09/12/2022
Salam Bunga Sepasang,
Kenangan pada saat gelaran Kejurnas Perisai Diri antar Pelajar pertama yang di selenggarakan di Auditorium Kampus UPN Veteran Yogyakarta pada tanggal 25 sampai 29 Juni tahun 2012 lampau.
Pendokumentasian masih dipandang sekedarnya untuk gelaran sebuah Kejuaraan kelas pelajar maupun giat latihan silat umumnya. Salam Bunga Sepasang,
pada titik inilah, PD UPN Jogja mulai merintis upaya dan usaha mendokumentasikan kegiatan - kegiatan UKM SIlat Perisai Diri sebagai salah satu bentuk arsip kegiatan beladiri silat secara audio-visual serta memberikan nilai tambah untuk guna publikasi selain pendokumentasian lewat foto.
Pendokumentasian adalah salah satu bentuk pengarsipan yang amat sangat berguna untuk masa-masa mendatang. Bisa untuk keperluan publikasi secara luas, kesuksesan agenda kegiatan, evaluasi, edukasi, informasi selain faktor kenangan yang menjadi sangat berharga seiring dengan waktu di masa-masa mendatang.
Utas ini juga sebagai bentuk turut serta menyemangati giat penyelenggaraan Kejurnas Perisai Diri antar Pelajar 2022 dan satu upaya turut mensukseskannya.
Berlatih beladiri praktis bersama Mas Joko Widodo pada Kejurnas PD Pelajar I 2012 Yogyakarta.
Kenangan pada saat gelaran Kejurnas Perisai Diri antar Pelajar pertama yang di selenggarakan di Auditorium Kampus UPN Veteran Yogyakarta pada tanggal 25 samp...
19/04/2022
Salam Bunga Sepasang,
menyemarakkan giat kejuaraan tingkat dunia - PDIC ke-10, pada 1-8 Juli 2022 di Bali.
Road to PDIC X_teaser video publikasi 2
teaser publikasi kedua ini dirilis untuk menyemarakkan dan menyemangati kerja besar dari Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri yang rutin menggelar ...
21/07/2021
Dia sudah tidak muda lagi, tapi tetap tampak awet muda.
Tri Wahyuni adalah atlit legendaris Indonesia di cabang pencak silat !
"Para atlit muda harus bisa melihat bahwa kami masih exist. Prestasi kami akan dikenang sepanjang sejarah." - Tri Wahyuni.
Mbak Tri Wahyuni_Legenda Pesilat Putri #MengejarWaktu
Lebih dari tigapuluh tahun yang lalu, dengan prestasi nya memenangkan medali emas pada saat Pekan Olahraga Nasional secara berturut-turut, perempuan mungil ...
04/07/2021
Sing sopo temen tinemu...
(siapa yang tekun, dia akan menemukan apa yang ia cari)
- Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo.
Dirgahayu Perisai Diri.
untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.
Salam Bunga Sepasang _/\_
Dirgahayu Perisai Diri_HUT ke-66
Perisai Diri senantiasa ada di hati, Dirgahayu Perisai Diri.video : koleksi tim pubdok PD Pusatnarasi suara : Mas Herdjokoediting video : Robert NixauSaluran...
11/11/2020
Hormat Bunga Sepasang,
sebuah cerita singkat dari PD Lumajang.
PD Candipuro #Mengejar Waktu - YouTube
Sebuah tutur cerita pendek bagaimana Silat Perisai Diri dirintis dan dikenalkan lantas tumbuh berkembang pesat di Candipuro Kabupaten Lumajang Jawa Timur dari t...
16/08/2020
Setia dan Taat pada Negara.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia_PD Banyumas
Setia dan Taat kepada Negara. mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia, jayalah negeriku. Tata Tentrem Kerta Raharja - Gemah RIpah Loh Jinawi Sentosa dalam p...
07/08/2020
Salam Bunga Sepasang,
Tetap sehat, tetap semangat biar imun tubuh meningkat.
selamat berlatih silat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan cegah covid19.
Latihan silat di kala pandemi_#PD Banyumas
Pandemi Covid19 ini belum dapat dipastikan kapan berakhir. Sebelum ditemukannya obat penangkal virus covid19, saat ini vaksinnya adalah Disiplin. tetap berla...
03/07/2020
Dirgahayu Perisai Diri.
Edisi HUT ke - 65 tahun Perisai Diri_Daun Melayang
Satu cerita yang disampaikan oleh Mas Arnowo Adjie - Pendekar Historis tentang sosok Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo - Pendiri Kelatnas Indonesia Perisai...
01/07/2020
Dirgahayu Kelatnas Indonesia Perisai Diri.
12/06/2020
Daun Melayang_sebuah utas demo beladiri PD oleh Mas Joko Widodo.
selalu menarik dan menyenangkan buat saya jika ada kesempatan merekam gerak silat baik demo maupun latihan dari para pesilat PD, contoh yang sering saya rekam adalah – Mas Joko Widodo.
sering sesudah menyimak demo gerak lantas sambung dengan diskusi praktek teknik, saya tahu, beliau Mas Joko Widodo selalu ringan dalam memberikan contoh praktek dari sebuah diskusi soal teknik dr lontaran pertanyaan adik-adik PDnya.
satu dari sekian arahan beliau soal teknik PD dan selalu mengingatkan kita garis besar karakter sebagai pesilat PD – Sikap.
“betulkan sikapmu, mau mliwis, naga, harimau, satria atau pendeta terserah, pilih sesuai dirimu tapi bener”. Sikap2 di PD bukan soal gaya samata, cara kamu bersikap adalah awalan dari semuanya, hindaran, serangan ataupun tolakan yang tidak terpaku dalam 1 kegunaan saja, sambungnya.
seringkali saya sendiri belum bisa mencerna begitu saja diskusi tersebut, perlu waktu dan praktek beberapa kali. Seringkali kehadiran Mas Joko Widodo dalam latihan reguler di PD UPN untuk mendorong adik2 yg berlatih agar tidak terobsesi sikap sebagai sebuah gaya2an, tapi membuka pikiran kami semua yg berlatih – bahwasanya didalam sikap-sikap PD tidak mengenal pintu masuk atau kerahasiaan gerak dan tidak mengenal sikap atau kuda-kuda terbaik. Yang terpenting dalam bersikap adalah mengamati keutamaanya dengan pikiran, itulah esensi dari sikap dalam beladiri di PD – perisai diri.
Soal mengamati ini diulas dalam buku Musashi “The Lone Samurai” karangan William Scott Wilson – penulis biografi Musashi). Musashi adalah seorang samurai yang hidup antara tahun 1584 – 1645 di Jepang, dia telah mengalami dan memenangkan 60 kali duel dan terlibat dalam 6 kali pertempuran dalam perang besar antara umur tiga belas sampai dua puluh sembilan tahun. Selain maestro pedang Musashi juga seorang seniman serba bisa (paling menonjol sebagai pelukis terkemuka). Bagi banyak orang Jepang Jalan Musashi adalah teladan kisah manusia sejati atau pencarian manusia akan jalan yang benar dan ganjaran yang akhirnya diperoleh dari jalan tersebut.
dalam masa penyepian, Musashi menulis sebuah karya “buku Lima Cincin/Lima Unsur” sebuah buku yang berisikan strategi perang dan metode duel serta falsafah jalan pedang. Soal pengamatan/observasi Musashi menuliskan demikian :
“Dalam menggunakan mata, lakukanlah dengan cara luas dan menyeluruh. Ada pengamatan dan ada penglihatan. Mata pengamatan itu kuat. Mata penglihatan itu lemah. Melihat yang jauh sebagai dekat, dan yang dekat sebagai jauh, adalah sangat mendasar dari seni bela diri. Mengenali pedang lawanmu, tetapi tanpa melihatnya sama sekali, adalah sangat penting dalam seni bela diri.
Dari pengalaman bertanding Mas Joko Widodo – dengan gaya bertarung yang khas PD dilakukan bukan semata-mata sebagai gaya2an, meski para penonton pertandingan s**a dan sepakat gaya PD Mas Joko ini sangat menghibur diatas matras duel, Bagi beliau momen bersikap adalah waktu untuk mengatur nafas, strategi sekaligus pengamatan/observasi kepada lawan – menyerang dengan tepat, efektif dan berupaya tidak mencederai lawan - sebisanya.
Pak Dirdjo sudah meninggalkan pola dan metode latihan beladiri silat yang luar biasa, tinggal kita mengikuti pola dan metode tersebut – nyonto saja, hapalkan, bersikaplah dengan benar dan sungguh-sungguh, latihlah selalu serang hindar dan solospel hingga nantinya akan otomatis gerak menjadi perisai dirimu, begitulah Mas Joko Widodo menyampaikan uraian sambil menutup satu diskusi waktu lalu.
Selamat berlatih kembali dimasa adaptasi kebiasaan baru ini, semoga bermanfaat, tetap semangat dan
Salam Bunga Sepasang.
*narasi dikutip dari berbagai sumber. video koleksi pribadi.
Demo beladiri oleh Mas Joko Widodo_2009
Rekaman lama kisaran Juni 2009 lampau, demo teknik PD dihadapan peserta Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antar Mahasiswa di Auditorium Kampus UPN Jogja. selai...
10/06/2020
Seminar online (web seminar) yg diselenggarakan oeh Pengurus Pusat Kelatnas Indonesia Perisai Diri dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (new normal) menghadapi pendemi covid19 serta keinginan untuk tetap berlatih silat bagi generasi2 muda khususnya anak-anak.
MENUMBUHKAN rasa senang berolahraga silat sejak usia dini untuk meraih prestasi berkelanjutan. Peran pelatih dengan berbagai strategi melatih yang menyenangkan sangat diperlukan.
Pada cabang pencak silat usia atlet terbagi menjadi Usia Dini (tingkat SD), Pra Remaja (tingkat SMP), Remaja (tingkat SMA), dan Dewasa (Perguruan Tinggi dan Umum).
Mengenalkan silat sebagai olahraga yang mengasyikkan dan penuh dengan aneka permainan amat dianjurkan agar anak-anak jatuh cinta terhadap silat. Mengajak mereka bermimpi mampu beladiri, mulai dari bermain di tempat latihan, melakukan serang-hindar, hingga benar-benar tampil di arena pertandingan.
Selain itu juga mengajak para orangtua ikut terlibat dalam memberi semangat anak-anaknya untuk berlatih silat. Bila satu keluarga terlibat, maka prestasi silat anak akan terpelihara. Tidak terhenti gara-gara ujian nasional sekolah. Berlatih silat justru menjadi penyegar ketika jenuh belajar pelajaran sekolah.
Salam Bunga Sepasang.
Seminar Online Pesilat Usia Dini_teaser promo
Seminar online (web seminar) yg diselenggarakan oeh Pengurus Pusat Kelatnas Indonesia Perisai Diri dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (new normal) menghada...
23/05/2020
kepada segenap Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri dimanapun berada, selamat merayakan Hari Kemenangan - mohon dimaafkan segala kesalahan baik lahir dan juga batin,...
selamat berlebaran semuanya, Salam Bunga Sepasang 🙏