22/12/2025
Bertanya.
Masyarakat modern dibentuk dimulai dengan bertanya. Bertanya merupakan tanda seseorang, masyarakat sedang berpikir. Masyarakat yang tidak berpikir, tidak pernah menemukan jawaban dan hanya melakukan.
Anda pernah mendengar kalimat "pikir keri", " pikir mburi", "Ra usah di gagas"?
Kalimat sepotong itu memperlihatkan dalam pikirannya menerabas, memotong jalur berpikir secara cepat hanya untuk mendapatkan hasil jawaban instan.
Hal di atas tidak mengherankan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Orang pingin mendengarkan jawaban meskipun tidak bertanya.
Dirinya, kelompoknya, masyarakatnya dibentuk dari jawaban yang dirasakan, diterima meskipun tidak bertanya "mengapa begini? Mengapa begitu?
Ketika tidak pernah bertanya tetapi hanya menerima jawaban jadilah kebingungan, kebutaan pandangan hidup. Dirinya berjalan seperti orang menggunakan kacamata kuda 🐎. Dirinya hanya fokus pada satu hal yang didengarnya.
Bolehkah begitu?
Boleh saja tergantung tujuan dalam hidupnya. Masalahnya tidak semua orang menggunakan kacamata 👓 kuda 🐎. Ada orang lain yang menggunakan mata untuk melihat peristiwa, fenomena kehidupan secara beragam. Meskipun jalannya lambat karena harus menerima hal-hal, fenomena berbeda dan merenungkan dalam hidupnya.
Karena hal di atas, maka tidak semua pandangan hidup orang harus sesuai kacamata kuda. Pemahaman dan penerimaan orang yang berbeda dari cara berpikir dan tidak memaksakan cara dirinya digunakan untuk mempengaruhi menyetir, memaksakan kehendak harus sesuai dengannya.
Pada saat pemaksaan, kekerasan dari persepsi dan memori berpikir dan bertindak tanpa di "barengi" dengan kemampuan bertanya, entah atas nama institusi, otoritas kelompok, ras, suku jadilah penindasan, penyiksaan beramai ramai.
Nahhh...pada saat itulah ungkapan "adab lebih tinggi daripada ilmu" memperolah pembenaran.
Hudi Basilio
SJI 22.12.2025