SMK - PPN Tanjungsari

SMK - PPN Tanjungsari http://id.wikipedia.org/wiki/SMK-SPP_Tanjungsari Lembaga ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1912. Kelembagaan LVD terdiri dari 2(dua) bagian yaitu : a. b.

Pada masa penjajahan Belanda, lembaga yang menyelenggarakan pembinaan pertanian di Jawa Barat adalah Provinciale Lanbouw Voorlichtings Dienst (LVD) yang dikepalai oleh seorang Inspektur berkebangsaan Belanda yang disebut Landbouw inspecteur. Fungsi lembaga ini adalah untuk memberikan pembinaan terhadap para petani pribumi untuk meningkatkan produksi sedangkan alih teknologi diberikan dalam batas-b

atas tertentu karena atas dasar pertimbangan politis. Bagiatan Tanaman Rakyat (Indlandsche landbouw) yang bidang pengelolaannya meliputi Tanaman Padi, Palawija, Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan. Bagian Tanaman Keras, yang bidang pengelolaannya meliputi tanaman-tanaman perkebunan seperti Kopi, karet, kapok, kina dan teh. Pendidikan pertanian, pada zaman penjajahan Jepang ini ditandai dengan perubahan nama Landbouw Berdrijf School (LBS) menjadi sekolah Pertanian Pertama. Berdasarkan KepGub. Jawa Barat (Nomor 24/VIII-C/E/60) tanggal 24 Agustus 1960 tentang Pendirian Sekolah Pertanian Menengah Atas Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat di Tanjungsari, maka Sekolah Pengamat Pertanian ditingkatkan menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). yang pada saat itu menjadi SPMA, dan Pada tahun 1976 diadakan perubahan nama Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP), yang merupakan penyesuaian dengan adanya kurikulum polyvalent. dan akhirnya disatukan menjadi SPP-SPMA, dan karena Perpindahn dan keputusan maka SPMA Tanjungsari merubah nama dan di satukan Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sampai Sekarang menjadi [SMK-PPN Tanjungsari]. SMK-SPP Tanjungsari diharapkan menjadi "The Next Generation Of Agricultural" pendidikan menengah Pertanian di Indonesia dan lulusannya dapat mengisi lapangan kerja dalam bidang Industri Pertanian. SMK-SPP Tanjungsari mendapatkan Penganugrahan dari Gubernur Jawa barat pada tahun 2010 yaitu "Sekolah Peduli Lingkungan" dan ISO serta Terakreditasi "A" di setiap Jurusannya, bahkan SMK-SPP Tanjungsari Sedang dalam Tahap Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ( RSBI ) dengan fasilitas sekolah yang sangat lengkap dan prestasi yang dapat dibanggakan.

03/06/2012

jadikan pribadi mu, pribadi yang tegas yang dapat mengambil keputusan di saaat waktu yang tidak memungkinkan!!!

17/05/2012

tgl 28 mei akan menjadi penomena yang takan pernah terlupa....
mudah mudahan memuaskan !!!! amiiiiiiiiiiinnn

14/03/2012

Jangan mengulangi kesalahan yg sama. Di setiap kesalahan ada pelajaran yang berharga. Gunakan itu dalam kesempatan berikutnya.
=========================================

10/03/2012

ya alloh semoga semua angkatan 2012 menjadi orang yg sukses
=========================================
ammmmmmiinnnnnnnnnnnnnn

09/03/2012

Pada masa penjajahan Belanda, lembaga yang menyelenggarakan pembinaan pertanian di Jawa Barat adalah Provinciale Lanbouw Voorlichtings Dienst (LVD) yang dikepalai oleh seorang Inspektur berkebangsaan Belanda yang disebut Landbouw inspecteur. Lembaga ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1912. Fungsi lembaga ini adalah untuk memberikan pembinaan terhadap para petani pribumi untuk meningkatkan produksi sedangkan alih teknologi diberikan dalam batas-batas tertentu karena atas dasar pertimbangan politis. Kelembagaan LVD terdiri dari 2(dua) bagian yaitu : a. Bagiatan Tanaman Rakyat (Indlandsche landbouw) yang bidang pengelolaannya meliputi Tanaman Padi, Palawija, Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan. b. Bagian Tanaman Keras, yang bidang pengelolaannya meliputi tanaman-tanaman perkebunan seperti Kopi, karet, kapok, kina dan teh.

Pendidikan pertanian, pada zaman penjajahan Jepang ini ditandai dengan perubahan nama Landbouw Berdrijf School (LBS) menjadi sekolah Pertanian Pertama. Berdasarkan KepGub. Jawa Barat (Nomor 24/VIII-C/E/60) tanggal 24 Agustus 1960 tentang Pendirian Sekolah Pertanian Menengah Atas Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat di Tanjungsari, maka Sekolah Pengamat Pertanian ditingkatkan menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). yang pada saat itu menjadi SPMA, dan Pada tahun 1976 diadakan perubahan nama Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP), yang merupakan penyesuaian dengan adanya kurikulum polyvalent. dan akhirnya disatukan menjadi SPP-SPMA, dan karena Perpindahn dan keputusan maka SPMA Tanjungsari merubah nama dan di satukan Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sampai Sekarang menjadi [SMK-PPN Tanjungsari]. SMK-SPP Tanjungsari diharapkan menjadi "The Next Generation Of Agricultural" pendidikan menengah Pertanian di Indonesia dan lulusannya dapat mengisi lapangan kerja dalam bidang Industri Pertanian. SMK-SPP Tanjungsari mendapatkan Penganugrahan dari Gubernur Jawa barat pada tahun 2010 yaitu "Sekolah Peduli Lingkungan" dan ISO serta Terakreditasi "A" di setiap Jurusannya, bahkan SMK-SPP Tanjungsari Sedang dalam Tahap Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ( RSBI ) dengan fasilitas sekolah yang sangat lengkap dan prestasi yang dapat dibanggakan.

Address

Jalan Raya Bandung-Sumedang Km. 29 Sumedang Jawa Barat Indonesia.
Sumedang
45362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMK - PPN Tanjungsari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category