16/06/2022
BERKUMPUL BERSAMA ANAK DAN KELUARGA DI SURGA
Oleh: Dwi Sartono abu Fatih, pengampu SSQ (Sekolah Suami Qowwam)
Dalam alquran, Ada beberapa tipe orang yang masuk surga;
Ada yang suaminya masuk surga, dan istri nya masuk neraka sebagaimana keluarga nabi Nuh.
Ada yang istrinya masuk surga, dan suaminya masuk neraka sebagaimana keluarga ibunda Asyiah.
Ada yang masuk surga hanya bersama anak nya, sebagaimana ibunda Maryam dan nabi Isa.
Sekarang pertanyaan adalah siapakah yang kita pilih untuk membersamai kita di syurga kelak?
Perlu diketahui bahwa semua kenikmataan dan kebahagiaan yang diinginkan oleh manusia di dunia, akan ada di surga kelak. Sebagaimana Allah berfirman,
وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِىٓ أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Di dalam surga kamu memperoleh apa (segala kenikmatan) yang kamu inginkan dan memperoleh (p**a) di dalamnya apa (segala kenikmatan) yang kamu minta.” (Q.S.41. Fushshilat: 31)
Lalu, bisa nggak Berkumpul di surga bersama keluarga? Kalo bisa siapa saja mereka?
Kita bahas satu1 nggih?
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,.....” (QS.52. Ath Thuur: 21)
Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan,
ألحقنا بهم ذرياتهم} المذكورين في الجنة فيكونون في درجتهم وإن لم يعملوا تكرمة للآباء باجتماع الأولاد إليهم
“Maksud dari ‘Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka’ yaitu, anak-cucu mereka kelak di surga, sehingga jadilah anak-cucu mereka sama derajatnya dengan mereka walaupun anak-cucu mereka tidak beramal seperti mereka, sebagai penghormatan terhadap bapak-bapak mereka agar bisa berkumpul dengan anak-cucu mereka (di surga kelak).”[ Taisir Karimir Rahman hal 780, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet.I, 1424 H]
Ini dalil bahwa orang tua bisa mengatrol anak anak, agar bisa satu tempat di surga. Kalo istri atau suami nggak disebut bisa nggak istri niat rol suami atau sebaliknya nya. Lalu, bisakah suami istri mengatrol satu sama lain?
Allah berfirman, (QS.13. Ar-Ra‘du: 23)
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS.13. Ar-Ra‘du: 23)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini bahwa:
يجمع بينهم وبين أحبابهم فيها من الآباء والأهلين والأبناء ، ممن هو صالح لدخول الجنة من المؤمنين; لتقر أعينهم بهم ، حتى إنه ترفع درجة الأدنى إلى درجة الأعلى ، من غير تنقيص لذلك الأعلى عن درجته
“Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya, pent).”( Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Ternyata dalam ayat ini dijelaskan suami istri bisa meng katrol satu satu sama lain, istri bisa mengatrol suami, dan sebaliknya . Bahkan orang tua kita kakek nenek kita bisa juga di katrol untuk bersama2 disurga .
Lalu, Bagaimana cara bisa berkumpul bersama keluarga di surga?
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
Jadi jelaslah bahwa kita akan bisa berkumpul di surga kelak bersama anak anak dan orang tua kita, dan caranya adalah: kita mati dalam keadaan beriman.
Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah sulit mempertahankan iman hingga akhir hayat itu? Jawabanya adalah sulit, berat.
Sebagaimana sabda Nabi saat mengomentari orang orang yang Istiqomah;
يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260.
Bagaimana rasanya pak memegang bara api? Panas, sakit, melepuh, kebakaran bahkan bisa menghilangkan nyawa kita. Begitu juga zaman yang disebutkan Nabi tadi, ada suatu masa kita mempertahankan iman, seperti memegang bara apa tadi. Mempertahankan iman di hari itu, harus isap difitnah, dihina, di dzolimi. Berat, bahkan terkadang nyawa jadi taruhannya. Tapi harus tetap kita jalani, kecuali kita akan kehilangan iman.
Kenapa menjaga iman itu berat? karena samar/kabur/tidak jelasnya batas antara kebenaran dan kebatilan. sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
عَنْ أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « بادِروا بالأعْمالِ الصَّالِحةِ ، فستكونُ فِتَنٌ كقطَعِ اللَّيلِ الْمُظْلمِ يُصبحُ الرجُلُ مُؤمناً ويُمْسِي كافراً ، ويُمسِي مُؤْمناً ويُصبحُ كافراً ، يبيع دينه بعَرَضٍ من الدُّنْيا» رواه مسلم .
Dari Abu Huroiroh radhiyallahu anhu bahwasanya Rosulullah shollallahu alaihi wasalam bersabda: “Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan -yang bagus-bagus- sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita.” Berpagi-pagi seorang itu menjadi orang mu’min dan bersore-sore menjadi orang kafir, ada lagi yang bersore-sore masih sebagai seorang mu’min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan.” (Riwayat Muslim)
Karena begitu pelik nya fitnah, menjadikan kebenaran dan kebatilan sulit dibedakan, ibarat kita melihat semut hitam di atas batu hitam, di kegelapan malam.
Sekali lagi, ini zaman fitnah, zaman dimana kebenaran begitu samar, kebatilan tak di- kenal.
Orang yang benar benar beriman dipojokkan. Tuduhan dan fitnah keji dilontarkan. Penjelasan dan bayan dihiraukan. Bahkan, dibuatkan skenario seakan orang yang beriman benar benar bersalah agar terkesan layak dibinasakan.
Untuk itu, yuk, jaga keimanan kita, anak anak kita dan jauhkan anak anak kita dari hal hal yang bisa merusak iman.
Lalu apa saja yang yang paling urgen dalam menjaga iman?
1. Doa.
Sebagaimana yang Allah ajarkan langsung di setiap sholat kita, 17 x setiap hari nya, yaitu doa yang terkandung dalam AL fatihah; ishdinasyirotol mustaqim.
2. Berteman dengan orang sholih.
Sufyan ast tsauri rahimahullah bekata, “Hal yang paling akan membuat rusak atau membuat baik sesorang adalah pertemanan.“
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memperingatkan dari bahaya teman dekat yang buruk dan rusak. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, shahih)
Berhati-hatilah dalam memilah dan memilih teman bergaul. Bergaul dengan orang fasik dan orang yang gemar berbuat jelek merupakan sebab penting akan berkurang dan lemahnya iman seseorang, bahkan bisa merusak dan membatalkan iman.
Sebelum kita tutup kajian pada siang hari ini, marilah kita berdoa dengan
Doa memohon khusnul khotimah, agar kita, pasangan kita, dan anak keturunan kita tetap beriman, dan khusnul khotimah hingga disatukan kembali dijannah :
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعفافَ والْغِنَ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
اللهم ارزقني توبتا قبل الموت
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ