11/03/2025
Sekolah Suami Qowwam
Sebuah wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman menjadi suami qowwam, suami sholih yang menjalankan t
11/03/2025
21/12/2022
KHUSNUDZON BILLAH
Oleh: Abu Fath Al Filanji
Data yang kami akses pada 22 Desember 2022 menunjukkan bahwa, bahwa sekarang lagi marak/familier 2 budaya di barat, yang itu mulai menjadi way off life para artis Indonesia. Mereka menganggap gaya hidup modern karena dilakukan oleh orang orang barat, khususnya Amerika dan tetangganya. Apa itu?
1. Childfree, nikah tanpa Anak
survei yang dilakukan Pew Research Center: Hanya 41 % orang Amerika mengatakan anak-anak sangat penting dalam sebuah keluarga.
2. Kohabitasi, serumah tanpa Nikah.
Kohabitasi marak di dunia barat,khususnya Swedia, Denmark dan banyak lagi. Menurut data OECD, pada 2011 proporsi penduduk Swedia usia 20-34 tahun yang berumah tangga tanpa hubungan pernikahan mencapai 29,41%.
Coba bandingkan dengan budaya/kebiasaan di Indonesia, di sekitar kita, bukankah budaya yang saya tuliskan diatas menjadi hal yang sangat tabu bahkan berlawanan dengan kebiasaan / budaya di Indonesia kita tercinta. Apa sebab?
- Mereka menganggap nikah itu ribet , membatasi kebebasan. Kita beranggapan, nikah itu menjaga hak hak pasutri.
- Mereka menganggap anak itu beban/merepotkan. Kita menganggap, itu kunci kebahagiaan.
- Mereka menganggap melahirkan anak itu menyiksa diri. Kita berfikir, melahirkan adalah kebanggaan.
Sekali lagi kami sampaikan, apa penyebab kontrasnya anggapan berbagai fenomena kehidupan anatara kita, orang orang Indonesia dan mereka orang orang barat? Jawabanya ada pada Mindset/pola pikir. Kita mau menikah, melahirkan, merawat anak, dan seabreg kebiasaan yang sangat lumrah kita lakukan yang menurut orang orang barat, itu adalah hal yang memberatkan, merepotkan, menekan kebebasan dan layak untuk di hindarkan, karena kita memiliki keyakinan akan maha baik nya Allah, maha Suci nya Allah dari kesalahan dan kelalaian, Maha kasih dan Sayang nya Allah, Maha memberi manfaat Nya Allah.
Yakin bahwa Allah SWT menginginkan kemudahan bagi manusia dalam semua aturan dan syariatnya.
Sebagaimana Allah SWT berfirman;
..... يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ......
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. al-Baqarah/2: 185).
....مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur” (QS. al-Maidah/5: 6).
وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ
”Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (QS. al-Hajj/22: 78).
Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabi, disana disebutkan: “Dan berjihadlah menundukkan diri kalian sendiri, laksanakanlah perintah Allah dengan sempurna, dan serulah manusia ke jalanNYa. Berjihadlah kalian dengan harta benda, lisan dan diri kalian, dengan mengikhlaskan niat padanya karena Allah, juga berserah diri kepadaNya dengan hati dan anggota tubuh kalian. Dia telah memilih kalian untuk mengemban agama ini. Dan Dia telah mencurahkan kenikmatan pada kalian dengan menjadikan ajaran syariat agama kalian penuh kemudahan, tidak menyempitkan dan tidak menyulitkan dalam beban ajaran-ajaran dan hokum-hukumNya, sebagaimana dulu terjadi pada sebagian umat sebelum kalian. Ajaran agama yang penuh kemudahan ini merupakan ajaran bapak moyang kalian, Ibrahim.”
Ada kisah betapa setiap ketetapan Allah SWT, atau syariat yang Allah berikan pada kita, ataupun musibah yang menghampiri kita, yang di luar kendali kita, yang terkadang kita membencinya adalah justru baik untuk kita.
Alkisah ada seorang raja yang hobi berburu. Dia memiliki seorang teman yang benar-benar dia percayai dan cintai. Sudah menjadi ciri khas sahabat ini untuk selalu mengatakan “Kher Insya Allah” (God for the best) dalam segala hal yang menimpa sang Raja.
Suatu hari, jari raja dipotong saat bermain dengan pisau. Raja panik melihat darah mengucur dari jari-jarinya, namun sahabatnya hanya berkata “Kher Insya Allah”. Raja sangat marah. Dia memerintahkan tentara untuk memenjarakan sahabatnya. Karena dalam situasi yang begitu memprihatinkan, sahabat hanya berkomentar "semoga ini yang terbaik". Tentara menangkap temannya dan menyeretnya ke penjara. Ia pun berteriak “Kher Insya Allah” sambil diseret. Raja terheran-heran saat merawat luka di tangannya.
Hari-hari berlalu dan tiba saatnya bagi raja untuk berburu. Dia melarang prajuritnya untuk mengawalnya ke hutan karena dia ingin menikmati hobinya sendirian.
Menikmati kesunyian hutan, Sang Raja terus berjalan mencari mangsa yang dibidiknya. Tapi sayangnya pergi terlalu jauh. Tiba-tiba, dia ditangkap oleh sekelompok manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja mencoba menjelaskan kepada para kepala suku siapa dirinya, tetapi mereka tetap tidak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari ketika suku tersebut mempersembahkan korban kepada para dewa. Kepala suku memerintahkan agar raja yang ditangkap dikorbankan pada perayaan kali ini. Mendengar keputusan kepala suku, raja bergidik. Algojo segera mengunjunginya dan memeriksa seluruh tubuhnya. Wajah algojo tiba-tiba berubah, dan dia berkata kepada pemimpinnya. "Tuanku, orang ini tidak pantas dikorbankan. Tangannya cacat." Ternyata salah satu syarat kurban harus sempurna. Pada akhirnya raja selamat dan dibebaskan.
Dia teringat kata-kata temannya dan segera mengunjunginya di penjara. Raja berkata: "Maafkan aku teman, apa yang kamu katakan itu benar. Semua yang terjadi adalah untuk yang terbaik. Jariku yang terputus menyelamatkan hidupku. Tapi aku ingin bertanya, apa yang membuatmu mengatakan "Tuhan untuk yang terbaik" sementara di penjara? Sahabat itu menjawab, "Saya adalah sahabat terdekatmu. Jika saya tidak dipenjara, maka Anda akan membawa saya berburu. Dan ketika Anda selamat dan tidak bisa dikorbankan, maka saya akan dikorbankan oleh mereka." Raja tertawa, dan temannya bebas menghirup dunia lagi”.
Allah swt berfirman,
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (QS.Al-Baqarah:216)
Terkadang kita tidak tahu atau tidak mau mengakui bahwa ilmu kita rendah di hadapan sunnatura yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali hal yang tidak kita sukai, padahal ada kebaikan besar yang menunggu kita di baliknya
Wallahu a’lam bishowab.
Pilang, 22 Desember 2022.
Semakin bebas suami menggunakan waktu, harta, pengaruh dan kekuasaanya yangsesuai nilai nilai islam, semakin bahagia lah sang istri.
BERKUMPUL BERSAMA ANAK DAN KELUARGA DI SURGA
Oleh: Dwi Sartono abu Fatih, pengampu SSQ (Sekolah Suami Qowwam)
Dalam alquran, Ada beberapa tipe orang yang masuk surga;
Ada yang suaminya masuk surga, dan istri nya masuk neraka sebagaimana keluarga nabi Nuh.
Ada yang istrinya masuk surga, dan suaminya masuk neraka sebagaimana keluarga ibunda Asyiah.
Ada yang masuk surga hanya bersama anak nya, sebagaimana ibunda Maryam dan nabi Isa.
Sekarang pertanyaan adalah siapakah yang kita pilih untuk membersamai kita di syurga kelak?
Perlu diketahui bahwa semua kenikmataan dan kebahagiaan yang diinginkan oleh manusia di dunia, akan ada di surga kelak. Sebagaimana Allah berfirman,
وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِىٓ أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Di dalam surga kamu memperoleh apa (segala kenikmatan) yang kamu inginkan dan memperoleh (p**a) di dalamnya apa (segala kenikmatan) yang kamu minta.” (Q.S.41. Fushshilat: 31)
Lalu, bisa nggak Berkumpul di surga bersama keluarga? Kalo bisa siapa saja mereka?
Kita bahas satu1 nggih?
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,.....” (QS.52. Ath Thuur: 21)
Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan,
ألحقنا بهم ذرياتهم} المذكورين في الجنة فيكونون في درجتهم وإن لم يعملوا تكرمة للآباء باجتماع الأولاد إليهم
“Maksud dari ‘Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka’ yaitu, anak-cucu mereka kelak di surga, sehingga jadilah anak-cucu mereka sama derajatnya dengan mereka walaupun anak-cucu mereka tidak beramal seperti mereka, sebagai penghormatan terhadap bapak-bapak mereka agar bisa berkumpul dengan anak-cucu mereka (di surga kelak).”[ Taisir Karimir Rahman hal 780, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet.I, 1424 H]
Ini dalil bahwa orang tua bisa mengatrol anak anak, agar bisa satu tempat di surga. Kalo istri atau suami nggak disebut bisa nggak istri niat rol suami atau sebaliknya nya. Lalu, bisakah suami istri mengatrol satu sama lain?
Allah berfirman, (QS.13. Ar-Ra‘du: 23)
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS.13. Ar-Ra‘du: 23)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini bahwa:
يجمع بينهم وبين أحبابهم فيها من الآباء والأهلين والأبناء ، ممن هو صالح لدخول الجنة من المؤمنين; لتقر أعينهم بهم ، حتى إنه ترفع درجة الأدنى إلى درجة الأعلى ، من غير تنقيص لذلك الأعلى عن درجته
“Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya, pent).”( Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Ternyata dalam ayat ini dijelaskan suami istri bisa meng katrol satu satu sama lain, istri bisa mengatrol suami, dan sebaliknya . Bahkan orang tua kita kakek nenek kita bisa juga di katrol untuk bersama2 disurga .
Lalu, Bagaimana cara bisa berkumpul bersama keluarga di surga?
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
Jadi jelaslah bahwa kita akan bisa berkumpul di surga kelak bersama anak anak dan orang tua kita, dan caranya adalah: kita mati dalam keadaan beriman.
Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah apakah sulit mempertahankan iman hingga akhir hayat itu? Jawabanya adalah sulit, berat.
Sebagaimana sabda Nabi saat mengomentari orang orang yang Istiqomah;
يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260.
Bagaimana rasanya pak memegang bara api? Panas, sakit, melepuh, kebakaran bahkan bisa menghilangkan nyawa kita. Begitu juga zaman yang disebutkan Nabi tadi, ada suatu masa kita mempertahankan iman, seperti memegang bara apa tadi. Mempertahankan iman di hari itu, harus isap difitnah, dihina, di dzolimi. Berat, bahkan terkadang nyawa jadi taruhannya. Tapi harus tetap kita jalani, kecuali kita akan kehilangan iman.
Kenapa menjaga iman itu berat? karena samar/kabur/tidak jelasnya batas antara kebenaran dan kebatilan. sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
عَنْ أبي هريرة رضي اللَّه عنه أن رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « بادِروا بالأعْمالِ الصَّالِحةِ ، فستكونُ فِتَنٌ كقطَعِ اللَّيلِ الْمُظْلمِ يُصبحُ الرجُلُ مُؤمناً ويُمْسِي كافراً ، ويُمسِي مُؤْمناً ويُصبحُ كافراً ، يبيع دينه بعَرَضٍ من الدُّنْيا» رواه مسلم .
Dari Abu Huroiroh radhiyallahu anhu bahwasanya Rosulullah shollallahu alaihi wasalam bersabda: “Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan -yang bagus-bagus- sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita.” Berpagi-pagi seorang itu menjadi orang mu’min dan bersore-sore menjadi orang kafir, ada lagi yang bersore-sore masih sebagai seorang mu’min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan.” (Riwayat Muslim)
Karena begitu pelik nya fitnah, menjadikan kebenaran dan kebatilan sulit dibedakan, ibarat kita melihat semut hitam di atas batu hitam, di kegelapan malam.
Sekali lagi, ini zaman fitnah, zaman dimana kebenaran begitu samar, kebatilan tak di- kenal.
Orang yang benar benar beriman dipojokkan. Tuduhan dan fitnah keji dilontarkan. Penjelasan dan bayan dihiraukan. Bahkan, dibuatkan skenario seakan orang yang beriman benar benar bersalah agar terkesan layak dibinasakan.
Untuk itu, yuk, jaga keimanan kita, anak anak kita dan jauhkan anak anak kita dari hal hal yang bisa merusak iman.
Lalu apa saja yang yang paling urgen dalam menjaga iman?
1. Doa.
Sebagaimana yang Allah ajarkan langsung di setiap sholat kita, 17 x setiap hari nya, yaitu doa yang terkandung dalam AL fatihah; ishdinasyirotol mustaqim.
2. Berteman dengan orang sholih.
Sufyan ast tsauri rahimahullah bekata, “Hal yang paling akan membuat rusak atau membuat baik sesorang adalah pertemanan.“
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memperingatkan dari bahaya teman dekat yang buruk dan rusak. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, shahih)
Berhati-hatilah dalam memilah dan memilih teman bergaul. Bergaul dengan orang fasik dan orang yang gemar berbuat jelek merupakan sebab penting akan berkurang dan lemahnya iman seseorang, bahkan bisa merusak dan membatalkan iman.
Sebelum kita tutup kajian pada siang hari ini, marilah kita berdoa dengan
Doa memohon khusnul khotimah, agar kita, pasangan kita, dan anak keturunan kita tetap beriman, dan khusnul khotimah hingga disatukan kembali dijannah :
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعفافَ والْغِنَ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
اللهم ارزقني توبتا قبل الموت
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
Soal Jawab SSQ (Sekolah Suami Qowwam)
Bolehkah puasa Syawal dulu, padahal hutang puasa masih banyak?
Boleh, karena membayar hutang puasa masuk dalam kategori wajib muwassa’, maksudnya adalah kewajiban yang memiliki kelonggaran waktu hingga romadhon berikutnya. Adapun puasa Syawal waktunya terbatas hanya pada bulan Syawal saja.
Adapun lebih utama tetap mengganti puasa wajib terlebih dahulu.
Merujuk fatwa Dairatul Ifta’ no. 2958
إذا كان الإفطار بعذر شرعي كالحيض، فيجوز للمرأة صيام الستة من شوال أولا، ثم قضاء ما أفطرت في رمضان، وذلك لأن القضاء واجب موسع إلى رمضان القادم، والأجر مترتب على صيام عدد أيام الشهر مضافا إليها ستة أيام، وليس على كون شوال بعد إتمام رمضان.
Jika ada yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena ada uzur syari seperti haidh, maka boleh bagi wanita tersebut berpuasa enam hari Syawal dahulu kemudian menunaikan qadha puasa untuk puasa yang belum ia lakukan di bulan Ramadhan. Hal ini disebabkan karena qadha’ itu wajib muwassa’ (masih longgar waktu untuk menunaikannya), masih bisa ditunaikan hingga mau masuk Ramadhan berikutnya. Pahala puasa Syawal diperoleh dengan sekadar lakukan beberapa hari puasa di bulan Syawal, tidak disyaratkan harus puasa Ramadhan secara sempurna lalu berpuasa Syawal.
Alfaqir ila magfiroti robbihi ; Abu Fatih Al Filanji
Engkau bisa tenang naik pesawat di atas awan padahal tak tahu siapa pilotnya. Engkau juga tenang naik kapal di atas lautan tanpa tahu siapa nahkodanya.
Namun mengapa engkau tak bisa tenang hidup di dunia padahal Engkau mengetahui bahwa Allah Yang Maha Segalanya?
(A'id Al Qarni)
Click here to claim your Sponsored Listing.
11/03/2025