14/10/2024
Di jogja ada " Sekolah Air Hujan "
Penyelamat Kekeringan di Yogyakarta, Sri Wahyuningsih Ubah Air Hujan Jadi Air Minum. Komunitas Banyu Bening didirikan pada 12 Maret 2012 oleh Sri Wahyuningsih di Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta untuk menyolisasikan penggunaan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk air minum.
Komunitas ini muncul dari keprihatinan Sri terhadap krisis air yang semakin meresahkan. Di beberapa wilayah, air bersih semakin sulit diperoleh.
Melalui Komunitas Banyu Bening, Sri menjadi pahlawan bagi masyarakat sekitar karena kerap membagikan galon air hujan siap pakai secara gratis
“Banyu Bening memiliki visi mengelola dengan sepenuh hati air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, melalui perubahan cara pandang masyarakat terhadap air hujan, dan membentuk kemandirian masyarakat untuk mendapatkan akses air minum yang mudah. Air hujan adalah air bersih yang bisa menjadi solusi berbagai masalah yang timbul akibat eksploitasi air tanah,”
Proses Pemurnian Air Hujan :
“Secara sederhana saja, bagaimana air hujan ini diubah menjadi air yang layak minum tanpa direbus. Di situ nanti ada pertukaran antara ion positif dan negatif yang nanti akan memisahkan mineral air, menjadi air yang asam dan basa,” lanjut Sri.
Panen Air Bersih dengan Elektrolisis
Elektrolisis air, adalah proses penguraian air (H2O) menjadi hidrogen (H2) dan oksigen (O2) dengan menggunakan arus listrik.
Proses ini terjadi melalui reaksi elektrokimia yang berlangsung di dalam unit yang disebut elektroliser. Pengolahan air hujan dengan elektrolisis, dapat menaikkan pH air dan menurunkan kandungan padatan terlarut (TDS).
Membangun Sekolah Air Hujan
Untuk mengedukasi tentang air hujan, Sri juga menggagas Sekolah Banyu Bening atau Sekolah Air Hujan pada tahun 2019. Melalui sekolah ini, Sri mengenalkan konsep meminum air hujan.
Sekolah Banyu Bening, menjadi sekolah nonformal pertama di Indonesia yang mempelajari tentang hujan.
= sumber: daaiplus =