duniamanfaat.com

duniamanfaat.com

Share

Temukan informasi seputar Teknologi terkini, Inspirasi, Edukasi & Religi disini.

Lamunan Di Bawah Pohon Rambutan - Inspirasi & Edukasi 06/12/2014

Lamunan Yang Menyadarkan - Kisah Inspiratif

Seorang lelaki duduk lesu di bawah sebatang pohon rambutan. Pikirannya kusut meratapi nasibnya yang miskin sengsara.. Dia merasa Tuhan sungguh tidak adil dan nasib tidak berpihak padanya.

Semakin panjang angannya menerawang, semakin dia dapatkan pembenaran-pembenaran logikanya bahwa Tuhan itu sungguh tidak adil.

“Lihat saja pohon rambutan ini.. meski batangnya besar dan kokoh, tapi buahnya kecil- kecil..” Sementara dia lihat Labu dan Semangka, buahnya besar meskipun batangnya kecil dan merambat.

Tiba- tiba lamunannya buyar ketika sebuah rambutan yang tiba tiba jatuh menimpa kepalanya..

“aduh, ternyata Tuhan memang sungguh Maha Adil..” Jika saja tadi yang menimpa kepalanya adalah buah semangka, tentu ceritanya akan jadi berbeda”

Hehehe, cerita ini mungkin hanya rekaan.. Tapi terlepas benar atau tidaknya, jujur kita akui bahwa kita sebagai manusia sering memprotes dan mengeluhkan kejadian yang menimpa kita.. Seolah-olah kita adalah makhluk terhalang di dunia ketika sedikit saja Tuhan “mencubit” dengan kejadian yang tidak kita senangi..

Padahal, kalau dipikir pikir lagi, sudah berapa banyak kejadian yang awalnya kita keluhkan, justru belakangan kita syukuri sebagai sebuah pembelajaran?

Betapa banyaknya doa yang dulunya tidak dikabulkan Tuhan, justru saat ini kita syukuri atas ketidakterkabulannya.. Misalnya;

- Kalau waktu itu doa kita bermitra dengan seseorang dikabulkan, mungkin saat ini kita sudah menderita kerugian karena ternyata dia penipu.

- Kalau waktu itu doa kita dijodohkan dengan dia dikabulkan, tentu saat ini kita sudah menderita karena dia ternyata s**a selingkuh.

Dan lain lain.

Manusia memang s**a berkeluh kesah ketika diberi ujian.. Tapi ingatlah.. Dia yang “mencubit”mu dengan sedikit ujian saat ini adalah Dia yang selama ini membasahimu dengan lautan kasih sayang dan rahmat-Nya.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) (QS.70:19-25)

Sumber: Kump**an Kisah Inspiratif

Lamunan Di Bawah Pohon Rambutan - Inspirasi & Edukasi Lamunan di bawah pohon rambutan - Seorang lelaki duduk lesu di bawah sebatang pohon rambutan. Pikirannya kusut meratapi nasibnya yang miskin sengsara..

Tangguhnya Pohon Kurma - Inspirasi & Edukasi 19/10/2014

Tangguhnya Pohon Kurma - Inspirasi

Ada kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”. Pohon kurma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dgn kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon kurma yg bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon yg tahan banting. Kekuatan pohon kurma ada di akar-akarnya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu tsb memaksa pohon kurma berjuang utk tumbuh ke atas. Justru krn pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tsb membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya. “Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Bukankah itu prinsip kehidupan yg luar biasa? Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang. Bukan utk melemahkan & menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengijinkan tekanan hidup itu utk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yg sdh mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yg selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang kehidupan. Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.

Tangguhnya Pohon Kurma - Inspirasi & Edukasi Tangguhnya pohon kurma. Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan.

07/10/2014

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Sahabat, bila kita bersahabat dengan sahabat yang baik dan sejati karena untuk mendapatkan ridha dan kecintaan Allah, maka semoga kelak Allah mengumpulkan kembali bersama di akhirat dalam naungan dan kecintaan Nya. Aamiin.

"Janganlah kamu bermusuh-musuhan, jangan benci-membenci, jangan dengki-mendengki, jangan berputus hubungan antara satu sama lain, dan jadilah kamu sekalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara."
(Hadis Riwayat Muslim)

05/10/2014

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Sahabat, selamat merayakan hari raya idul adha 1435 H ya? Mgkn ada yg merayakan kmrn jg, tp hal ini tdk perlu diperdebatkan ya sahabat. Krn masing2 punya dalil yg kuat dan benar. Oya sahabat, ana ingin share sebuah artikel menarik nih kaitannya dgn hewan qurban :-D

Ternyata Hewan Qurban Tidak Merasa Sakit Ketika Di Sembelih

Benarkan para binatang yang disembelih itu merasakan sakit??

Ternyata sebuah penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staff peternakan dari Hannover University, sebuah Universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Wilhelm Schulze dan koleganya Dr. Hazim , keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan :

Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit ??

1. Menyembelih secara syariat islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan)??

2. Menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya??

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa).

Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elekroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG). EEG dipasang dipermukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih.

Dijantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu, setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi barat.

Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu : saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis & vena jugularis

Syariat Islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan sebaliknya metode barat justru mengajarkan bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dari hasil penelitian prof Schultz & Dr Hazim di Hannover University Jerman dapat diperoleh kesimp**an bahwa :

Penyembelihan menurut syariat islam/menggunakan pisau tajam menunjukan :

Pertama : Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG, hal ini berarti pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua : pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yg sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak), hingga sapi2 itu benar-benar kehilangan kesadaran Pada saat tersebut tercatat p**a ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.

Ketiga : Setelah 6 detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktifitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar.

Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yg terputus dibagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampe zero level (angka nol) Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No Feeling of pain at all !" (tidak ada rasa sakit sama sekali)

Keempat : Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan "healthy meat" (daging yg sehat)

Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Secara Pemingsanan/Dibius/disetrum/dipukul kepalanya cara Barat :

Pertama : Setelah dilakukan proses Stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh & collaps (roboh), setelah itu sapi tidak bergerak lagi, sehingga mudah dikendalikan, Oleh karena itu sapi dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih darah yang keluar hanya sedikit tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan)

Kedua : Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG.. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan)

Media pemingsanan yg digunakan : Setrum, bius, maupun dengan cara yang mereka anggap paling baik memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan alat tertentu p**a. Alat yang digunakan adalah Captive Bolt Pistol (CBV)

Ketiga : grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop kebatas paling bawah, akibatnya jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat : Karena darah tidak tertarik & tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itupun membeku di dalam urat/pembuluh darah dalam daging sehingga dihasilkan "unhealthy meat" (daging yang tidak sehat) dengan demikian menjadi tidak layak dikonsumsi oleh manusia.

Timbunan darah beku yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih merupakan tempat atau media sangat baik bagi tumbuh kembangnya bakteri pembusuk yg dapat merusak kwalitas daging.

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukannya ekspresi rasa sakit. Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya. Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit & nyeri, terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar.

Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim justru membuktikan sebaliknya. Yakni pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah "menyentuh" saraf rasa sakit.

Oleh karena itu, keduanya menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi 'keterkejutan otot dan saraf' saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian ?? hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.

Nah, jelas bukan, bahwa secara ilmiah ternyata penyembelihan secara syariat Islam ternyata lebih maslahat. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk menajamkan pisau untuk mengurangi rasa sakit hewan sembelihan.

Sabda Nabi "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelih."

Sekian dulu semoga bermanfaat Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Jika menurut sahabat info ini perlu diketahui orang lain, silahkan dibagikan.

27/09/2014

Dosa Durhaka Pada Orang Tua - Religi

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu ’anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam.

“Artinya : Sukakah saya beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ’Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam” [Hadits Riwayat Bukhari 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87]

Seorang anak yang berbuat durhaka berarti dia tidak masuk surga dengan sebab durhaka kepada kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Dari Abu Darda bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar” [Hadits Riwayat Ahmad 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahihnya 675]

Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga macam dosa yang akibatnya disegerakan, tidak ditunda pada hari kiamat: durhaka kepada orang tua, menzalimi manusia, dan ingkar terhadap kebajikan.” (Al-Mustadrak 12: 360)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Abi Bakrah dikatakan.

“Artinya : Dari Abi Bakrah Radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, “Tidak ada dosa yang Allah cepatkan adzabnya kepada pelakunya di dunia ini dan Allah juga akan mengadzabnya di akhirat yang pertama adalah berlaku zhalim, kedua memutuskan silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (Shahih Adabul Mufrad No. 23), Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211). Ahmad 5/36 & 38, Hakim 2/356 & 4/162-163, Tirmidzi berkata, "Hadits Hasan Shahih", kata Al-Hakim, ’Shahih Sanadnya", Imam Dzahabi menyetujuinya]

Dalam hadits lain dikatakan.

“Artinya : Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan adzabnya (siksanya) di dunia yaitu berbuat zhalim dan al’uquq (durhaka kepdada orang tua)” [Hadits Riwayat Hakim 4/177 dari Anas bin Malik Radhiyallahu ’anhu] [1]

Rasulullah saw pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): “Wahai Ali, barangsiapa yang membuat sedih kedua orang tuanya, maka ia telah durhaka kepada mereka.” (Al-Wasail 21: 389; Al-Faqîh 4: 371)

Allah swt berfirman: “Jika salah seorang di antara mereka telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkan kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Isra’: 23).

Dosa Durhaka Pada Orang Tua - Inspirasi & Edukasi Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu ’anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. "Artinya :

Menanamkan Pendidikan Akhlak Mulia Pada Anak - Inspirasi & Edukasi 27/09/2014

Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak - Religi

Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): “Wahai Ali, Allah melaknat kedua orang tua yang melahirkan anak yang durhaka kepada mereka. Wahai Ali, Allah menetapkan akibat pada kedua orang tuanya karena kedurhakaan anaknya sebagaimana akibat yang pasti menimpa pada anaknya karena kedurhakaannya…” (Al-Faqîh 4: 371)

Hadist tersebut menjelaskan bahwa orang tua yang tidak mendidik anaknya, bertanggung jawab langsung di hadapan Allah di hari kiamat. Sebaliknya jika anak tadi menjadi anak yang saleh itu adalah nikmat yang sangat besar di dunia sampai akhirat.

Nabi SAW berbabda: Pertama yang akan menuntut kepada manusia di hari kiamat adalah keluarga dan anak-anak mereka, mereka akan berkata, “Ya Allah bapak dan ibuku tidak memberikan hakku, tidak melaksanakan kewajiban terhadap anak, dan aku tidak pernah dididik oleh mereka, aku tidak dikenalkan mana yang wajib untuk aku lakukan, mana yang haram untuk aku hindari, mana yang harus aku kerjakan, mana yang harus aku hindarkan. Bahkan orang tuaku membiarkan aku dalam keadaan lalai, lupa, maksiat, dosa. Ayah dan ibuku memberikan makanan haram padahal aku lahir tidak mengenal dengan yang haram.”

Betapa banyak orang tua yang saleh ternyata disiksa di neraka hanya karena anaknya yang dilalaikan, tidak dididik dengan tarbiyah hasanah. Untuk memiliki anak yang saleh tidaklah cukup berharap, tidaklah cukup dengan doa, walaupun doa sangat diperlukan, tapi itu butuh satu usaha yang sangat maksimal dan optimal.

Nabi SAW bersabda: Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, bersih, suci, iman kepada Allah, maka bapak-ibunya yang mengubah-ubah. Mereka ubah kehidupannya dengan cara Yahudi, anaknya akhirnya menjadi Yahudi. Mereka mendidik dengan cara Nasrani, anaknya menjadi Nasrani. Mereka didik dengan cara Majusi, anaknyapun menjadi Majusi.

Ya Allah, jangan jadikan daku orang yang menyebabkan kedua orang tuaku dilaknat oleh-Mu karena kedurhakanku pada mereka. Ya Allah, jadikan daku anak yang berbakti kepada kedua orang tuaku sehingga Engkau sayangi mereka karena kebarbaktianku pada mereka.”

Duhai saudaraku, di sinilah letak hubungan erat yang tak terpisahkan antara kita dan kedua orang tua kita. Betapa pentingnya menanamkan pendidikan akhlak yang mulia pada anak-anak kita, sehingga kita meninggalkan warisan yang paling berharga yaitu anak-anak yang saleh, yang dapat mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian pada kita bukan hanya di dunia tetapi juga di alam Barzakh dan akhirat.

Menanamkan Pendidikan Akhlak Mulia Pada Anak - Inspirasi & Edukasi Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): “Wahai Ali, Allah melaknat kedua orang tua yang melahirkan anak yang durhaka kepada mereka. Wahai A

Ibu Memecahkan Piring - Inspirasi & Edukasi 26/09/2014

Ibu Memecahkan Piring - Kisah Inspiratif

Alkisah, saat itu setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain.”

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, jadi marilah kita saling menasehati dalam kelembutan, tidak dengan nafsu amarah. Semoga sedikit lelucon ini ada manfaatnya.

Ibu Memecahkan Piring - Inspirasi & Edukasi Alkisah, saat itu setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang t

Belajar dari Pohon Pear - Inspirasi & Edukasi 24/09/2014

Belajar dari Pohon Pear

Alkisah, suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS,
dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.
Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata : kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.
Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial?
Ingatlah, tdk ada istilah “nasib sial” bagi orang yang percaya diri !
Kerjakanlah saja apa yang menjadi bagianmu dan percayalah semua masalah akan selesai ?
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.
“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan.”.

Dengan Percaya Diri maka selalu akan ada pengharapan yang baru.

Belajar dari Pohon Pear - Inspirasi & Edukasi Alkisah, suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda. Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI, anak ke 3 pada...

Gemar Menebar Salam - Inspirasi & Edukasi 23/09/2014

Gemar Menebar Salam

Salah satu indikator seorang yang beriman adalah ia gemar mengasihi dan mencintai, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat kepadanya sekalipun. Lantas Rasulullah Saw menawarkan tips yang mudah dan simpel namun pengaruhnya luar biasa untuk menciptakan suasana saling mengasihi dan mencintai, apakah itu?, gemarlah menebar salam diantara sesama.

Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, ketika ada seseorang yang bertanya kepada Beliau:
“Berislam yang bagaimanakah yang baik wahai Rasulullah Saw? “. Rasulullah Saw menjawab, “Berislam yang baik adalah (gemar) memberi makan orang lain (yang kelaparan, apakah karena sebab ia tertimpa musibah dan bencana, atau faktor usia sehingga tidak bisa mencari nafkah, atau orang-orang cacat) dan MEMBERI SALAM KEPADA ORANG YG DIKENAL MAUPUN YG TIDAK DIKENAL. (HR. Bukhari dan Muslim)...

Gemar Menebar Salam - Inspirasi & Edukasi Salah satu indikator seorang yang beriman adalah ia gemar mengasihi dan mencintai, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat kepadanya sekalipun. Lantas Rasulullah Saw menawarkan tips yang mudah dan simpel namun pengaruhnya luar biasa untuk...

Mendeteksi Kebohongan - Inspirasi & Edukasi 22/09/2014

Mendeteksi Kebohongan

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara Anda. Mengapa demikian?...

Mendeteksi Kebohongan - Inspirasi & Edukasi Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara Anda. Mengapa demikian? – Ketika menjawab pertanyaan...

Want your school to be the top-listed School/college in Sleman?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address

Sleman