23/10/2024
Salam Speleo!
Dalam rangka memeriahkan *Bat Week 2024*, *Indonesian Speleological Society* bekerjasama dengan *Mentor-Bat Indonesia* mengundang para penelusur dan pemerhati gua dan karst untuk bergabung dalam sesi seri 13. Narasumber yang akan mengisi SpeleoTalks kali ini, yaitu *Luz de Wit* dari *Bat Conservation International*, akan membawakan paparan yang berjudul "Mengenal Potensi Kelelawar, Ancaman, dan Upaya Konservasinya".
✨️SAVE THE DATE✨️
SpeleoTalks kali ini akan diselenggarakan pada:
🗓 *Sabtu, 26 Oktober 2024*
⏰️ *09.00-11.00 WIB*
📍 *Zoom Meeting* (https://bit.ly/SpeleoTalks13)
Narahubung:
Tiara E. Ardi (0822 3824 1964)
SpeleoTalks seri 13 terbuka untuk umum dan dapat dihadiri tanpa perlu melakukan reservasi. Namun, kuota peserta dibatasi hingga 300 orang. Bagi peserta yang kehabisan kuota, SpeleoTalks juga dapat diakses melalui siaran langsung di kanal Youtube "Indonesian Speleological Society".
10/08/2020
Geography Talks #1
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu pengembang keilmuan geografi di Indonesia, pada tahun 2020 ini telah memasuki usia ke-57. Tentunya sudah banyak kontribusi yang diberikan oleh sivitas akademik Fakultas Geografi dalam turut serta mengembangkan ilmu dan berkontribusi dalam pembangunan.
Salah satu bentuk pengakuan terhadap Fakultas Geografi ialah pentasbihan Fakultas Geografi sebagai peringkat 1 untuk bidang Geografi di Indonesia serta peringkat 4 di tingkat Asia Tenggara dan peringkat 32 di Asia. Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds. Pengakuan tersebut tentunya membawa konsekuensi yang besar bahwa Fakultas Geografi harus menjadi mercusuar yang mencerahkan bagi keilmuan geografi di Indonesia.
Salah satu hal yang menjadi perhatian bagi sivitas akademik Fakultas Geografi ialah Sustainable Development Goals (SDGs), yang merupakan cetak biru untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Diseminasi terkait SDGs selama ini telah dilakukan oleh Fakultas Geografi, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun seminar bulanan. Kerjasama dengan para pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan cita-cita yang terdapat dalam SDGs.
Memperhatikan permasalahan tersebut, maka kegiatan Geography Talks dengan tema Geography 2020 for a Sustainable Future perlu dilaksanakan untuk menyebarluaskan pentingnya SDGs dan peran para pihak dalam mewujudkan SDGs. Geography Talks merupakan kegiatan webinar yang terdiri atas empat seri, dengan topik bahasan yang berbeda setiap serinya. Jadi jangan lewatkan diskusi menarik dengan narasumber kompeten pada setiap seri Geography Talks.
Seri #1
⛳Tema : Sustainability in Karst Resources Management
🎯Waktu: Jumat, 14 Agustus 2020, pukul 09.00 – 11.00 WIB
🌐Menghadirkan narasumber:
1. Dr. Eko Haryono, M.Si. (Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada)
2. Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech. (Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada)
3. Suryanta Bayuaji, S.Si. (Kasi Perpetaan Kawasan Ekosistem Esensial, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Moderator:
Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc.
🖍Tautan Registrasi: http://ugm.id/geotalk1
Salam sehat dan semangat
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
*Nantikan pengumuman pemenang Doorprize UGMTalks14 yang akan dibacakan pada event GeographyTalks1*
Link:
Live Event Geography Talks seri #1 > http://ugm.id/GeographyTalks1
Channel YouTube Dies Natalis Fakultas Geografi UGM > http://ugm.id/DiesFGE57
Akun Instagram Fakultas Geografi UGM > https://www.instagram.com/geografiugm
10/12/2019
Bentuklahan karst di bagian selatan Pulau Muna
1. Foto udara condong (oblique aerial photograph) menunjukkan beberapa luweng (sinkhole) di kawasan karst Pulau Muna bagian selatan, yang masuk wilayah administrasi kab. Buton tengah
2. Konsep "Simple Carbonate Island", sebuah konsep perkembangan karst di pulau berbatuan karbonat yang pertama kali diuraikan oleh Mylroie dan Vacher (1999) yang kemudian prinsip-prinsipnya dikembangkan lebih rinci oleh Mylroie dan Mylroie (2007).
3. "Flank Margin Cave". Salah satu peta gua menunjukkan indikasi flank margin cave atau gua yang terbentuk di batas lensa muka airtanah dengan muka air laut