani yang mendapat ijazah dari Kyai Mahrus Aly. Ijazah tawashul ini Kyai Mahrus peroleh dari gurunya (Mbah Dalhar Watu Congol Magelang).
Sebelum diijazahi kiai Chalwani ditanya terlebih dahulu oleh Kiai Mahrus :
"Kowe kabeh nek rampung tahlil ziarah maqom wali, maqom ulama, piye doa tawasule? Ngene iki tawasule, ojo dicatet!”
(kamu semua kalau selesai ziarah makam wali, makam ulama’, bagaimana doa tawasulnya? Begini ya doa tawasulnya, jangan dicatat!).
ياصاحب هذه المقبرة إني أتوسل بك الى الله تعالى في قضاء حاجتي .....
Kata Kyai Mahrus Aly, kalau kamu di makam para wali sebutkan saja nama shohibul maqbarohnya, contohnya kalau kamu di maqom Sunan Kalijogo sebutkan saja “Yaa shoohiba haadzihil maqbaroh Raden Syahid Sunan Kalijogo.
wallohu a'lam bissowab
26/11/2021
Resep dari Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya
Cara tirakat untuk anak agar menjadi orang hebat dan berkah:
1. Berilah harta yang halal, jangan sampai diberi harta yang syubhat, apalagi haram.
2. Puasa pada hari kelahiran anak. Orang tua hendaknya puasa pada hari lahir anaknya, walaupun hanya 1 bulan sekali.
3. Menjaga lisan. Artinya, selain orang tua menjaga lisan kepada anaknya, juga menjaga jangan sampai orang tua mencaci atau memaki orang lain, terlebih gurunya anaknya, walaupun guru tersebut dihadapan manusia terlihat seperti orang biasa.
4. Ketika Sang Ibu mencuci beras yang akan dimakan anaknya, hendaknya beras tersebut dibacakan Bismillah 21x dan shalawat 11x.
26/11/2021
KESOMBONGAN GUS BAHA'
--- Izzuddin Abdurrahim Adnan ---
Bagi yang baru mendengar kajian Gus Baha' pasti akan timbul kesan, begitu sombong dan angkunganya beliau. Sebab pada setiap kajian seringkali, nada dan kata-kanya menggambarkan demikian. Apalagi bagi hatters beliau!
Misalnya beliau sering berkata;
----"Aku iku ulama'";
----"Sakjane maqomku iku wes duwur, tapi berhubung aku dipasrahi santri koyo sampean, aku mudun maneh menggoblokkan diri";
----"Aku iku apal Qur'an dan ribuan hadis, kok bok saingi Arba'in, kalau ngajak debat iku mbok ya seimbang!".
-----"Aku iku kadang yo heran, uwong kok gobloke ngono":
-----"Aku setengah (hampir) hapal ihya' loo, kataman bolak-balik, nek gak percoyo ayo tak tes, nek koe kan melu khataman tapi gak tau ngaji khatam;
-----"Saya berharap diundang cukup sekali ini saja, jangan diundang lagi, sebab mencintai ulama' itu baik, tapi mengatur ulama' itu dosa".
Dan yang paling baru dan mencengangkan itu kemarin di Kantor PBNU, "Jika PBNU niatnya mengangkat saya (sebagai Rois Syuriah) itu sebab iqror bahwa orang (saya) yang sudah manfaat itu di angkat, maka saya terima. Tapi kalau merasa mengangkat (ketenaran) saya, tak lawan di pengadilan, tak lawan sampai akhirat"
Sebagai orang yang di angkat atau diberi jabatan Rois Syuriah, berani melontarkan statemen yang demikian. Itu menurut saya hal yang luar biasa. Orang yang gila jabatan, atau bukan orang yang benar--benar alim dan berkarakter kuat tidak akan berani. Saya jamin!
Beberapa kalimat di atas mungkin akan terkesan sombong jika yang mendengar orang baru. Namun bagi muhibbinnya saya yakin tidak. Saya pribadi memaknai, kalimat beliau sebagai bentuk "pede" bagi mereka yang berilmu (mumpuni). Namun akhirnya saya paham bahwa ternyata bukan demikian motifnya, tetapi berdasarkan Hadis Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wasallam.
Jawaban itu saya dapati ketika beliau menjelaskan perihal sombong. “Aku iki sombong, tapi nyombongi koe kabeh, ora nyombongi Allah, Ulama’ kadang-kadang kudu sombong, nek gak sombong malah rusak kabeh, Gusti Allah malah melaknat, dadi ojo sok rendah hati”.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( صلى الله عليه و آله ) : " إِذَا ظَهَرَتِ الْبِدَعُ فِي أُمَّتِي فَلْيُظْهِرِ الْعَالِمُ عِلْمَهُ ، فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ
Wow sombongnya beliau saja berdasarkan ilmu, berdasar sunnah, apalagi soal lain! Hemm. Mulai saat itulah saya lebih mantab lagi terhadap beliau, bahwa beliau bukan sembarang Ulama'.
Dan INI PENTING SAYA UTARAKAN. Supaya kalian semua paham.
25/11/2021
Karomah Mbah Hasyim Ngaji 120 Tahun
40 tahun dengan Imam Syafi'i
40 tahun dengan Imam Bukhari
40 tahun dengan Imam Junaid & Imam Ghazali
Ketika Mbah Hasyim nyantri di Bangkalan beliau diberi tugas mengurusi kuda milik Mbah Kholil hingga kesempatan untuk ngajipun tidak banyak. Suatu hari Mbah Kholil kedatangan tamu dari Jawa dan kebetulan dia seorang Kyai namun santrinya tak sampai ratusan hanya puluhan saja. Setelah tamu ditanya keperluannya apa, lalu tamu tersebut mengutarakan keperluannya kepada Mbah Kholil.
Tamu: “Mbah Kholil, saya datang kesini kyai pertama niat silaturahmi dan yang kedua saya hendak menikahkan putri saya berhubung dia sudah dewasa kiranya patut saya carikan jodoh apalagi usia saya juga sudah ada di ambang pintu ajal yang tak lama lagi Allah pasti memanggil ruh saya Kyai. Jika ada Kyai, saya mohon petunjuk dan izin Kyai untk mencarikannya”.
Tanpa berfikir panjang Mbah Kholil langsung memanggil Mbah Hasyim yang ada di belakang rumah beliau yang sedang ngurusi kuda. Spontan Mbah Hasyim yang mendengar suara gurunya memanggil langsung lari tunggang langgang menghadap sang guru.
Mbah Hasyim: “Iya Kyai Njenengan manggil saya?”
Mbah Kholil: “Iya”.
Tanpa banyak tanya lagi Mbah Hasyim langsung diam merunduk, lalu Mbah Kholil berkata kepada tamu beliau. Ini dia calon menantumu yang akan meneruskan perjuanganmu. Tamu pun terkejut tegang dan tak habis fikir sambil bergumam dalam hatinya, masa iya sih santri mblasaken seperti ini akan mengurus pesantrenku? Saya tidak yakin bila anak ini banyak ilmunya.
Disisi lain Mbah Hasyim pun terkejut p**a sambil begumam dalam hatinya, masa iya ya Mbah Kholil tega akan menjodohkan saya dengan putrinya ulama’ yang begitu mulya dan santrinya banyak nan berwibawa serta alim?
Mbah Kholil lalu menyambung dawuhnya apa yang keduanya pikirkan.
Mbah Kholil: “Sudahlah kamu (tamu) p**ang saja dan siapkan selamatannya di rumahmu. Tiga hari lagi aqad nikah dilaksanakan. Dan kamu Hasyim kembali ke belakang!”
Mbah Hasyim pun kembali ke tempat tugasnya dengan hati yang risau, pikiran kacau balau dan perasaan galau, sembari bertanya-tanya dalam hati kecilnya: “Bagaimana saya bisa menjalani ini semua, kenapa guru tidak memberi tau saya sebelumnya atau paling tidak menawarkannya?”
Gundah gulana bimbang ragu dan bingung terus berkecamuk dalam fikiran Mbah Hasyim. Di saat-saat seperti itulah Hidayah Allah ditampakkan. Mbah Hasyim teringat dimana suatu hari saat Mbah Kholil molang kitab beliau Dawuh sederhana saja : “Barang siapa di antara kalian yang ingin tercapai hajatnya maka bacalah sholawat nariyah sebanyak-banyaknya dan pada waktu ijabah sangat dianjurkan yaitu setelah separuh malam hingga menjelang subuh”.
Saat malam kira-kira jam 12 malam, Mbah Hasyim melaksanakan apa yang pernah diucapkan gurunya itu yaitu membaca Shalawat Nariyah sebanyak-banyaknya, dan menjelang Subuh beliau ketiduran dan hal ajaib dimana dalam mimpi tidur sekejapnya beliau bermimpi bertemu Imam al-Bukhari dan mengajarkan kepada beliau hadits shahih selama 40 tahun lamanya, lalu beliau terbangun serta terkejut tidak percaya atas mimpinya itu.
Di malam yang kedua terjadi lagi, dalam mimpinya beliau bertemu Imam as-Syafi’i dan mengajarkan kepada beliau kitab-kitab Fiqih dari bebagai Madzhab yaitu Imam as-Syafi’i sendiri Hanafi Maliki dan Hanbali selama 40 Tahun lamanya.
Dimalam ke tiga beliau bermimpi bertemu dgn Imam al-Ghazali dan Junayd al-Baghdady yang mengajarkan beliau kitab-kitab tasawwuf selama 40 tahun. Setelah beliau bangun, beliau terkejut dan bertanya dalam pikirannya apa makna dari semua mimpi ini.
Kesokan harinya beliau hendak bertanya kepada gurunya namun tidak ada kesempatan karena beliau justru disuruh siap-siap berangkat ke rumah calon mertua untuk melangsungkan aqad nikah.
Lalu keduanya pun berangkat hingga ditempat tujuan langsung dilakukan Aqad Nikah selesai itu Mbah Kholil akan p**ang ke Bangkalan. Sepatah katapun tak ada yang keluar terucap dari Mbah Kholil mulai dari Bangkalan hingga sampai di tempat akad pernikahan. Baru Mbah Kholil hendak p**ang beliau dawuh kepada Mbah Hasyim lalu kepada mertuanya dan disaksikan banyak santri dan tamu undangan.
Kepada Mbah Kholil: “Hasyim Jangan Nyelewang-Nyeleweng ya! Ibadah ikut yang dicontohkan Nabi melalui ulama’nya dan ikutilah ulama’nya Allah agar selamat, Allah pasti bersamamu.”
Kepada mertua Mbah Hasyim: “Jangan ragu dengan Hasyim dia sudah ngaji 120 tahun lamanya.”
Baik Mbah Hasyim, mertua dan para tamu tidak begitu paham serta kebingungan menafsiri dawuh Mbah Kholil karena mereka pikir ini gak masuk akal kapan ngajinya sampai 120 tahun sementara usia beliau belum sampai 50 tahun. Lalu Mbah Kholilpun balik ke Bangkalan.
Esoknya Mbah Hasyim diuji mertuanya sembari ingin membuktikan se alim apakah menantunya yang dijagokan gurunya itu. Dan beliaupun dengan agak gugup berada di masjid sementara di tempat yang biasa mertuanya duduk sudah disediakan 2 kitab tafsir dan hadits, tanpa ditanya si santripun dan Ustadz memberitahukan batas yang harus diajarkan dan dibaca, nah keajaiban pun dimulai tanpa harus menengok apalagi memegang kitabnya Mbah Hasyim langsung membaca dengan fasih dan hafal diluar kepala serta membahasnya laiknya Masyayikh yang sudah kenyang dengan segudang ilmu, tak satupun ada yang salah.
Ustadz dan santri senior yang tidak yakin dengan kemampuan beliaupun pun menjadi takjub begitup**a mertuanya yang mengintip dari celah jendela rumahnya pun ikut takjub.
Dari hari itu hingga seterusnya Mbah Hasyimlah yang molang semua kitab-kitab klasik yang tebal dari berbagai cabang ilmu agama Islam. Itulah beberapa karomah Mbah Kholil kepada Mbah Hasyim dan masih banyak lagi karomah-karomah beliau kepada santri-santri beliau yang lain.
Semoga Allooh Senantiasa Mengalirkan Tetesan-Tetesan Barokah dan Manfaat dari beliau-beliau ini kepada kita dan anak cucu kita sehingga kita tetap berada di jalur ASWAJA.
24/11/2021
*TIGA IJAZAH DZIKIR SEPANJANG MASA*
1. Istighfar mendatangkan berbagai macam karunia dari Allah. Para salaf sholihin terdahulu ber istighfar ribuan kali dlm sehari sesuai tingkatan nya.
Syech 'Aun menjabarkan jika mereka berdoa, maka sebelum mereka meminta ini itu, Allah sdh menjawab labbaik, apa yg ada dibenak kalian & apa yg tidak kalian bayangkan akan diqobulkan oleh Allah Swt
Allah akan menurunkan Rahmat Nya ber tubi². Al Qur'an menyebutkan, bkn hanya harta (Maal) tapi harta² (Amwaal), jadi bukan hanya harta saja, juga anak, rumah, keluarga sakinah, dilapangkan dadanya, bersih jiwanya dari segala dosa, akan dihilangkan rasa khawatir dlm diri kita, menjadi org yg tegar, hilang kegelisahan nya & akan diberikan rezeki dari arah yg tdk di sangka serta dihindarkan dari bala' (musibah)
2. Syech 'Aun mengajarkan agar kita hiasi diri kita setiap saat dgn bersholawat kpd Rasulullah Saw, maka Allah Swt akan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, kehidupan menjadi bahagia, tenang, bertambah nur dlm hati
3. Meningkat kepada Tajalli, yaitu dgn memperbanyak membaca Tahlil, maka akan merontokkan lintasan² jelek yg sering terbesit dihati kita. Tahlil utk charge nya hati & nanti di Mahsyar akan keluar cahaya dari org² yg melazimkan bacaan tahlil ini
Akhirnya Beliau memberi ijazah, agar melazimkan setiap hari yaitu:
1. Istighfar 100X (Astaghfirullahal 'adzim)
2. Sholawat 100X (Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aalihi washohbihi wasallim)
3. Tahlil 100X (Laa ilaha illalloh)
Ini untuk awalnya, jika sdh terbiasa maka bisa ditingkatkan hingga 1000/hari atau semaksimal mungkin
Dan Beliau mengucapkan: "lakumul ijazah" & rasakan manfaat nya insyaallah segera...!!
Wallahu a'lam insyaallah manfaat