W-Trails

W-Trails W-Trails is a worldwise experience that offers several outdoor activities such as: trekking, cycling, sailing, camping and other rural experience activities.

30/05/2022

Bring back your childhood memories with W-Trails.

Tentang dinding bambu.
30/03/2021

Tentang dinding bambu.

Tentang pemanfaatan keranjang sebagai dinding di ruang makan dapur Pengalaman Rasa. Inspirasi dan dasar-dasar pemikirannya.

INDONESIA.
20/03/2021

INDONESIA.

Vanili adalah komoditas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia, terutama untuk bahan rempah, aroma makanan, minuman serta berbagai macam obat dan produ...

Pementasan sederhana yang sangat mengesankan.
12/03/2021

Pementasan sederhana yang sangat mengesankan.

Inti dari pementasan ini adalah merespon dialog dan energi di Rumah Intaran. Namun di tangan para seniman, semua menjadi berbeda dan menjadi ruang perpaduan ...

IDEOLOGI KONSUMSIBukan hanya negara yang perlu ideologi. Mengkonsumsi pun membutuhkan ideologi karena dengan memiliki id...
17/02/2021

IDEOLOGI KONSUMSI
Bukan hanya negara yang perlu ideologi. Mengkonsumsi pun membutuhkan ideologi karena dengan memiliki ideologi konsumsi, kita dengan pasti mengetahui apa yang kita konsumsi, berapa banyak yang harus kita konsumsi, dan kepada siapa kita berpihak. Dengan memiliki ideologi konsumsi, kita akan menjawab persoalan-persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh dunia ini di masa yang akan datang.
Sepintas lalu, ideologi konsumsi barangkali tampak sebagai gagasan yang dibuat-buat. Namun sejumlah peristiwa telah menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana disorientasi konsumsi kita telah menghadirkan kesengsaraan demi kesengsaraan yang bahkan tidak pernah kita petakan sebab musababnya. Selama ini kita sudah terlampau skeptis untuk menerima sebuah catatan yang merangkum keterkaitan antara konsumsi pemanis buatan dengan tanah longsor. Kita juga sudah terlampau abai dengan keterkaitan antara mengkonsumsi serat kimiawi dengan banyaknya bangunan-bangunan yang tersambar oleh petir.
Kemana perginya kepekaan perasaan dan ketajaman pikiran kita untuk melihat cara kerja mekanis alam semesta ini?
Dengan banyaknya konsumsi pemanis buatan di tengah-tengah masyarakat, keseimbangan produksi gula merah masyarakat semakin terganggu. Terganggunya produksi gula merah mengakibatkan kepedulian masyarakat akan pohon penghasilnya semakin berkurang. Menurunnya kepedulian masyarakat terhadap pohon aren sebagai penghasil gula merah, mengakibatkan sebagian masyarakat mulai menebang pohon-pohon arennya dan digantikan dengan pohon-pohon berumur pendek untuk diambil kayunya. Barangkali tidak banyak yang mengetahui jika pohon aren tumbuh subur di tanah-tanah yang miring. Tanah-tanah yang miring inilah yang rawan mengalami longsor. Kita menutup mata terhadap keberadaan pohon aren yang selama ini menjaga tanah-tanah miring dari bencana tanah longsor.
Berbagai macam produk pabrikan yang memproduksi serat kimiawi juga berpengaruh besar terhadap produksi serat-serat alami di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah buah lontar. Menurunnya konsumsi masyarakat akan buah lontar sebagai makanan berserat tinggi dan tersudutkannya minuman alami yang dihasilkan oleh pohon ini yang selalu dicap sebagai penyebab mabuk-mabukan telah menyebabkan populasi pohon lontar menurun pelan tapi pasti. Dan tidak banyak yang mengetahui jika selama ini pohon lontar berfungsi sebagai penangkal petir alami. Di mana ada daerah-daerah yang banyak petir, pasti tumbuh banyak pohon lontar.
Dan banyak lagi pepohonan yang "bertugas" untuk menjaga manusia dari peristiwa-peristiwa alam yang memang tidak bisa dihindari. Pohon Intaran bertugas sebagai pemecah angin. Mempertahankannya berarti memperbesar kemungkinan kita terhindar dari terjangan angin puting beliung. Penggunaan lerak sebagai deterjen alami secara langsung berimplikasi pada kebersihan sungai karena pohon-pohon lerak tumbuh di pinggir-pinggir sungai sehingga menjaga tanah dan menjaga kualitas air. Demikian juga halnya dengan pohon gatep atau pohon gayam, pohon besar yang menjaga tanah, air dan udara di sekitar sungai dan lembah. Namun seberapa banyak dari kita sekarang yang masih mengkonsumsi gayam dan menggunakan lerak sebagai deterjen alami?
Mengkonsumsi, bukan hanya memasukkan material ke dalam perut untuk menghilangkan haus dan lapar. Mengkonsumsi juga bukan sekedar praktis-praktisan dan cepat-cepatan. Mengkonsumsi adalah soal cara hidup. Karenanya mutlak harus memiliki sebuah penyikapan. Sebuah ideologi.
Gede Kresna,
Arsitek desa, yang masih belum lulus memanjat pohon aren.

Yang mau ikut minum tuak manis, silahkan tulis di kolom komentar.

Menjadi Petani itu Keren!
13/02/2021

Menjadi Petani itu Keren!

Dengan memanfaatkan lahan kurang dari 30 meter persegi, Jro Wayan Arsana bertanam jahe merah secara vertikal. Hasilnya luar biasa, mencapai 50-75 juta per ta...

Tanam hari ini, untuk nanti.
13/02/2021

Tanam hari ini, untuk nanti.

Namanya Made Suardana, seorang petani yang satu pohon alpukatnya menghasilkan 45 juta rupiah setiap tahunnya. Sebesar apa buahnya? Bagaimana ia mendapatkan b...

Address

Singaraja

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when W-Trails posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share