Gaza life
Barokahilmu
Barokah ilmu merupakan halaman untuk berbagi ilmu,semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
ALAT MUSAWWED
Hukum asal pada mubtada’ adalah ma’rifah, boleh nakirah dengan syarat² berikut :
1. Didahului oleh khobar yang berupa syibhul jumlah, baik jar majrur ataupun dzorof, contohnya :
ﻋﻠﻰ ﺃﺑﺼﺎﺭِﻫﻢ ﻏِﺸﺎﻭﺓٌ
ولَدَيْنا مَزِيدٌ
2. Didahului oleh istifham, contohnya :
ﺃإلهٌ ﻣﻊ ﺍﻟﻠﻪ
3. Didahului oleh nafi, contohnya :
ﻭﻣﺎ ﻣﻦ ﺇﻟﻪٍ ﺇﻻ ﺇﻟﻪٌ ﻭﺍﺣﺪٌ
Pada contoh diatas lafadz إله majrur secara lafdz, namun marfu’ mahalnya sebagai mubtada’, huruf jar من diatas adalah zaidah, lafadz إله yang kedua sebagai khobar.
4. Bermakna doa, contohnya :
ﺳﻼﻡٌ ﻋﻠﻰ ﻧﻮﺡ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟَﻤﻴﻦ
5. Disifati, contohnya :
ﺭﺳﻮﻝٌ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺘﻠُﻮ ﺻُﺤُﻔﺎ ﻣﻄﻬَّﺮﺓ
6. Diidofahkan, contohnya :
خمسُ صلواتٍ كتبهن اللهُ
7. Sebagai syarat, contohnya :
ﻣَﻦْ ﺟﺎﺀ ﺑﺎﻟﺤَﺴَﻨﺔ ﻓﻠﻪ ﻋﺸْﺮُ ﺃﻣْﺜﺎﻟﻬﺎ
8. Sebagai jawaban, contohnya :
ﻣَﻦ ﺍﻟﻤُﺨﻠِﺺ ؟ ﺭﺟﻞٌ
9. Bersifat umum, contohnya :
ﻛﻞٌ ﻳﻤﻮﺕ
10. Dimaukan makna “peragaman” contohnya :
ﻓﺄﻗﺒﻠﺖُ ﺯَﺣْﻔًﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﻛﺒﺘﻴﻦ، ﻓﺜﻮﺏٌ ﻟﺒﺜﺖ ﻭﺛﻮﺏٌ ﺃﺟُﺮُّ
11. Bermakna ta’ajjub, contohnya :
ﻗﺘﻞ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺎ ﺃﻛﻔﺮﻩ
12. Ditashgir, contonya :
ﺃُﺳَﻴْﺪٌ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﻘﺔ
13. Menggantikan maushuf yang dihapus, contohnya :
ﻣﺆﻣﻦٌ ﺧﻴﺮٌ ﻣﻦ ﻛﺎﻓﺮ
Takdirnya ﺭﺟﻞ
14. Nakirah yang dibatasi, contohnya :
شيئٌ ﺟﺎﺀ ﺑﻚ
Takdirnya ﻣﺎ ﺟﺎﺀ ﺑﻚ ﺇﻻ شيء
15. Didahului wawu hal, contohnya :
ﺳﺮَﻳْﻨﺎ ﻭﻧﺠﻢٌ ﻗﺪ ﺃﺿﺎﺀ ﻓﻤُﺬْ ﺑﺪﺍ
16. Diathofkan pada ma’rifah, contohnya :
زيدٌ ﻭﺭﺟﻞٌ ﻗﺎﺋﻤﺎﻥ
17. Diathofkan pada sifat yang dihapus maushufnya, contohnya :
تَمِيْمِيٌّ ﻭﺭﺟﻞٌ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ
Takdirnya ﺷﺎﺏ
18. Diathofkan padanya maushuf, contohnya :
ﺭﺟﻞٌ ﻭﺯﻭﺟﺔ ﺻﺎﻟﺤﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ
19. Mubtadanya mubham, contohnya :
ﻣﺮﺳَّﻌﺔٌ ﺑﻴﻦ ﺃﺭْﺳﺎﻏﻪ، ﺑﻪ ﻋَﺴَﻢٌ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﺭْﻧﺒﺎ
20. Terletak setelah لولا contohnya :
ﻟﻮﻻ ﺍﺻﻄﺒﺎﺭٌ ﻷﻭْﺩﻱ ﻛﻞُّ ﺫﻱ ﻣِﻘَﺔ ﻟﻤّﺎ ﺍﺳﺘﻘﻠّﺖ ﻣَﻄﺎﻳﺎﻫﻦ ﻟﻠﻈَﻌَﻦ
21. Terletak setelah fa’ jazaa’, contohnya :
ﺇﻥ ﺫﻫﺐ ﻋﻴﺮٌ ﻓﻌﻴﺮٌ ﻓﻲ ﺍﻟﺮِﺑﺎﻁ
22. Masuk padanya lam ibtida’, misalnya :
ﻟَﺮﺟﻞٌ ﻗﺎﺋﻢ
23. Terletak setelah كم khobariyah, contohnya :
ﻛﻢ ﻋﻤﺔٌ ﻟﻚ ﻳﺎ ﺟﺮﻳﺮُ ﻭﺧﺎﻟﺔٌ، ﻓﺪْﻋﺎﺀُ ﻗﺪ حَلَبَتْ ﻋﻠﻲّ ﻋِﺸﺎﺭﻱ
REFERENSI : Syarah Ibnu Aqil, h
*۞ ﷽ ۞*
*📘 ISLAM MENGHARAMKAN KEZALIMAN 📗*
Ketahuilah, agama Islam mengharamkan tindakan kezaliman dan aniaya, baik dengan perkataan ataupun perbuatan, apalagi bila sampai melayangkan jiwa orang lain.
Dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim disebutkan, Allah ta'ala berfirman:
يَا عِبَادِيْ، إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّماً فَلاَ تَظَالَمُوْا.
Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman tersebut haram p**a di antara kalian, maka itu janganlah kalian saling menzalimi.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ.
Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, ia tidak boleh menzaliminya, mencampakannya dan tidak boleh p**a ia meremehkannya. (HR. Muslim)
Islam mengajarkan para pemeluknya untuk tidak mengalamatkan gangguan kepada sesama muslim; baik gangguan dengan ucapan maupun gangguan dengan perbuatan.
Coba perhatikan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini:
اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ.
Seorang muslim itu adalah apabila orang-orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maksudnya, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi rahimahullah, muslim itu ialah yang tidak mengganggu atau menyakiti muslim lainnya, baik dengan perkataan ataupun dengan perbuatan. (Syarh Shahih Muslim, jilid 2, hal. 10)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
الإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً: فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيْمَانِ.
Iman itu berjumlah enam puluh atau tujuh puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan la ilaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu salah satu dari cabang keimanan. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis di atas mengisyaratkan agar gangguan dari tengah jalan disingkirkan, sekecil apapun itu. Lantas, bagaimana dengan menyingkirkan benda yang jelas berbahaya seperti bom dari jiwa kaum muslimin, yang mana itu dapat menghilangkan anggota badannya, membuatnya cacat, atau bahkan bisa melayangkan nyawanya. Tentu hal itu lebih utama dan lebih wajib untuk disingkirkan.
Dari sini kita ketahui bahwa tindakan perusak keamanan yang membombardir fasilitas-fasilitas umum adalah perbuatan terkutuk yang dibenci oleh Islam. Di satu sisi mereka telah berbuat zalim, di sisi lainnya mereka telah menyelisihi kandungan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di atas.
Semoga Allah senantiasa memberikan taufik-Nya kepada kita semua. Aamiin.
05/06/2022
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Wahai saudaraku yang seiman, agama Islam telah memberi tuntunan penting agar kita berbakti terhadap ibu dan ayah, taat dan sayang kepada mereka berdua.
Firman Allah di dalam Alquran;
وقضى ربك ان لا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا
Dan telah memerintahkan oleh tuhanmu (الله سبحانه وتعالى) bahwa jangan kamu menyembah melainkannya, dan berbaktilah kamu terhadap ibu dan ayahmu.
(اما يبلغن عندك الكبر احدهما او كلاهما فلا تقل لهما اف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما)
Jikalau salah satu dari mereka berdua atau keduanya telah lanjut usia di dalam memeliharamu maka jangan engkau berkata sesuatu yang menyakiti hati mereka, dan jangan sekali-kali engkau bercakap keras terhadap ibu dan ayahmu, dan ucapkanlah kata-kata lemah lembut terhadap mereka berdua.
Firman Allah dalam Alquran;
(واخفض لهما جناح الذل من الرحمه وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا.)
Dan merendah diri engkau kepada mereka karena kasih sayang kepada mereka, Dan katakanlah waktu berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala;
(WAHAI TUHANKU BERILAH RAHMAT KEPADA IBU DAN AYAHKU SEBAGAIMANA MEREKA BERDUA TELAH MEMELIHARA AKU SEJAK KECILKU).amin
Wahai saudaraku yang beriman!
Jawablah panggilan ibu atau ayahmu dengan sopan, seperti; saya ibu, saya ayah, dan yang sama dengan kata-kata itu.
Dan laksanakan pekerjaan yang mereka suruh dengan senang hati dan muka yang jernih, terutama mengurus mereka sewaktu sakit dan minta izin kepada mereka sebelum berpergian.
Dan sungguh-sungguhlah belajar agar engkau memperoleh ilmu pengetahuan dan mereka gembira.
Dan jikalau ibu atau ayah marah terhadapmu, maka tidak boleh engkau melawannya melainkan mesti engkau diam kemudian minta maaflah engkau atas kesalahanmu!.
Wahai saudaraku yang beriman.
Perhatikanlah selalu bagaimana sayang ibu dan ayahmu terhadapmu,demikianlah p**a keadaanmu waktu kecilmu, maka utamakan lah membantu ibu dan ayahmu daripada orang lain.
Nabi Muhammad Saw bersabda;
(رضا الله في رضا الوالدين وسخط الله في سخط الوالدين)
Keridhaan Allah adalah pada keridaan ayah dan Ibu, dan kemurkaan Allah pada kemurkaan ayah dan ibu.
Maka berbuatlah setiap apa yang menyenangkan hati ibu dan ayahmu, dan jangan kerjakan yang tidak disukai mereka berdua, pasti engkau selamat dunia akhirat.
Dan bacalah tiap selesai sembahyang yaitu;
(ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغيرا،وللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات انك بنا رؤوف رحيم.)
_YA TUHAN KAMI MOHON KIRANYA BERI AMPUNAN KAMI DAN IBU SERTA AYAH KAMI DAN BERI RAHMAT KEDUANYA SEBAGAIMANA KAMI TELAH DIPELIHARA MEREKA SEJAK KECIL, DAN BERI KIRANYA KEAMPUNAN BAGI ORANG-ORANG ISLAM DAN ORANG-ORANG BERIMAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SESUNGGUHNYA ENGKAU KEPADA KAMI MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.
Wahai saudaraku yang beriman!
Perhatikan yang berikut ini........
Di masa lalu ada tiga orang sahabat pergi musafir oleh karena ditimpa hujan yang lebat, mereka berlindung ke suatu gua, sedang mereka dalam gua tersebut sebuah batu besar bergulir lalu menutup pintu gua tersebut dan mereka tak dapat keluar maka mereka berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
pertama berdoa; ya Allah sungguh bagiku ibu dan ayah yang telah tua, sangat aku sayangi aku dan keluargaku tak pernah makan sebelum keduanya makan, pada suatu hari aku terlambat p**ang karena pergi jauh mencari nafkah setelah aku sampai di rumah aku mendapati mereka telah tertidur, sedangkan mereka belum makan malam. Aku menunggu mereka bangun dan anak-anakku telah menangis nangis kelaparan setelah mereka bangun mereka kuberi dahulu makan barulah aku serta keluargaku makan.
YA ALLAH KALAULAH YANG DEMIKIAN ADALAH AMAL YANG ENGKAU RIDHOI MAKA KAMI MOHON BERI KELAPANGAN DARI KESUSAHAN INI, MAKA BATU BESAR ITU BERGERAK AKAN TETAPI MEREKA BELUM BISA KELUAR.
kedua berdoa; ya Allah pada masa lalu, aku hampir mengerjakan pekerjaan terkutuk (keji), aku ingat kepadamu ya Allah maka aku tinggalkan perbuatan keji itu.
YA ALLAH KALAULAH YANG DEMIKIAN ITU AMALAN YANG ENGKAU RIBAI MAKA MOHONLAH KAMI DIBERI JALAN KELUAR!
Maka dengan izin Allah batu besar itu bergerak tetapi belum bisa mereka keluar.
ketiga ia juga berdoa; ya Allah pada masa lalu aku memberi upah pekerja-pekerja yang bekerja padaku. Dan salah seorang pekerja tidak mengambil upahnya, maka upah pekerja tersebut kupelihara dan hingga menjadi hewan yang banyak. Setelah beberapa waktu, ia datang lalu meminta upahnya, dan aku katakan padanya;
Ini semuanya adalah berasal dari upah mendahulu dan ia pun heran, kemudian di bawahnya sama sekali tak pun seekor tinggal padaku, aku ikhlas.
YA ALLAH KALAU PERBUATANKU ITU ENGKAU RIDHOI MOHON KAMI DIBERI JALAN KELUAR DARI DALAM GUA INI.
SUBHANALLAH DENGAN IZIN ALLAH BERGERAK P**A BATU BESAR ITU DAN DAPATLAH MEREKA KELUAR.
REFERENSI; KITAB NAHJUS SALAMAH ILAL AKHLAKUL HASANAH.
HALAMAN; 9-13.
3 macam hati.
-
• Imam Al-Ghazali Membagi Hati Menjadi 3 Macam :
-
1. Hati Sehat Dan Bercahaya, (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Beriman, Ikhlas Dan Penuh Cinta)
2. Sakit Hati, (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Jengkel, Dongkol, Dendam, Su'udzon, Marah, S**a Menghasut, S**a Menggunjing)
3. Hati Mati, (Yaitu Hatinya Orang-Orang Yang Ingkar Dan Durhaka Kepada Allah, Rasulullah, Kedua Orang Tua, Kepada Ulama' Dan Guru).
• PENYEBAB HATI YANG MATI
-
• Imam Al-Ghazali Berkata Penyebab Hati Menjadi Mati :
-
1. Ingkar Kepada Allah, Rasulullah, Dan Para Ulama'
2. Prasangka Buruk
3. Menggunjing
4. Memfitnah
5. Malas Ibadah
6. Memakan Makanan Yang Haram
7. Terlalu Cinta Dunia
8. Tidak Ikhlas
9. Marah Dan Dendam
10. Kurang Bersyukur
. TANDA-TANDA HATI KOTOR
-
1. Gelisah Walaupun Tidak Ada Masalah
2. Bangga Terhadap Diri Sendiri
3. Angkuh Memandang Hina Orang Lain
4. Sombong Dan Congkak
5. Mencari Aib Orang Dan Menyebarkannya
6. S**a Mengumpat
7. Gembira Dengan Penderitaan Orang Lain
8. Tidak Menjaga Lisan
9. Sinis Dengan Orang Lain
10. Bersikap Alim Untuk Di Puji
11. Menyampaikan Ilmu Dengan Riya'
12. Menganggap Diri Lebih Hebat Dari Pada Orang Lain
13. Berpakaian Indah Untuk Dipuji
14. Durhaka Pada Orang Tua
15. Bermanis Muka
16. Semena-Mena
17. Sholat Yang Tidak Bisa Khusyuk
18. Kagum Terhadap Diri Sendiri
19. Selalu Mencari Salah Orang
20. Cinta Kepada Duniawi Dan Materialistik
21. Mudah Bersangka Buruk Terhadap Orang
22. Membesarkan Hal Yang Remeh Temeh
23. S**a Bergosip Dan Menabur Fitnah
-
Kuman Di Seberang Lautan Tampak, Gajah Di Pelupuk Mata tak Tampak.
Setitik Aib Orang Lain Segera Nampak, Segudang Aib Sendiri Sulit Di Temukan.
KH.Hasyim Asy'ari, Tebuireng Jombang ❣️
-
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ❣️
Bismillahirrahmanirrahim.
Keutamaan sholat berjamaah.
Riwayat imam turmudzi sumber dari Annas : seseorang yang sholat berjamaah selama 40 hari yang mana ia takbir setelah iman selesai takbiratul ihram,maka ALLAH akan memberikannya dua kelepasan.
Pertama terlepas dari api neraka.
Kedua terbebas dari kemunafikan.
@
@
@
Riwayat imam Thabrani bersumber dari imam Anas: orang yang berjalan kepada salat maktubah atau salat fardhu untuk berjamaah maka pahalanya seperti ia berhaji dan orang yang berjalan untuk melakukan salat sunnah maka baginya seperti pahala melaksanakan umroh sunnah.
Sekian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*Dalam bulan Ramadhan ada suatu malam yang sangat berkah,yang dinamakan dengan malam Lailatul Qadar
Bersumber dari pada (Abi Hasan assyadzili)
# jika awal Ramadan pada hari Ahad atau Minggu maka malam Lailatul Qadar jatuhnya pada malam 29.
# atau senin maka pada malam 21 Ramadhan atau
maka jatuh pada 27 Ramadan*
# Rabu maka pada 19 Ramadan*
Kamis maka pada malam 25 Ramadhan atau .
maka pada 17 Ramadan .
jatuhnya Ramadan pada hari Sabtu maka pada 23 Ramadhan.
(@) referensi Tafsir Jalalain juz 4 halaman 453.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Website
Address
Sigli
55555