12/01/2026
Saat anak mengonsumsi gula berlebih, kadar gula darah melonjak naik lalu cepat turun. Hasilnya? Emosi ikut naik-turun, anak jadi lebih mudah tantrum dan sulit dikendalikan.
Gula memang memberi lonjakan energi yang cepat — anak mendadak ceria, aktif, bahkan terlalu bersemangat. Tapi efeknya singkat. Tak lama kemudian, energi jatuh dan mood ikut ambruk: dari tertawa, tiba-tiba sedih atau marah tanpa sebab jelas.
Lebih dari itu, makanan manis memicu pelepasan dopamin, hormon “senang” di otak. Jika terlalu sering, otak anak bisa terbiasa dan meminta manis lagi, lagi, dan lagi — inilah awal kebiasaan ketergantungan.