17/03/2022
*Refleksi Nishfu Sya’ban: Momen Meningkatkan Ketaatan dan Menyudahi Permusuhan*
Madinah Nashr, Cairo, 14 Sya’ban 1443 H
Yuana Ryan Tresna
Pada bulan Sya’ban terdapat malam Nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memuliakannya, sebagaimana disebutkan dalam sabda-Nya:
يُطَلِّعُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إلاَّ لمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Allah Tabaraka wa Ta’ala memperhatikan makhluk-Nya di malam Nishfu Sya’ban, kemudian mengampuni semua dosa makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan saling bermusuhan.” (HR. Ibnu Hibban)
Inilah momen penting bagi orang yang melakukan kesalahan dan melalaikan hak Allah, agama, dakwah dan kewajiban-Nya. Inilah momen untuk menghapus dendam dalam hati kepada saudara-saudara kita. Maka, tak ada tempat bagi pendendam, pendengki dan orang yang saling bermusuhan. Karena itu, ucapan yang keluar dari lisan kita adalah:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam beriman. Jangan jadikan kebencian dalam hati-hati kami terhadap orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, Engkaulah Dzat yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr: 10)
Karena bulan Sya’ban ini adalah bulan yang terhimpit di antara dua bulan yang luar biasa, bulan suci [haram] Rajab, dan bulan agung [azhim] Ramadhan, maka tak jarang bulan ini pun terlewatkan. Karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ عَنْهُ النَّاسُ
“Itu adalah bulan, dimana orang-orang melalaikannya.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Usamah bin Zaid ra)
Para ulama’ pun mengatakan, “Hadits ini menjadi dalil tentang disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang dilalaikan orang, dengan ketaatan. Itu tentu lebih dicintai Allah Azza wa Jalla.
15/03/2022
13/03/2022